Kemunculan Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah: Catatan Imam Al-Isfarayini tentang Perkembangan Firqah dalam Islam

Imam Al-Isfarayini menjelaskan kemunculan Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah dalam sejarah pemikiran Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah

Pendahuluan

Perjalanan sejarah pemikiran Islam terus berkembang seiring berjalannya waktu. Setelah menjelaskan kemunculan Qadariyah dan Mu'tazilah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan dengan menyebut beberapa kelompok lain yang muncul pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah dan sesudahnya. Menurut beliau, setiap periode melahirkan tokoh-tokoh dan kelompok yang membawa pandangan teologis maupun keagamaan yang berbeda dari arus utama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyinggung secara singkat kemunculan Najjariyah, gerakan Batiniyah (Qaramithah), dan Karramiyah. Penjelasan rinci mengenai ajaran mereka, menurut beliau, akan dipaparkan pada bab-bab berikutnya. Bagian ini lebih berfungsi sebagai pengantar kronologis perkembangan berbagai firqah dalam sejarah Islam.

Sumber

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Tema

Kemunculan Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah dalam Sejarah Pemikiran Islam Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Al-Ma'mun muncul ajaran Najjariyah.

Sebagian pengikut mereka berkembang di kota Ray dan daerah-daerah sekitarnya.

Selanjutnya muncul pula dakwah kelompok Batiniyah yang dipelopori oleh Hamdan Qarmath dan Abdullah bin Maimun al-Qaddah.

Menurut penulis, mereka tidak termasuk golongan kaum muslimin, karena pada hakikatnya mereka mengikuti agama Majusi, sebagaimana telah kami jelaskan tentang keyakinan mereka dalam kitab Al-Awsath.

Kemudian, pada masa pemerintahan Muhammad bin Thahir bin Abdullah bin Thahir di Khurasan, muncul pula kelompok Karramiyah, sebagaimana akan kami jelaskan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya, insya Allah Ta'ala.

Artikel Pengembangan

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini melanjutkan penyusunan kronologi munculnya berbagai kelompok dalam sejarah Islam. Berbeda dengan pembahasan sebelumnya yang lebih banyak berkaitan dengan masa sahabat dan tabi'in, uraian kali ini memasuki periode Dinasti Abbasiyah, ketika perdebatan teologi dan filsafat berkembang semakin luas.

Kelompok pertama yang disebut adalah Najjariyah, yaitu sebuah aliran teologi yang dinisbatkan kepada Husain bin Muhammad an-Najjar. Dalam literatur ilmu kalam klasik, kelompok ini dikenal memiliki sejumlah pandangan mengenai sifat-sifat Allah, perbuatan manusia, dan persoalan keimanan. Imam Al-Isfarayini hanya menyebut kemunculannya secara singkat karena pembahasan rinci telah disiapkan pada bab khusus di bagian selanjutnya.

Berikutnya beliau menyinggung Batiniyah, yang dalam teks ini dikaitkan dengan Hamdan Qarmath dan Abdullah bin Maimun al-Qaddah. Dalam perspektif Imam Al-Isfarayini, kelompok ini tidak dimasukkan ke dalam firqah kaum muslimin, melainkan dipandang sebagai kelompok yang menyembunyikan keyakinan lain di balik identitas Islam. Penilaian tersebut mencerminkan sudut pandang teologis penulis dan merupakan salah satu ciri khas karya-karya ilmu firqah klasik. Di berbagai literatur sejarah modern, asal-usul dan perkembangan gerakan Batiniyah dibahas dengan pendekatan yang lebih beragam, sehingga penting bagi pembaca untuk memahami bahwa uraian kitab ini ditulis dalam konteks polemik teologi abad ke-5 Hijriah.

Selanjutnya Imam Al-Isfarayini menyebut kemunculan Karramiyah, sebuah kelompok yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Karram. Aliran ini berkembang cukup luas di wilayah Khurasan dan sekitarnya pada abad ke-3 Hijriah. Dalam karya-karya Ahlus Sunnah klasik, Karramiyah sering dibahas dalam kaitannya dengan persoalan sifat-sifat Allah dan konsep keimanan. Oleh sebab itu, Imam Al-Isfarayini menempatkan pembahasannya dalam bab tersendiri agar dapat diuraikan secara lebih rinci.

Melalui susunan kronologis ini, tampak bahwa tujuan Imam Al-Isfarayini bukan sekadar menyebut nama-nama kelompok, melainkan memperlihatkan bagaimana perkembangan sejarah intelektual Islam melahirkan berbagai aliran dengan pandangan yang berbeda-beda. Pembahasan tersebut menjadi landasan sebelum beliau memasuki uraian mendalam mengenai ajaran masing-masing kelompok dalam bab-bab berikutnya.

Hikmah

  • Sejarah pemikiran Islam berkembang melalui berbagai perdebatan teologis pada setiap zaman.
  • Karya-karya ulama klasik perlu dipahami sesuai konteks sejarah dan tujuan penulisannya.
  • Mempelajari sejarah firqah membantu mengenali perkembangan pemikiran dalam peradaban Islam.
  • Perbedaan pandangan dalam literatur klasik merupakan bagian dari tradisi ilmiah yang lahir pada zamannya.
  • Seorang penuntut ilmu hendaknya membaca berbagai sumber secara objektif dan memahami latar belakang sejarah setiap karya.
  • Memahami sejarah kelompok-kelompok dalam Islam dapat memperkaya wawasan tentang perkembangan ilmu kalam dan akidah.

Penutup

Dalam bagian ini, Imam Al-Isfarayini melengkapi uraian kronologis mengenai kemunculan berbagai kelompok yang berkembang setelah masa sahabat dan tabi'in. Menurut perspektif Ahlus Sunnah yang beliau wakili, Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah merupakan bagian dari perkembangan sejarah pemikiran yang perlu dipahami agar seorang muslim dapat mengenali berbagai pandangan yang pernah muncul di tengah umat. Pembahasan singkat ini sekaligus menjadi pengantar menuju bab-bab berikutnya, ketika Imam Al-Isfarayini menjelaskan secara lebih mendalam ajaran, argumentasi, dan kritik terhadap masing-masing kelompok dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn.

Teks Arab :

ثمَّ ظهر خلاف النجارية فِي أَيَّام الْمَأْمُون الْخَلِيفَة واستعد جمَاعَة مِنْهُم بِالريِّ ونواحيها ثمَّ ظهر أَيْضا دَعْوَة الباطنية من حمدَان قرمط وَعبد الله بن مَيْمُون القداح وَلَا يعدون من فرق الْمُسلمين فَإِنَّهُم فِي الْحَقِيقَة على دين الْمَجُوس كَمَا شرحنا أديانهم فِي كتاب الْأَوْسَط

ثمَّ ظهر فِي زمَان مُحَمَّد بن طَاهِر بن عبد الله بن طَاهِر بخراسان خلاف الكرامية كَمَا نذكرهُ فِيمَا بعد إِن شَاءَ الله تَعَالَى

Baca juga:

Awal Munculnya Qadariyah dan Mu'tazilah: Penjelasan ImamAl-Isfarayini tentang Sejarah Bid'ah dalam Islam

 Awal Munculnya Khawarij dan Saba'iyah: Penjelasan Imam Al-Isfarayini tentang Perpecahan Umat Islam

73 Golongan dalam Islam Menurut Imam Al-Isfarayini: Awal Penjelasan Tentang Pembagian Firqah Umat

Imam Al-Isfarayini menjelaskan kemunculan Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah dalam sejarah pemikiran Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah

Pendahuluan

Perjalanan sejarah pemikiran Islam terus berkembang seiring berjalannya waktu. Setelah menjelaskan kemunculan Qadariyah dan Mu'tazilah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan dengan menyebut beberapa kelompok lain yang muncul pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah dan sesudahnya. Menurut beliau, setiap periode melahirkan tokoh-tokoh dan kelompok yang membawa pandangan teologis maupun keagamaan yang berbeda dari arus utama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyinggung secara singkat kemunculan Najjariyah, gerakan Batiniyah (Qaramithah), dan Karramiyah. Penjelasan rinci mengenai ajaran mereka, menurut beliau, akan dipaparkan pada bab-bab berikutnya. Bagian ini lebih berfungsi sebagai pengantar kronologis perkembangan berbagai firqah dalam sejarah Islam.

Sumber

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Tema

Kemunculan Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah dalam Sejarah Pemikiran Islam Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Al-Ma'mun muncul ajaran Najjariyah.

Sebagian pengikut mereka berkembang di kota Ray dan daerah-daerah sekitarnya.

Selanjutnya muncul pula dakwah kelompok Batiniyah yang dipelopori oleh Hamdan Qarmath dan Abdullah bin Maimun al-Qaddah.

Menurut penulis, mereka tidak termasuk golongan kaum muslimin, karena pada hakikatnya mereka mengikuti agama Majusi, sebagaimana telah kami jelaskan tentang keyakinan mereka dalam kitab Al-Awsath.

Kemudian, pada masa pemerintahan Muhammad bin Thahir bin Abdullah bin Thahir di Khurasan, muncul pula kelompok Karramiyah, sebagaimana akan kami jelaskan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya, insya Allah Ta'ala.

Artikel Pengembangan

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini melanjutkan penyusunan kronologi munculnya berbagai kelompok dalam sejarah Islam. Berbeda dengan pembahasan sebelumnya yang lebih banyak berkaitan dengan masa sahabat dan tabi'in, uraian kali ini memasuki periode Dinasti Abbasiyah, ketika perdebatan teologi dan filsafat berkembang semakin luas.

Kelompok pertama yang disebut adalah Najjariyah, yaitu sebuah aliran teologi yang dinisbatkan kepada Husain bin Muhammad an-Najjar. Dalam literatur ilmu kalam klasik, kelompok ini dikenal memiliki sejumlah pandangan mengenai sifat-sifat Allah, perbuatan manusia, dan persoalan keimanan. Imam Al-Isfarayini hanya menyebut kemunculannya secara singkat karena pembahasan rinci telah disiapkan pada bab khusus di bagian selanjutnya.

Berikutnya beliau menyinggung Batiniyah, yang dalam teks ini dikaitkan dengan Hamdan Qarmath dan Abdullah bin Maimun al-Qaddah. Dalam perspektif Imam Al-Isfarayini, kelompok ini tidak dimasukkan ke dalam firqah kaum muslimin, melainkan dipandang sebagai kelompok yang menyembunyikan keyakinan lain di balik identitas Islam. Penilaian tersebut mencerminkan sudut pandang teologis penulis dan merupakan salah satu ciri khas karya-karya ilmu firqah klasik. Di berbagai literatur sejarah modern, asal-usul dan perkembangan gerakan Batiniyah dibahas dengan pendekatan yang lebih beragam, sehingga penting bagi pembaca untuk memahami bahwa uraian kitab ini ditulis dalam konteks polemik teologi abad ke-5 Hijriah.

Selanjutnya Imam Al-Isfarayini menyebut kemunculan Karramiyah, sebuah kelompok yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Karram. Aliran ini berkembang cukup luas di wilayah Khurasan dan sekitarnya pada abad ke-3 Hijriah. Dalam karya-karya Ahlus Sunnah klasik, Karramiyah sering dibahas dalam kaitannya dengan persoalan sifat-sifat Allah dan konsep keimanan. Oleh sebab itu, Imam Al-Isfarayini menempatkan pembahasannya dalam bab tersendiri agar dapat diuraikan secara lebih rinci.

Melalui susunan kronologis ini, tampak bahwa tujuan Imam Al-Isfarayini bukan sekadar menyebut nama-nama kelompok, melainkan memperlihatkan bagaimana perkembangan sejarah intelektual Islam melahirkan berbagai aliran dengan pandangan yang berbeda-beda. Pembahasan tersebut menjadi landasan sebelum beliau memasuki uraian mendalam mengenai ajaran masing-masing kelompok dalam bab-bab berikutnya.

Hikmah

  • Sejarah pemikiran Islam berkembang melalui berbagai perdebatan teologis pada setiap zaman.
  • Karya-karya ulama klasik perlu dipahami sesuai konteks sejarah dan tujuan penulisannya.
  • Mempelajari sejarah firqah membantu mengenali perkembangan pemikiran dalam peradaban Islam.
  • Perbedaan pandangan dalam literatur klasik merupakan bagian dari tradisi ilmiah yang lahir pada zamannya.
  • Seorang penuntut ilmu hendaknya membaca berbagai sumber secara objektif dan memahami latar belakang sejarah setiap karya.
  • Memahami sejarah kelompok-kelompok dalam Islam dapat memperkaya wawasan tentang perkembangan ilmu kalam dan akidah.

Penutup

Dalam bagian ini, Imam Al-Isfarayini melengkapi uraian kronologis mengenai kemunculan berbagai kelompok yang berkembang setelah masa sahabat dan tabi'in. Menurut perspektif Ahlus Sunnah yang beliau wakili, Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah merupakan bagian dari perkembangan sejarah pemikiran yang perlu dipahami agar seorang muslim dapat mengenali berbagai pandangan yang pernah muncul di tengah umat. Pembahasan singkat ini sekaligus menjadi pengantar menuju bab-bab berikutnya, ketika Imam Al-Isfarayini menjelaskan secara lebih mendalam ajaran, argumentasi, dan kritik terhadap masing-masing kelompok dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn.

Teks Arab :

ثمَّ ظهر خلاف النجارية فِي أَيَّام الْمَأْمُون الْخَلِيفَة واستعد جمَاعَة مِنْهُم بِالريِّ ونواحيها ثمَّ ظهر أَيْضا دَعْوَة الباطنية من حمدَان قرمط وَعبد الله بن مَيْمُون القداح وَلَا يعدون من فرق الْمُسلمين فَإِنَّهُم فِي الْحَقِيقَة على دين الْمَجُوس كَمَا شرحنا أديانهم فِي كتاب الْأَوْسَط

ثمَّ ظهر فِي زمَان مُحَمَّد بن طَاهِر بن عبد الله بن طَاهِر بخراسان خلاف الكرامية كَمَا نذكرهُ فِيمَا بعد إِن شَاءَ الله تَعَالَى

Baca juga:

Awal Munculnya Qadariyah dan Mu'tazilah: Penjelasan ImamAl-Isfarayini tentang Sejarah Bid'ah dalam Islam

 Awal Munculnya Khawarij dan Saba'iyah: Penjelasan Imam Al-Isfarayini tentang Perpecahan Umat Islam

73 Golongan dalam Islam Menurut Imam Al-Isfarayini: Awal Penjelasan Tentang Pembagian Firqah Umat

Kitab Mujarab

Kemunculan Najjariyah, Batiniyah, dan Karramiyah: Catatan Imam Al-Isfarayini tentang Perkembangan Firqah dalam Islam

Pendahuluan Perjalanan sejarah pemikiran Islam terus berkembang seiring berjalannya waktu. Setelah menjelaskan kemunculan Qadariyah dan ...