Kelompok Najdat Khawarij: Perpecahan Internal, Tobat Najdah, dan Akhir Gerakan Mereka

Sejarah lanjutan kelompok Najdat Khawarij, penyebab perpecahan, kisah tobat Najdah, hingga berakhirnya gerakan mereka menurut kitab At-Tabshir

Pendahuluan

Sejarah Khawarij menunjukkan bahwa perpecahan tidak hanya terjadi dengan kelompok lain, tetapi juga di dalam tubuh mereka sendiri. Setelah kelompok Najdat berdiri di bawah kepemimpinan Najdah bin Amir Al-Hanafi, muncul perselisihan baru yang akhirnya menyebabkan terbunuhnya sang pemimpin. Penulis At-Tabṣīr fī ad-Dīn menjelaskan bahwa perbedaan pandangan mengenai kebijakan politik dan peperangan menjadi salah satu sebab utama pecahnya kelompok ini.

Sumber

Kitab: At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn

Penulis

Thahir bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Isfarayini (طاهر بن محمد بن أحمد بن محمد الإسفراييني)

Tema

Perpecahan internal kelompok Najdat, alasan pemberontakan terhadap Najdah bin Amir, serta berakhirnya gerakan Najdat.

Terjemahan Lengkap

Mereka juga mengajukan keberatan lain kepada Najdah. Mereka berkata:

"Engkau pernah mengirim pasukan ke Madinah hingga mereka menyerang kota itu dan menawan seorang budak perempuan dari keturunan Utsman bin Affan."

Peristiwa itu kemudian diberitahukan kepada Abdul Malik bin Marwan melalui surat. Abdul Malik lalu membeli budak perempuan tersebut dari orang yang menguasainya, kemudian mengembalikannya kepada keluarganya.

Mereka menjadikan tindakan itu sebagai alasan untuk mencela Najdah. Mereka berkata:

"Engkau telah mengembalikan seorang tawanan yang telah kami peroleh sebagai rampasan perang kepada musuh kita."

Mereka menuntut Najdah agar bertobat, dan Najdah pun bertobat.

Namun sebagian pengikut berkata bahwa Najdah sebenarnya memiliki alasan yang dapat dibenarkan atas tindakannya. Mereka berkata kepadanya:

"Engkau berhak berijtihad dalam perkara itu, sedangkan kami tidak berhak memaksamu untuk bertobat. Karena itu, batalkanlah tobatmu."

Maka Najdah pun menarik kembali tobatnya.

Perselisihan terhadap dirinya terus berlanjut sebagaimana telah disebutkan sebelumnya hingga akhirnya Abu Fudaik membunuhnya.

Kemudian Abdul Malik bin Marwan mengirim pasukan untuk memerangi Abu Fudaik. Abu Fudaik berhasil dibunuh sehingga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari kejahatan mereka.

Bid'ah-bid'ah kelompok Najdat sangat banyak. Siapa saja yang memperhatikan keadaan mereka sebagaimana telah dijelaskan, niscaya akan mengetahui hakikat penyimpangan mereka.

Artikel Pengembangan

Perselisihan Mengenai Tawanan Perang

Dalam riwayat ini dijelaskan bahwa salah satu sebab terbesar perpecahan di tubuh Najdat adalah persoalan tawanan perang. Sebagian pengikut menganggap seorang tawanan yang telah berada di tangan mereka tidak boleh dikembalikan kepada pihak lawan. Ketika hal itu terjadi, mereka menganggap Najdah telah melakukan kesalahan besar.

Perbedaan penilaian terhadap kebijakan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang berujung pada pemberontakan.

Ijtihad yang Diperselisihkan

Menariknya, tidak semua pengikut Najdat menyalahkan pemimpinnya. Sebagian berpendapat bahwa Najdah hanya melakukan ijtihad dan tidak layak dipaksa untuk bertobat.

Perbedaan sikap terhadap satu persoalan inilah yang semakin memperuncing perpecahan di antara mereka hingga akhirnya kelompok tersebut saling bermusuhan.

Akhir Kepemimpinan Najdah

Perselisihan yang berkepanjangan berakhir dengan terbunuhnya Najdah oleh Abu Fudaik, salah seorang tokoh yang sebelumnya berada di lingkungan mereka sendiri. Setelah itu, pemerintahan Abdul Malik bin Marwan mengirim pasukan untuk menumpas Abu Fudaik sehingga kekuatan Najdat semakin melemah.

Menurut penulis kitab, berakhirnya tokoh-tokoh utama Najdat menjadi akhir dari salah satu cabang besar Khawarij yang sempat memberi pengaruh pada masa itu.

Pelajaran dari Sejarah

Riwayat ini memperlihatkan bagaimana kelompok yang dibangun di atas sikap mudah mengkafirkan dan memberontak akhirnya mengalami perpecahan di antara anggotanya sendiri. Perselisihan yang semula tampak kecil berkembang menjadi konflik yang menyebabkan hilangnya persatuan dan berakhir dengan peperangan internal.

Hikmah

  • Fanatisme kelompok sering kali melahirkan perpecahan di dalam kelompok itu sendiri.
  • Perbedaan ijtihad hendaknya disikapi dengan ilmu dan musyawarah, bukan dengan permusuhan.
  • Sejarah menunjukkan bahwa kekerasan dan saling mengkafirkan tidak membawa persatuan umat.
  • Perselisihan yang tidak diselesaikan dengan adab dapat berakhir pada pertumpahan darah.
  • Mempelajari sejarah firqah-firqah Islam membantu memahami pentingnya berpegang kepada Al-Qur'an, Sunnah, dan manhaj para ulama.

Penutup

Dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn, Thahir Al-Isfarayini menggambarkan bagaimana kelompok Najdat akhirnya terpecah akibat perselisihan mengenai kebijakan pemimpinnya sendiri. Perbedaan pandangan yang tidak diselesaikan dengan baik berkembang menjadi konflik, pemberontakan, hingga pembunuhan terhadap Najdah dan tokoh-tokoh sesudahnya. Catatan sejarah ini menjadi pelajaran bahwa persatuan umat tidak akan terwujud dengan fanatisme, pengkafiran, dan kekerasan, melainkan dengan ilmu, keadilan, serta mengikuti ajaran Islam yang benar.

Teks Arab :

وَالثَّانِي انهم قَالُوا أَنَّك بعثت جندا إِلَى الْمَدِينَة حَتَّى أَغَارُوا عَلَيْهَا وَسبوا جَارِيَة من أَوْلَاد عُثْمَان بن عَفَّان وكاتبه فِي ذَلِك الْمَعْنى عبد الْملك بن مَرْوَان فاشتراها عَمَّن كَانَت فِي يَده وبعثها إِلَى عبد الْملك بن مَرْوَان فَأخذُوا عَلَيْهِ هَذَا وَقَالُوا أَنه رد جَارِيَة غنمناها إِلَى عدونا وَقَالُوا لَهُ تب فَتَابَ

وَقَالَ قوم انه كَانَ مَعْذُورًا فِيمَا فعل وَقَالُوا لَهُ كَانَ لَك أَن تجتهد وَلم يكن لنا أَن نستتيبك فتب عَن توبتك فَتَابَ وَاخْتلفُوا عَلَيْهِ كَمَا ذكرنَا إِلَى أَن قَتله أَبُو فديك

وَبعث عبد الْملك بن مَرْوَان جندا إِلَى أبي فديك فَقتل وَكفى الله الْمُسلمين شرهم وبدع النجدات كَثِيرَة وَمن اطلع على مَا ذَكرْنَاهُ من حَالهم لم يخف عَلَيْهِ أَمرهم

Wallahu A’lam...

Artikel Terkait:

Sejarah Kelompok Najdat Khawarij: Asal-Usul, Perpecahan,dan Kritik Ulama Ahlus Sunnah

Akhir Riwayat Al-Azariqah: Perpecahan Internal danKehancuran Kelompok Khawarij Paling Kuat

Kelompok Shufriyyah (Ash-Shufriyyah): Sejarah, Akidah, dan Pandangan Mereka tentang Pelaku Dosa Besar

Posting Komentar

0 Komentar

Featured post

Nasihat Ulama kepada Sultan Dzalim: Ketegasan Sufyan ats-Tsauri, Thawus al-Yamani, dan Nasihat tentang Keadilan Penguasa

Pendahuluan Islam memberikan perhatian besar terhadap hubungan antara ulama dan penguasa. Kekuasaan memiliki pengaruh luas terhadap kehi...