Tampilkan postingan dengan label DAQO’IQUL AKHBAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAQO’IQUL AKHBAR. Tampilkan semua postingan

Keadaan Siratal Mustaqim Daqoiqul Akhba r Bab 33


BAB TIGAPULUH TIGA TENTANG SHIRATH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan Shirath yaitu titian atau jembatan diatas neraka Jahannam yang sangat licin dan menggelincirkan. Jembatan tersebut memliki tujuh pos, setiap posnya berjarak perjalanan tiga ribu tahun; yang seribu naik, yang seribu datar dan yang seribu lagi turun. Shirath lebih kecil dari rambut, lebih tajam dari pedang dan gelap gulita. Pada setiap posnya terdapat tujuh penunjuk arah seperti tombak panjang yang tajam. Seorang hamba akan duduk di setiap pos, dan ditanya tentang apa yang Allah Ta’ala perintahkan kepadanya.
Pada pos pertama ia ditanya tentang iman, apabila ia selamat dari kekufuran dan riya’ maka ia akan tetap berada diatas Shirath dan bisa menlanjutkan penyeberangannya. Apabila tidak selamat maka ia akan di lemparkan ke neraka. Pada pos kedua ia ditanya tentang shalat, pos ketiga ditanya tentang zakat, pos keempat ditanya tentang puasa, pos kelima ditanya tentang hajji dan ‘umrah, pos keenam ditanya tentang wudlu’ dan mandi besar dan pos ketujuh ditanya tentang berbakti kepada kedua orang tua, shilaturrahim dan kedzaliman. Apabila ia selamat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut maka ia akan tetap berada diatas Shirath dan dapat menyeberanginya, Apabila tidak selamat maka ia akan di lemparkan ke neraka.

Wahb berkata; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a; Ya Rabb, sallim, sallim ummati, ummati!. (Wahai Tuhanku selamatkanlah, selamatkanlah ummatku, ummatku!). Maka manusia menjadi tumpang tindih hingga sebagian orang berada diatas yang lain, dan Shirath terayun kencang bagaikan perahu yang diterpa badai besar. Kemudian rombongan pertama dapat menyeberangi Shirath dengan cepat bagaikan kilat menyambar, rombongan kedua bagaikan angin yang menerpa, rombongan ketiga bagaikan burung yang terbang cepat, rombongan keempat bagaikan kuda yang berlari kencang, rombongan kelima bagaikan orang yang berlari, rombongan keenam bagaikan orang yang berjalan dan rombongan ketujuh bagaikan orang yang merangkak selama sehari semalam. Sebagian ‘ulama’ ada yang mengatakan dua bulan, ada yang mengatakan satu tahun, dua tahun dan tiga tahun hingga orang yang paling akhir menyeberangi shirath selama duapuluh lima ribu tahun dibanding tahun didunia.

Dan diriwayatkan bahwa pada saat manusia meniti diatas Shirath, api neraka ada yang menjilat-jilat dibawah telapak kaki mereka, diatas kepala, kanan, kiri depan dan belakang mereka. Itulah ma’na firman Allah Ta’ala; “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang dzalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”.(Qs. Maryam 71-72).
Dan api neraka membakar jasad mereka, kulit mereka dan daging mereka hingga setelah sampai diseberang mereka menjadi seperti arang kecuali orang-orang yang selamat. Sebagian dari mereka ada yang menyeberangi Shirath dengan tanpa ada rasa tukut sedikitpun terhadap rintangan yang sangat mengerikan, dan ia tidak merasakan panas sedikitpun sehingga setelah berada diseberang ia berkata; Dimana Shirath? Lalu dikatakan; Engkau telah melewatinya dengan tanpa kesulitan berkat Rahmat Allah Ta’ala.

Dalam sebuah khabar disebutkan bahwa kelak pada hari kiamat suatu kaum akan datang, dan ketika naik keatas Shirath Nabi ‘alaihisshalatu wassalam menoleh kepada mereka dan bertanya; Siapakah kalian? Mereka menjawab;  Kami adalah ummatmu. Beliau bertanya lagi; Apakah kalian menjalankan syari’atku? Mereka menjawab; Tidak. Lantas Nabi ‘alaihisshalatu wassalam membebaskan diri dari mereka dan meninggalkan mereka hingga mereka jatuh kedalam neraka Jahannam. Kemudian datang kaum yang lain. Nabi ‘alaihisshalatu wassalam bertanya; Siapakah kalian? Mereka menjawab;  Kami adalah ummatmu.
Beliau bertanya lagi; Apakah kalian menjalankan syari’at Nabi kalian? Dan apakah kalian menempuh jalan diatas jalan Nabi kalian? Apabila mereka menjawab; “Ya” maka mereka akan melintasi Shirath dan apabila menjawab; “Tidak” maka mereka akan jatuh kedalam neraka. Dan setelah berada didalam neraka, mereka membutuhkan syafa’at dari Nabi ‘alaihisshalatu wassalam.

Dalam sebuah khabar disebutkan; Akan ada suatu kaum yang berhenti tidak melanjutkan menyeberang diatas Shirath, mereka menangis dan berkata; Siapakah yang akan menyelamatkan kami? Lantas malaikat Jibril ‘alaihissalam datang dan bertanya kepada mereka; Apakah gerangan yang mecegah kalian untuk menyeberangi shirath? Mereka menjawab; Kami takut dengan api.
Malaikat Jibril ‘alaihissalam berkata; Ketika di dunia dan ketika kalian menghadapi samudera yang dalam, bagaimana jika kalian menyeberanginya? Mereka menjawab; Kami menyeberanginya dengan perahu. Kemudian malaikat Jibril ‘alaihissalam mendatangkan masjid yang dulu mereka shalat disana, dengan berbentuk seperti perahu. Lantas mereka duduk disana dan menyeberangi Shirath. Lalu dikatakan kepada mereka; Ini adalah masjid kalian yang dulu disana kalian shalat berjama’ah.

Dalam sebuah khabar disebutkan; Bahwa Allah Ta’ala menghisab seorang hamba dan ternyata kejelekannya lebih berat daripada kebaikannya. Lantas Allah Ta’ala menyuruhnya pergi ke neraka. Ketika ia pergi, Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat Jibril ‘alaihissalam; Susullah hamba-Ku dan tanyakan padanya; Apakah ia pernah duduk bersama dengan ‘ulama’? Maka Aku akan mengampuninya berkat syafa’at para ‘ulama’. Lalu malaikat Jibril ‘alaihissalam bertanya kepadanya dan ia menjawab; “Tidak”.
Malaikat Jibril berkata; Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui keadaan setiap hamba-Mu. Allah Ta’ala berfirman; Tanyakan padanya; Apakah ia cinta pada ‘ulama’? Lalu malaikat Jibril ‘alaihissalam bertanya kepadanya dan ia menjawab; “Tidak”. Allah Ta’ala berfirman; Tanyakan padanya; Apakah ia pernah duduk dalam sebuah jamuan makan bersama  ‘ulama’? Lalu malaikat Jibril ‘alaihissalam bertanya kepadanya dan ia menjawab; “Tidak”.
Allah Ta’ala berfirman; Tanyakan padanya; Apakah ia tinggal disuatu tempat yang disana ada orang ’alim? Lalu malaikat Jibril ‘alaihissalam bertanya kepadanya dan ia menjawab; “Tidak”. Allah Ta’ala berfirman; Tanyakan padanya; Apakah ia cinta pada seseorang yang cinta pada ‘ulama’? Maka Aku akan mengampuninya berkat orang tersebut. Lalu malaikat Jibril ‘alaihissalam bertanya kepadanya dan ia menjawab; “Ya”. Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat Jibril; Peganglah tangannya dan masukkan ia ke surga, karena didunia ia cinta pada seseorang yang orang itu cinta pada ‘ulama’, dan Aku mengampuninya berkat barakah orang tersebut.

Dalam sebuah khabar disebutkan; Pada hari kiamat Allah Ta’ala akan mengumpulkan masjid-masjid didunia berupa seperti unta. Kakinya terbuat dari intan, lehernya dari za’faran, kepalanya dari misik adzfar dan punggungnya dari zabarjad. Unta-unta tersebut akan menjadi tunggangan bagi orang-orang yang shalat berjama’ah dimasjid, akan dituntun oleh para mu’addzin dan akan digiring oleh para imam hingga melewati pelataran hari kiamat. Kemudian terdengar seruan; Wahai penghuni pelataran hari kiamat! Mereka itu bukanlah malaikat muqorrobin dan bukan pula para Nabi dan mursalin, akan tetapi mereka adalah ummat Muhammad yang menjaga shalatnya dengan berjama’ah.

Dikatakan; Bahwa Allah Ta’ala menciptakan malaikat yang bernama Dirda’il. Ia memiliki dua sayap, yang satu berada dibarat terbuat dari yaqut merah dan yang satu lagi berada ditimur terbuat dari zabarjad hijau dan dihiasi dengan intan, yaqut dan marjan. Kepalanya berada dibawah ‘Arsy, dua telapak kakinya berada dibawah bumi yang ketujuh. Setiap malam dibulan Ramadlan ia memanggil-manggil; Apakah ada orang yang berdo’a?, maka do’anya akan dikabulkan. Apakah ada orang yang memohon?, maka permohonannya akan dikabulkan. Apakah ada orang yang bertaubat?, maka taubatnya akan diterima. Apakah ada orang yang memohon ampun?, maka ia akan diampuninya. Demikian itu terjadi hingga terbit fajar.

Baca juga:
Daqoiqul Akhbar Bab 34

Bagaimana keadaan Makhluk Ketika Sangkakala Ditiup? Daqoiqul Akhbar Bab 20


BAB DUAPULUH TENTANG
SANGKAKALA DAN BANGKIT DARI KUBUR

Ketahuilah bahwa malaikat Isrofil bertugas memegang sangkakala. Dan Allah Ta’ala menciptakan Lauh Mahfudz dari intan putih sepanjang tujuh kali lipat panjang jarak antara langit dan bumi yang digantungkan di ‘Arsy, dan apapun yang ada yang telah atau akan terjadi dijagat raya semuanya tertulis disana hingga hari kiamat.

Malaikat Isrofil mempunyai empat sayap; satu dibarat, satu ditimur, satu menutupinya dan satu lagi menutupi kepalanya. Wajahnya pucat karena takut kepada Allah Ta’ala, kepalanya menunduk, besarnya seperti ‘Arsy dan salah satu tiang ‘Arsy berada di pundaknya. Ia tidak akan mampu memikul ‘Arsy kecuali karena kekuasaan Allah Ta’ala. Apabila Allah menetapkan sesuatu di ‘Arsy, Allah membuka tutup kepalanya sehingga ia dapat melihat apa yang Allah tetapkan baik berupa hukum atau perintah. Tidak ada malaikat yang tempatnya lebih dekat dengan ‘Arsy daripada malaikat Isrofil ‘alaihissalam.
Antara malaikat Isrofil dan ‘Arsy terdapat tujuh hijab, jarak antara satu hijab dengan lainnya sejauh perjalanan 500 tahun, dan antara malaikat Jibril dan malaikat Isrofil terdapat 70 hijab. Sangkakala malaikat Isrofil diletakkan dipaha kanannya dan ujungnya berada di mulutnya, ia siap siaga menunggu perintah Allah Ta’ala untuk meniupnya. Apabila masa dunia telah habis, ia mengangkat sangkakalanya dan mengumpulkan empat sayapnya lantas meniupnya.

Dikatakan bahwa malaikat maut meletakkan salah satu telapak tangannya di bumi ketujuh dan yang satu lagi diletakkan di langit ketujuh. Ia mencabut seluruh ruh penghuni langit dan bumi sehingga dibumi tidak ada yang tersisa kecuali iblis la’natullahi ‘alaihi dan di langit hanya tersisa malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil dan ‘Izro’il ‘alaihimussalam. Mereka adalah yang dikecualikan Allah Ta’ala dalam Firmannya; “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. (Qs. Az Zumar 38).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata; Nabi ‘alaihisshalatu wassalam bersabda; Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan sangkakala yang memiliki empat cabang; Dibarat, ditumur, di bawah bumi ketujuh dan di atas langit ketujuh. Sangkakala itu memiliki pintu sebanyak jumlah seluruh ruh, dan didalamnya terdapat 70 rumah yaitu tempat ruh para Nabi, malaikat, jin, manusia, syaithan, hewan melata, singa, semut dan seterusnya. Allah menguasakan sangkakala itu kepada malaikat Isrofil dan ia meletakkan dimulutnya siap menunggu perintah untuk meniupnya. Kelak ia akan meniupnya sebanyak tiga kali tiupan yaitu tiupan mengagetkan, membinasakan dan membangkitkan.

Khudzaifah bertanya; Wahai Rasul Allah! Bagimanakah keadaan makhluq ketika sangkakala ditiup? Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menjawab; Wahai Khudzaifah! Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sangkakala ditiup dan hari kiamat terjadi sementara seseorang ada yang telah mengangkat sesuap makanan ke mulutnya namun ia tidak sempat memakannya, kiamat terjadi sementara seseorang ada yang memegang baju untuk dipakainya namun ia tidak sempat memakainya dan kiamat terjadi sementara seseorang ada yang mengangkat kendi kemulutnya namun ia tidak sempat meminumnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah sampai pada nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda; Kiamat terjadi sementara orang tengah memeras unta perahan, belum juga wadahnya sampai ke mulutnya hingga kiamat terjadi, dua orang saling berjual beli baju, belum juga keduanya berjual beli hingga kiamat terjadi dan seseorang memperbaiki telaganya, belum juga ia kembali hingga kiamat terjadi.(Shahih Muslim)

Baca juga: Daqoiqul Akhbar Bab 21

Kebangkitan Makhluk Dari Kubur Daqoiqul Akhbar Bab 26


BAB DUAPULUH ENAM TENTANG
BANGKITNYA MAKHLUQ DARI KUBUR

Dikatakan apabila makhluq telah dibangkitkan dari kubur, mereka berdiri tegak ditempat bangkit mereka masing-masing selama 40 tahun. Mereka tidak makan, tidak minum, tidak duduk dan tidak berbicara.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; Wahai Rasulallah! Dengan apakah orang-orang mu’min itu dapat diketahui kelak dihari kiamat? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; Sesungguhnya kelak dihari kiamat ummatku akan memancarkan sinar terang dari bekas wudlu’nya.

Dalam sebuah khabar disebutkan; Apabila hari kiamat telah terjadi, Allah Ta’ala akan membangkitkan makhluk dari kuburnya, lantas datanglah malaikat kekuburan orang-orang mu’min dan mengusap debu dari jasad mereka kecuali tempat sujudnya sehingga bekas sujudnya tidak hilang. Kemudian terdengar seruan; Debu itu bukan debu kuburan mereka melainkan debu pengimaman mereka, maka tinggalkanlah debu itu hingga mereka menyeberangi shirath dan masuk kedalam surga agar setiap orang yang melihatnya tahu bahwa mereka adalah khadam dan pelayan-Ku.

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah radliyallahu ‘anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Apabila hari kiamat telah terjadi, manusia dibangkitkan dari kuburnya dan Allah Ta’ala memberi wahyu kepada malaikat Ridlwan; Wahai Ridlwan! Aku telah mengeluarkan orang-orang yang ahli berpuasa dari kuburnya dalam keadaan lapar dan dahaga, maka sambutlah mereka dengan gorengan dan buah-buahan dari surga. Lantas malaikat Ridlwan berteriak; Wahai pemuda! Wahai Wildan yang belum baligh!.
Lalu Wildan datang dengan membawa talam dari nur dan mengumpulkan makanan yang sangat banyak dihadapan malaikat Ridlwan lebih banyak dari bilangan tetesan air hujan, bintang dilangit dan dedaunan berupa buah-buahan, makanan berminyak dan minuman yang lezat. Ketika telah berjumpa dengan mereka (orang-orang yang ahli berpuasa), Wildan memberikan semua makanan tersebut kepada mereka dan berkata; “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan ‘amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.(Qs. Al Haqqah 24).

Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Tiga golongan kelak pada hari mereka dikeluarkan dari kuburnya malaikat akan menjabat tangan mereka. Tiga golongan itu ialah; Orang-orang yang mati syahid, orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadlon dan orang-orang yang berpuasa ‘Arafah.

Diriwayatkan dari sayyidah ‘A’isyah radliyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Wahai ‘A’isyah! Sesungguhnya didalam surga terdapat gedung-gedung yang terbuat dari intan, yaqut, zabarjad, emas dan perak. Aku bertanya; Wahai rasulallah! Untuk siapakah gedung-gedung itu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; Untuk orang-orang yang berpuasa pada hari ‘Arafah.
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan sabdanya; Wahai ‘A’isyah! Sesungguhnya hari yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah hari ‘Arafah karena didalamnya terdapat beberapa rahmat, dan hari yang paling dibenci oleh iblis adalah hari jum’at dan hari ‘Arafah. Wahai ‘A’isyah! Barangsiapa yang berpuasa pada hari ‘Arafah, maka Allah Ta’ala akan membuka baginya 30 pintu kebaikan dan mengunci 30 pintu keburukan, apabila ia berbuka dan minum maka semua otot dalam tubuhnya memohonkan ampun untuknya dan berkata; Ya Allah! Sayangilah ia hingga terbit fajar.

Dalam khabar yang lain disebutkan; Orang-orang yang berpuasa kelak akan dikeluarkan dari kuburnya, mereka dapat diketahui dari bau mulutnya lantaran puasa mereka, dan mereka di jamu dengan bermacam-macam hidangan dan minuman. Dikatakan kepada mereka; Makanlah, Karena kalian benar-benar lapar di saat orang-orang sedang kenyang, minumlah, karena kalian benar-benar haus disaat orang-orang sedang segar dan beristirahatlah. Lantas mereka makan, minum dan beristirahat, sementara orang-orang sedang dihisab.

Dalam sebuah khabar disebutkan; Sepuluh golongan yang jasadnya tidak akan membusuk, yaitu; Para Nabi, orang yang ahli berperang, orang ‘alim, orang yang mati syahid, orang yang hafal Al Qur’an, mu’addzin, wanita yang mati melahirkan, orang yang mati teraniaya dan orang yang mati pada malam jum’at atau siang harinya.

Dalam sebuah khabar disebutkan dari Nabi ‘alaihisshalatu wassalam; Kelak pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan seperti halnya ketika baru dilahirkan oleh ibunya, yaitu dalam keadaan telanjang dan tidak beralas kaki. Sayyidah ‘A’isyah radliyallahu ‘anha bertanya; Apakah laki-laki dan perempuan dikumpulkan bersama-sama? Nabi ‘alaihisshalatu wassalam menjawab; “Ya”. Sayyidah ‘A’isyah berkata; Oh… Alangkah malunya, satu sama lain bisa melihat auratnya.
Lantas Nabi ‘alaihisshalatu wassalam memukulkan tangannya kepundak Sayyidah ‘A’isyah radliyallahu ‘anha dan bersabda; Wahai anak perempuan Abu Quhafah! Kejadian ketika itu sangat dahsyat sehingga mereka berpaling dari melihatnya, mereka semua menatapkan pandangannya kelangit, tidak makan, tidak minum dan masing-masing dari mereka berkeringat karena malu kepada Allah Ta’ala, di antara mereka ada yang keringatnya mencapai dua mata kakinya, ada yang keringatnya mencapai lututnya, ada yang mencapai perutnya, ada yang mencapai dadanya, ada yang mencapai wajahnya bahkan ada diantara mereka yang benar-benar tenggelam oleh keringat, dan lamanya banjir keringat tersebut salama mereka tegak disana.
Sayyidah ‘A’isyah radliyallahu ‘anha bertanya; Apakah salah seorang dari mereka ada yang diberi minum disaat panasnya hari kiamat? Nabi ‘alaihisshalatu wassalam menjawab; Mereka adalah para Nabi dan familinya, orang-orang yang berpuasa dibulan Rajab, Sya’ban dan Ramadlan secara rutin, pada saat itu semua manusia kelaparan kecuali para Nabi dan familinya, orang-orang yang berpuasa dibulan Rajab, Sya’ban dan Ramadlan karena mereka semua kenyang tidak ada lapar dan dahaga.
Ada yang mengatakan; Allah Ta’ala memberi minum kepada mereka semua hingga  sampai dipadang mahsyar disekitar Baitul Muqoddas yaitu di suatu daerah yang disebut Sahirah sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala; “Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi”.(Qs. An Naazi’aat 13-14). Dan ada yang mengatakan;  Seluruh makhluq dipelataran kiamat ada 120 shaf. Masing-masing shaf panjangnya sejauh perjalanan 40 tahun dan lebarnya sejauh perjalanan 20 tahun. Ada yang berpendapat bahwa shaf orang-orang mu’min sebanyak tiga shaf diantaranya, sedangkan yang lainnya adalah shaf orang-orang kafir.

Diriwayatkan dari Ibnu Buraidah dari ayahnya ia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; Penghuni surga ada seratus duapuluh shaf, delapanpuluh diantaranya dari ummat ini. ini adalah hadits yang lebih shahih.

Adapun shifat orang-orang mu’min yaitu wajahnya putih bersinar dan orang-orang kafir wajahnya hitam legam dan digandeng bersama dengan syaithan.

Baca juga: Daqoiqul Akhbar bab 27

Macam-macam Bentuk Baraq Daqoiqul Akhbar Bab 24


BAB DUAPULUH EMPAT TENTANG
BENTUK BURAQ

Buraq memiliki dua sayap, dengan dua sayap itulah ia terbang diantara langit dan bumi. Wajahnya seperti wajah manusia dan lisannya seperti lisan orang Arab. Kedua alisnya nampak terang, kedua tanduknya besar, kedua telinganya tipis dan terbuat dari zabarjad hijau, kedua matanya hitam, ada yang mengatakan bagaikan bintang yang bersinar terang. Jambulnya terbuat dari yaqut merah, ekornya seperti ekor sapi dan dihiasi dengan emas merah.
Dalam hal ke elokannya ada yang mengatakan bagaikan burung merak. Tingginya lebih tinggi dari himar dan lebih pendek dari peranakan kuda dengan keledai. Dinamakan buraq karena larinya cepat bagaikan kilat. Ketika buraq menghampiri Nabi ‘alaihissalam untuk dinaikinya, ia bingung karena sangat senang dan berkata; Wahai JIbril, demi shifat mulia-Nya Tuhanku, tidak akan pernah ada seorangpun yang dapat menaikiku kecuali Nabi dari bani Hasyim yang memberikan kabahagiaan yang terhampar luas dari kabilah Quraisy yaitu Nabi Muhammad bin ‘Abdullah yang memiliki Al Qur’an. Nabi ‘alaihishalatu wassalam menjawab; Akulah Muhammad bin ‘Abdullah.
Lantas beliau menaikinya dan pergi ke surga. Sesampainya disana beliau langsung bersujud, lantas terdengar seruan; Angkatlah kepalamu wahai Muhammad! Hari ini bukanlah hari untuk ruku’ dan sujud, tapi hari ini adalah hari perhitungan ‘amal dan pembalasan, angkatlah kepalamu dan memohonlah, permohonanmu akan dikabulkan. Nabi ‘alaihishalatu wassalam memohon; Wahai Tuhanku! Berikanlah semua yang telah Engkau janjikan kepadaku untuk ummatku. Allah Ta’ala menjawab; Aku pasti mngabulkan permohonanmu apapun yang kamu ridloi.
Allah Ta’ala telah berfirman; “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas”.(Qs. Adh Dhuha 5). Lantas Allah Ta’ala memerintahkan agar langit menurunkan hujan. Maka langit menurunkan air hujan seperti air mani orang laki-laki selama 40 hari hingga airnya setinggi 12 hasta dan makhluk pun akhirnya tumbuh bersemi bagaikan benih sayuran sehingga mereka menjadi sempurna sebagaimana halnya di dunia. Lalu Allah Ta’ala mengganti bumi tempat terjadinya kema’shiyatan dan menyiramnya dengan air panas dari neraka jahannam, diganti dengan bumi yang terbuat dari perak putih dan menyiramnya dengan air dari surga.

Diriwayat kan dari Sayyidah ‘A’isyah radliyallahu ‘anha ia berkata; “Wahai Rasul Allah, pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan begitu pula langit……”. (QS. Ibrahim 48), maka dimanakah umat manusia ketika itu?. Beliau menjawab; Wahai ‘A’isyah! Engkau telah bertanya tentang perkara yang agung yang belum pernah ada seorangpun yang bertanya selain engkau. Sesungguhnya manusia ketika itu ada di shirath.

Baca juga: Daqoiqul Akhbar Bab 25

Malaikat-malaikat Yang Dibangkitkan Sebelum Seluruh Makhluk Dikumpulkan Daqoiqul Akhbar Bab 23


BAB DUAPULUH TIGA TENTANG
DIKUMPULKANNYA SELURUH MAKHLUK

Dalam sebuah khabar disebutkan; Ketika Allah Ta’ala berkehendak untuk mengumpulkan makhluk, Allah Ta’ala menghidupkan malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil dan malaikat ‘Izro’il  ‘alaihimussalam. Pertama-tama adalah malaikat Isrofil, lantas ia pergi ke ‘Arsy mengambil sangkakala. Kemudian Allah Ta’ala membangkitkan malaikat Ridlwan dan berfirman; Wahai Ridlwan! Hiasilah seluruh surge, dan tatalah semua pakaian juga perhiasan dengan rapi untuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan ummatnya. Lantas datanglah ummat Muhammad ‘alaihisshalatu wassalam dengan mengendarai buraq, mengenakan mahkota, mengibarkan bendera pujian dan membawa dua pakaian dari surga.

Paling pertama yang Allah Ta’ala hidupkan dari golongan binatang adalah buraq, lantas Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat; Hiasilah mereka!. Maka para malaikat mengenakannya pelana yang teruntai dari yaqut merah, tali kekangnya dari zabarjad hijau dan mengenakannya dua pakaian berwarna hijau dan kuning. Kemudian Allah Ta’ala berfirman para malaikat; Pergilah kalian kekuburan Muhammad ‘alaihisshalatu wassalam. Para malaikatpun pergi, sedangkan bumi saat itu benar-benar hampa dan datar maka mereka tidak dapat mengetahui dimana kuburannya.
Lantas muncullah nur Muhammad ‘alaihisshalatu wassalam dari kuburnya bagaikan tiang menembus awan. Kemudian malaikat Jibril berkata; Wahai Isrofil! Hendaknya engkau saja yang memengggilnya, karena engkaulah yang ditugaskan oleh Allah Ta’ala untuk mengumpulkam makhluq. Tidak, jawab malaikat Isrofil. Tapi engkau saja yang memanggilnya wahai Jibril, karena engkau adalah kekasihnya didunia. Malaikat Jibril menjawab; Aku malu kepada beliau. Lantas malaiakat Isrofil berkata; Wahai Mika’il, hendaknya engkau saja yang memanggilnya. Malaikat Mika’il berkata; Assalamu ‘alaika ya Muhammad! (semoga keselamatan senantiasa tercurahkan atas dirimu wahai Muhammad).
Namun beliau tidak menjawabnya. Maka para malaikat berkata kepada malaikat maut; Hendaknya engkau saja yang memanggilnya. Malaikat maut berkata; Wahai ruh yang baik masuklah ke dalam jasad yang baik, namun beliau tidak menjawabnya. Lalu malaikat Isrofil memanggilnya; Wahai ruh yang baik masuklah ke dalam jasad yang baik, namun beliau tidak menjawabnya. Berikutnya malaikat ‘Izro’il memanggilnya; Wahai ruh yang baik, bangkitlah karena untuk memutuskan antara perkara haq dan bathil, hisab dan digelarnya ‘amal dihadapan Allah Al Rahman.
Tiba-tiba kuburnya terbelah dan beliau duduk disana sambil membersihkan debu dari kepala dan jenggotnya. Lantas malaikat Jibril memberinya dua pakaian dan buraq. Nabi ‘alaihisshalatu wassalam bertanya; Wahai Jibril! Hari apakah ini? Malaikat Jibril menjawab; Ini adalah hari kiamat, hari kesedihan dan penyesalan, ini adalah hari buraq, hari perpisahan dan ini adalah hari pertemuan. Wahai Jibril, berilah aku kabar gembira! Jibril berkata; Kini surga benar-benar telah disempurnakan demi menyambut kedatanganmu dan neraka benar-benar telah ditutup.
Nabi ‘alaihisshalatu wassalam berkata; Bukan itu yang aku minta, tapi aku bertanya kepadamu tentang ummatku yang berdosa, jangan-jangan kamu telah meninggalkan mereka di shirath. Malaikat Isrofil berkata; Demi kemuliaan Tuhanku wahai Muhammad, aku tidak akan meniup sagkakala dengan tiupan yang membangkitkan sebelum engkau bangkit terlebih dahulu. Nabi ‘alaihisshalatu wassalam berkata; Sekarang hatiku menjadi lega dan jiwaku menjadi tenteram. Kemudian Nabi ‘alaihisshalatu wassalam mengambil mahkota dan memakai pakaiannya lantas menaiki buraq.

Baca juga: Daqoiqul Akhbar Bab 24

Sangkakala Dan Bangkit Dari Kubur Daqoiqul Akhbar Bab 20


BAB DUAPULUH TENTANG
SANGKAKALA DAN BANGKIT DARI KUBUR

Ketahuilah bahwa malaikat Isrofil bertugas memegang sangkakala. Dan Allah Ta’ala menciptakan Lauh Mahfudz dari intan putih sepanjang tujuh kali lipat panjang jarak antara langit dan bumi yang digantungkan di ‘Arsy, dan apapun yang ada yang telah atau akan terjadi dijagat raya semuanya tertulis disana hingga hari kiamat.

Malaikat Isrofil mempunyai empat sayap; satu dibarat, satu ditimur, satu menutupinya dan satu lagi menutupi kepalanya. Wajahnya pucat karena takut kepada Allah Ta’ala, kepalanya menunduk, besarnya seperti ‘Arsy dan salah satu tiang ‘Arsy berada di pundaknya. Ia tidak akan mampu memikul ‘Arsy kecuali karena kekuasaan Allah Ta’ala. Apabila Allah menetapkan sesuatu di ‘Arsy, Allah membuka tutup kepalanya sehingga ia dapat melihat apa yang Allah tetapkan baik berupa hukum atau perintah.
Tidak ada malaikat yang tempatnya lebih dekat dengan ‘Arsy daripada malaikat Isrofil ‘alaihissalam. Antara malaikat Isrofil dan ‘Arsy terdapat tujuh hijab, jarak antara satu hijab dengan lainnya sejauh perjalanan 500 tahun, dan antara malaikat Jibril dan malaikat Isrofil terdapat 70 hijab. Sangkakala malaikat Isrofil diletakkan dipaha kanannya dan ujungnya berada di mulutnya, ia siap siaga menunggu perintah Allah Ta’ala untuk meniupnya. Apabila masa dunia telah habis, ia mengangkat sangkakalanya dan mengumpulkan empat sayapnya lantas meniupnya.

Dikatakan bahwa malaikat maut meletakkan salah satu telapak tangannya di bumi ketujuh dan yang satu lagi diletakkan di langit ketujuh. Ia mencabut seluruh ruh penghuni langit dan bumi sehingga dibumi tidak ada yang tersisa kecuali iblis la’natullahi ‘alaihi dan di langit hanya tersisa malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil dan ‘Izro’il ‘alaihimussalam. Mereka adalah yang dikecualikan Allah Ta’ala dalam Firmannya; “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. (Qs. Az Zumar 38).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata; Nabi ‘alaihisshalatu wassalam bersabda; Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan sangkakala yang memiliki empat cabang; Dibarat, ditumur, di bawah bumi ketujuh dan di atas langit ketujuh. Sangkakala itu memiliki pintu sebanyak jumlah seluruh ruh, dan didalamnya terdapat 70 rumah yaitu tempat ruh para Nabi, malaikat, jin, manusia, syaithan, hewan melata, singa, semut dan seterusnya. Allah menguasakan sangkakala itu kepada malaikat Isrofil dan ia meletakkan dimulutnya siap menunggu perintah untuk meniupnya. Kelak ia akan meniupnya sebanyak tiga kali tiupan yaitu tiupan mengagetkan, membinasakan dan membangkitkan.

Khudzaifah bertanya; Wahai Rasul Allah! Bagimanakah keadaan makhluq ketika sangkakala ditiup? Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menjawab; Wahai Khudzaifah! Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sangkakala ditiup dan hari kiamat terjadi sementara seseorang ada yang telah mengangkat sesuap makanan ke mulutnya namun ia tidak sempat memakannya, kiamat terjadi sementara seseorang ada yang memegang baju untuk dipakainya namun ia tidak sempat memakainya dan kiamat terjadi sementara seseorang ada yang mengangkat kendi kemulutnya namun ia tidak sempat meminumnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah sampai pada nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda; Kiamat terjadi sementara orang tengah memeras unta perahan, belum juga wadahnya sampai ke mulutnya hingga kiamat terjadi, dua orang saling berjual beli baju, belum juga keduanya berjual beli hingga kiamat terjadi dan seseorang memperbaiki telaganya, belum juga ia kembali hingga kiamat terjadi.(Shahih Muslim)

Baca juga:Daqoiqul Akhbar Bab 21

Tiupan Mengejutkan Dan Membinasakan Daqoiqul Akhbar Bab 21


BAB DUAPULUH SATU TENTANG
TIUPAN MENGAGETKAN DAN MEMBINASAKAN

“Ketika sangkakala ditiup kedahsyatan suaranya mengguncang seluruh isi langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah”. (Qs. Az Zumar 38). Gunung-gunung benar-benar berterbangan, langit benar-benar hancur, bumi berjalan bagaikan perahu diatas air, semua wanita hamil melahirkan kandungannya, semua wanita menyusui lupa terhadap anak yang disusuinya, anak-anak menjadi beruban, syaitan-syaitan kebingungan, bintang-bintang berguguran, matahari menjadi gerhana, langit digulung, dan pada hari itu manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk.
Demikianlah Firman Allah Ta’ala; “(Ingatlah) Pada hari (ketika) kamu melihat goncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi ‘adzab Allah itu sangat kerasnya”.(Qs. Al Hajj 2). Dan itu berlangsung selama empat puluh hari.

Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas ragliyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mambacakan Firman Allah Ta’ala; “Wahai manusia, bertaqwalah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat”. (Qs. Al Hajj 1), tahukah kalian, hari apakah itu? Shahabat menjawab; Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau melanjutkan; Itu adalah hari dimana Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Adam ‘alaihissalam; Wahai Adam, Utuslah suatu utusan dari anak cucumu ke neraka! Adam bertanya; Berapa utusan?
Allah menjawab; Utuslah dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan ke neraka dan satu ke surga. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut membingungkan dan membuat para Sahabat menangis sedih. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kalian menjadi seperempat dari penghuni surga. Maka para shahabat memuji Allah dan bertakbir. Beliau bersabda lagi; Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kalian menjadi sepertiga dari penghuni surga. Mereka memuji Allah dan bertakbir.
Kemudian beliau bersabda; Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kalian menjadi setengah dari penghuni surga. Mereka bahagia memuji Allah dan bertakbir. Beliau bersabda lagi; Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kalian menjadi dua pertiga dari penghuni surga. Beliau melanjutkan; Berbahagialah, karena sesungguhnya perumpamaan kalian di tengah-tengah umat lain, bagaikan sehelai bulu putih pada lembu hitam, kalian hanya merupakan satu bagian dari seribu bagian.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Dari seratus rahmat tersebut, hanya satu yang di turunkan Allah kepada jin, manusia, hewan jinak dan buas dibumi. Dengan rahmat tersebut mereka saling mengasihi dan menyayangi, dan dengan rahmat itu pula binatang buas dapat menyayangi anaknya. Adapun Sembilan puluh sembilan rahmat Allah yang lain, Allah menangguhkan hal itu. Karena Allah hanya akan memberikannya kepada para hamba-Nya yang shalih kelak pada hari kiamat.

Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan malaikat Isrofil untuk meniup sangkakala dengan tiupan yang membinasakan. Malaikat Isrofil lantas meniupnya dan berkata; Wahai ruh-ruh yang telanjang keluarlah dengan perintah Allah Ta’ala. Maka binasalah seluruh ruh penghuni langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah Ta’ala, diantaranya adalah para syuhada’, mereka tetap hidup disisi Allah Ta’ala sebagaimana Allah Ta’ala berfirman; “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”.(Qs. Al Baqarah 154).

Dalam sebuah khabar diriwayatkan dari Nabi ‘alaihisshalatu wassalam bahwa Allah Ta’ala memuliakan para syuhada’ dengan lima kemuliaan, dan Allah tidak memberikannya kepada siapapun termasuk kepadaku;
Pertama; Ruh para Nabi dicabut oleh malaikat Isrofil akupun demikian, sedangkan ruh para syuhada’ yang mencabutnya adalah Allah Ta’ala.
Kedua; Para Nabi dimandikan setelah mereka mati termasuk aku, sedangkan para syuhada’ tidak dimandikan.
Ketiga; Para Nabi dikafani begitu pula aku, dan para syuhada’ tidak dikafani.
Keempat; Para Nabi dikatakan mati dan akupun dikatakan; Muhammad ‘alaihisshalatu wassalam telah mati, sedangkan para syuhada’ tidak dikatakan mati bahkan tetap hidup.
Kelima; Para Nabi memberi syafa’at kelak dihari kiamat akupun demikian dan para syuhada’ memberi syafa’at setiap hari hingga hari kiamat.

Firman Allah Ta’ala; “Kecuali yang dikehendaki Allah”.(Qs. Az Zumar 38). Ada yang mengatakan ma’nanya adalah kecuali duabelas jiwa yaitu; Malaikat Jibril, Isrofil, Mika’il, ‘Izro’il dan delapan malaikat yang memikul ‘Arsy ‘alaihimusshalatu wassalam. Maka tinggallah dunia tanpa penghuni, tidak pula manusia, jin dan binatang.

Allah Ta’ala berfirman; Wahai malaikat maut! Aku ciptakan bagimu pembantu sebanyak orang dari pertama diciptakan hingga yang terakhir, Aku ciptakan kekuatan penghuni langit dan bumi untukmu, dan hari ini Aku memberimu pakaian murka, maka pergilah dengan murka dan cambuk-Ku menemui -iblis la’natullahi ‘alaihi-, hajar dia hingga mampus, lipat gandakan pahitnya kematian manusia dan jin mulai dari yang pertama hingga yang terakhir dan tumpahkan seluruhnya kepadanya, pergilah bersama 70 ribu malaikat Zabaniyah (juru siksa) yang masing-masing membawa belenggu dari neraka Ladza. Maka terdengarlah seruan agar malaikat Malik membuka pintu neraka, kemudian turunlah malaikat maut dengan rupa yang apabila penghuni langit dan bumi melihatnya mereka semua akan mati. Malaikat maut langsung menemui iblis dan menangkapnya.
Melihat kedatangan malaikat maut iblis terkejut dan menjerit lantas pingsan. Jeritannya sangat keras sehingga apabila penghuni seluruh langit dan bumi mendengar jeritannya mereka akan pingsan. Saat itu malaikat maut berkata; Wahai raja syaitan yang kotor! Sungguh! kini aku akan mencabut nyawamu, bertahun-tahun sudah kamu hidup dan banyak sudah manusia yang kamu sesatkan. Begitu sadar iblis langsung melarikan diri keujung jagat sebelah timur, namun tiba-tiba malaikat maut tegak dihadapannya,
lantas iblis lari keujung jagat sebelah barat, dan ternyata disanapun malaikat maut tegak dihadapannya, akhirnya iblis berdiri ditengah-tengah dunia diatas kuburan Nabi Adam ‘alaihissalam dan berkata; Wahai Adam! Karena kamu aku terlempar dan di la’nat. Wahai malaikat maut! Minuman apakah kiranya yang akan kamu berikan kepadaku, dan siksaan semacam apakah yang akan kamu gunakan untuk mencabut nyawaku. Malaikat maut menjawab; Dengan minuman dari neraka Ladza dan Sa’ir. Iblis lari terbirit-birit, berulang kali ia jatuh tersungkur kebumi, sehingga setelah sampai pada tempat dimana ia dulu diturunkan, malaikat Zabaniyah lantas menghujaninya dengan tombak kemudian menangkapnya dan menombaknya sampai sekarat dan binasa. Masya Allah.

Baca juga: Daqoiqul Akhbar Bab 22

Bolehkah Meratapi Orang Mati? Daqoiqul Akhbar Bab 12


BAB DUABELAS TENTANG
MUSHIBAH ATAS MATINYA SESEORANG

Diriwayatkan dalam sebuah khabar bahwa barangsiapa yang ditimpa suatu mushibah lantas ia membakar bajunya, atau memukul-mukul dadanya, maka ia seolah-olah mengangkat senjata hendak memerangi Allah Ta’ala.

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda; Barangsiapa yang ketika ditimpa mushibah mencorat coret pintu atau bajunya, memukul-mukul tembok, memotong-motong kayu atau rambutnya, maka ia akan dibangunkan rumah di neraka sejumlah rambut yang terpotong, dan Allah tidak menerima ‘ibadah fardlu dan sunnahnya selama coretan itu masih ada, Allah akan menyempitkan kuburnya, mempersulit hisabnya, semua malaikat langit dan bumi mela’natnya, dicatat telah melakukan seribu kesalahan dan kelak ia akan bangkit dari kuburnya dalam keadaan telanjang.

Barang siapa yang ditimpa mushibah lantas ia membakar leher bajunya, maka Allah akan membakar agamanya. Dan barangsiapa yang menconteng wajah atau menampar pipinya, maka Allah Ta’ala mengharamkan atasnya memandang Dzat Allah Yang Muliya.

Dalam sebuah khabar disebutkan; Apabila anak Adam meninggal dunia lantas dirumahnya terdengar jeritan-jeritan maka malaikat Maut akan berdiri tegak didepan pintunya dan berkata kepada mereka; Jeritan apa ini? Demi Allah aku tidaklah mengurangi usia juga rizqi salah seorang dari kalian, dan aku tidaklah berbuat dzalim pada salah seorang dari kalian. Jika jeritan kalian karena diriku maka ketahuilah bahwa aku adalah hamba yang diperintah, jika karena mayyit maka ketahuilah bahwa ia adalah orang yang ditundukkan dan jika karena Allah Ta’ala maka kalian termasuk orang yang bodoh terhadap Allah Ta’ala. Demi Allah, sesungguhnya aku akan bolak balik dan terus bolak balik pada kalian hingga tidak tersisa seorangpun.

Baca juga: Daqoiqul Akhbar Bab 13

Penghuni Surga Dan Kenikmatan Surga Daqoiqul Akhbar Bab 46

BAB EMPATPULUH ENAM TENTANG
PENGHUNI SURGA DAN KENI’MATAN SURGA

Dalam sebuah khabar disebutkan bahwa dibalik Shirath ada tanah lapang dan disana ada pepohonan yang indah. Dibawah setiap pohon, disebelah kanan dan kirinya terdapat dua mata air yang bersumber dari surga. Orang-orang mu’min ketika telah bangkit dari kubur, berada dibawah panas matahari, dihisab, membaca buku catatan ‘amal, meniti Shirath, melintasi neraka dan sampai pada tanah lapang, kemudian mereka minum air dari salah satu mata air tersebut. Apabila air telah sampai di dada mereka, maka keluarlah semua yang ada didalam dadanya yang berupa shifat dendam, tipu daya dan hasud.
Dan apabila air telah berada dalam perut mereka, maka keluarlah semua yang ada dalam perutnya yang berupa penyakit dan kotoran hingga dzahir dan bathin mereka menjadi bersih. Kemudian mereka medatangi mata air yang satunya lagi dan mandi didalamnya hingga wajah mereka bersinar bagaikan bulan purnama, jiwa dan raganya harum bagaikan misk. Lalu mereka pergi menuju pintu surga dan mengetuknya, lantas para bidadari dengan membawa piring besar menjemput suami mereka masing-masing lalu memeluknya dan berkata; “Anta habiibii wa ana radliyatun ‘anka wa uhibbuka abadan”(Engkau adalah kekasihku, aku ridlo kepadamu dan mencintaimu selama-lamanya). Kemudian mereka masuk bersama-sama kerumah masing-masing. Didalam setiap rumah telah disiapkan 70 ranjang. Tiap-tiap ranjang miliki 70 kasur, tiap-tiap kasur seorang isteri dan tiap-tiap isteri memiliki 70 gaun indah. Sungsumnya terlihat dari balik gaunnya. Sekiranya sehelai rambut wanita surga jatuh kebumi niscaya sehelai rambut itu akan menerangi penduduk bumi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Pakaian surga memancarkan cahaya indah. Didalam surga tidak ada siang, malam dan tidur, karena tidur adalah saudaranya mati. Dinding surga dikelilingi tujuh pagar tembok yang mengelilingi seluruh surga. Dinding pertama dari perak, ke dua dari emas, ke tiga dari zabarjad, ke empat dari mutiara’, ke lima dari intan, ke enam dari yaqut dan ke tujuh dari nur yang berkilauan. Jarak antara setiap pagar sejauh perjalanan 500 tahun. Sedangkan laki-laki penghuni surga adalah pemuda berusia sedang, memakai celak mata, berkumis tipis. Namun kumis tidak dimiliki oleh wanita karena untuk mebedakan antara laki-laki dan wanita.

Dalam sebuah khabar diriwayatkan bahwa setiap orang dari penghuni surga meliliki 70 pakaian yang setiap jamnya berubah-rubah warna sebanyak 70 macam warna. Wajah suaminya dapat dilihat diwajah isterinya dan wajah isterinya dapat dilihat diwajah suaminya, dada dan betis isterinya dapat dilihat di dada dan betis suaminya. Mereka tidak ber ludah dan ber ingus, dan mereka tidak memiliki bulu kecuali dua alis,rambut kepala dan mata.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu; Demi Dzat yang telah menurunkan kitab Al Qur’an kepada Nabi-Nya. Sesungguhnya penghuni surga makin hari makin bertambah tanpan dan menawan. Setiap laki-laki diberi kekuatan seratus orang dalam hal makan, minum dan jima’ (senggama). Mereka menjima’ isterinya seperti halnya didunia selama bertahun-tahun (80 tahun) sama-sama tidak mengeluarkan mani. Dan setiap harinya mereka menemukan seratus macam makanan.

Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma; Apabila kekasih Allah Ta’ala makan buah-buahan yang disukai dan menginginkan makanan yang lain, maka Allah Ta’ala memerintahkan untuk mendatangkan makanan kepadanya, lantas malaikat mengantarkan kepadanya 70 pinggan dari intan dan yaqut dengan 70 macam hidangan. Tiap-tiap hidangan ada seribu piring dari emas sebagaimana firman Allah Ta’ala; “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”.(Qs. Az Zukhruf 71). Dan tiap-tiap makanan tidak ada yang tersentuh oleh api, tidak ada yang dimasak oleh juru masak dan tidak ada yang dimasak dalam periuk tembaga dan semacamnya.
Akan tetapi Allah Ta’ala berfirman kepadanya; “Kuunii” (Jadilah!), maka jadilah ia tanpa susah payah. Lalu wali Allah Ta’ala memakannya dari piring-piring tersebut apapun yang ia suka. Ketika telah kenyang, maka turunlah burung-burung surga yang besar seperti unta lantas membentangkan sayapnya diatas wali Allah Ta’ala dan berkata; Wahai wali Alllah, Makanlah daging yang segar!. Aku begini dan begitu, aku minum air dari telaga zanjabil dan kafur dan dipelihara di taman-taman surga. Kemudian wali Allah Ta’ala ingin memakan daging burung itu, lantas Allah Ta’ala memerintahnya turun untuk menjadi hidangan yang disukainya. Maka jadilah ia gorengan, lalu wali Allah Ta’ala memakan daging burung tersebut. Kemudian dengan idzin Allah Ta’ala burung itu kembali seperti semula. Makanan surga tidak pernah basi. Apabila dimakannya, sedikitpun tidaklah berkurang. Perumpamaannya adalah Al Qur’an. Ia dikaji dan diajarkan, namun sediktipun tidaklah berkurang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Sesungguhnya penghuni surga itu makan dan minum. Namun mereka tidak pernah memiliki hajat (buang air), hajat mereka adalah keringat yang keluar dari jasad-jasad mereka yang wangi seperti misk. Demikianlah selama-lamanya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka bersinar bagaikan bulan purnama dan rombongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bintang yang sangat terang cahayanya. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah berselisih dan saling membenci di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki istri bidadari yang setiap istri itu sungsum tulangnya terlihat dari balik betis-betis mereka dari balik daging mereka karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang. Hadza min ziyadati.

وَالْمَذْهَبُ فِي هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ الْأَئِمَّةِ مِثْلِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَابْنِ عُيَيْنَةَ وَوَكِيعٍ وَغَيْرِهِمْ أَنَّهُمْ رَوَوْا هَذِهِ الْأَشْيَاءَ ثُمَّ قَالُوا تُرْوَى هَذِهِ الْأَحَادِيثُ وَنُؤْمِنُ بِهَا وَلَا يُقَالُ كَيْفَ وَهَذَا الَّذِي اخْتَارَهُ أَهْلُ الْحَدِيثِ أَنْ تُرْوَى هَذِهِ الْأَشْيَاءُ كَمَا جَاءَتْ وَيُؤْمَنُ بِهَا وَلَا تُفَسَّرُ وَلَا تُتَوَهَّمُ وَلَا يُقَالُ كَيْفَ وَهَذَا أَمْرُ أَهْلِ الْعِلْمِ الَّذِي اخْتَارُوهُ وَذَهَبُوا إِلَيْهِ .

Madzhab yang benar tentang hal ini menurut Ahlul ‘ilmi dari kalangan para imam serperti Sufyan Ats Tsauri, Malik bin Anas, Ibnu Al Mubarak, Ibnu ‘Uyainah, Waki' dan lainnya bahwa mereka (di akhirat) melihat hal-hal tersebut. Mereka berkata; Hadits-hadits ini diriwayatkan dan kami mengimaninya, tidak ditanyakan bagaimananya (tekhnisnya). Inilah madzhab yang dipilih oleh Ahli hadits; hal-hal itu akan terlihat seperti yang disebutkan dalam hadits dan seperti yang diimani, tidak ditafsirkan, diduga dan ditanyakan bagaimananya. Inilah pandangan Ahlul ‘ilmi yang mereka pilih dan kemukakan.(Sunan Tirmidzi). Wahadza min ziyadati aidlon.


الحمد لله على نعمه والشكر على مواهب كرمه ، والصلاة والسلام على سيد نا محمد خير خلقه وعلى آله وصحبه ما أضآء نور فى أفقه (أما بعد)

Alhamdulillah berkat petunjuk dan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala, penerjemahan kitab “DAQO’IQUL AKHBAR” telah selesai di Bengkulu pada hari kamis akhir bulan Rabi’utstsani tanggal 29 1436 H./19 Februari 2015 M. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjadikan kitab ini bermanfa’at bagi kita semua, serta senantiasa memberikan rahmat, maghfirah dan ridla-Nya kepada penyusun kitab ini, penulisnya, kaum muslimin dan muslimat seluruhnya. Amin.

إن تجد فى التركيب والإعراب # عـيـبا فكن مـصلحا بالتـصويب

Tammat
Wallahu ‘A’lam

Penerjemah;
Al Faqir Syamsul Arifin

Baca juga:
  • Usfuriyah
  • Wasiyatul Mastofa

Kitab Mujarab

Tujuan Persahabatan dalam Islam Menurut Imam Al-Ghazali: Manfaat Sahabat bagi Dunia dan Akhirat (02/05/49)

Pendahuluan Islam memandang persahabatan sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Persahabatan bukan sekadar hubun...