Lafadz “Syariat (الشَّرِيعَة)
dan Syir‘ah (الشِّرْعَة)”
٧ - الشَّرِيعَةُ فِي
اللُّغَةِ: الْعَتَبَةُ وَمَوْرِدُ الشَّارِبَةِ، وَمِثْلُهَا شِرْعَةٌ. وَعِنْدَ
عُلَمَاءِ الإِْسْلاَمِ تُطْلَقُ عَلَى مَا يُطْلَقُ عَلَيْهِ اسْمُ الشَّرْعِ.
وَمِنْ ذَلِكَ قَوْله تَعَالَى: {ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنْ
الأَْمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ}
(١) وَمِنْ ذَلِكَ قَوْله تَعَالَى: {لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا} (٢) . هَذَا وَفِي الْعَصْرِ الْحَدِيثِ شَاعَ إِطْلاَقُ لَفْظِ
الشَّرِيعَةِ عَلَى مَا شَرَعَهُ اللَّهُ مِنْ أَحْكَامٍ عَمَلِيَّةٍ، فَهِيَ
بِهَذَا الإِْطْلاَقِ تَكُونُ مُرَادِفَةً لِلَفْظِ فِقْهٍ بِالاِعْتِبَارِ
الَّذِي عَلَيْهِ الْمُتَأَخِّرُونَ.
7. Syariat (الشريعة)
secara bahasa berarti ambang atau jalan menuju tempat air yang
didatangi untuk minum. Makna yang sama juga terdapat pada lafaz syir‘ah
(شِرْعَة).
Menurut para ulama Islam, syariat digunakan untuk menyebut
sesuatu yang juga disebut dengan syar‘ (الشَّرْع).
Di antaranya adalah firman Allah Ta‘ala:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ
الأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Kemudian Kami jadikan engkau berada di atas suatu syariat dalam urusan agama.
Maka ikutilah syariat itu dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang
yang tidak mengetahui.”
Demikian pula firman Allah Ta‘ala:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا
“Untuk setiap umat di antara kalian, Kami telah menetapkan suatu syariat dan
jalan yang terang.”
Adapun pada masa modern, penggunaan lafaz syariat
telah menjadi umum untuk menyebut hukum-hukum amaliah yang telah Allah
syariatkan. Dengan pengertian ini, lafaz syariat
menjadi sinonim dengan lafaz fikih, berdasarkan pengertian
fikih yang telah ditetapkan oleh para ulama muta’akhkhirin (ulama generasi
belakangan).
وَلَعَل لِهَذَا الْعُرْفِ
الْمُسْتَحْدَثِ سَنَدًا مِنْ قَوْله تَعَالَى: {لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ
شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا} (٣) فَإِنَّ مِنْ الْمَعْلُومِ أَنَّ مَا تَخْتَلِفُ فِيهِ
الشَّرَائِعُ السَّمَاوِيَّةُ إِنَّمَا هُوَ فِي الأُْمُورِ الْعَمَلِيَّةِ الْفَرْعِيَّةِ،
وَإِلاَّ فَالأَْحْكَامُ الأَْصْلِيَّةُ وَاحِدَةٌ فِي كُل الشَّرَائِعِ
السَّمَاوِيَّةِ.
Barangkali penggunaan istilah yang baru berkembang ini memiliki dasar dari
firman Allah Ta‘ala:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا
“Untuk setiap umat di antara kalian, Kami telah menetapkan suatu syariat dan
jalan yang terang.”
Sebab, telah diketahui bahwa hal-hal yang menjadi perbedaan antara
syariat-syariat samawi hanyalah berkaitan dengan persoalan-persoalan
amaliah yang bersifat cabang.
Adapun hukum-hukum pokok (ushul), maka semuanya sama
dalam seluruh syariat samawi.
وَبِهَذَا الْعُرْفِ
الْمُسْتَحْدَثِ أَطْلَقُوا عَلَى الْكُلِّيَّاتِ الَّتِي تُعْنَى بِدِرَاسَةِ
الْفُرُوعِ اسْمَ كُلِّيَّاتِ الشَّرِيعَةِ.
Dengan penggunaan istilah yang baru berkembang ini, mereka menyebut fakultas-fakultas
yang secara khusus mempelajari berbagai cabang hukum fikih dengan nama
“Fakultas Syariah” (كُلِّيَّات الشَّرِيعَة).
Baca juga:
Lafadz-Lafadz yang Berkaitan dengan Lafadz : فقه - Lafadz : الشَّرْع
Lafadz-Lafadz yang Berkaitan
dengan Lafadz “Fikih”: Lafadz “Tasyri‘” (التَّشْرِيع)
Lafadz “Syariat (الشَّرِيعَة)
dan Syir‘ah (الشِّرْعَة)”
٧ - الشَّرِيعَةُ فِي
اللُّغَةِ: الْعَتَبَةُ وَمَوْرِدُ الشَّارِبَةِ، وَمِثْلُهَا شِرْعَةٌ. وَعِنْدَ
عُلَمَاءِ الإِْسْلاَمِ تُطْلَقُ عَلَى مَا يُطْلَقُ عَلَيْهِ اسْمُ الشَّرْعِ.
وَمِنْ ذَلِكَ قَوْله تَعَالَى: {ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنْ
الأَْمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ}
(١) وَمِنْ ذَلِكَ قَوْله تَعَالَى: {لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا} (٢) . هَذَا وَفِي الْعَصْرِ الْحَدِيثِ شَاعَ إِطْلاَقُ لَفْظِ
الشَّرِيعَةِ عَلَى مَا شَرَعَهُ اللَّهُ مِنْ أَحْكَامٍ عَمَلِيَّةٍ، فَهِيَ
بِهَذَا الإِْطْلاَقِ تَكُونُ مُرَادِفَةً لِلَفْظِ فِقْهٍ بِالاِعْتِبَارِ
الَّذِي عَلَيْهِ الْمُتَأَخِّرُونَ.
7. Syariat (الشريعة)
secara bahasa berarti ambang atau jalan menuju tempat air yang
didatangi untuk minum. Makna yang sama juga terdapat pada lafaz syir‘ah
(شِرْعَة).
Menurut para ulama Islam, syariat digunakan untuk menyebut
sesuatu yang juga disebut dengan syar‘ (الشَّرْع).
Di antaranya adalah firman Allah Ta‘ala:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ
الأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Kemudian Kami jadikan engkau berada di atas suatu syariat dalam urusan agama.
Maka ikutilah syariat itu dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang
yang tidak mengetahui.”
Demikian pula firman Allah Ta‘ala:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا
“Untuk setiap umat di antara kalian, Kami telah menetapkan suatu syariat dan
jalan yang terang.”
Adapun pada masa modern, penggunaan lafaz syariat
telah menjadi umum untuk menyebut hukum-hukum amaliah yang telah Allah
syariatkan. Dengan pengertian ini, lafaz syariat
menjadi sinonim dengan lafaz fikih, berdasarkan pengertian
fikih yang telah ditetapkan oleh para ulama muta’akhkhirin (ulama generasi
belakangan).
وَلَعَل لِهَذَا الْعُرْفِ
الْمُسْتَحْدَثِ سَنَدًا مِنْ قَوْله تَعَالَى: {لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ
شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا} (٣) فَإِنَّ مِنْ الْمَعْلُومِ أَنَّ مَا تَخْتَلِفُ فِيهِ
الشَّرَائِعُ السَّمَاوِيَّةُ إِنَّمَا هُوَ فِي الأُْمُورِ الْعَمَلِيَّةِ الْفَرْعِيَّةِ،
وَإِلاَّ فَالأَْحْكَامُ الأَْصْلِيَّةُ وَاحِدَةٌ فِي كُل الشَّرَائِعِ
السَّمَاوِيَّةِ.
Barangkali penggunaan istilah yang baru berkembang ini memiliki dasar dari
firman Allah Ta‘ala:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً
وَمِنْهَاجًا
“Untuk setiap umat di antara kalian, Kami telah menetapkan suatu syariat dan
jalan yang terang.”
Sebab, telah diketahui bahwa hal-hal yang menjadi perbedaan antara
syariat-syariat samawi hanyalah berkaitan dengan persoalan-persoalan
amaliah yang bersifat cabang.
Adapun hukum-hukum pokok (ushul), maka semuanya sama
dalam seluruh syariat samawi.
وَبِهَذَا الْعُرْفِ
الْمُسْتَحْدَثِ أَطْلَقُوا عَلَى الْكُلِّيَّاتِ الَّتِي تُعْنَى بِدِرَاسَةِ
الْفُرُوعِ اسْمَ كُلِّيَّاتِ الشَّرِيعَةِ.
Dengan penggunaan istilah yang baru berkembang ini, mereka menyebut fakultas-fakultas
yang secara khusus mempelajari berbagai cabang hukum fikih dengan nama
“Fakultas Syariah” (كُلِّيَّات الشَّرِيعَة).
Baca juga:
Lafadz-Lafadz yang Berkaitan dengan Lafadz : فقه - Lafadz : الشَّرْع
Lafadz-Lafadz yang Berkaitan
dengan Lafadz “Fikih”: Lafadz “Tasyri‘” (التَّشْرِيع)
