Postingan

Kesempurnaan / Kematangan Akal

Gambar
  اكتمال العقل Kesempurnaan / Kematangan Akal فَأَمَّا إذَا اجْتَمَعَ هَذَانِ الْوَجْهَانِ فِي الْعَقْلِ الْمُكْتَسَبِ وَهُوَ مَا يُنَمِّيهِ فَرْطُ الذَّكَاءِ بِجَوْدَةِ الْحَدْسِ وَصِحَّةِ الْقَرِيحَةِ بِحُسْنِ الْبَدِيهَةِ ، مَعَ مَا يُنَمِّيه الِاسْتِعْمَالُ بِطُولِ التَّجَارِبِ وَمُرُورِ الزَّمَانِ بِكَثْرَةِ الِاخْتِبَارِ ، فَهُوَ الْعَقْلُ الْكَامِلُ عَلَى الْإِطْلَاقِ فِي الرَّجُلِ الْفَاضِلِ الِاسْتِحْقَاقِ . Adapun jika kedua sisi ini berkumpul dalam akal yang diperoleh (العقل المكتسب) — yaitu yang dibentuk oleh kombinasi kecerdasan luar biasa dengan kualitas intuisi dan ketajaman akal — bersama dengan apa yang dikembangkan oleh penggunaan pengalaman, lamanya waktu, dan banyaknya ujian, maka itulah akal sempurna secara mutlak pada seorang manusia mulia yang memang layak memilikinya. رَوَى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ { : أُثْنِيَ عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَيْرٍ فَقَالَ : كَيْفَ عَقْلُهُ ؟ قَالُوا : يَا رَسُو...

Sapi Yang Bisa Berbicara

Gambar
  Sapi Yang Bisa Berbicara «بينا رجل يسوق بقرة، إذا أعيى فركبها، فالتفتت إليه، فقالت: يا هذا إنا لم نخلق لهذا إنما خلقنا لحراثة الأرض»، فقال الناس: سبحان الله، سبحان الله، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «فإني آمنت بما قال الثور أنا ، وأبو بكر، وعمر». رضي الله عنهما، وليسا في القوم، فقال الناس: آمنا بما آمن به رسول الله صلى الله عليه وسلم. Dikisahkan, seorang laki-laki sedang menggiring seekor sapi. Ketika kelelahan, ia menaikinya. Lalu sapi itu menoleh kepadanya dan berkata: “Wahai manusia, sesungguhnya kami tidak diciptakan untuk ini; kami diciptakan untuk membajak tanah.” Mendengar hal itu, orang-orang berkata: “Subhanallah, Subhanallah.” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku beriman kepada apa yang dikatakan sapi ini.” Begitu juga Abu Bakar dan Umar رضي الله عنهما, padahal keduanya tidak berada bersama orang-orang ini. Maka orang-orang berkata: “Kami beriman kepada apa yang Rasulullah ﷺ imani.” Baca juga: Makanan Dan Minuman Yang Muncul Dari Bumi Secara Ajaib

Kecerdasan Dan Kecepatan Pikiran

Gambar
  سرعة الخاطر Kecerdasan Dan Kecepatan Pikiran وَلَيْسَ لِمَنْ مُنِحَ جَوْدَةُ الْقَرِيحَةِ وَسُرْعَةُ الْخَاطِرِ عَجْزٌ عَنْ جَوَابٍ وَإِنْ أُعْضِلَ ، كَمَا قِيلَ لِعَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : كَيْفَ يُحَاسِبُ اللَّهُ الْعِبَادَ عَلَى كَثْرَةِ عَدَدِهِمْ ؟ قَالَ : كَمَا يَرْزُقُهُمْ عَلَى كَثْرَةِ عَدَدِهِمْ . Orang yang dianugerahi kecerdasan dan kecepatan pikiran tidak akan gagal memberi jawaban, bahkan jika ia sempat kebingungan. Seperti yang pernah ditanyakan kepada Ali (radhiyallahu ‘anhu): ‘Bagaimana Allah akan menuntut hamba-Nya atas banyaknya jumlah mereka?’ Ia menjawab: ‘Sebagaimana Dia memberi mereka rezeki sesuai banyaknya jumlah mereka.’ وَقِيلَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ : أَيْنَ تَذْهَبُ الْأَرْوَاحُ إذَا فَارَقَتْ الْأَجْسَادَ ؟ قَالَ : أَيْنَ تَذْهَبُ نَارُ الْمَصَابِيحِ عِنْدَ فَنَاءِ الْأَدْهَانِ ؟ وَهَذَانِ الْجَوَابَانِ جَوَابَا إسْكَاتٍ تَضَمَّنَا دَلِيلَيْ إذْعَانٍ وَحُجَّتَيْ قَهْرٍ . Dikatakan kepada Abdullah bin Abbas: ‘Ke mana pergi ruh ketika men...

Kekuatan Intuisi (Insting) Al-Farazdaq Dan Jarir

Gambar
حدس الفرسدق وجرير Kekuatan Intuisi (Insting) Al-Farazdaq Dan Jarir وَحُكِيَ أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ عَبْدِ الْمَلِكِ أَمَرَ الْفَرَزْدَقَ بِضَرْبِ أَعْنَاقِ أُسَارَى مِنْ الرُّومِ فَاسْتَعْفَاهُ الْفَرَزْدَقُ فَلَمْ يَفْعَلْ ، وَأَعْطَاهُ سَيْفًا لَا يَقْطَعُ شَيْئًا فَقَالَ الْفَرَزْدَقُ بَلْ أَضْرَبُهُمْ بِسَيْفِ أَبِي رَغْوَانَ مُجَاشِعِ ، يَعْنِي سَيْفَ نَفْسِهِ ، فَقَامَ فَضَرَبَ بِهِ عُنُقَ رُومِيٍّ مِنْهُمْ فَنَبَا السَّيْفُ عَنْهُ ، فَضَحِكَ سُلَيْمَانُ وَمَنْ حَوْلَهُ . Dikisahkan bahwa Sulayman bin Abd al-Malik memerintahkan al-Farazdaq untuk memenggal leher para tawanan Romawi. Al-Farazdaq memohon ampun dan tidak melaksanakannya. Kemudian ia diberi pedang yang tidak memotong apa pun, tetapi al-Farazdaq berkata: ‘Aku akan memukul mereka dengan pedang milik Abu Raghwan Mujashi‘, maksudnya pedang miliknya sendiri. Ia lalu memukul leher seorang Romawi dari mereka, namun pedang itu tidak mengenai mereka. Sulayman dan orang-orang di sekitarnya tertawa. فَقَالَ الْفَرَزْدَقُ : أَيَع...

Keutamaan Berpuasa

Gambar
فضل الصوم Keutamaan Berpuasa روى عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال: إذا كان يوم القيامة يجيء قوم لهم أجنحة كأجنحة الطير فيطيرون بها على حيطان الجنة، فيقول لهم خازن الجنة: من أنتم؟ فيقولون: نحن من أمة محمد صلى الله عليه وسلم، فيقول: هل رأيتم الحساب؟ فيقولون: لا، ثم يقول ثلنيا: هل رأيتم الصراط؟ فيقولون: لا، ثم يقول: بم وجدتم هذه الدرجات؟ فيقولون: عبدنا الله تعالى سرا فى دار الدنيا وأدخلنا الجنة سرا فى الآخرة (زبدة الواعظين) ولك لأن الصوم سر ليس فيه عمل يشاهد له بخلاف سائر الطاعات ولأنه سر لا يراه أحد إلا الله تعالى فالتزم جزاءه. Diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: “Apabila hari kiamat tiba, datanglah sekelompok orang yang memiliki sayap seperti sayap burung, lalu mereka terbang dengan sayap itu di atas tembok-tembok surga.” Maka penjaga surga bertanya kepada mereka: “Siapakah kalian?” Mereka menjawab: “Kami dari umat Nabi Muhammad ﷺ.” Kemudian penjaga surga bertanya: “Apakah kalian telah melihat hisab (perhitungan amal)?” Mereka menjawab: “Tidak.” Kemudian ia bertanya: “Apa...

Keutamaan Bulan Ramadhan

Gambar
الحكايات  فى فضل شهر رمضان Kisah-kisah tentang keutamaan bulan Ramadhan حكي: أن رجلا اسمه محمد كان لا يصلى  قط فإذا دخل رمضان يزين نفسه بالثياب والطيب ويصلى وسقضى ما فاته . قثيل له: لم تفعل ذلك؟ فقال: هذا شهر التوبة والرحمة والبركة عسى الله أن يتجاوزعنى بفضله، فمات فرؤي فى المنام فقيل له: ما فعل الله بك؟ فقال: غفر لى ربى بحرمة تعظيمى رمضان (زبدة الواعظين). Dikisahkan: Ada seorang laki-laki bernama Muhammad yang sama sekali tidak pernah salat. Namun ketika bulan Ramadan datang, ia berhias dengan pakaian yang bagus dan memakai wewangian, lalu ia salat dan mengqadha salat yang pernah ia tinggalkan. Kemudian ada yang bertanya kepadanya: “Mengapa kamu melakukan itu?” Ia menjawab: “Ini adalah bulan taubat, rahmat, dan keberkahan. Mudah-mudahan Allah memaafkanku dengan karunia-Nya.” Lalu orang itu meninggal dunia. Setelah itu ia terlihat dalam mimpi, lalu ditanya: “Apa yang Allah lakukan kepadamu?” Ia menjawab: “Tuhanku telah mengampuniku karena aku memuliakan bulan Ramadan.” وفى الخ...

kekuatan Insting Pemuda

Gambar
  حدس الشباب “Kekuatan Insting Pemuda” وَأَمَّا الْوَجْهُ الثَّانِي فَقَدْ يَكُونُ بِفَرْطِ الذَّكَاءِ وَحُسْنِ الْفِطْنَةِ . Adapun cara yang kedua, bisa terjadi karena kecerdasan yang tinggi dan ketajaman akal (firasat/bakat alami). وَذَلِكَ جَوْدَةٌ الْحَدْسِ فِي زَمَانٍ غَيْرِ مُهْمِلٍ لِلْحَدْسِ ، فَإِذَا امْتَزَجَ بِالْعَقْلِ الْغَرِيزِيِّ صَارَتْ نَتِيجَتُهُمَا نُمُوَّ الْعَقْلِ الْمُكْتَسَبِ كَاَلَّذِي يَكُونُ فِي الْأَحْدَاثِ مِنْ وُفُورِ الْعَقْلِ وَجَوْدَةِ الرَّأْيِ ، حَتَّى قَالَ هَرِمُ بْنُ قُطْبَةَ حِينَ تَنَافَرَ إلَيْهِ عَامِرُ بْنُ الطُّفَيْلِ وَعَلْقَمَةُ بْنُ عُلَاثَةَ : عَلَيْكُمْ بِالْحَدِيثِ السِّنِّ ، الْحَدِيدِ الذِّهْنِ . Itulah keunggulan intuisi (firasa¬t) pada masa ketika intuisi tidak diabaikan. Jika ia dipadukan dengan akal bawaan, hasil gabungannya menjadi perkembangan akal yang diperoleh, seperti yang terjadi pada orang-orang muda yang memiliki kelimpahan akal dan kualitas pertimbangan yang baik. Sampai-sampai Harim bin Quthbah berkata ketika Amir b...

Perkembangan Akal Yang Diperoleh Melalui Pengalaman Dan Penjelasan

Gambar
  نمو العقل المكتسب بالتجارب وحسنكة الشرح “Perkembangan Akal Yang Diperoleh Melalui Pengalaman Dan Penjelasan” وَأَمَّا الْعَقْلُ الْمُكْتَسَبُ فَهُوَ نَتِيجَةُ الْعَقْلِ الْغَرِيزِيِّ وَهُوَ نِهَايَةُ الْمَعْرِفَةِ ، وَصِحَّةُ السِّيَاسَةِ ، وَإِصَابَةُ الْفِكْرَةِ . Adapun akal yang diperoleh (العقل المكتسب) (hasil usaha/latihan), maka ia adalah hasil dari akal bawaan (العقل الغريزي). Ia merupakan puncak pengetahuan, ketepatan dalam mengatur (kebijakan), dan kebenaran dalam gagasan. وَلَيْسَ لِهَذَا حَدٌّ ؛ لِأَنَّهُ يَنْمُو إنْ اُسْتُعْمِلَ وَيَنْقُصُ إنْ أُهْمِلَ . وَنَمَاؤُهُ يَكُونُ بِأَحَدِ وَجْهَيْنِ : إمَّا بِكَثْرَةِ الِاسْتِعْمَالِ إذَا لَمْ يُعَارِضْهُ مَانِعٌ مِنْ هَوًى وَلَا صَادٌّ مِنْ شَهْوَةٍ ، كَاَلَّذِي يَحْصُلُ لِذَوِي الْأَسْنَانِ مِنْ الْحُنْكَةِ وَصِحَّةِ الرَّوِيَّةِ بِكَثْرَةِ التَّجَارِبِ وَمُمَارَسَةِ الْأُمُورِ . Akal ini tidak memiliki batas; karena ia berkembang jika digunakan dan berkurang jika diabaikan. Perkembangannya terjadi melalui dua cara: 1. ...

Akal Gharizi / Akal Bawaan

Gambar
العقل الغريزى Akal Gharizi / Akal Bawaan وَأَمَّا مَا كَانَ مُبْتَدِئًا فِي النُّفُوسِ فَكَالْعِلْمِ بِأَنَّ الشَّيْءَ لَا يَخْلُو مِنْ وُجُودٍ أَوْ عَدَمٍ ، وَأَنَّ الْمَوْجُودَ لَا يَخْلُو مِنْ حُدُوثٍ أَوْ قِدَمٍ ، وَأَنَّ مِنْ الْمُحَالِ اجْتِمَاعَ الضِّدَّيْنِ ، وَأَنَّ الْوَاحِدَ أَقَلُّ مِنْ الِاثْنَيْنِ . Adapun (pengetahuan) yang ada sejak awal dalam jiwa, maka seperti pengetahuan bahwa sesuatu tidak mungkin lepas dari dua keadaan: ada atau tidak ada; dan bahwa sesuatu yang ada tidak lepas dari dua kemungkinan: baru (hadits) atau qadim; dan bahwa mustahil dua hal yang berlawanan berkumpul; dan bahwa satu itu lebih sedikit daripada dua. وَهَذَا النَّوْعُ مِنْ الْعِلْمِ لَا يَجُوزُ أَنْ يَنْتَفِيَ عَنْ الْعَاقِلِ مَعَ سَلَامَةِ حَالِهِ ، وَكَمَالِ عَقْلِهِ ، فَإِذَا صَارَ عَالِمًا بِالْمُدْرَكَاتِ الضَّرُورِيَّةِ مِنْ هَذَيْنِ النَّوْعَيْنِ فَهُوَ كَامِلُ الْعَقْلِ . Dan jenis pengetahuan ini tidak boleh (tidak mungkin) hilang dari orang yang berakal selama keadaannya selamat da...

Definisi Akal Dan Tempatnya

Gambar
  ادب الدنيا والدين (حد العقل ومحله) DEFINISI AKAL DAN TEMPATNY A وَاخْتَلَفَ النَّاسُ فِيهِ وَفِي صِفَتِهِ عَلَى مَذَاهِبَ شَتَّى . فَقَالَ قَوْمٌ : هُوَ جَوْهَرٌ لَطِيفٌ يُفْصَلُ بِهِ بَيْنَ حَقَائِقِ الْمَعْلُومَاتِ . وَمَنْ قَالَ بِهَذَا الْقَوْلِ اخْتَلَفُوا فِي مَحَلِّهِ . Para Ulama berbeda pendapat tentang (definisi) akal dan sifatnya dalam berbagai madzhab (pandangan) yang beragam. Sebagian mengatakan: akal adalah suatu jauhar (substansi) yang halus, yang dengannya dibedakan hakikat-hakikat pengetahuan. Dan orang-orang yang berpendapat demikian pun berbeda pendapat tentang letaknya (di mana tempat akal itu berada). فَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَحَلُّهُ الدِّمَاغُ ؛ لِأَنَّ الدِّمَاغَ مَحَلُّ الْحِسِّ . Sebagian dari mereka berkata: “Tempat akal adalah otak, karena otak adalah pusat indera.” وَقَالَتْ طَائِفَةٌ أُخْرَى مِنْهُمْ مَحَلُّهُ الْقَلْبُ ؛ لِأَنَّ الْقَلْبَ مَعْدِنُ الْحَيَاةِ وَمَادَّةُ الْحَوَاسِّ . Dan sebagian yang lain berkata: “Tempat akal adalah hati, kare...

Keutamaan Akal dan Celaan terhadap Hawa Nafsu

Gambar
  أدب الدنيا والدين “Adab (etika) dalam urusan dunia dan agama” الْبَابُ الْأَوَّلُ فَضْلُ الْعَقْلِ وَذَمُّ الْهَوَى اعْلَمْ أَنَّ لِكُلِّ فَضِيلَةٍ أُسًّا وَلِكُلِّ أَدَبٍ يَنْبُوعًا ، وَأُسُّ الْفَضَائِلِ وَيَنْبُوعُ الْآدَابِ هُوَ الْعَقْلُ الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى لِلدِّينِ أَصْلًا وَلِلدُّنْيَا عِمَادًا ، فَأَوْجَبَ الدِّينَ بِكَمَالِهِ وَجَعَلَ الدُّنْيَا مُدَبَّرَةً بِأَحْكَامِهِ ، وَأَلَّفَ بِهِ بَيْنَ خَلْقِهِ مَعَ اخْتِلَافِ هِمَمِهِمْ وَمَآرِبِهِمْ ، وَتَبَايُنِ أَغْرَاضِهِمْ وَمَقَاصِدِهِمْ ، وَجَعَلَ مَا تَعَبَّدَهُمْ بِهِ قِسْمَيْنِ : قِسْمًا وَجَبَ بِالْعَقْلِ فَوَكَّدَهُ الشَّرْعُ ، وَقِسْمًا جَازَ فِي الْعَقْلِ فَأَوْجَبَهُ الشَّرْعُ فَكَانَ الْعَقْلُ لَهُمَا عِمَادًا . Bab Pertama: Keutamaan Akal dan Celaan terhadap Hawa Nafsu Ketahuilah bahwa setiap keutamaan memiliki fondasi, dan setiap adab (akhlak mulia) memiliki sumber. Fondasi segala keutamaan dan sumber segala adab adalah akal, yang Allah Ta‘ala jadikan sebagai dasar bagi agama dan sebagai penopan...

Hal-hal penting dalam ruqyah (pengobatan dengan bacaan syar’i) dan keanehan para peruqyah

Gambar
أمور مهمة في الرقية Hal-hal penting dalam Ruqyah (pengobatan dengan bacaan syar’i) من الأمور الهامة التي يجب أن يراعيها المريض قبل الذهاب لشخص بقصد الرقية: Di antara hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh orang sakit sebelum pergi kepada seseorang untuk tujuan ruqyah adalah: 1)- التحري والتثبت والتأكد من منهج الراقي وسلامة عقيدته وتوجهه: فانتفاء هذه المقومات لدى المعالج تورث إثما عظيما للمريض لعدم تثبته منها ومن كافة الجوانب المتعلقة بها، ولا بد أن يعلم أن فاقد الشيء لا يعطيه، وهنا تكمن أهمية سؤال العلماء وطلبة العلم الثقاة . 1) Meneliti, memastikan, dan mengecek manhaj (cara beragama), akidah (keyakinan), dan arah pemikiran sang peruqyah. Karena jika syarat-syarat ini tidak ada pada orang yang mengobati, maka itu dapat menimbulkan dosa besar bagi pasien karena tidak memastikan hal tersebut dan aspek-aspek yang berkaitan dengannya. Perlu diketahui bahwa orang yang tidak memiliki sesuatu tidak bisa memberikannya. Di sinilah pentingnya bertanya kepada ulama dan penuntut ilmu yang t...