Kelompok Ghulat Rafidhah Menurut Imam Al-Isfarayini: Al-Bayaniyah, Al-Mughiriyah, dan Al-Khaththabiyah

Imam Al-Isfarayini menjelaskan kelompok-kelompok Ghulat Rafidhah yang tidak dihitung sebagai bagian dari kaum muslimin menurut perspektif kitabnya

Pendahuluan

Dalam pembahasan tentang kelompok-kelompok Rafidhah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini tidak hanya menyebut cabang-cabang yang masih dimasukkan ke dalam golongan umat Islam menurut klasifikasinya, tetapi juga membedakan beberapa kelompok yang, menurut penilaiannya, telah keluar dari batas-batas akidah Islam karena mengajarkan keyakinan yang dianggap sangat menyimpang.

Pada bagian ini, beliau menyebut beberapa kelompok yang dalam literatur klasik dikenal sebagai Ghulat Rafidhah (kelompok yang berlebihan dalam memuliakan para imam). Penjelasan ini disampaikan dari sudut pandang teologi Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagaimana dianut oleh Imam Al-Isfarayini, dan uraian rinci mengenai keyakinan mereka akan dibahas pada bagian selanjutnya dalam kitab.

Sumber:

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Tema

Kelompok-Kelompok Ghulat Rafidhah dalam Klasifikasi Imam Al-Isfarayini

Terjemahan

Adapun kelompok Bayaniyah, Mughiriyah, Manshuriyah, Janahiyah, Khaththabiyah, dan Hululiyah, maka mereka tidak dihitung sebagai bagian dari golongan kaum muslimin.

Sebab, menurut penulis, seluruh kelompok tersebut meyakini ketuhanan para imam.

Sebagaimana akan kami jelaskan secara lebih rinci pada pembahasan berikutnya, insya Allah Ta'ala.

Artikel Pengembangan

Dalam bagian singkat ini, Imam Al-Isfarayini membuat pembedaan yang tegas antara beberapa cabang Rafidhah yang masih dimasukkan ke dalam pembahasan firqah umat Islam dan kelompok-kelompok yang, menurut penilaiannya, tidak lagi termasuk dalam golongan kaum muslimin. Dasar pembedaan tersebut, menurut beliau, adalah adanya keyakinan yang dinisbatkan kepada kelompok-kelompok tertentu berupa pengultusan para imam hingga mencapai derajat ketuhanan.

Kelompok-kelompok yang disebutkan adalah Bayaniyah, Mughiriyah, Manshuriyah, Janahiyah, Khaththabiyah, dan Hululiyah. Dalam literatur ilmu firqah klasik, kelompok-kelompok ini sering digolongkan sebagai Ghulat Syiah atau Ghulat Rafidhah, yaitu kelompok-kelompok yang dinilai melampaui batas dalam memuliakan tokoh-tokoh yang mereka ikuti. Berbagai sumber sejarah menyebut bahwa masing-masing kelompok memiliki tokoh, sejarah, dan ajaran yang berbeda, meskipun sama-sama dikaitkan dengan bentuk pengagungan yang dipandang berlebihan oleh mayoritas ulama.

Imam Al-Isfarayini tidak menguraikan rincian ajaran mereka pada bagian ini. Tujuannya hanya menyampaikan posisi mereka dalam klasifikasi yang sedang beliau susun. Hal ini menunjukkan metode penulisan kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, yaitu menyebut gambaran umum terlebih dahulu sebelum memasuki pembahasan mendalam mengenai sejarah, tokoh, dan keyakinan masing-masing kelompok.

Perlu dipahami bahwa penilaian yang disampaikan dalam kutipan ini merupakan pandangan teologis Imam Al-Isfarayini sebagai ulama Ahlus Sunnah abad ke-5 Hijriah. Dalam kajian akademik modern, kelompok-kelompok tersebut dipelajari sebagai bagian dari sejarah perkembangan pemikiran Islam dengan pendekatan historis, sementara kitab ini lebih menonjolkan tujuan teologis, yaitu membedakan antara akidah yang dianggap benar dan berbagai penyimpangan menurut kerangka pemikiran penulis.

Hikmah

  • Sejarah Islam mengenal berbagai kelompok dengan latar belakang dan keyakinan yang beragam.
  • Mempelajari literatur ilmu firqah membantu memahami cara para ulama klasik mengklasifikasikan berbagai aliran.
  • Penghormatan kepada tokoh-tokoh agama tidak boleh melampaui batas yang ditetapkan dalam ajaran Islam.
  • Membaca karya-karya klasik perlu disertai pemahaman terhadap konteks sejarah dan perspektif teologis penulisnya.
  • Kajian sejarah pemikiran Islam hendaknya dilakukan secara ilmiah, objektif, dan penuh kehati-hatian.
  • Memahami perbedaan sejarah berbagai kelompok dapat memperluas wawasan tanpa mengabaikan adab dalam berdiskusi.

Penutup

Melalui bagian ini, Imam Al-Isfarayini menjelaskan bahwa tidak semua kelompok yang dinisbatkan kepada Rafidhah ditempatkan dalam kategori yang sama menurut klasifikasi beliau. Beberapa kelompok, seperti Bayaniyah, Mughiriyah, Manshuriyah, Janahiyah, Khaththabiyah, dan Hululiyah, dinilai berada di luar golongan kaum muslimin karena keyakinan yang dinisbatkan kepada mereka dalam literatur klasik. Pembahasan singkat ini menjadi pengantar bagi uraian yang lebih rinci pada bab-bab berikutnya, ketika Imam Al-Isfarayini menjelaskan sejarah, tokoh, dan ajaran masing-masing kelompok menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Teks Arab :

فَأَما البيانية والمغيرية والمنصورية والجناحية والخطابية والحلولية مِنْهُم فَلَا يعدون فِي زمرة الْمُسلمين لأَنهم كلهم يَقُولُونَ بآلهية الْأَئِمَّة كَمَا نفصله فِيمَا بعد إِن شَاءَ الله تَعَالَى

Baca juga:

15 Kelompok Imamiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: KlasifikasiRafidhah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

73 Golongan dalam Islam Menurut Imam Al-Isfarayini: AwalPenjelasan Tentang Pembagian Firqah Umat

20 Kelompok Khawarij Menurut Imam Al-Isfarayini: Pembagian dan Cabang-Cabangnya dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar