22 Kelompok Mu'tazilah Menurut Imam Al-Isfarayini: Pembagian Qadariyah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Imam Al-Isfarayini mengklasifikasikan 22 kelompok Mu'tazilah (Qadariyah) serta menjelaskan cabang-cabangnya menurut perspektif Ahlus Sunnah

Pendahuluan

Setelah membahas kelompok Rafidhah dan Khawarij, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan mengenai Qadariyah, yang dalam kitab ini diidentikkan dengan Mu'tazilah. Dalam literatur ilmu kalam klasik Ahlus Sunnah, Mu'tazilah dipandang sebagai salah satu kelompok besar yang memiliki banyak cabang akibat perbedaan pendapat di antara para tokohnya.

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyebut nama-nama kelompok Mu'tazilah secara ringkas sebagai pengantar sebelum menjelaskan ajaran masing-masing secara lebih rinci. Klasifikasi ini merupakan bagian dari metode ilmu firqah yang berkembang pada abad ke-5 Hijriah dan mencerminkan sudut pandang teologis penulis.

Sumber Rujukan

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Tema

Pembagian Dua Puluh Dua Kelompok Mu'tazilah (Qadariyah) Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Adapun dua puluh dua kelompok lainnya adalah Qadariyah, yaitu kelompok Mu'tazilah.

Menurut penulis, setiap kelompok dari mereka saling menganggap kelompok lainnya kafir.

Kelompok-kelompok tersebut adalah:

  1. Washiliyah.
  2. Hudzailiyah.
  3. Amrawiyah.
  4. Nizhamiyah.
  5. Aswariyah.
  6. Muammariyah.
  7. Iskafiyah.
  8. Ja'fariyah.
  9. Bisyriyah.
  10. Murdariyah.
  11. Hisyamiyah.
  12. Tsumamiyah.
  13. Jahizhiyah.
  14. Khabithiyah.
  15. Himariyah.
  16. Khayyathiyah.
  17. Syahhamiyah.
  18. Pengikut Shalih Qubbah.
  19. Mu'nisiyah.
  20. Ka'biyah.
  21. Jubba'iyah.
  22. Bahsyamiyah.

Di antara seluruh kelompok tersebut, menurut penulis, terdapat dua kelompok yang tidak termasuk golongan umat Islam, yaitu:

  • Khabithiyah.
  • Himariyah.

Sebagaimana akan dijelaskan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.

Artikel Pengembangan

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini mengelompokkan Mu'tazilah sebagai bagian dari Qadariyah, sesuai dengan penggunaan istilah yang lazim dalam literatur Ahlus Sunnah klasik. Beliau menyatakan bahwa kelompok ini terdiri atas dua puluh dua cabang yang masing-masing berkembang melalui pemikiran tokoh-tokohnya.

Sebagian besar nama kelompok yang disebutkan berasal dari nama pendiri atau tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan mazhab tersebut. Misalnya, Washiliyah dinisbatkan kepada Washil bin Atha', yang dikenal sebagai tokoh awal Mu'tazilah, sedangkan Hudzailiyah berasal dari Abu al-Hudzail al-Allaf, Nizhamiyah dari Ibrahim an-Nazzham, Jubba'iyah dari Abu Ali al-Jubba'i, dan Bahsyamiyah dari putranya, Abu Hasyim al-Jubba'i. Penamaan semacam ini merupakan ciri umum dalam literatur ilmu kalam.

Imam Al-Isfarayini juga mencatat bahwa kelompok-kelompok tersebut saling mengkritik bahkan saling menganggap menyimpang. Pernyataan ini menggambarkan bahwa perbedaan di dalam Mu'tazilah tidak hanya terjadi antara mereka dan kelompok lain, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan internal mengenai berbagai persoalan akidah, seperti sifat-sifat Allah, kehendak bebas manusia, keadilan Ilahi, dan status pelaku dosa besar.

Di akhir kutipan, Imam Al-Isfarayini menyatakan bahwa Khabithiyah dan Himariyah tidak termasuk dalam golongan umat Islam menurut penilaiannya. Sebagaimana pada bagian-bagian sebelumnya, penilaian ini merupakan bagian dari kerangka teologis yang digunakan oleh penulis dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn. Alasan rinci mengenai penilaian tersebut belum dijelaskan pada bagian ini, tetapi akan diterangkan pada pembahasan berikutnya.

Dari sudut pandang sejarah, daftar ini memperlihatkan betapa beragamnya perkembangan pemikiran Mu'tazilah sepanjang abad-abad awal Islam. Sebagian kelompok hanya dikenal melalui karya-karya para penulis ilmu firqah, sedangkan sebagian lainnya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan ilmu kalam dan filsafat Islam. Oleh karena itu, pembacaan terhadap karya-karya seperti At-Tabṣīr fī ad-Dīn perlu disertai pemahaman bahwa kitab ini merupakan karya polemis-teologis yang bertujuan membela akidah Ahlus Sunnah sekaligus mengkritik kelompok-kelompok yang dianggap menyimpang.

Hikmah

  • Sejarah pemikiran Islam menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dapat melahirkan banyak cabang dalam satu kelompok.
  • Mengenal sejarah ilmu kalam membantu memahami perkembangan diskusi akidah pada masa-masa awal Islam.
  • Membaca kitab-kitab klasik memerlukan pemahaman terhadap konteks sejarah dan metodologi penulis.
  • Penamaan kelompok dalam literatur klasik umumnya dinisbatkan kepada tokoh yang menjadi pelopor pemikirannya.
  • Kajian terhadap aliran-aliran Islam hendaknya dilakukan secara ilmiah, adil, dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menambah wawasan sejarah dapat memperkuat kemampuan untuk memahami perkembangan intelektual umat Islam secara lebih utuh.

Penutup

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyusun klasifikasi dua puluh dua kelompok Mu'tazilah yang beliau masukkan ke dalam kategori Qadariyah. Penyebutan nama-nama kelompok tersebut menjadi pengantar sebelum beliau membahas ajaran masing-masing secara lebih rinci pada bab-bab berikutnya. Dengan memahami struktur klasifikasi ini, pembaca akan lebih mudah mengikuti uraian selanjutnya mengenai sejarah, tokoh, dan perbedaan pemikiran di antara berbagai cabang Mu'tazilah dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn.

Teks Arab :

وَعِشْرُونَ مِنْهُم الْقَدَرِيَّة الْمُعْتَزلَة كل فريق مِنْهُم يكفر سَائِرهمْ وهم الواصلية والهذلية والعمروية والنظامية والأسوارية والمعمرية والإسكافية والجعفرية والبشرية والمردارية والهشامية والثمامية والجاحظية والخابطية والحمارية والخياطية والشحامية وَأَصْحَاب صَالح قبَّة والمؤنسية والكعبية والجبائية والبهشمية وفرقتان من هَذِه الْجُمْلَة لَا يعدَّانِ من فرق الاسلام وهما الخابطية والحمارية كَمَا نذكرهُ فِيمَا بعد

Baca juga:

Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut ImamAl-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

20 Kelompok Khawarij Menurut Imam Al-Isfarayini: Pembagian danCabang-Cabangnya dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

7 Kelompok Murji'ah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi Murji'ah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Imam Al-Isfarayini mengklasifikasikan 22 kelompok Mu'tazilah (Qadariyah) serta menjelaskan cabang-cabangnya menurut perspektif Ahlus Sunnah

Pendahuluan

Setelah membahas kelompok Rafidhah dan Khawarij, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan mengenai Qadariyah, yang dalam kitab ini diidentikkan dengan Mu'tazilah. Dalam literatur ilmu kalam klasik Ahlus Sunnah, Mu'tazilah dipandang sebagai salah satu kelompok besar yang memiliki banyak cabang akibat perbedaan pendapat di antara para tokohnya.

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyebut nama-nama kelompok Mu'tazilah secara ringkas sebagai pengantar sebelum menjelaskan ajaran masing-masing secara lebih rinci. Klasifikasi ini merupakan bagian dari metode ilmu firqah yang berkembang pada abad ke-5 Hijriah dan mencerminkan sudut pandang teologis penulis.

Sumber Rujukan

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Tema

Pembagian Dua Puluh Dua Kelompok Mu'tazilah (Qadariyah) Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Adapun dua puluh dua kelompok lainnya adalah Qadariyah, yaitu kelompok Mu'tazilah.

Menurut penulis, setiap kelompok dari mereka saling menganggap kelompok lainnya kafir.

Kelompok-kelompok tersebut adalah:

  1. Washiliyah.
  2. Hudzailiyah.
  3. Amrawiyah.
  4. Nizhamiyah.
  5. Aswariyah.
  6. Muammariyah.
  7. Iskafiyah.
  8. Ja'fariyah.
  9. Bisyriyah.
  10. Murdariyah.
  11. Hisyamiyah.
  12. Tsumamiyah.
  13. Jahizhiyah.
  14. Khabithiyah.
  15. Himariyah.
  16. Khayyathiyah.
  17. Syahhamiyah.
  18. Pengikut Shalih Qubbah.
  19. Mu'nisiyah.
  20. Ka'biyah.
  21. Jubba'iyah.
  22. Bahsyamiyah.

Di antara seluruh kelompok tersebut, menurut penulis, terdapat dua kelompok yang tidak termasuk golongan umat Islam, yaitu:

  • Khabithiyah.
  • Himariyah.

Sebagaimana akan dijelaskan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.

Artikel Pengembangan

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini mengelompokkan Mu'tazilah sebagai bagian dari Qadariyah, sesuai dengan penggunaan istilah yang lazim dalam literatur Ahlus Sunnah klasik. Beliau menyatakan bahwa kelompok ini terdiri atas dua puluh dua cabang yang masing-masing berkembang melalui pemikiran tokoh-tokohnya.

Sebagian besar nama kelompok yang disebutkan berasal dari nama pendiri atau tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan mazhab tersebut. Misalnya, Washiliyah dinisbatkan kepada Washil bin Atha', yang dikenal sebagai tokoh awal Mu'tazilah, sedangkan Hudzailiyah berasal dari Abu al-Hudzail al-Allaf, Nizhamiyah dari Ibrahim an-Nazzham, Jubba'iyah dari Abu Ali al-Jubba'i, dan Bahsyamiyah dari putranya, Abu Hasyim al-Jubba'i. Penamaan semacam ini merupakan ciri umum dalam literatur ilmu kalam.

Imam Al-Isfarayini juga mencatat bahwa kelompok-kelompok tersebut saling mengkritik bahkan saling menganggap menyimpang. Pernyataan ini menggambarkan bahwa perbedaan di dalam Mu'tazilah tidak hanya terjadi antara mereka dan kelompok lain, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan internal mengenai berbagai persoalan akidah, seperti sifat-sifat Allah, kehendak bebas manusia, keadilan Ilahi, dan status pelaku dosa besar.

Di akhir kutipan, Imam Al-Isfarayini menyatakan bahwa Khabithiyah dan Himariyah tidak termasuk dalam golongan umat Islam menurut penilaiannya. Sebagaimana pada bagian-bagian sebelumnya, penilaian ini merupakan bagian dari kerangka teologis yang digunakan oleh penulis dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn. Alasan rinci mengenai penilaian tersebut belum dijelaskan pada bagian ini, tetapi akan diterangkan pada pembahasan berikutnya.

Dari sudut pandang sejarah, daftar ini memperlihatkan betapa beragamnya perkembangan pemikiran Mu'tazilah sepanjang abad-abad awal Islam. Sebagian kelompok hanya dikenal melalui karya-karya para penulis ilmu firqah, sedangkan sebagian lainnya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan ilmu kalam dan filsafat Islam. Oleh karena itu, pembacaan terhadap karya-karya seperti At-Tabṣīr fī ad-Dīn perlu disertai pemahaman bahwa kitab ini merupakan karya polemis-teologis yang bertujuan membela akidah Ahlus Sunnah sekaligus mengkritik kelompok-kelompok yang dianggap menyimpang.

Hikmah

  • Sejarah pemikiran Islam menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dapat melahirkan banyak cabang dalam satu kelompok.
  • Mengenal sejarah ilmu kalam membantu memahami perkembangan diskusi akidah pada masa-masa awal Islam.
  • Membaca kitab-kitab klasik memerlukan pemahaman terhadap konteks sejarah dan metodologi penulis.
  • Penamaan kelompok dalam literatur klasik umumnya dinisbatkan kepada tokoh yang menjadi pelopor pemikirannya.
  • Kajian terhadap aliran-aliran Islam hendaknya dilakukan secara ilmiah, adil, dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menambah wawasan sejarah dapat memperkuat kemampuan untuk memahami perkembangan intelektual umat Islam secara lebih utuh.

Penutup

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyusun klasifikasi dua puluh dua kelompok Mu'tazilah yang beliau masukkan ke dalam kategori Qadariyah. Penyebutan nama-nama kelompok tersebut menjadi pengantar sebelum beliau membahas ajaran masing-masing secara lebih rinci pada bab-bab berikutnya. Dengan memahami struktur klasifikasi ini, pembaca akan lebih mudah mengikuti uraian selanjutnya mengenai sejarah, tokoh, dan perbedaan pemikiran di antara berbagai cabang Mu'tazilah dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn.

Teks Arab :

وَعِشْرُونَ مِنْهُم الْقَدَرِيَّة الْمُعْتَزلَة كل فريق مِنْهُم يكفر سَائِرهمْ وهم الواصلية والهذلية والعمروية والنظامية والأسوارية والمعمرية والإسكافية والجعفرية والبشرية والمردارية والهشامية والثمامية والجاحظية والخابطية والحمارية والخياطية والشحامية وَأَصْحَاب صَالح قبَّة والمؤنسية والكعبية والجبائية والبهشمية وفرقتان من هَذِه الْجُمْلَة لَا يعدَّانِ من فرق الاسلام وهما الخابطية والحمارية كَمَا نذكرهُ فِيمَا بعد

Baca juga:

Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut ImamAl-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

20 Kelompok Khawarij Menurut Imam Al-Isfarayini: Pembagian danCabang-Cabangnya dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

7 Kelompok Murji'ah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi Murji'ah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Hukum Bejana (Āniyah) dalam Fikih Islam Menurut 4 Mazhab: Jenis, Bahan, Penggunaan, Kepemilikan, Najis, Bejana Emas-Perak, dan Zakat

آنِيَة Āniyah (Bejana/Wadah) أَوَّلاً: التَّعْرِيفُ : Pertama: Definisi ١ - الآْنِيَةُ جَمْعُ إِنَاءٍ، وَالإِْنَاءُ الْوِعَاءُ، ...