Tampilkan postingan dengan label Kunci Sukses Menuntut Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kunci Sukses Menuntut Ilmu. Tampilkan semua postingan

Hal-Hal Yang Dapat Mendatangkan Rizki, Dan Yang Mencegah Datangnya Rizki, Serta Yang Dapat Memperpanjang Dan Mengurangi Usia

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU
FASAL 13 (Khatam)


فصل
فيما يجلب الرزق وفيما يمنع وما يزيد فى العمر وما ينقص

FASAL XIII
Hal-hal Yang Dapat Mendatangkan Rizki, Dan Yang Mencegah Datangnya Rizki, Serta Yang Dapat Memperpanjang Dan Mengurangi Usia

ثم لابد لطالب العلم من القوت ومعرفة ما يزيد فيه وما يزيد فى العمر والصحة ليتفرغ لطلب العلم، وفى كل ذلك صنفوا كتبا، فأوردت بعضها هنا على سبيل الإختصار.

Para pelajar tentunya membutuhkan makanan, maka ia harus mengetahui apa yang dapat menyebabkan bertambahnya rizki, bertambahnya usia dan kesehatan agar dapat mencurahkannya untuk mencari ilmu.

Mengenai hal itu semua, para ‘ulama’ telah menyusun beberapa kitab yang menjelaskan tentang dalil-dalilnya, dan di sini aku akan mengemukakan sebagiannya secara ringkas.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يرد القدر إلا الدعاء، ولا يزيد فى العمر إلا البر، فإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه. ثبت بهذا الحديث أن إرتكاب الذنب سبب حرمان الرزق خصوصا الكذب يورث الفقر, وقد ورد فيه حديث خاص

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat menambah usia kecuali ‘amal kebajikan. Dan sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rizki karena dosa yang dilakukannya”.

Dengan hadits ini kukuhlah sudah bahwa perbuatan dosa menjadi sebab terhalangnya datangnya rizki terutama dosa akibat dusta, karena dusta dapat menyebabkan kefakiran. Sungguh telah datang hadits khusus yang menunjukkan tentang hal itu.

وكذا نوم الصبحة يمنع الرزق, وكثرة النوم تورث الفقر, وفقر العلم أيضا.

Demikian pula, tidur di waktu pagi juga dapat mencegah datangnya rizki, dan banyak tidur dapat menyebabkan kefakiran harta dan fakir ilmu juga.

وقال القائل:
Seorang penya’ir berkata;

سُرُوْرُ النَّاسِ فِى لُبْسِ اللِّبَاسِ # وَجَمْعُ الْعِلْمِ فِى تَرْكِ النُّعَاسِ

Kebahagiaan manusia terletak pada memakai pakaian # dan mengumpulkan ilmu terletak pada meninggalkan tidur

وقال:
Dan seorang penya’ir berkata;

أَلَيْسَ مِنَ الْخُسْرَانِ أَنَّ لَيَالِيَا # تَمُرُّ بِلَا نَفْعٍ وَتُحْسَبُ مِنَ الْعُمْرِ

Bukankah merupakan suatu kerugian jika membiarkan malam hari # berlalu tanpa manfa’at, padahal itu terhitung sebagian dari usia

وقال آخر:
Dan penya’ir yang lain berkata;

قُمِ اللَّيْلَ يَا هَذَا لَعَلَّكَ تُرْشَدُ # إِلَى كَمْ تَنَامُ اللَّيْلَ وَالْعُمْرُ يَنْفَدُ

Bangunlah malam hari wahai para pelajar, semoga kamu diberi petunjuk, # sampai berapa malam kamu akan tertidur sedang umurmu terus berlalu

والنوم عريانا, والبول عريانا، والأكل جنبا ومتكئا على جنب, والتهاون بسقاط المائدة, وحرق قشر البصل والثوم, وكنس البيت بالمنديل، وكنس البيت بالليل, وترك القمامة فى البيت, والمشي قدام المشايخ, ونداء الأبوين باسمهما, والخلال بكل خشبة, وغسل اليد بالطين والتراب, والجلوس على العتبة, والاتكاء على أحد زوجي الباب, والتوضؤ فى المبرز, وخياطة الثوب على بدنه, وتجفيف الوجه بالثوب, وترك بيت العنكبوت فى البيت, والتهاون فى الصلاة, وإسراع الخروج من المسجد بعد صلاة الفجر, والإبتكار بالذهاب إلى السوق، والابطاء فى الرجوع منه, وشراء كسيرات الخبز من الفقراء السؤال, ودعاء الشر على الولد, وترك تخمير الأوانى وإطفاء السراج بالنفس،  كل ذلك يورث الفقر, عرف ذلك بالآثار

Tidur dengan telanjang, kencing dengan telanjang, makan dalam keadaan junub, makan sambil bersandar ke arah lambung, meremehkan makanan yang berceceran, membakar kulit bawang merah atau bawang putih, membersihkan rumah dengan sapu tangan, menyapu rumah di malam hari, membiarkan kotoran di dalam rumah, berjalan di depan orang tua, memanggil kedua orang tua dengan menyebut namanya, membersihkan sela-sela gigi dengan benda-benda kasar, membasuh tangan dengan lumpur atau debu, duduk di ambang pintu, bersandar pada salah satu daun pintu, berwudhu di tempat buang kotoran, menjahit pakaian yang sedang di pakai, mengeringkan wajah dengan baju, membiarkan sarang laba-laba di dalam rumah, meremehkan shalat, cepat-cepat keluar dari masjid setelah shalat shubuh, berangkat pagi-pagi ke pasar, lamban pulang dari pasar, membeli kepingan roti dari orang fakir yang meminta-minta, mendo’akan buruk kepada anak, tidak menutup wadah dan memadamkan lampu dengan meniup, semua itu dapat menyebabkan kefakiran sebagaimana hal tersebut diterangkan dalam beberapa atsar (hadits para shahabat).

وكذا الكتابة بالقلم المعقود، والامتشاط بمشط منكسر، وترك الدعاء للوالدين، والتعمم قاعدا، والتسرول قائما، والبخل والتقتير، والإسراف، والكسل والتوانى والتهاؤن فى الأمور كل ذلك يورث الفقر.

Demikian pula; Menulis dengan pena rusak yang di ikat, menyisir dengan sisir patah, tidak mau mendo’akan kedua orang tua, memakai sorban sambil duduk, memakai celana sambil berdiri, pelit, terlalu irit, terlalu berlebihan, bermalas-malasan, bergerak lamban dan menyepelekan setiap urusan, semua itu menyebabkan kefakiran.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: استنزلوا الرزق بالصدقة

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Memohonlah turunnya rizki dengan cara bersedekah”.

والبكور مبارك يزيد فى جميع النعم خصوصا فى الرزق، وحسن الحظ من مفاتيح الرزق وبسط الوجه وطيب الكلام يزيد فى الرزق.

Bangun pagi-pagi itu di berkahi dan dapat menambah berbagai macam ni’mat terutama masalah rizki. Tulisan bagus termasuk salah satu di antara beberapa kunci rizki, berwajah ceria dan berkata lembut juga dapat menambah rizki.

وعن الحسن بن على رضي الله تعالى عنهما: كنس الفناء وغسل الإناء مجلبة للغنى.

Diriwayatkan dari Hasan bin ‘Ali radliyallahu ‘anhuma; “Menyapu halaman dan mencuci wadah, bisa menarik datangnya kekayaan”.

وأقوى الأسباب الجالبة المحصلة للرزق إقامة الصلاة بالتعظيم والخشوع، وتعديل الأركان وسائر واجباتها وسننها وآدابها،

Dan penyebab paling kuat untuk menarik datangnya rizki adalah menegakkan shalat dengan ta’dzim dan khusu’, menyempurnakan semua rukun, semua kewajiban, sunah-sunnah dan adab-adab shalat.

وصلاة الضحى فى ذلك معروفة مشهورة، وقراءة سورة الواقعة خصوصا بالليل وقت النوم، وقراءة الملك، والمزمل، والليل إذا يغشى وألم نشرح لك، وحضور المسجد قبل الأذان، والمداومة على الطهارة، وأداء سنة الفجر والوتر فى البيت. وأن لا يتكلم بكلام الدنيا بعد الوتر، ولا يكثر مجالسة النساء إلا عند الحاجة، وأن لا يتكلم بكلام لغو غير مفيد لدينه ودنياه.

Adapun shalat Dluha terkenal dan masyhur dalam hal menarik datangnya rizki. Begitu pula membaca surat Al-Waqi’ah terutama di malam hari pada waktu orang-orang sedang tidur, membaca surat Al-Mulk, surat Al-Muzzammil, surat wallaili idza yaghsya (Al-Lail), surat Alam nasyrah, hadir ke masjid sebelum adzan, selalu dalam keadaan suci, menunaikan shalat sunnat fajar dan shalat witir di rumah, dan setelah shalat witir hendaknya tidak berbicara mengenai urusan dunia, tidak terlalu sering duduk bersama wanita kecuali ada hajat, dan tidak berbicara dengan pembicaraan sia-sia yang tidak berguna bagi agama dan dunianya.


وقيل: من اشتغل بما لا يعنيه يفوته ما يعنيه.

Dikatakan; Barangsiapa sibuk dengan perbuatan yang tidak ada gunanya, maka ia akan kehilangan sesuatu yang berguna baginya.

قال بزرجمهر: إذا رأيت الرجل يكثر الكلام فاستيقن بجنونه.

Bazrajamhar berkata; Apabila kamu melihat orang yang banyak bicara, maka yakinilah bahwa ia adalah orang gila.

قال علي رضى الله تعالى عنه: إذا تم العقل نقص الكلام.

‘Aliy radliyallahu Ta’ala ‘anh berkata; “Jika akal telah sempurna, maka berkuranglah bicaranya”.

قال المصنف رحمه الله تعالى : اتفق لى فى هذا المعنى شعر:

Seorang penulis sya’ir rahimahullahu Ta’ala berkata; Aku menggubah bait sya’ir yang sesuai dengan ma’na pernyataan ini;

إِذَا تَمَّ عَقْلُ الْمَرْءِ قَلَّ كَلَامُهُ # وَأَيْقِنْ بِحُمْقِ الْمَرْءِ إِنْ كَانَ مُكْثِرَا

Jika telah sempurna akal seseorang, maka sedikitlah bicaranya # dan yakinilah akan ketololan seseorang jika ia banyak bicara

وقال آخر:
Penya’ir yang lain berkata;

اَلنُّطْقُ زَيْنٌ وَالسُّكُوْتُ سَلَامَةٌ # فَإِذَا نَطَقْتَ فَلَا تَكُنْ مِكْثَارًا
مَا اِنْ نَدِمْتَ عَلَى سُكُوْتِ مَرَّةٍ # وَلَقَدْ نَدِمْتَ عَلَى الْكَلَامِ مِرَارًا

Berbicara laksana perhiasan dan diam adalah keselamatan # maka jika kamu berbicara janganlah terlalu banyak
Karena diam, kamu tidak akan menyesal kecuali hanya sekali # tapi karena bicara, sungguh kamu akan menyesal berkali-kali

ومما يزيد فى الرزق: أن يقول كل يوم بعد انشقاق الفجر إلى وقت الصلاة: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مائة مرة، وأن يقول: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ كل يوم صباحا ومساء مائة مرة.

Di antara perkara yang dapat menyebabkan bertambahnya rizki adalah; Setiap hari setelah terbit fajar hingga masuk waktu shalat membaca;

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

(Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah segala puji bagi-Nya, aku mohon ampunan kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya).
Sebanyak 100x

Setiap pagi dan petang membaca;

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ

(Tiada Tuhan selain Allah, Raja yang sebenar-benarnya Yang Maha Menjelaskan)
Sebanyak 100x


وأن يقول بعد الفجر كل يوم: اَلْحَمْدُ لِلهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثلاثا وثلاثين مرة، وبعد صلاة المغرب أيضا،

Setiap hari setelah fajar dan setelah shalat maghrib membaca;

اَلْحَمْدُ لِلهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

(Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah dan tiada Tuhan selain Allah)
Sebanyak 33x

ويستغفر الله تعالى سبعين مرة بعد صلاة الفجر، ويكثر من قول: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، والصلاة على النبى صلى الله عليه وسلم

Setelah shalat fajar membaca istighfar sebanyak 70x, memperbanyak membaca;

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

(Tiada daya (menghindar dari ma’siyat) dan tiada kekuatan (ber’ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahabesar)
Serta memperbanyak membaca shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

ويقول يوم الجمعة سبعين مرة : اَللَّهُمَّ أَغْنِنِىْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاكْفِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

Setiap hari Jum’at membaca;

اَللَّهُمَّ أَغْنِنِىْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاكْفِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

(Ya Allah, jadikanlah aku kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan, dan cukupilah aku dengan anugerah-Mu dari yang selain diri-Mu)
Sebanyak 70x

ويقول هذا الثناء كل يوم وليلة :

Dan membaca pujian ini setiap siang dan malam;

أَنْتَ اللهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ, أَنْتَ اللهُ الْمَلِكُ الْقُدَّوْسُ, أَنْتَ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ, اَنْتَ اللهُ خَالِقُ الْخَيْرِ وَالشَّرِّ, أَنْتَ اللهُ خَالِقُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ, عَالِمُ السِّرِّ وَأَخْفَى, أَنْتَ اللهُ الْكَبِيْرُ الْمُتَعَالُ, أَنْتَ اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْئٍ وَاِلَيْهِ يَعُوْدُ كُلُّ شَيْئٍ, أَنْتَ اللهُ دَيَّانُ يَوْمِ الدِّيْنِ, لَمْ تَزَلْ وَلَا تَزَالُ, أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ, أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ، أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُلَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وْالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

(Engkaulah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, Engkaulah Allah Maharaja lagi Mahasuci, Engkaulah Allah Yang Mahapenyantun lagi Mahamulia, Engkaulah Allah Yang Menciptakan kebaikan dan keburukan, Engkaulah Allah Yang Menciptakan surga dan neraka, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, yang rahasia dan yang lebih tersembunyi, Engkaulah Allah Yang Mahabesar lagi Mahatinggi, Engkaulah Allah Pencipta segala sesuatu dan kepada-Nya lah segala sesuatu akan kembali, Engkaulah Allah Mahamembalas pada hari kiamat, Engkau tidak pernah berubah sejak dahulu kala dan tidak akan pernah berubah sampai kapan pun, Engkaulah Allah tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Maha Esa tempat meminta, tidak beranak dan tidak pula dipernakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya, Engkaulah Allah tiada Tuhan Kecuali Engkau Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Allah tiada Tuhan kecuali Engkau Maraja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga keamanan, Pemelihara keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Mahakuasa, Engkaulah Allah tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, bagi-Nya nama-nama yang indah, apa pun yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya, dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana).

ومما يزيد في العمر: البر, وترك الأذى, وتوقير الشيوح, وصلة الرحم, وأن يقول حين يصبح ويمسى كل يوم ثلاث مرات : سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ, وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ, وَمَبْلَغَ الرِّضَا, وَزِنَةَ الْعَرْشِ. وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ, وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَاللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ, وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ, وَمَبْلَغَ الرِّضَا, وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Dan di antara perkara yang dapat menyebabkan bertambahnya usia ialah; Berbuat kebajikan, meninggalkan perbuatan yang menyakitkan orang lain, memuliakan orang-orang tua, menyambung hubungan kekeluargaan (shilaturrahim), dan setiap hari setiap pagi dan petang membaca;

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ, وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ, وَمَبْلَغَ الرِّضَا, وَزِنَةَ الْعَرْشِ. وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ, وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَاللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ, وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ, وَمَبْلَغَ الرِّضَا, وَزِنَةَ الْعَرْشِ (3x)

(Subhanallah sepenuh mizan, setinggi ilmu, sejumlah ridha, seberat ‘arsy. La ilaha illallah sepenuh mizan, setinggi ilmu, sejumlah ridha, seberat ‘arsy. Allahu Akbar sepenuh mizan, setinggi ilmu, sejumlah ridha, seberat ‘arsy)
Sebanyak 3x

وأن يتحرز عن قطع الأشجار الرطبة إلا عند الضرورة, وإسباغ الوضوء والصلاة بالتعظيم, والقران بين الحج والعمرة, وحفظ الصحة

Disamping itu hendaknya menahan diri untuk tidak menebang pohon yang masih hidup kecuali terpaksa, menyempurnakan wudlu’, mengerjakan shalat dengan penuh ta’dhim, menggabung antara hajji dan ‘umrah dalam satu niyat dan pelaksanaan (hajji qiran), dan menjaga kesehatan.

Kesehatan Badan

ولا بد أن يتعلم شيئا من الطب, ويتبرك بالآثار الواردة فى الطب التى جمعه الشيخ الإمام أبو العباس المستغفري في كتابه المسمى : بطب النبى عليه الصلاة والسلام, يجده من يطلبه

Para pelajar tidak boleh tidak untuk mempelajari sesuatu dari ilmu kedokteran dan mengambil berkah dari beberapa atsar perihal kedokteran yang di himpun oleh Syaikhul Imam Abul ‘Abbas Al-Mustaghfiri yang di beri judul “Thibbun Nabi” ‘alaihishshalatu wassalam. Kitab ini sangat masyhur dan mu’tabar dikalangan para ‘ulama’, barangsiapa yang mencarinya, maka ia akan mendapatkannya.


Penutup;

والحمد لله على التمام, والصلاة والسلام على سيدنا محمد أفضل الرسل الكرام, وعلى آله وأصحابه.

Segala puji bagi Allah atas sempurnanya kitab ini, shalawat serta salam semoga tercurahkan atas junjungan kami Nabi Muhammad Rasul paling utama lagi mulia, atas segenap keluarga serta para shahabatnya.

Alhamdulillah, Berkat Petunjuk Dan Pertolongan-Nya Penerjemahan Kitab “TA’LIM AL MUTA’ALLIM” Telah Selesai Di Bengkulu Tengah (BENTENG) Pada Hari Senin Pagi Tanggal 05 Muharram 1438 H. / 25 September 2017 M.

Semoga Allah Ta’ala Senantiasa Menjadikan Kitab Ini Bermanfa’at Bagi Kita Semua, Serta Senantiasa Memberikan Rahmat, Maghfirah Dan Ridla-Nya Kepada Penyusun Kitab Ini, Penulisnya, Pembacanya, Kaum Muslimin Dan Muslimat Seluruhnya. Amin.



إن تجد فى التركيب والإعراب # عـيـبا فكن مـصلحا بالتـصويب 


Tammat
Wallahu ‘A’lam

Hal-Hal Yang Menyebabkan Kuatnya Hafalan Dan Yang Menyebabkan Lupa

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU
FASAL 12


فصل
فيما يورث الحفظ وفيما يورث النسيان

FASAL XII
Hal-hal Yang Menyebabkan Kuatnya Hafalan Dan Yang Menyebabkan Lupa

وأقوى أسباب الحفظ: الجد والمواظبة، وتقليل الغذاء، وصلاة الليل .

Sebab-sebab paling kuat yang dapat menyebabkan kuatnya hafalan ialah; bersungguh-sungguh, rajin, dan shalat malam.

وقراءة القرآن من أسباب الحفظ. قيل: ليس شيئ أزيد للحفظ من قراءة القرأن نظرا، والقراءة نظرا أفضل لقوله عليه الصلاة والسلام: أعظم أعمال أمتى قراءة القرآن نظرا

Membaca Al-Qur’an juga termasuk penyebab kuatnya hafalan. Bahkan ada yang mengatakan; Tiada sesuatu pun yang lebih bisa menguatkan hafalan daripada membaca Al-Qur’an dengan melihat. Dan membaca Al-Qur’an dengan melihat adalah lebih utama, berdasarkan sabda Nabi ‘alaihishshalatu wassalam; “’Amal-amal ummatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an dengan melihat”.

ورأى شداد بن حكيم بعض إخوانه فى المنام، فقال لأخيه: أى شيئ وجدته أنفع؟ قال: قراءة القرآن نظرا.

Syaddad bin Hakim pernah bermimpi bertemu dengan sebagian temannya yang telah mati. Lalu beliau bertanya kepada temannya; Apakah yang lebih bermanfa’at yang kamu temukan? Temannya menjawab; Membaca Al-Qur’an dengan melihat.

ويقول عند رفع الكتاب: بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ اَكْبَرُ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ الْعَزِيْزِ الَعَلِيْمِ، عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْآبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِيْنَ.

Para pelajar ketika mengambil kitab hendaknya membaca;

بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ اَكْبَرُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ الْعَزِيْزِ الَعَلِيْمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْآبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِيْنَ.

(Dengan menyebut Nama Allah, Maha suci Allah, segal puji bagi Allah dan tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur, Maha Agung, Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, sebanyak huruf yang telah tertulis dan yang akan di tulis selama-lamanya sepanjang masa).

ويقول بعد كل مكتوبة : آمَنْتُ بِاللهِ الْوَاحِدِ الْأَحَدِ الْحَقّ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَكَفَرْتُ بِمَا سِوَاهُ

Dan setiap selesai shalat maktubah membaca;

آمَنْتُ بِاللهِ الْوَاحِدِ الْأَحَدِ الْحَقّ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَكَفَرْتُ بِمَا سِوَاهُ

(Aku beriman kepada Allah Yang Satu, Yang Esa, Yang Haq, hanya Dia semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku ingkar kepada selain-Nya).

ويكثر الصلاة على النبى عليه الصلاة والسلام فإنه ذكر رحمة للعالمين.

Dan memperbanyak membaca shalawat atas Nabi ‘alaihishshalatu wassalam.
Karena sesungguhnya beliau menjadi rahmat bagi seluruh alam.

قيل شعر:
Seorang penya’ir berkata;

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِى # فَأَرْشَدَنِى إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِى

فَإِنَّ الْحِفْظَ فَضْلٌ مِنْ إِلَهٍ # وَفَضْلُ اللهِ لَا يُعْطَى لِعَاصِى

Aku mengadukan buruknya hafalanku kepada Syaikh Waki’ # maka beliau memberi petunjuk kepadaku untuk meninggalkan kema’siyatan

Karena sesungguhnya hafalan adalah anugerah dari Allah # dan anugerah Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat ma’siyat

والسواك وشرب العسل وأكل الكندر مع السكر وأكل إحدى وعشرين زبيبة حمراء كل يوم على الريق يورث الحفظ ويشفى من كثير من الأمراض والأسقام، وكل ما يقلل البلغم والرطوبات يزيد فى الحفظ، وكل ما يزيد فى البلغم يورث النسيان.

Bersiwak, minum madu, makan kandar (kemenyan) di campur gula, dan makan kismis (Anggur kering) merah 21 butir setiap hari di saat lapar, semua itu dapat menguatkan hafalan, dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Secara umum setiap sesuatu yang bisa mengurangi dahak dan mengurangi cairan tubuh dapat memperkuat hafalan, dan setiap sesuatu yang bisa menambah dahak dapat menyebabkan lupa.

وأما ما يورث النسيان فالمعاصى وكثرة الذنوب والهموم والأحزان فى أمور الدنيا، وكثرة الإشتغال والعلائق،

Adapun perkara yang dapat menyebabkan lupa yaitu; Perbuatan ma’siyat, banyak dosa, prihatin dan bersedih dalam urusan duniawi, terlalu sibuk dan banyak pekerjaan.

وقد ذكرنا أنه لا ينبغى للعاقل أن يهتم لأمر الدنيا لأنه يضر ولا ينفع، وهموم الدنيا لا تخلو عن الظلمة فى القلب، وهموم الآخرة لا تخلو عن النور فى القلب، ويظهر أثره فى الصلاة، فهم الدنيا يمنعه عن الخيرات، وهم الآخرة يحمله عليه

Kami telah mengemukakan bahwa sesungguhnya orang yang berakal tidak sepantasnya memprihatinkan urusan duniawi, karena hal itu akan membahayakan dan sama sekali tidak ada manfa’atnya.

Prihatin dalam urusan duniawi tidak terlepas dari akibat gelapnya hati, dan prihatin dalam urusan akhirat tidak terlepas dari akibat hatinya bercahaya yang pengaruhnya akan nampak di dalam shalatnya.

Ketika prihatin dalam urusan duniawi tidak terlepas dari akibat gelapnya hati, maka hal itu akan menghalanginya untuk berbuat kebajikan, (karena keduanya saling bertolak belakang), dan ketika prihatin dalam urusan akhirat tidak terlepas dari akibat hatinya bercahaya, maka hal itu akan mendorongnya untuk berbuat kebajikan, (karena keduanya saling berhubungan).

والإشتغال بالصلاة على الخشوع وتحصيل العلوم ينفى الهم والحزن، كما قال الشيخ الإمام نصر بن الحسن المرغينانى فى قصيدة له:

Menyibukkan diri dengan mengerjakan shalat dengan khusyu’ dan sibuk dengan mencari ilmu dapat menghilangkan prihatin dan sedih dalam urusan dunia, sebagaimana Asy-Syaikh Al-Imam Nashr bin Hasan Al-Marghibani berkata dalam sya’ir gubahannya;

اِسْتَعِنْ نَصْرَ بْنَ الْحَسَنْ # فِى كُلِّ عِلْمٍ يُحْتَزَنْ

ذَاكَ الَّذِى يُنْفِى الْحَزَنْ # وَغَيْرُهُ لَا يُؤْتَمَنْ

Mintalah pertolongan wahai Nashr bin Hasan # dalam setiap mencari ilmu yang tersimpan

Ilmu itu dapat menghilangkan kesedihan # dan yang lainnya tidak dapat di percaya

والشيخ الإمام الأجل نجم الدين عمر بن محمد النسفى فى أم ولد له (شعر):

Asy-Syaikh Al-Imam Al-Ajall Najmuddin ‘Umar bin Muhammad An-Nasafi menggubah beberapa bait sya’ir dalam hal menyifati Ummu Walad (budak wanita yang melahirkan anak) baginya;

سَلَامٌ عَلَى مَنْ تَيَمَّتْنِى بِظَرْفِهَا # وَلَمْعَةِ خَدَّيْهَا وَلَمْحَةِ طَرْفِهَا
سَبَتْنِى وَأَصْبَتْنِى فَتَاةٌ مَلِيْحَةٌ # تَحَيَّرَتِ الْأَوْهَامُ فِى كُنْهِ وَصْفِهَا
فَقُلْتُ: ذَرِيْنِى وَاعْذِرِيْنِى فَإِنَّنِى # شَغَفْتُ بِتَحْصِيْلِ الْعُلُوْمِ وَكَشْفِهَا
وَلِى فِى طُلَّابِ الْفَضْلِ وَالْعِلْمِ وَالتُّقَى # غِنًى عَنْ غِنَاءِ الْغَانِيَاتِ وَعَرْفِهَا

Aku ucapkan salam buat orang yang telah memikatku dengan kelembutannya # dengan kilauan kedua pipinya dan lirikan matanya
Seorang gadis ayu nan rupawan telah membuatku tertawan dan terpesona # akal pikiran pun tidak mampu melukiskan kesempurnaan sifatnya
Namun aku berkata; Tinggalkanlah aku dan ma’afkanlah aku, karena sesungguhnya aku # telah terlanjur cinta dengan mencari ilmu dan mengungkap rahasia ilmu
Dan bagiku dalam mencari keutamaan, ilmu, dan takwa # tidak butuh lagi kemerduan suara wanita dan keharumannya

وأما أسباب نسيان العلم: فأكل الكزبرة الرطبة، والتفاح الحامض، والنظر إلى المصلوب، وقراءة لوح القبور، والمرور بين قطار الجمال، وإلقاء القمل الحي على الأرض، والحجامة على نقرة القفا، فتجنبوها كلها يورث النسيان

Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan lupa yaitu; Makan ketumbar basah, apel masam, melihat sesuatu yang di salib, membaca tulisan batu nisan, berjalan di tenga-tengah barisan unta, melemparkan kutu yang masih hidup ketanah dan berbekam pada bagian tengkuk. Maka hindarilah olehmu, karena semua itu dapat menyebabkan lupa.

Bersikap Wira’i Pada Masa Belajar

KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU
FASAL 11


فصل
فى الورع فى حالة التعلم

FASAL XI
Bersikap Wira’i Pada Masa Belajar

روى بعضهم حديثا فى هذا الباب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: من لم يتورع فى تعلمه ابتلاه الله تعالى بأحد ثلاثة أشياء: إما أن يميته فى شبابه، أو يوقعه فى الرساتيق، أو يبتليه بخدمة السلطان؛ فمهما كان طالب العلم أورع كان علمه أنفع، والتعلم له أيسر وفوائده أكثر.

Sebagian ‘ulama meriwayatkan sebuah hadist dalam masalah wira’i,  dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda; “Barangsiapa tidak berlaku wira’i di waktu belajarnya, maka Allah Ta’ala akan mengujinya dengan salah satu dari tiga perkara; Allah akan mematikannya dalam keadaan masih muda, atau menempatkannya di suatu perkampungan di antara orang-orang bodoh, atau menjadikannya sebagai pelayan penguasa”.

Namun bilamana para pelajar semakin berlaku wira’i, maka ilmunya akan bertambah manfa’at, belajarnya lebih mudah dan mendapatkan faidah yang sangat banyak.

ومن الورع أن يتحرز عن الشبع وكثرة النوم وكثرة الكلام فيما لا ينفع

Termasuk berlaku wira’i ialah menghindar dari makan hingga kenyang, banyak tidur dan banyak berbicara tentang hal-hal yang tak bermanfa’at.

وأن يتحرز عن أكل طعام السوق إن أمكن، لأن طعام السوق أقرب إلى النجاسة والخباثة، وأبعد عن ذكر الله تعالى وأقرب إلى الغفلة، ولأن أبصار الفقراء تقع عليه ولا يقدرون على الشراء منه، فيتأذون بذلك فتذهب بركته.

Dan para pelajar harus menghindar dari makan makanan pasar jika memungkinkan, karena makanan pasart lebih mendekati najis dan kotor, menjauhkan dari berdzikir kepada Allah Ta’ala, lebih mendekati kepada kelalaian, dan karena pandangan orang-orang fakir tertuju padanya, tapi mereka tidak mampu membelinya, maka demikian itu dapat menyakiti hati mereka hingga akhirnya hilanglah keberkahannya.

وحكي أن الإمام الشيخ الجليل محمد بن الفضل كان فى حال تعلمه لايأكل من طعام السوق، وكان أبوه يسكن فى الرستاق ويهيئ طعامه ويدخل إليه يوم الجمعة، فرأى فى بيت ابنه خبز السوق يوما فلم يكلمه ساخطا على ابنه فاعتذر ابنه، فقال: ما اشتريته أنا ولم أرض به ولكن أحضره شريكى، فقال أبوه: لو كنت تحتاط وتتورع (عن مثله) لم يجترئ شريكك بذلك.
وهكذا كانوا يتورعون فلذلك وفقوا للعلم والنشر حتى بقى اسمهم إلى يوم القيامة.

Diceritakan bahwa Al-Imam Asy-Syaikh Al-Jalil Muhammad bin Fadl pada masa belajarnya, tidak pernah makan makanan pasar. Adapun ayahnya adalah orang yang tinggal di sebuah desa yang senantiasa menyiapkan makanan untuknya dan pergi menemuinya setiap hari Jum’at.

Pada suatu hari ayahnya melihat roti pasar dipemondokan putranya, maka ia tidak mahu bicara karena marah kepadanya. Lalu putranya mengemukakan alasan dan berkata; Aku tidak membeli roti ini, dan aku tidak suka dengannya, tapi temankulah yang membawanya kemari.

Lantas ayahnya berkata; Jika kamu berhati-hati dan berlaku wira’i, tentu temanmu tidak akan berani membawakanmu makanan pasar.

Demikianlah kehidupan ‘ulama’ tempo dulu yang senantiasa berlaku wira’i. oleh karena itu mereka di beri keluasan ilmu dan dapat mengajarkannya kepada para pelajar hingga nama mereka tetap di kenang sampai hari kiamat.

ووصى فقيه من زهاد الفقهاء طالب العلم أن تتحرز عن الغيبة وعن مجالسة المكثار، وقال: ان من يكثر الكلام يسرق عمرك ويضيع أوقاتك.

Seorang ahli fiqh dari kalangan ahli fiqh yang zuhud berwasiat kepada seorang pelajar agar menjaga diri dari menggunjing dan dari bermajlis (duduk bersama) dengan orang yang banyak bicara.

Ahli fiqh itu berkata; Sesungguhnya orang yang banyak bicara akan mencuri waktumu dan membuang-buang waktumu dengan percuma.

ومن الورع أن يجتنب من أهل الفساد والمعاصى والتعطيل، فإن المجاورة مؤثرة لامحالة، وأن يجلس مستقبل القبلة ويكون مستنا بسنة النبى صلى الله عليه وسلم، ويغتنم دعوة أهل الخير، ويتحرز عن دعوة المظلومين.

Termasuk berlaku wira’i yaitu menjauh dari orang yang suka berbuat kerusakan, kema’shiyatan dan pengangguran.
Karena pergaulan pasti membawa pengaruh.

Dan pelajar harus belajar dengan menghadap ke kiblat, serta menjalankan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, berusaha mendapatkan do’a orang yang suka berbuat kebajikan dan menghindar dari do’a orang yang teraniaya.

وحكي أن رجلين خرجا فى طلب العلم للغربة وكانا شريكين فرجعا بعد سنين إلى بلدهما وقد فقه أحدهما ولم يفقه الآخر، فتأمل فقهاء البلاد وسألوا عن حالهما وتكرارهما وجلوسهما فأخبروا أن جلوس الذى تفقه فى حال التكرار كان مستقبل القبلة والمصرالذى حصل العلم فيه والآخر كان مستدبر القبلة ووجهه إلى غير المصر. فاتفق العلماء والفقهاء أن الفقيه فقه ببركة استقبال القبلة إذ هو السنة فى الجلوس إلا عند الضرورة، وببركة دعاء المسلمين فإن المصر لا يخلو عن العباد وأهل الخير، فالظاهر أن عابدا من العباد دعا له فى الليل.

Diceritakan bahwa ada dua orang laki-laki yang pergi mencari ilmu ke suatu tempat yang sangat jauh, dan mereka selalu bersama-sama dalam hal ilmu.

Setelah bertahun-tahun lamanya mereka kembali kedaerahnya, dan ternyata yang satu alim fiqh dan yang satunya lagi tidak.

Maka para ahli fiqh di daerah itu mencermati dan bertanya perihal keadaan mereka berdua, belajarnya dan duduknya. Lalu orang-orang yang berteman dengan mereka semasa menuntut ilmu memberi kabar; Bahwa duduknya orang yang alim fiqh itu ketika belajar senantiasa menghadap ke arah kiblat dan ke arah kota tempat menimba ilmu, sedangkan orang yang satunya ketika belajar membelakangi kiblat dan wajahnya tidak menghadap ke arah kota.

Akhirnya para ‘ulama’ dan ahli fiqh sepakat bahwa orang tersebut menjadi alim fiqh berkat barakahnya menghadap kiblat, karena menghadap kiblat adalah sunnat dalam setiap keadaan kecuali darurat, dan juga berkat do’a orang-orang muslim, karena kota tidak terlepas dari para ahli ‘ibadah dan ahli berbuat kebajikan yang tentunya salah seorang dari ahli ibadah itu ada yang mendo’akannya di waktu malam.

فينبغى لطالب العلم أن لا يتهاون بالآداب والسنن، فإن من تهاون بالآدب حرم السنن، ومن تهاون بالسنن حرم الفرائض، ومن تهاون بالفرائض حرم الآخرة.
وبعضهم قال هذا حديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Maka bagi para pelajar jangan sampai meremehkan adab dan setiap kesunnahan. Karena barangsiapa meremehkan adab akan terhalang dari menjalankan kesunnahan, dan barangsiapa meremehkan kesunnahan akan terhalang dari menjalankan kewajiban, dan barangsiapa meremehkan kewajiban akan terhalang dari kebahagiaan akhirat yang telah dijanjikan.

Sebagian ‘ulama’ berkata; Ini merupakan hadits dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

وينبغى أن يكثر الصلاة، ويصلى صلاة الخاشعين، فإن ذلك عون له على التحصيل والتعلم.

Para pelajar harus banyak mengerjakan shalat-shalat sunnat dengan khusu’, sebab hal itu akan menjadi penolong baginya untuk mendapatkan ilmu dan kemudahan dalam belajar.
dapat membantunya mencapai kesuksesan belajar.

وأنشدت للشيخ الجليل الزاهد الحجاج نجم الدين عمر بن محمد النسفى:

Aku pernah dibacakan sya’ir gubahan Asy-Syaikh Al-Jalil Az-Zahid Al-Hujjaj Najmuddin ‘Umar bin Muhammad An-Nasafi;

كُنْ لِلْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِى حَافِظًا # وَعَلَى الصَّلَاةِ مُوَاظِبًا وَمُحَافِظًا

Jadilah kamu orang yang menjaga segala perintah dan larangan Allah # menjaga shalat dan senantiasa mengerjakannya dengan tekun

وَاطْلُب عُلُوْمَ الشَّرْعِ وَاجْهَدْ وَاسْتَعِنْ # بِالطَّيِّبَاتِ تَصِرْ فَقِيْهًا حَافِظًا

Carilah olehmu ilmu-ilmu syara’, bersungguh-sungguhlah dan mintalah pertolongan # dengan beramal baik, maka kamu akan menjadi ahli Fiqih yang dapat menjaga

وَاسْئَلْ إِلَهَكَ حِفْظَ حِفْظِكَ رَاغِبًا # فِى فَضْلِهِ فَاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا

Dan memohonlah kepada Tuhanmu untuk dapat menjaga hafalanmu, sangat berharap # terhadap anugerah-Nya, karena Allah adalah sebaik-baik Dzat Yang Menjaga

وقال:
Dan ‘Umar An-Nasafi membacakan bait sya’ir;

أَطِيْعُوْا وَجِدُّوْا وَلَا تَكْسَلُوْا # وَأَنْتُمْ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

وَلَا تَهْجَعُوْا فَخِيَارُ الْوَرَى # قَلِيْلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ

Patuhlah, bersungguh-sungguhlah dan janganlah kamu bermalas-malasan # karena kepada Tuhanmulah kamu akan kembali

Dan jangan banyak tidur, karena orang-orang pilihan itu # sedikit tidurnya di malam hari

وينبغى أن يستصحب دفترا على كل حال ليطالعه.

Para pelajar harus selalu membawa buku setiap waktu untuk tela’ah.

وقيل: من لم يكن الدفتر فى كمه لم تثبت الحكمة فى قلبه.

Dikatakan; “Barangsiapa di dalam sakunya tidak ada buku, maka hikmah tidak akan melekat dalam hatinya.

وينبغى أن يكون فى الدفتر بياض ويستصحب المحبرة ليكتب ما سمع (من العلماء المهرة).
وقد ذكرنا حديث هلال بن يسار.

Dan para pelajar harus membawa kertas kosong dan pena untuk mencatat apa yang di dengar dari para ‘ulama’ yang piawai.

Sehubungan dengan masalah ini, di atas kami telah mengemukakan hadits riwayat Hilal bin Yasar.

Kitab Mujarab

Cara Mudah Baca Kitab Kuning Untuk Pemula Bag. 19 Dan Bab منصوبات الأسماء Dan Bab مفعول به Lengkap + Contoh

بَابُ مَنْصُوْبَاتِ اْلأَسمَاءِ الْمَنْصُوْبَاتُ خَمْسَةَ عَشَرَ وَهِيَ: الْمَفْعُوْلُ بِهِ، وَالْمَصْدَرُ، وَظَرْفُ الزَّمَانِ وَظَرْفُ ا...