7 Kelompok Murji'ah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi Murji'ah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Imam Al-Isfarayini menjelaskan tujuh kelompok Murji'ah beserta pembagiannya menurut kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Pendahuluan

Setelah menguraikan kelompok-kelompok Mu'tazilah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan mengenai Murji'ah, salah satu aliran yang banyak dibahas dalam literatur ilmu kalam klasik. Menurut beliau, Murji'ah tidak berdiri sebagai satu kelompok yang seragam, melainkan terbagi menjadi beberapa cabang yang memiliki hubungan dengan aliran-aliran teologis lainnya.

Dalam bagian ini, Imam Al-Isfarayini mengklasifikasikan Murji'ah menjadi tiga kategori besar yang kemudian berkembang menjadi tujuh kelompok. Penjelasan ini merupakan bagian dari metodologi ilmu firqah yang digunakan penulis dalam mengelompokkan berbagai aliran berdasarkan kesamaan pandangan dalam persoalan iman, takdir, dan sifat-sifat Allah.

Sumber

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Penulis

Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini adalah ulama besar mazhab Syafi'i yang hidup pada abad ke-5 Hijriah. Beliau dikenal sebagai ahli akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dan penulis kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, sebuah karya yang mengulas sejarah, klasifikasi, dan pokok-pokok ajaran berbagai aliran dalam Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah.

Tema

Pembagian Tujuh Kelompok Murji'ah Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Adapun Murji'ah, maka mereka terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah mereka yang menggabungkan paham irja' (penangguhan penilaian terhadap iman) dengan ajaran Qadariyah, seperti:

  • Abu Syamr.
  • Muhammad bin Syabib al-Bashri.
  • Khalidiyah.

Mereka ini adalah Murji'ah Qadariyah.

Kelompok kedua adalah mereka yang menggabungkan paham irja' dengan ajaran Jahm, sebagaimana akan kami jelaskan nanti.

Mereka ini adalah Murji'ah Jahmiyah.

Kelompok ketiga adalah mereka yang menganut paham irja', tetapi tidak berpendapat dengan paham Jabr maupun Qadar.

Kelompok ini terbagi menjadi lima golongan, yaitu:

  • Yunusiyah.
  • Ghassaniyah.
  • Tsaubaniyah.
  • Taumaniyah.
  • Murisiyah.

Dengan pembagian tersebut, jumlah kelompok Murji'ah menjadi tujuh golongan.

Artikel Pengembangan

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini tidak mengelompokkan Murji'ah hanya berdasarkan nama tokohnya, tetapi juga berdasarkan hubungan pemikiran mereka dengan aliran-aliran teologi lain. Hal ini menunjukkan bahwa dalam ilmu firqah klasik, suatu kelompok dapat diklasifikasikan berdasarkan gabungan beberapa pandangan akidah yang dianutnya.

Kelompok pertama adalah Murji'ah Qadariyah, yaitu mereka yang menggabungkan doktrin irja' dengan paham Qadariyah mengenai kehendak dan kemampuan manusia. Imam Al-Isfarayini menyebut beberapa tokohnya, seperti Abu Syamr, Muhammad bin Syabib al-Bashri, dan Khalidiyah.

Kelompok kedua disebut Murji'ah Jahmiyah, yaitu mereka yang memadukan konsep irja' dengan ajaran Jahm bin Shafwan. Pada bagian ini penulis belum menjelaskan rincian ajaran mereka, karena pembahasannya akan disampaikan pada bab tersendiri.

Adapun kelompok ketiga terdiri atas mereka yang hanya menganut konsep irja' tanpa mengikuti paham Jabr (fatalisme) maupun Qadar. Menurut Imam Al-Isfarayini, kelompok ini terbagi menjadi lima cabang, yaitu Yunusiyah, Ghassaniyah, Tsaubaniyah, Taumaniyah, dan Murisiyah.

Dalam sejarah ilmu kalam, istilah Murji'ah sendiri memiliki makna yang beragam. Secara umum, istilah ini digunakan untuk kelompok-kelompok yang menunda penilaian terhadap pelaku dosa besar dan menempatkan persoalan iman dalam kerangka tertentu yang berbeda dari Khawarij maupun Mu'tazilah. Namun, rincian pandangan setiap cabang tidak selalu sama. Oleh karena itu, para ulama klasik sering membedakan antara Murji'ah moderat dan kelompok-kelompok yang menggabungkan paham Murji'ah dengan doktrin teologi lainnya.

Klasifikasi yang disampaikan Imam Al-Isfarayini merupakan bagian dari tradisi ilmu firqah Ahlus Sunnah pada abad ke-5 Hijriah. Sebagaimana pada pembahasan kelompok-kelompok sebelumnya, daftar ini mencerminkan metodologi penulis dalam memetakan perkembangan pemikiran Islam pada masanya. Dalam kajian sejarah modern, rincian mengenai kelompok-kelompok tersebut juga dipelajari melalui berbagai sumber untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai latar belakang dan perkembangan masing-masing aliran.

Hikmah

  • Sejarah pemikiran Islam menunjukkan bahwa satu aliran dapat berkembang menjadi beberapa cabang dengan perbedaan pandangan.
  • Ilmu firqah membantu memahami dinamika perdebatan akidah yang terjadi pada masa-masa awal Islam.
  • Perbedaan metodologi para ulama dalam mengklasifikasikan aliran merupakan bagian dari kekayaan tradisi intelektual Islam.
  • Membaca karya-karya klasik hendaknya dilakukan dengan memahami konteks sejarah dan tujuan penulisnya.
  • Pengetahuan tentang sejarah berbagai kelompok dapat memperluas wawasan tanpa menghilangkan sikap adil dan objektif.
  • Seorang penuntut ilmu perlu menjadikan Al-Qur'an, Sunnah, dan penjelasan ulama yang terpercaya sebagai landasan dalam memahami persoalan akidah.

Penutup

Dalam bagian ini, Imam Al-Isfarayini menjelaskan bahwa Murji'ah tidak merupakan satu kelompok yang homogen, melainkan terbagi menjadi tujuh golongan melalui tiga kategori utama. Pembagian tersebut memperlihatkan bagaimana para ulama ilmu firqah klasik memetakan hubungan antara konsep irja' dengan berbagai aliran teologi lainnya. Uraian ini menjadi pengantar bagi pembahasan yang lebih mendalam mengenai sejarah dan ajaran masing-masing kelompok pada bagian-bagian selanjutnya dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn.

Teks Arab :

وَثَلَاث فرق هم المرجئة فريق مِنْهُم يجمعُونَ بَين الإرجاء فِي الْإِيمَان وَبَين القَوْل بِالْقدرِ كَأبي شمر وَمُحَمّد بن شبيب الْبَصْرِيّ والخالدية فؤلاء مرجئون قدريون وفريق مِنْهُم يجمعُونَ القَوْل بالارجاء فِي الايمان وَبَين قَول جهم كَمَا سَنذكرُهُ فِيمَا بعد فَهَؤُلَاءِ هم مرجئون جهميون

وفريق جوزوا القَوْل بالارجاء وَلَا يَقُولُونَ بالجبر وَلَا بِقدر وهم فِيمَا بَينهم خمس فرق اليونسية والغسانية والثوبانية والتومنية والمريسية فَصَارَت المرجئة على هَذَا التَّفْصِيل سبع فرق

Baca juga:

22 Kelompok Mu'tazilah Menurut Imam Al-Isfarayini: Pembagian Qadariyah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut ImamAl-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

72 Golongan dalam Islam Menurut Imam Al-Isfarayini:Bakarīyah, Najjārīyah, Ḍirārīyah, Jahmīyah, dan Karrāmīyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Tujuan Persahabatan dalam Islam Menurut Imam Al-Ghazali: Manfaat Sahabat bagi Dunia dan Akhirat (02/05/49)

Pendahuluan Islam memandang persahabatan sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Persahabatan bukan sekadar hubun...