Humayr bin Abdullah menyembunyikan iblis berbentuk ular dalam perutnya


Humayr bin Abdullah menyembunyikan iblis berbentuk ular dalam perutnya

 

Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim al-Tabrani, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Hasan al-Anmati, telah menceritakan kepada kami Abdul Mun’im bin Idris bin binti Wahb, dari ayahnya, dari Wahb bin Munabbih, dari Ibn Abbas, ia berkata:

“Aku menyaksikan majlis Nabi Muhammad ﷺ disana hadir Abdullah bin Salam.

Lalu Abdullah bin Salam berkata:

“Wahai Rasulullah ﷺ, bolehkah aku menceritakan kepadamu sebuah kisah dari Bani Israil yang sangat mengherankan?”

Nabi ﷺ berkata:

“Silakan ceritakan, wahai Ibn Salam.”

Ia berkata:

“Humayr bin Abdullah keluar di zaman dahulu untuk berburu.

Ketika ia berada di padang pasir, seekor ular merayap di bawah kaki kudanya, lalu ular itu bangkit berdiri dengan ekornya."

Lalu ular itu berkata:

“Wahai Humayr, lindungilah aku, semoga Allah melindungimu di bawah naungan Arsy-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.”

Humayr bertanya:

“Dari siapa?”

Ular itu menjawab:

“Dari seorang laki-laki yang hendak menikamku dengan pedangnya hingga terpotong-potong.”

Humayr bertanya:

“Di mana aku harus menyembunyikanmu?”

Ular itu menjawab:

“Di dalam mulutmu, jika engkau ingin berbuat baik.”

Humayr berkata:

“Ini mulutku.”

Lalu ular itu merayap, masuk ke dalam mulutnya, dan berada di dalam perutnya.

Kemudian laki-laki itu datang dengan marah, membawa pedang di tangannya untuk mencarinya (ular tersebut), dan berkata:

“Wahai orang tua, apakah engkau melihat ular yang beristirahat di naunganmu dan merayap di bawah kaki tungganganmu?”

Humayr berkata: “Tidak.”

Laki-laki itu berkata:

“Sungguh, kata-kata yang keluar dari mulutmu sungguh agung.”

Humayr berkata:

“Ya Allah, ampunilah aku. Aku memberitahu bahwa aku tidak melihatnya, maka janganlah Engkau menuduhku berdusta dan membantah ucapanku. Tidak ada yang lebih agung daripada apa yang Engkau firmankan.”

Lalu laki-laki itu pergi melanjutkan perjalanannya.

Lalu  ular itu berkata dari dalam perut Humayr:

“Apa yang dilakukan lelaki itu? Apakah matamu menangkapnya?”

Humayr menjawab:

“Tidak.”

Ular itu berkata:

“Apakah engkau melihat bagaimana aku menepati hakku dan menjaga keselamatanku?

Pilihlah salah satu dari dua hal:

  1. Aku menancapkan sesuatu di hatimu sehingga kau menderita darinya,
  2. atau
  3. Aku menusuk hatimu dan mengeluarkannya dari perutmu potongan demi potongan.

Ia (Humayr) berkata:

“Bukankah aku telah membalas kebaikanmu dengan menyelamatkanmu dari musuhmu, dan menjadikan perutku sebagai tempat bagimu?

Lalu, setelah itu, engkau ingin menusuk hatiku atau menancapkan sesuatu di dadamu?”

Ular itu berkata:

“Wahai orang bodoh, untuk apa engkau menganggap perlakuan baikmu itu berharga di hadapanku?

Demi Allah, aku tidak memiliki rumah untuk kutinggali, tidak harta yang kumiliki, dan tidak tunggangan yang membawaku di punggungnya.

Aku telah mengetahui permusuhanku dengan ayahmu, Adam, hingga aku mengusirnya dari surga dan menurunkannya ke bumi.”

Humayr berkata:

“Aku melakukan semua itu karena mengharapkan ridha Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Terhormat (Allah).”

Ia berkata:

“Tidak ada jalan lain selain aku menimpakan kepadamu musibah, dan menjatuhkanmu dengan kejadian yang menimpa.”

Humayr berkata:

“Biarlah terjadi apa yang engkau kehendaki terhadapku di gunung ini.”


Di sebelah kanannya terdapat gunung, yang naungannya terbentang, buah-buahnya berjatuhan, dan sungainya mengalir deras.

Ia pun turun dari tunggangannya dengan hati sedih dan muram, berjalan di lereng gunung, hingga sampai di mata air di gunung itu.

Dan di dekat mata air itu terdapat seorang lelaki tua, yang wajahnya bersinar seperti bulan purnama.


Ia berkata:

“Wahai tua, mengapa aku melihatmu lemah tak berdaya, dan hatimu sedih?”

Humayr menjawab:

“Ada seorang musuh di dalam diriku, yang telah aku selamatkan dari musuhnya, namun ia membalas dengan menancapkan sesuatu di hatiku atau menusuk hatiku.”

Lelaki tua itu berkata:

“Apakah pertolongan dari Tuhanmu telah datang kepadamu, Yang Maha Berkuasa, yang di tangan-Nya segala keputusan dan pilihan?”

Ia berkata:

Lalu pemuda itu mengisyaratkan dengan tangannya ke perutnya, kemudian mengeluarkan sebuah potongan dan memberikannya kepada lelaki tua itu.

Lelaki tua itu menggeliat pipinya, lalu diberi potongan kedua, sehingga merasa mual di perutnya.

Kemudian diberi potongan ketiga, sehingga dikeluarkan dari bawahnya potongan demi potongan: kepala, ekor, dan bagian tengah.

Setelah itu, Humayr mendekatinya.

Ia berkata:

“Siapakah engkau, wahai Abdullah, yang tidak ada seorang pun yang lebih besar budi baiknya kepadaku daripada dirimu, dan aku tidak menemukan seorang pun yang lebih patut disyukuri darimu?”

Humayr bertanya:

“Apakah engkau mengenalku?”

Ia menjawab:

“Tidak. Aku adalah ‘Al-Ma‘ruf’ (Kebaikan itu sendiri).

Sungguh, malaikat-malaikat di langit pun terguncang karena ular itu mengecewakanmu.”

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai Al-Ma‘ruf (Kebaikan), turunkanlah dirimu kepada hamba-Ku dalam wujud yang telah Aku ciptakan untukmu.

Sesungguhnya Aku telah menghendaki sesuatu demi Dzat-Ku, maka Aku memberimu ganjaran kesabaran dan menyelamatkanmu dari musuhmu.”


Baca juga: Kisah Ahlats dengan tinggi delapan belas hasta yang mati dalam pelukan kekasihnya


Tidak Pantas Memberi Titik Pada Suatu Tulisan Yang Ditulis Untuk Kalangan Khusus Dan Orang-orang Terpelajar - استقباح النقط فيما يكتب للخاصة والمثقفين

 


استقباح النقط فيما يكتب للخاصة والمثقفين

Tidak Pantas Memberi Titik Pada Suatu Tulisan Yang Ditulis Untuk Kalangan Khusus Dan Orang-orang Terpelajar

بَلْ اسْتَقْبَحَ الْكُتَّابُ ذَلِكَ فِي الْمُكَاتَبَاتِ وَرَأَوْهُ مِنْ تَقْصِيرِ الْكَاتِبِ أَوْ سُوءِ ظَنِّهِ بِفَهْمِ الْمُكَاتَبِ ، وَإِنْ كَانَ اسْتِقْبَاحُهُمْ لَهُ فِي مُكَاتَبَةِ الرُّؤَسَاءِ أَكْثَرَ .

Bahkan para penulis menganggap hal itu buruk dalam surat-menyurat, dan mereka memandangnya sebagai tanda kekurangan kemampuan penulis atau buruk sangkanya terhadap pemahaman orang yang diajak berkirim surat.
Terlebih lagi, anggapan buruk itu lebih kuat apabila dilakukan dalam surat kepada para pemimpin atau orang-orang besar.

حَكَى قُدَامَةُ بْنُ جَعْفَرٍ أَنَّ بَعْضَ كُتَّابِ الدَّوَاوِينِ حَاسَبَ عَامِلًا فَشَكَا الْعَامِلُ مِنْهُ إلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ وَكَتَبَ رُقْعَةً يَذْكُرُ فِيهَا احْتِجَاجًا لِصِحَّةِ دَعْوَاهُ ، وَوُضُوحِ شَكْوَاهُ .

Qudāmah bin Ja‘far meriwayatkan bahwa seorang penulis dari kantor-kantor pemerintahan (diwān) pernah menghitung atau memeriksa urusan keuangan seorang pejabat.

Lalu pejabat tersebut mengadukannya kepada ‘Ubaidullāh bin Sulaimān, dan ia menulis sebuah surat kecil (nota atau catatan) yang di dalamnya ia menyebutkan alasan-alasan sebagai bukti kebenaran klaimnya dan kejelasan pengaduannya.

فَوَقَعَ فِيهَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سُلَيْمَانَ هَذَا ، هَذَا ، فَأَخَذَهَا الْعَامِلُ وَقَرَأَهَا فَظَنَّ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ أَرَادَ بِهَذَا هَذَا إثْبَاتًا لِصِحَّةِ دَعْوَاهُ وَصِدْقِ قَوْلِهِ ، كَمَا يُقَالُ فِي إثْبَاتِ الشَّيْءِ هُوَ هُوَ ، فَحَمَلَ الرُّقْعَةَ إلَى كَاتِبِ الدِّيوَانِ ، وَأَرَاهُ خَطَّ عُبَيْدِ اللَّهِ وَقَالَ لَهُ : إنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ قَدْ صَدَّقَ قَوْلِي ، وَصَحَّحَ مَا ذَكَرْتُ .
فَخَفِيَ عَلَى الْكَاتِبِ ذَلِكَ ، وَأُطِيفَ بِهِ عَلَى كُتَّابِ الدَّوَاوِينِ فَلَمْ يَقِفُوا عَلَى مُرَادِ عُبَيْدِ اللَّهِ .

Lalu pada surat itu ‘Ubaidullāh bin Sulaimān menuliskan: “هذا، هذا” (ini, ini).

Kemudian pejabat itu mengambil surat tersebut dan membacanya, lalu ia menyangka bahwa maksud ‘Ubaidullāh dengan tulisan “ini, ini” adalah sebagai penegasan atas kebenaran klaimnya dan kejujuran perkataannya, sebagaimana dalam ungkapan penegasan sesuatu dikatakan: “هو هو” (itulah dia, benar begitu).

Maka ia membawa surat kecil itu kepada penulis kantor diwān, memperlihatkan tulisan tangan ‘Ubaidullāh, dan berkata kepadanya:
“Sesungguhnya ‘Ubaidullāh telah membenarkan perkataanku dan mengesahkan apa yang aku sebutkan.”

Namun maksud itu menjadi samar bagi penulis tersebut, lalu surat itu dibawa berkeliling kepada para penulis di kantor-kantor diwān, tetapi mereka pun tidak mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud oleh ‘Ubaidullāh.

وَرُدَّ إلَيْهِ لِيُسْأَلَ عَنْ مُرَادِهِ بِهِ فَشَدَّدَ عُبَيْدُ اللَّهِ الْكَلِمَةَ الثَّانِيَةَ وَكَتَبَ تَحْتَهَا وَاَللَّهُ الْمُسْتَعَانُ اسْتِعْظَامًا مِنْهُ لِتَقْصِيرِهِمْ فِي اسْتِخْرَاجِ مُرَادِهِ حَتَّى احْتَاجَ إلَى إبَانَتِهِ بِالشَّكْلِ .
فَهَذِهِ حَالُ الْكُتَّابِ فِي اسْتِقْبَاحِهِمْ إعْجَامِ الْمُكَاتَبَاتِ بِالنُّقَطِ وَالْأَشْكَالِ .

Lalu surat itu dikembalikan kepadanya untuk ditanyakan maksudnya. Maka ‘Ubaidullāh memberi tanda tasydid pada kata yang kedua, dan menuliskan di bawahnya “والله المستعان” (dan Allah-lah tempat memohon pertolongan), sebagai bentuk keheranannya atas kekurangan mereka dalam memahami maksudnya, sampai ia harus menjelaskannya dengan memberi tanda (harakat).

Maka demikianlah keadaan para penulis, yaitu mereka menganggap tidak baik memberi titik dan tanda-tanda (harakat) dalam surat-menyurat.

فَأَمَّا غَيْرُ الْمُكَاتَبَاتِ مِنْ سَائِرِ الْعُلُومِ فَلَمْ يَرَوْهُ قَبِيحًا بَلْ اسْتَحْسَنُوهُ لَا سِيَّمَا فِي كُتُبِ الْأَدَبِ الَّتِي يُقْصَدُ بِهَا مَعْرِفَةُ صِيغَةِ الْأَلْفَاظِ وَكَيْفِيَّةِ مَخَارِجِهَا مِثْلِ كُتُبِ النَّحْوِ وَاللُّغَةِ وَالشِّعْرِ الْغَرِيبِ فَإِنَّ الْحَاجَةَ إلَى ضَبْطِهَا بِالشَّكْلِ وَالْإِعْجَامِ أَكْثَرُ ، وَهِيَ فِيمَا سِوَاهُ مِنْ الْعُلُومِ أَيْسَرُ .

Adapun selain surat-menyurat, yaitu dalam berbagai ilmu pengetahuan lainnya, maka mereka tidak menganggap pemberian titik dan tanda (harakat) itu buruk, bahkan mereka memandangnya baik.

Terutama dalam kitab-kitab adab (sastra dan ilmu bahasa) yang bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk lafadz dan cara pengucapannya, seperti:
  • kitab-kitab nahwu,
  • kitab-kitab bahasa,
  • dan syair-syair yang asing (gharīb).
Karena kebutuhan untuk memberi tanda (harakat) dan titik pada tulisan-tulisan tersebut lebih besar.

Sedangkan dalam ilmu-ilmu selain itu, kebutuhannya lebih ringan atau lebih mudah.

وَقَدْ قَالَ النُّورِيُّ : الْخُطُوطُ الْمُعْجَمَةُ كَالْبُرُودِ الْمُعَلَّمَةِ .

An-Nūrī berkata:
“Tulisan yang diberi titik-titik itu seperti pakaian bergaris atau bermotif.”

وَقَالَ بَعْضُ الْبُلَغَاءِ : إعْجَامُ الْخَطِّ يَمْنَعُ مِنْ اسْتِعْجَامِهِ ، وَشَكْلُهُ يُؤَمِّنُ مِنْ إشْكَالِهِ .

Sebagian ahli balaghah berkata:
“Memberi titik pada tulisan dapat mencegah dari ketidakjelasan, dan memberi harakat padanya akan menjaga dari kesamaran.”

وَقَالَ بَعْضُ الْأُدَبَاءِ : رُبَّ عِلْمٍ لَمْ تُعْجَمْ فُصُولُهُ فَاسْتُعْجِمَ مَحْصُولُهُ .

Sebagian ahli sastra berkata:
“Betapa banyak suatu ilmu yang bagian-bagiannya tidak diberi titik, sehingga hasil atau pemahamannya menjadi tidak jelas.”

وَكَمَا اسْتَقْبَحَ الْكُتَّابُ الشَّكْلَ وَالْإِعْجَامَ فِي الْمُكَاتَبَاتِ ، وَإِنْ كَانَ فِي كُتُبِ الْعُلُومِ مُسْتَحْسَنًا ، فَكَذَلِكَ اسْتَحْسَنُوا مَشْقَ الْخَطِّ فِي الْمُكَاتَبَاتِ وَإِنْ كَانَ فِي كُتُبِ الْعُلُومِ مُسْتَقْبَحًا .

Sebagaimana para penulis menganggap tidak baik memberi harakat dan titik pada surat-menyurat, meskipun hal itu dianggap baik dalam kitab-kitab ilmu, maka demikian pula mereka menganggap baik memperindah atau memperindah goresan tulisan dalam surat-menyurat, walaupun hal itu dianggap kurang baik dalam kitab-kitab ilmu.

وَسَبَبُ ذَلِكَ أَنَّهُمْ لِفَرْطِ إدْلَالِهِمْ فِي الصَّنْعَةِ وَتَقَدُّمِهِمْ فِي الْكِتَابَةِ يَكْتَفُونَ بِالْإِشَارَةِ وَيَقْتَصِرُونَ عَلَى التَّلْوِيحِ ، وَيَرَوْنَ الْحَاجَةَ إلَى اسْتِيفَاءِ شُرُوطِ الْإِبَانَةِ تَقْصِيرًا وَلِفَصْلِ مَا يَعْتَقِدُونَهُ مِنْ التَّقَدُّمِ بِهَذَا الْحَالِ رَأَوْا مَا نُبِّهَ عَلَيْهِ مِنْ سَوَادِ الْمِدَادِ أَثَرًا جَمِيلًا ، وَعَلَى الْفَضْلِ وَالتَّخْصِيصِ دَلِيلًا .

Sebab hal itu adalah karena mereka sangat merasa percaya diri dengan keahlian mereka dalam bidang penulisan dan kemajuan mereka dalam keterampilan menulis, sehingga mereka merasa cukup dengan sekadar isyarat dan hanya menggunakan ungkapan secara tidak langsung (sindiran).

Mereka memandang bahwa harus memenuhi seluruh syarat-syarat penjelasan yang lengkap justru dianggap sebagai suatu kekurangan.

Karena mereka merasa memiliki keunggulan dan kemajuan dalam keadaan seperti itu, maka mereka menganggap apa yang tampak dari hitamnya tinta (tulisan yang padat tanpa titik dan tanda) sebagai suatu keindahan, dan sebagai tanda keutamaan serta kekhususan.

حُكِيَ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ سُلَيْمَانَ رَأَى عَلَى بَعْضِ ثِيَابِهِ أَثَرَ صُفْرَةٍ فَأَخَذَ مِنْ مِدَادِ الدَّوَاةِ فَطَلَاهُ بِهِ ثُمَّ قَالَ : الْمِدَادُ بِنَا أَحْسَنُ مِنْ الزَّعْفَرَانِ ، وَأَنْشَدَ :
إنَّمَا الزَّعْفَرَانُ عِطْرُ الْعَذَارَى  # وَمِدَادُ الدُّوِيِّ عِطْرُ الرِّجَالِ
فَهَذِهِ جُمْلَةٌ كَافِيَةٌ فِي الْإِبَانَةِ عَلَى الْأَسْبَابِ الْمَانِعَةِ مِنْ فَهْمِ الْكَلَامِ وَمَعْرِفَةِ مَعَانِيهِ لَفْظًا كَانَ أَوْ خَطًّا ، وَاَللَّهُ وَلِيُّ التَّوْفِيقِ .

Dikisahkan bahwa ‘Ubaidullāh bin Sulaimān pernah melihat pada sebagian pakaiannya ada bekas warna kuning. Lalu ia mengambil tinta dari tempat tinta (dawāt) dan mengoleskannya pada bekas itu, kemudian berkata:
“Tinta bagi kami lebih baik daripada za‘faran.”

Lalu ia membacakan syair:
Sesungguhnya za‘faran adalah wewangian para gadis, “Dan tinta dari tempat tinta adalah wewangian bagi para lelaki

Kemudian penulis berkata:
Demikianlah uraian yang cukup untuk menjelaskan sebab-sebab yang menghalangi pemahaman perkataan dan mengetahui maknanya, baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan. Dan Allah-lah yang memberi taufik.

Baca juga: Mengungkap Sebab-sebab Yang Menghalangi Pemahaman

Cara Mudah Baca Kitab Kuning Untuk Pemula Bag. 11 الجوازم Lengkap + Contoh

وَالْجَوَازِمُ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ، وَهِيَ: لَمْ، وَلَمَّا، وَاَلَمْ، وَاَلَمَّا، وَلاَمُ اْلأَمْرِ وَالدُّعَاءِ، وَلاَ فِى النَّهْيِ وَالدُّعَاءِ، وَإِنْ، وَمَا، وَمَنْ، وَمَهْمَا، وَإِذْمَا، وَاَىٌّ، وَمَتَى، وَاَيَّانَ، وَاَيْنَ، وَاَنَّى، وَحَيْثُمَا، وَكَيْفَمَا، وَإِذَا فِى الشِّعْرِ خَاصَّةً.

 

1-  عامل جزم إياله؟ عامل يڠ برعمل م٘نجزم كان فعل مضارع.

2-  عامل جزم سمواپا أدا برافا؟ ادا د٘لافان ب٘لاس.

3-  أفا ساجا؟

1.    لَمْ.  

2.    اَلَمْ.

3.    اَلَمَّا.  

4.    لام أمر/ لام دعاء. 

5.    لا نهى/ لا دعاء.

6.    إِنْ.

7.    مَا.

8.    مَـنْ.

9.    مَهْمَـا.

10.    اِذْمَا.

11.    اَيٌّ.

12.    مَتَى.

13.    اَيْنَ.

14.    اَنَّى.

15.    اَيَّانَ.

16.    حَيْثُـمَا.

17.    كَيْفَمَا.

سٓبوتكان نظم پا؟

عامل جزم: (1)لَمَّا، (2)لَامْ اَمَرْ/ لَامْ دُعَاءْ # (3)لَمْ، (4)اَلَمْ، (5)اَلَمَّا، (6)لَا نَهِى/ لَا دُعَاءْ 

إِنْ، مَا، مَنْ، مَهْمَا، إِذْمَا، اَيٌّ، كَيْفَمَا # مَتَى، أَيَّانَ، أّيْنَ، أّنَّى، حَيْثُمَا

 

4-  عامل جزم أدا يڠ م٘نجزم كان ساتو فعل مضارع دان أدا يڠ م٘نجزم كان فدا دوا فعل مضارع. أدا برافا عامل جزم يڠ م٘نجزم كان ساتو فعل مضارع؟ أدا آنام.

5-  أفا ساجا؟

        (1)   لَمْ.      (4) اَلَمَّا.

        (2)   لَمَّا.     (5) لام أمر/ لام دعاء.

        (3)   اَلَمْ.     (6) لا نهى/ لا دعاء.

سٓبوتكان نظم پا؟

Enam amil menjazemkan satu fi’il # yang lainnya menjazemkan dua fi’il

 

6-  أدا برافا عامل جزم يڠ م٘نجزم كان دوا فعل مضارع؟ أدا دوا ب٘لاس.

7-  أفا ساجا؟

        (1)  اِنْ.     (5) اِذْمَا.     (9) اَنَّى.

        (2)  مَا.      (6) اَيٌّ.      (10) اَيَّانَ.

        (3)  مَـنْ.     (7) مَتَى.     (11) حَيْثُـمَا.

        (4)  مَهْمَـا.    (8) اَيْنَ.     (12) كَيْفَمَا.

8-  كنافا اِذَا تيداء ت٘رماسؤ دى دالم پا؟ كـرنا اِذَا دى ب٘رلاكوكن سباكاي عامل جزم هاپا دى دالم شِعِرْ ساجا.

سٓبوتكان نظم پا؟

Sedang إِذَا khusus ada dalam syi’ir # إِذَا ber’amal jika dhorurot syi’ir

 

9- دوا فعل مضارع يڠ دى جزم كن أوليه عامل جزم ترسبوت يڠ فرتاما دى سبوت أفا دان يڠ كدوا دى سبوت أفا؟ فعل يڠ فرتاما دى سبوت فعل شرط دان يڠ كدوا دى سبوت جواب شرط.

سٓبوتكان نظم پا؟

Fi’il pertama disebut fi’il syarat # fi’il kedua disebut jawab syarat

 

10- أفاكه عامل جزم إيتو سمواپا بروفا كلمة حروف؟ تيداء، تافى جوكا أدا يڠ بروفا كلمة إسم.

11- أدا برافا عامل جزم يڠ بروفا كلمة إسم؟ أدا سفولوه.

12- أفا ساجا؟

        (1) مَا.        (6) اَيْنَ.

        (2) مَـنْ.      (7) اَنَّى.

        (3) مَهْمَـا.     (8) اَيَّانَ.

        (4) اَيٌّ.       (9) حَيْثُـمَا.

        (5) مَتَى.      (10) كَيْفَمَا.

التمرين

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

 

1. لَمْ كلمة أفا؟ كلمة حرف.

2. حرف أفا؟ حرف نفي، جزم دان قلب.

3. أفا فڠملان پا؟ منجزم كن ساتو فعل مضارع.

4. أدا برافا عامل جزم يڠ منجزم كن ساتو فعل مضارع؟ أدا آنام.

5. أفا ساجا؟

        1) لَمْ.       (4) اَلَمَّا.

        2) لَمَّا.      (5) لام أمر/ لام دعاء.

        3) اَلَمْ.      (6) لا نهى/ لا دعاء.

سٓبوتكان نظم پا؟

Enam amil menjazemkan satu fi’il # yang lainnya menjazemkan dua fi’il

 

6. كنافا لَمْ جوكا دى سبوت خرف قلب؟ كرنا لَمْ دافات مٓروباه زمان فعل مضارع منجادى زمان ماضى.

7. يَلِدْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

8. فعل أفا؟ فعل مضارع.

9. دى باچا أفا؟ دى باچا جزم.

10. كنافا جزم؟ كرنا دى جزم كن أوليه لَمْ.

11. أفا تاندا جزم پا؟ سكون.

12.  كنافا دى تاندائي دڠن سكون؟ كرنا بروفا فعل مضارع صحيح أخير دان تيداء برتمو دڠن سسواتو.

13.  فاعل پا مانا؟ ترسيمفان.

14.  يَلِدُ بناء أفا؟ بناء مثال واوى.

15.  مطابقة پا أفا؟ وَعَدَ، يَعِدُ

16.  باكاي مانا إعلال پا؟ يَلِدُ أسال پا يَوْلِدُ إيكوت وزن يَفْعِلُ، واو فاء فعل دى بواڠ كرنا جاتوه دى أنتارا كدوا موسوهپا ياإيتو فتحة دان كسرة، دان حروف سبلوم واو بروفا حروف مضارعة، منجادى: يَلِدُ.

 

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ

 

1. إِنْ كلمة أفا؟ كلمة حرف.

2. حرف أفا؟ حرف شرط.

3. فڠملان پا أداله؟ منجزم كن فعل شرط دان جواب شرط.

4. يَشَا كلمة أفا؟ كلمة فعل.

5. فعل أفا؟ فعل مضارع.

6. دى باچا أفا؟ دى باچا جزم.

7. كنافا جزم؟ كرنا منجادى فعل شرط.

8. يڠ منجزم كن أداله؟ إِنْ شرطية.

9. تاندا جزم پا أفا؟ سكون.

10.   كنافا دى تاندائي دڠن سكون؟ كرنا بروفا فعل مضارع صحيح أخير دان تيداء برتمو دڠن سسواتو.

11.   فاعل پا مانا؟ ترسيمفان.

12.   يُذْهِبْكُمْ؛ يُذْهِبْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

13.   فعل أفا؟ فعل مضارع.

14.   دى باچا أفا؟ دى باچا جزم.

15.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى جواب شرط.

16.   يڠ منجزم كن أداله؟ إِنْ شرطية.

17.   تاندا جزم پا أفا؟ سكون.

18.   كنافا دى تاندائي دڠن سكون؟ كرنا بروفا فعل مضارع صحيح أخير دان تيداء برتمو دڠن سسواتو.

19.   فاعل پا مانا؟ ترسيمفان.

20.   يُذْهِبْكُمْ؛ كُمْ كلمة أفا؟ كلمة إسم.

21.   إسم أفا؟ إسم ضمير.

22.   معرب أفا مبنى؟ مبنى.

23.   محل إعراب پا أفا؟ نصب.

24.   كنافا نصب؟ كرنا منجادى مفعول به.

 

مَنْ يَعْمَلْ سُوْءًا يُجْزَ بِهِ

 

1.   مَنْ كلمة أفا؟ كلمة إسم.

2.   إسم أفا؟ إسم شرط.

3.   فڠملان پا أداله؟ منجزم كن فعل شرط دان جواب شرط.

4.   معرب أفا مبنى؟ مبنى.

5.   محل إعراب پا أفا؟ رفع.

6.   كنافا رفع؟ كرنا منجادى مبتداء.

7.   خبرپا مانا؟ بروفا جملة: يَعْمَلْ دان فاعل پا.

8.   يَعْمَلْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

9.   فعل أفا؟ فعل مضارع.

10.   دى باچا أفا؟ دى باچا جزم.

11.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى فعل شرط.

12.   يڠ منجزم كن أداله؟ مَنْ شرطية.

13.   تاندا جزم پا أفا؟ سكون.

14.   كنافا دى تاندائي دڠن سكون؟ كرنا بروفا فعل مضارع صحيح أخير دان تيداء برتمو دڠن سسواتو.

15.   فاعل پا مانا؟ ترسيمفان.

16.   جملة يَعْمَلْ دان فاعل پا محل إعراب پا أفا؟ محل رفع.

17.   كنافا رفع؟ كرنا منجادى خبر مبتداء.

18.   يَعْمَلْ متعدى أفا لازم؟ متعدى.

19.  مانا مفعول به پا؟ بروفا لفظ سُوءًا.

20.   يُجْزَ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

21.   دى باچا أفا؟ دى باچا جزم.

22.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى جواب شرط.

23.   تاندا جزم پا أفا؟ ممبواڠ حرف علة.

24.   حرف علة أفا؟ ألف.

25.   أفا بوكتى پا كالاو حرف علة يڠ دى بواڠ أداله ألف؟ أداپا حركة فتحة فدا حرف سبلوم ألف.

 

وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ الله

 

1.   مَا كلمة أفا؟ كلمة إسم.

2.   إسم أفا؟ إسم شرط.

3.   أفا فڠملان پا؟ منجزم كن فعل شرط دان جواب شرط.

4.   مَا معرب أفا مبنى؟ مبنى.

5.   محل إعراب پا أفا؟ نصب.

6.   كنافا نصب؟ كرنا منجادى مفعول به.

7.   عامل يڠ منصب كن مانا؟ لفظ تَفْعَلُوْا.

8.   تَفْعَلُوْا كلمة أفا؟ كلمة فعل.

9.   فعل أفا؟ فعل مضارع.

10.   معرب أفا مبنى؟ معرب.

11.   بر إعراب أفا؟ جزم.

12.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى فعل شرط.

13.   أفا تاندا جزم پا؟ ممبواڠ نون علامة رفع.

14.   كنافا دى تاندائي دڠن ممبواڠ نون علامة رفع؟ كرنا بروفا أفعال الخمسة.

15.   فاعل پا مانا؟ بروفا ضمير واو جمع.

16.   ضمير واو جمع معرب أفا مبنى؟ مبنى.

17.   محل إعراب پا أفا؟ رفع.

18.   كنافا رفع؟ كرنا منجادى فاعل.

19.   مِنْ كلمة أفا؟ كلمة حروف.

20.   حروف أفا؟ حروف جير.

21.   لفظ أفا يڠ دى جيركن أوليه مِنْ؟ لفظ خَيْرٍ.

22.   تاندا جير پا أفا؟ كسرة.

23.   كنافا دى تاندائي دڠن كسرة؟ كرنا بروفا إسم مفرد صحيح أخير.

24.   يَعْلَمْهُ الله؛ يَعْلَمْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

25.   فعل أفا؟ فعل مضارع.

26.   دى باچا أفا؟ جزم.

27.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى جواب شرط.

28.   أفا تاندا جزم پا؟ سكون.

29.   كنافا دى تاندائي دڠن سكون؟ كرنا بروفا مضارع صحيح أخير دان تيداء برتمو دڠن سسواتو.

30.   هاء پا لفظ يَعْلَمْهُ كلمة أفا؟ كلمة إسم.

31.   إسم أفا؟ إسم ضمير.

32.  معرب أفا مبنى؟ مبنى.

33.   محل إعراب پا أفا؟ محل نصب.

34.   كنافا نصب؟ كرنا منجادى مفعول به.

35.   يَعْلَمْهُ فاعل پا مانا؟ فاعل پا بروفا لفظُ الجلالةِ (الله).

36.   فاعل حكم پا أفا؟ رفع.

37.   يڠ مرفع كن أداله؟ فعل.

38.   تاندا رفع پا أفا؟ ضمة.

39.   كنافا دى تاندائي دڠن ضمة؟ كرنا بروفا إسم مفرد صحيح أخير.

 

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ

 

1.   أَيْنَمَا كلمة أفا؟ كلمة إسم.

2.   إسم أفا؟ إسم شرط.

3.   برعمل أفا تيداء؟ برعمل.

4.   أفا فڠملان پا؟ منجزم كن فعل شرط دان جواب شرط.

5.   أَيْنَمَا مبنى أفا معرب؟ مبنى.

6.   محل إعراب پا أفا؟ نصب.

7.   كنافا نصب؟ كرنا منجادى خبرپا تَكُونُوا يڠ دى داهولوكن.

8.   تَكُونُوا دى باچا أفا؟ دى باچا جزم.

9.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى فعل شرط.

10.   فعل شرط تَكُونُوا حكم پا؟ جزم.

11.   يڠ منجزم كن أداله؟ إسم شرط أَيْنَمَا.

12.   تاندا جزم پا أفا؟ ممبواڠ نون علامة رفع.

13.   كنافا دى تاندائي دڠن ممبواڠ نون علامة رفع؟ كرنا بروفا أفعال الخمسة.

14.   واو پا لفظ تَكُونُوا كلمة أفا؟ كلمة إسم.

15.   إسم أفا؟ إسم ضمير.

16.   معرب أفا مبنى؟ مبنى.

17.   محل إعراب پا أفا؟ رفع.

18.   كنافا رفع؟ كرنا منجادى إسم پا تَكُوْنُ.

19.   ألف پا لفظ تَكُونُوا دى سبوت أفل أفا؟ ألف فارقة.

20.   ألف فارقة أداله؟ ألف يڠ ممبيداكن أنتارا واو جمع دان واو عطف.

21.   يُدْرِكْكُمُ؛ يُدْرِكْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

22.   فعل أفا؟ فعل مضارع.

23.   معرب أفا مبنى؟ معرب.

24.   بر إعراب أفا؟ جزم.

25.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى جواب شرط.

26.   كُمْ كلمة أفا؟ كلمة إسم.

27.   إسم أفا؟ إسم ضمير.

28.   معرب أفا مبنى؟ مبنى.

29.   محل إعراب پا أفا؟ نصب.

30.   كنافا نصب؟ كرنا منجادى مفعول به.

31.   الْمَوْتُ دى باچا أفا؟ دى باچا رفع.

32.   كنافا رفع؟ كرنا منجادى فاعل.

33.   فاعل پا لفظ أفا؟ فاعل پا لفظ يُدْرِكْكُمُ.

34.   تاندا رفع پا أفا؟ ضمة.

35.   كنافا دى تاندائي دڠن ضمة؟ كرنا بروفا إسم مفرد صحيح أخير.

فائدة

1.   أفاكه شرط دان جواب شرط هاروس بروفا جملة فعلية؟ تيداء.

2.   شرط هاروس بروفا جملة أفا؟ هاروس بروفا جملة فعلية.

3.   جواب شرط هاروس بروفا جملة أفا؟ جواب شرط أسال پا هاروس بروفا جملة فعلية، نمون تركداڠ أدا يڠ بروفا جملة يڠ تيداء فانتاس أونتوء دى جاديكان شرط.

4.   باكاي مانا جيكا جواب شرط بروفا جملة يڠ تيداء فانتاس أونتوء دى جاديكان شرط؟ جواب هاروس برسامأن دڠن فاء.

5.   كنافا هاروس برسامأن دڠن فاء؟ كرنا أكار دى كتاهوي بهوا أنتارا شرط دان جواب أدا رابط (هوبوڠان).

6.   أدا برافا جواب شرط يڠ تيداء فانتاس أونتوء دى جاديكان شرط؟ أدا توجوه دان سمواپا تركومفول دالم شعر:

إِسْـمِـيَّـةٌ طَلَـبِـيَّـةٌ وَبِـجَامِـدِ # وَبِمَا وَقَدْ وَبِلَنْ وَبِالتَّنْفِيْسِ

7.      أفا ساجا؟

E     جملة إسمية، سفرتى: إِنْ جَاءَ زَيْدٌ فَهُوَ مُحْسِنٌ.

E     جملة طلبية، سفرتى فعل أمر: إِنْ جَاءَ زَيْدٌ فَاضْرِبْهُ.

E     بروفا فعل جامد، سفرتى: إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَدًا، فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِن جَنَّتِكَ.

E     جملة يڠ دى نفى كن دڠن مَا، سفرتى: فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ.

E     جملة يڠ دى أوالى دڠن حروف قَدْ، سفرتى: إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهُ مِن قَبْلُ.

E     جملة يڠ دى أوالى دڠن لَنْ، سفرتى: وَمَا يَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ فَلَن يُكْفَرُوْهُ.

E     جملة يڠ دى أوالى دڠن حروف تنفيس سين أتاو سوف، سفرتى: وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ إِن شَاءَ.

التمرين

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

 

1.   قُلْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

2.   فعل أفا؟ فعل أمر.

3.   فعل ماضى پا باكاي مانا؟ قَالَ.

4.   مطابقة پا أفا؟ صَانَ.

5.   فاعل پا مانا؟ ترسيمفان.

6.   قُلْ أسال پا: اُقْوُل.

7.   باكاي مانا إعلال پا؟ قُلْ أسال پا: أُقْوُلْ إيكوت وزن: اُفْعُلْ؛ حركة واو دى فينداه فدا حرف صحيح سبلوم پا كرنا لٓماه پا واو دان قواة پا حرف صحيح مٓپانداڠ حركة، منجادى: اُقُوْلْ، لالو واو دى بواڠ كرنا بركومفول پا دوا حرف يڠ ماتى، منجادى: اُقُلْ، كموديان همزه دى بواڠ كرنا تيداء دى بوتوهكان لاكي.

8.   إِنْ كلمة أفا؟ كلمة حرف.

9.   حرف أفا؟ حرف شرط.

10.   فڠملان پا أداله؟ منجزم كن فعل شرط دان جواب شرط.

11.   كُنْتُمْ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

12.   فعل أفا؟ فعل ماضى.

13.   معرب أفا مبنى؟ مبنى.

14.   مبنى أفا؟ مبنى فتحة.

15.   مانا فتحة پا؟ دى كيرا٢ كن.

16.   كنافا دى كيرا٢ كن؟ كرنا ب٘رتمو دڠن ضمير رفع مُتَحَرِّك.

17.   مانا ضمير رفع مُتَحَرِّك پا؟ بروفا تُمْ.

18.   ضمير رفع مُتَحَرِّك: تُمْ معرب أفا مبنى؟ مبنى.

19.   محل إعراب پا أفا؟ محل رفع.

20.  كنافا رفع؟ كرنا منجادى إسم پا كَانَ.

21.   كُنْتُمْ أسال پا باكاي مانا؟ أسال پا: كَوَنْتُمْ.

22.   باكاي مانا إعلال پا؟ كُنْتُمْ أسال پا: كَوَنْتُمْ إيكوت وزن: فَعَلْتُمْ؛ واو دى كانتى ألف كرنا برحركة دان جاتوه ستله حركة فتحة، منجادى: كَانْتُمْ، لالو ألف دى بواڠ كرنا بركومفول پا دوا حرف يڠ ماتى، منجادى: كَنْتُمْ، كموديان كاف دى حركتى ضمة أونتوء منونجوءكن أداپا واو يڠ تربواڠ، منجادى: كُنْتُمْ.

23.   تُحِبُّونَ كلمة أفا؟ كلمة فعل.

24.   فعل أفا؟ فعل مضارع.

25.   معرب أفا مبنى؟ معرب.

26.   بر إعراب أفا؟ رفع.

27.   كنافا رفع؟ كرنا تيداء كماسوكن عامل نصب دان عامل جزم.

28.   يڠ مرفع كن أداله؟ عامل معنور تجرد.

29.   تاندا رفع پا أفا؟ تتاف پا نون.

30.   كنافا دى تاندائي دڠن تتاف پا نون؟ كرنا بروفا أفعال الخمسة.

31.   تُحِبُّونَ مجرد أفا مزيد؟ مزيد.

32.   مجردپا باكاي مانا؟ حَبَّ.

33.   بناء أفا؟ بناء مضاعف.

34.   بناء مضاعف أداله؟ بناء يڠ عين فعل دان لام فعل پا بروفا حرف يڠ ساما.

35.   تُحِبُّونَ متعدى أفا لازم؟ متعدى.

36.   فاعل پا مانا؟ فاعل پا بروفا واو جمع.

37.   واو جمع معرب أفا مبنى؟ مبنى.

38.   محل إعراب پا أفا؟ رفع.

39.   كنافا رفع؟ كرنا منجادى فاعل.

40.   مفعول پا مانا؟ مفعول پا بروفا لفظ الجلالة (الله).

41.   مفعول حكم پا أفا؟ نصب.

42.   يڠ منصب كن أداله؟ فعل.

43.   جملة: تُحِبُّونَ اللَّهَ محل إعراب پا أفا؟ محل نصب.

44.   كنافا نصب؟ كرنا منجادى خبرپا كُنْتُمْ.

45.   كُنْتُمْ محل إعراب پا أفا؟ محل جزم.

46.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى فعل شرط.

47.   جواب شرط پا مانا؟ بروفا لفظ: فَاتَّبِعُونِي.

48.   فاء پا لفظ فَاتَّبِعُونِي دى سبوت فاء أفا؟دى سبوت فاء جواب.

49.   فَاتَّبِعُونِي: اتَّبِعُونِي كلمة أفا؟ كلمة فعل.

50.   فعل أفا؟ فعل أمر.

51.   معرب أفا مبنى؟ مبنى.

52.   مبنى پا دڠن أفا؟ دڠن ممبواڠ نون علامة رفع.

53.   كنافا دى مبنى كن دڠن ممبواڠ نون علامة رفع؟ كرنا فعل مضارع پا جزم پا دى تاندائي دڠن ممبواڠ نون علامة رفع.

54.   اتَّبِعُونِي مجرد أفا مزيد؟ مزيد.

55.   مطابقة پا أفا؟ اِجْتَمَعَ، يَجْتَمِعُ.

56.   متعدى أفا لازم؟ متعدى.

57.   فاعل پا مانا؟ بروفا ضمير واو جمع.

58.   مفعول به پا مانا؟ بروفا ضمير ياء متكلم.

59.   نون پا لفظ فَاتَّبِعُونِي دى سبوت نون أفا؟ دى سبوت نون وِقَايَة.

60.   نون وقاية أداله؟ نون يڠ دى تامباهكان فدا أخير فعل يڠ برتمو دڠن ياء متكلم أونتوء مٓليندوڠى فعل ترسبوت أكار تيداء دى باچا كسرة، سبب ستياف لفظ يڠ برتمو دڠن ياء متكلم حرف تراخيرپا هاروس دى كسرة، سداڠكان فعل تيداء بيسا منريما حركة كسرة، مكا أنتارا فعل دان ياء متكلم هاروس دى فيساه دڠن نون وقاية.

61.   فَاتَّبِعُونِي محل إعراب پا أفا؟ محل جزم.

62.   كنافا جزم؟ كرنا منجادى جواب شرط يڠ برسامأن دڠن فاء.

63.   كنافا جواب شرط ترسبوت هاروس برسامأن دڠن فاء؟ كرنا جواب شرط تبداء فانتاس أونتوء دى جتديكان شرط.

64.   كنافا تيداء فانتاس؟ كرنا بروفا جملة طلبية.

65.   أدا برافا جواب شرط يڠ تبداء فانتاس أونتوء دى جتديكان شرط؟ أدا توجوه.

سبوتكان شعر پا:

إِسْـمِـيَّـةٌ طَلَـبِـيَّـةٌ وَبِـجَامِـدِ # وَبِمَا وَقَدْ وَبِلَنْ وَبِالتَّنْفِيْسِ

 

66.   أفا فوڠسي فاء جواب؟ أونتوء منونجوءكن أداپا هوبوڠان أنتارا شرط دان جواب شرط.


Baca juga: Cara Mudah Baca Kitab Kuning Untuk Pemula  Bag. 11 المرفوعات Lengkap + Contoh

Kitab Mujarab

Humayr bin Abdullah menyembunyikan iblis berbentuk ular dalam perutnya

Humayr bin Abdullah menyembunyikan iblis berbentuk ular dalam perutnya   Telah menceritakan kepada kami Abu al-Qasim al-Tabrani, telah mence...