Tampilkan postingan dengan label Gramatika Qalbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gramatika Qalbu. Tampilkan semua postingan

Puncak Perjalanan Ruhani: بالله، ومن الله، وإلى الله Gramatika Qalbu: نحو القلوب

Ini adalah penutup yang sangat indah dari نحو القلوب. Penulis menutup kitab dengan mengambil bab حروف الجر (huruf-huruf yang menjarrkan isim), lalu menjadikannya puncak perjalanan ruhani: rendah hati kepada Allah, lalu dimuliakan oleh kedekatan kepada-Nya.

فصل

Pasal

حروف الجر: تخفض الأسماء
Huruf-huruf
جر membuat isim menjadi majrūr (rendah / berharakat kasrah).

Dalam nahwu:

Huruf jar seperti:

  • من
  • إلى
  • في
  • على
  • بـ
    dll.

membuat isim menjadi majrūr.

Contoh:

في البيتِ
di dalam rumah
البيتِ menjadi majrūr.

Lalu penulis membawa ke makna isyarat:

فلما علم المحققون أن الأشياء بالله، ومن الله، وإلى الله
Ketika para muḥaqqiqīn (orang-orang yang sampai pada hakikat) mengetahui bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan Allah, berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah...

Tiga maqam tauhid:

1) بالله — dengan Allah

Artinya:
tak ada daya kecuali dengan pertolongan Allah.

Ilmu → dari Allah
amal → dengan taufik Allah
kebaikan → karena karunia Allah

Seorang hamba tak bersandar pada dirinya.

2) من الله — dari Allah

Semua nikmat:

  • iman,
  • rezeki,
  • ilmu,
  • hidayah,
  • kesehatan,
  • kesempatan taat—

semuanya berasal dari Allah.

Tak ada yang murni milik kita.

3) إلى الله — kepada Allah

Semua kembali:

  • amal kembali dihisab oleh Allah,
  • ruh kembali kepada Allah,
  • perjalanan hidup berakhir di hadapan Allah.

Awal dari-Nya, berjalan dengan-Nya, kembali kepada-Nya.

Ini puncak ma‘rifat.

خفضوا أنفسهم تواضعا لله
Maka mereka merendahkan diri mereka sebagai bentuk tawadhu‘ kepada Allah.

Karena sadar semuanya dari Allah,
mereka tak lagi sombong.

Mereka:

  • rendah hati,
  • lembut,
  • merasa kecil di hadapan Allah,
  • tak melihat diri punya kelebihan.

Ini خفض النفس (merendahkan ego).

فتعززوا بالإضافة إلى جانب الله تعالى
Lalu mereka dimuliakan karena dinisbatkan kepada Allah Ta‘ala.

Indah sekali.

Siapa yang merendah karena Allah → Allah muliakan.

Kehinaan di hadapan Allah → kemuliaan di sisi Allah.

Sebagaimana ungkapan:

من تواضع لله رفعه الله
Siapa merendah karena Allah, Allah akan mengangkatnya.

أولئك الذين اصطفاهم الله لقربه، وجعلهم من حزبه
Mereka itulah orang-orang yang Allah pilih untuk dekat kepada-Nya, dan Dia jadikan mereka termasuk golongan-Nya.

Ini puncak perjalanan:

  • dipilih Allah,
  • didekatkan Allah,
  • dijadikan حزب الله (golongan Allah).

Tak ada kemuliaan lebih tinggi dari ini.

نسأل الله العظيم أن يجعلنا منهم، وأن يلحقنا بهم
Kami memohon kepada Allah Yang Mahaagung agar menjadikan kami termasuk golongan mereka, dan menyusulkan kami bersama mereka.

Ini doa penutup yang sangat tawadhu‘:
penulis tak mengklaim telah sampai,
tetapi memohon agar digolongkan bersama orang-orang dekat kepada Allah.

أنه كريم لطيف حليم وهاب، محسن متفضل جواد رحيم تواب
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Lembut, Maha Penyantun, Maha Pemberi Karunia, Maha Berbuat Baik, Maha Melimpahkan Keutamaan, Maha Dermawan, Maha Pengasih, lagi Maha Penerima Tobat.

Rangkaian Asmaul Husna sebagai penegasan:
harapan selalu ada.

وإليه المرجع والمآب
Dan kepada-Nyalah tempat kembali dan tempat pulang.

Ini penutup yang dalam:
akhir perjalanan hati:

kembali kepada Allah.

تم كتاب (نحو القلوب) بحمد الله وعونه
Selesailah kitab “Nahwu al-Qulūb” dengan pujian kepada Allah dan pertolongan-Nya.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.

Kesimpulan besar kitab:

Jika diringkas dari awal sampai akhir, نحو القلوب mengajarkan:

  • memperbaiki nama diri di sisi Allah,
  • membersihkan hati dari ilbas, waswas, dan ya’s,
  • mengangkat himmah kepada Allah,
  • memutus hati dari selain-Nya,
  • menjadi hamba yang dikenal di langit,
  • tajarrud dari dunia,
  • memperbaiki waktu kini,
  • tidak melihat amal diri,
  • menyaksikan Allah sebagai Fa‘il sejati,
  • menyembunyikan maqam,
  • membedakan haq dan batil,
  • menukar yang fana dengan yang kekal,
  • istiqamah,
  • lalu merendah di hadapan Allah.

Akhirnya:

خفضوا أنفسهم... فتعززوا
Mereka merendahkan diri... lalu Allah memuliakan mereka.

Itulah inti gramatika hati.

Kalimat penutup yang merangkum kitab ini:

Siapa yang membersihkan bahasa hatinya, akan fasih berbicara dengan Allah—bukan dengan lidah, tetapi dengan keadaan ruhnya.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Meneguhkan Iman, Mengokohkan Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو القلوب

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Ini adalah penutup yang sangat indah dari نحو القلوب. Penulis menutup kitab dengan mengambil bab حروف الجر (huruf-huruf yang menjarrkan isim), lalu menjadikannya puncak perjalanan ruhani: rendah hati kepada Allah, lalu dimuliakan oleh kedekatan kepada-Nya.

فصل

Pasal

حروف الجر: تخفض الأسماء
Huruf-huruf
جر membuat isim menjadi majrūr (rendah / berharakat kasrah).

Dalam nahwu:

Huruf jar seperti:

  • من
  • إلى
  • في
  • على
  • بـ
    dll.

membuat isim menjadi majrūr.

Contoh:

في البيتِ
di dalam rumah
البيتِ menjadi majrūr.

Lalu penulis membawa ke makna isyarat:

فلما علم المحققون أن الأشياء بالله، ومن الله، وإلى الله
Ketika para muḥaqqiqīn (orang-orang yang sampai pada hakikat) mengetahui bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan Allah, berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah...

Tiga maqam tauhid:

1) بالله — dengan Allah

Artinya:
tak ada daya kecuali dengan pertolongan Allah.

Ilmu → dari Allah
amal → dengan taufik Allah
kebaikan → karena karunia Allah

Seorang hamba tak bersandar pada dirinya.

2) من الله — dari Allah

Semua nikmat:

  • iman,
  • rezeki,
  • ilmu,
  • hidayah,
  • kesehatan,
  • kesempatan taat—

semuanya berasal dari Allah.

Tak ada yang murni milik kita.

3) إلى الله — kepada Allah

Semua kembali:

  • amal kembali dihisab oleh Allah,
  • ruh kembali kepada Allah,
  • perjalanan hidup berakhir di hadapan Allah.

Awal dari-Nya, berjalan dengan-Nya, kembali kepada-Nya.

Ini puncak ma‘rifat.

خفضوا أنفسهم تواضعا لله
Maka mereka merendahkan diri mereka sebagai bentuk tawadhu‘ kepada Allah.

Karena sadar semuanya dari Allah,
mereka tak lagi sombong.

Mereka:

  • rendah hati,
  • lembut,
  • merasa kecil di hadapan Allah,
  • tak melihat diri punya kelebihan.

Ini خفض النفس (merendahkan ego).

فتعززوا بالإضافة إلى جانب الله تعالى
Lalu mereka dimuliakan karena dinisbatkan kepada Allah Ta‘ala.

Indah sekali.

Siapa yang merendah karena Allah → Allah muliakan.

Kehinaan di hadapan Allah → kemuliaan di sisi Allah.

Sebagaimana ungkapan:

من تواضع لله رفعه الله
Siapa merendah karena Allah, Allah akan mengangkatnya.

أولئك الذين اصطفاهم الله لقربه، وجعلهم من حزبه
Mereka itulah orang-orang yang Allah pilih untuk dekat kepada-Nya, dan Dia jadikan mereka termasuk golongan-Nya.

Ini puncak perjalanan:

  • dipilih Allah,
  • didekatkan Allah,
  • dijadikan حزب الله (golongan Allah).

Tak ada kemuliaan lebih tinggi dari ini.

نسأل الله العظيم أن يجعلنا منهم، وأن يلحقنا بهم
Kami memohon kepada Allah Yang Mahaagung agar menjadikan kami termasuk golongan mereka, dan menyusulkan kami bersama mereka.

Ini doa penutup yang sangat tawadhu‘:
penulis tak mengklaim telah sampai,
tetapi memohon agar digolongkan bersama orang-orang dekat kepada Allah.

أنه كريم لطيف حليم وهاب، محسن متفضل جواد رحيم تواب
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Lembut, Maha Penyantun, Maha Pemberi Karunia, Maha Berbuat Baik, Maha Melimpahkan Keutamaan, Maha Dermawan, Maha Pengasih, lagi Maha Penerima Tobat.

Rangkaian Asmaul Husna sebagai penegasan:
harapan selalu ada.

وإليه المرجع والمآب
Dan kepada-Nyalah tempat kembali dan tempat pulang.

Ini penutup yang dalam:
akhir perjalanan hati:

kembali kepada Allah.

تم كتاب (نحو القلوب) بحمد الله وعونه
Selesailah kitab “Nahwu al-Qulūb” dengan pujian kepada Allah dan pertolongan-Nya.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.

Kesimpulan besar kitab:

Jika diringkas dari awal sampai akhir, نحو القلوب mengajarkan:

  • memperbaiki nama diri di sisi Allah,
  • membersihkan hati dari ilbas, waswas, dan ya’s,
  • mengangkat himmah kepada Allah,
  • memutus hati dari selain-Nya,
  • menjadi hamba yang dikenal di langit,
  • tajarrud dari dunia,
  • memperbaiki waktu kini,
  • tidak melihat amal diri,
  • menyaksikan Allah sebagai Fa‘il sejati,
  • menyembunyikan maqam,
  • membedakan haq dan batil,
  • menukar yang fana dengan yang kekal,
  • istiqamah,
  • lalu merendah di hadapan Allah.

Akhirnya:

خفضوا أنفسهم... فتعززوا
Mereka merendahkan diri... lalu Allah memuliakan mereka.

Itulah inti gramatika hati.

Kalimat penutup yang merangkum kitab ini:

Siapa yang membersihkan bahasa hatinya, akan fasih berbicara dengan Allah—bukan dengan lidah, tetapi dengan keadaan ruhnya.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Meneguhkan Iman, Mengokohkan Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو القلوب

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Meneguhkan Iman, Mengokohkan Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو القلوب

فصل

Pasal

التوكيد: هو التحقيق
Taukīd (penegasan) adalah pengukuhan / penetapan yang memastikan sesuatu menjadi nyata dan mantap.

Dalam nahwu:
التوكيد dipakai untuk:

  • menegaskan makna,
  • menghilangkan keraguan,
  • memperkuat maksud.

Contoh:

جاء زيدٌ نفسُه
Zaid sendiri datang.
atau
جاء القوم كلُّهم
Seluruh kaum datang semuanya.

Tujuannya: memastikan makna.

Lalu makna isyarat:

والقوم أكدوا إيمانهم بالتصديق
Dan kaum (ahlullah / para penempuh jalan Allah) meneguhkan iman mereka dengan tashdīq (pembenaran yang sungguh-sungguh).

تصديق bukan sekadar mengucap iman,
tetapi:

  • membenarkan Allah sepenuh hati,
  • membenarkan Rasul-Nya,
  • yakin kepada janji-Nya,
  • percaya kepada takdir-Nya.

Iman yang tidak goyah oleh ujian.

Ini taukid iman.

وعقدهم مع الله بالتوثيق
Dan mereka mengokohkan ikatan/perjanjian mereka dengan Allah dengan penguatan yang teguh.

العقد مع الله = perjanjian ruhani:

  • aku beribadah hanya kepada-Mu,
  • aku berharap hanya kepada-Mu,
  • aku kembali hanya kepada-Mu.

بالتوثيق = mengikatnya kuat-kuat:

  • dengan ikhlas,
  • dengan janji yang dijaga,
  • dengan komitmen yang tidak longgar.

Bukan iman musiman.

وشمروا في ملازمة الطريق
Dan mereka menyingsingkan lengan (bersungguh-sungguh) untuk terus menetapi jalan itu.

شمروا = bersiap serius, totalitas, tidak santai-santai.

ملازمة الطريق = terus melekat pada jalan:

  • istiqamah,
  • sabar,
  • terus berjalan,
  • tidak berhenti di tengah jalan.

Karena menuju Allah bukan sprint,
tetapi perjalanan panjang.

Maksud keseluruhan

Padanan penulis:

Nahwu

Ruhani

التوكيد

peneguhan iman

تحقيق

menjadikan iman nyata

menghilangkan keraguan

keyakinan yang kokoh

penguatan lafaz

penguatan janji kepada Allah

 

Inti fasal

Pesan utamanya:

Iman tidak cukup diucapkan; ia harus diteguhkan dengan keyakinan, diperkuat dengan komitmen kepada Allah, lalu dijaga dengan istiqamah di jalan-Nya.

Ringkasnya:

Benarkan imanmu, kokohkan janjimu, dan tetaplah berjalan.

Atau:

Taukid hati adalah ketika keyakinan menjadi teguh, janji menjadi kuat, dan langkah tetap istiqamah.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Akhir Perjalanan Gramatika Qalbu: بالله، ومن الله، وإلى الله - نحو القلوب

فصل

Pasal

التوكيد: هو التحقيق
Taukīd (penegasan) adalah pengukuhan / penetapan yang memastikan sesuatu menjadi nyata dan mantap.

Dalam nahwu:
التوكيد dipakai untuk:

  • menegaskan makna,
  • menghilangkan keraguan,
  • memperkuat maksud.

Contoh:

جاء زيدٌ نفسُه
Zaid sendiri datang.
atau
جاء القوم كلُّهم
Seluruh kaum datang semuanya.

Tujuannya: memastikan makna.

Lalu makna isyarat:

والقوم أكدوا إيمانهم بالتصديق
Dan kaum (ahlullah / para penempuh jalan Allah) meneguhkan iman mereka dengan tashdīq (pembenaran yang sungguh-sungguh).

تصديق bukan sekadar mengucap iman,
tetapi:

  • membenarkan Allah sepenuh hati,
  • membenarkan Rasul-Nya,
  • yakin kepada janji-Nya,
  • percaya kepada takdir-Nya.

Iman yang tidak goyah oleh ujian.

Ini taukid iman.

وعقدهم مع الله بالتوثيق
Dan mereka mengokohkan ikatan/perjanjian mereka dengan Allah dengan penguatan yang teguh.

العقد مع الله = perjanjian ruhani:

  • aku beribadah hanya kepada-Mu,
  • aku berharap hanya kepada-Mu,
  • aku kembali hanya kepada-Mu.

بالتوثيق = mengikatnya kuat-kuat:

  • dengan ikhlas,
  • dengan janji yang dijaga,
  • dengan komitmen yang tidak longgar.

Bukan iman musiman.

وشمروا في ملازمة الطريق
Dan mereka menyingsingkan lengan (bersungguh-sungguh) untuk terus menetapi jalan itu.

شمروا = bersiap serius, totalitas, tidak santai-santai.

ملازمة الطريق = terus melekat pada jalan:

  • istiqamah,
  • sabar,
  • terus berjalan,
  • tidak berhenti di tengah jalan.

Karena menuju Allah bukan sprint,
tetapi perjalanan panjang.

Maksud keseluruhan

Padanan penulis:

Nahwu

Ruhani

التوكيد

peneguhan iman

تحقيق

menjadikan iman nyata

menghilangkan keraguan

keyakinan yang kokoh

penguatan lafaz

penguatan janji kepada Allah

 

Inti fasal

Pesan utamanya:

Iman tidak cukup diucapkan; ia harus diteguhkan dengan keyakinan, diperkuat dengan komitmen kepada Allah, lalu dijaga dengan istiqamah di jalan-Nya.

Ringkasnya:

Benarkan imanmu, kokohkan janjimu, dan tetaplah berjalan.

Atau:

Taukid hati adalah ketika keyakinan menjadi teguh, janji menjadi kuat, dan langkah tetap istiqamah.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Akhir Perjalanan Gramatika Qalbu: بالله، ومن الله، وإلى الله - نحو القلوب

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل

Pasal

حروف العطف تتبع الآخر الأول
Huruf-huruf ‘athaf menjadikan kata yang terakhir mengikuti yang pertama.

Dalam nahwu:
kata yang di-‘athaf-kan (المعطوف) mengikuti kata sebelumnya (المعطوف عليه) dalam i‘rab.

Contoh:

جاء زيدٌ وعمروٌ
Zaid dan Amr datang.
عمروٌ mengikuti زيدٌ dalam rafa‘.

Maknanya:
yang kedua disambungkan kepada yang pertama.

Lalu makna isyarat:

وأهل الإشارة توسلوا إلى الله تعالى في العطف عليهم
Dan para ahli isyarat bertawassul kepada Allah agar Dia memberi ‘athf (kasih sayang/perhatian lembut) kepada mereka.

Kata العطف di sini indah sekali, karena punya dua lapis makna:

  1. Dalam nahwu = penghubung/penyambung.
  2. Dalam ruhani = kasih sayang, perhatian, kelembutan.

Mereka memohon:

Ya Allah, limpahkan perhatian dan kasih-Mu kepada kami.

واللطف بهم
Dan agar Dia berlaku lembut kepada mereka.

اللطف = kelembutan Ilahi:

  • menyelamatkan dari fitnah,
  • menolong secara halus,
  • memberi jalan keluar tak terduga,
  • menjaga hati dari keras,
  • memberi taufik tanpa terasa.

Dalam tasawuf:
luṭf Allah adalah rahmat tersembunyi yang bekerja diam-diam.

ليلحقهم بأهل قربه
Agar Allah menyusulkan mereka kepada orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Ini inti fasal.

Seperti kata yang di-‘athaf-kan ikut kata pertama,
mereka berharap:

disambungkan dengan ahlul-qurb (orang-orang dekat kepada Allah).

Yakni:

  • para nabi,
  • shiddiqin,
  • syuhada,
  • shalihin,
  • orang-orang ikhlas.

Bukan karena layak,
tetapi karena ‘athf dan luṭf Allah.

ويجعلهم من حزبه
Dan menjadikan mereka termasuk golongan-Nya.

حزب الله = golongan Allah:
orang-orang yang:

  • menolong agama-Nya,
  • mencintai-Nya,
  • setia kepada-Nya,
  • hidup dalam ketaatan.

Sebagaimana firman Allah:

“Ketahuilah, sesungguhnya حزب الله (golongan Allah) itulah orang-orang yang beruntung.”

Maksud keseluruhan

Padanan penulis:

Nahwu

Ruhani

عطف = menyambungkan

عطف = kasih sayang Allah

yang kedua mengikuti yang pertama

hamba berharap disambungkan dengan orang saleh

تابع

ikut jejak ahlul-qurb

حروف العطف

wasilah tersambung kepada Allah

 

Inti fasal

Pesan utamanya:

Jangan berharap sampai kepada Allah dengan kekuatan diri sendiri; mintalah ‘athf (kasih sayang) dan luṭf (kelembutan) Allah agar Dia menyambungkanmu dengan hamba-hamba pilihan-Nya.

Ringkasnya:

Yang membuat seseorang tersambung kepada orang-orang dekat dengan Allah bukan amalnya semata, tetapi kasih sayang Allah yang meng-‘athaf-kan dirinya kepada mereka.

Atau:

Jika Allah berkenan menyambungkanmu dengan orang-orang saleh, itu adalah salah satu bentuk luṭf-Nya yang terbesar.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب 

Meneguhkan Iman, Mengokohkan Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو القلوب

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل

Pasal

حروف العطف تتبع الآخر الأول
Huruf-huruf ‘athaf menjadikan kata yang terakhir mengikuti yang pertama.

Dalam nahwu:
kata yang di-‘athaf-kan (المعطوف) mengikuti kata sebelumnya (المعطوف عليه) dalam i‘rab.

Contoh:

جاء زيدٌ وعمروٌ
Zaid dan Amr datang.
عمروٌ mengikuti زيدٌ dalam rafa‘.

Maknanya:
yang kedua disambungkan kepada yang pertama.

Lalu makna isyarat:

وأهل الإشارة توسلوا إلى الله تعالى في العطف عليهم
Dan para ahli isyarat bertawassul kepada Allah agar Dia memberi ‘athf (kasih sayang/perhatian lembut) kepada mereka.

Kata العطف di sini indah sekali, karena punya dua lapis makna:

  1. Dalam nahwu = penghubung/penyambung.
  2. Dalam ruhani = kasih sayang, perhatian, kelembutan.

Mereka memohon:

Ya Allah, limpahkan perhatian dan kasih-Mu kepada kami.

واللطف بهم
Dan agar Dia berlaku lembut kepada mereka.

اللطف = kelembutan Ilahi:

  • menyelamatkan dari fitnah,
  • menolong secara halus,
  • memberi jalan keluar tak terduga,
  • menjaga hati dari keras,
  • memberi taufik tanpa terasa.

Dalam tasawuf:
luṭf Allah adalah rahmat tersembunyi yang bekerja diam-diam.

ليلحقهم بأهل قربه
Agar Allah menyusulkan mereka kepada orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Ini inti fasal.

Seperti kata yang di-‘athaf-kan ikut kata pertama,
mereka berharap:

disambungkan dengan ahlul-qurb (orang-orang dekat kepada Allah).

Yakni:

  • para nabi,
  • shiddiqin,
  • syuhada,
  • shalihin,
  • orang-orang ikhlas.

Bukan karena layak,
tetapi karena ‘athf dan luṭf Allah.

ويجعلهم من حزبه
Dan menjadikan mereka termasuk golongan-Nya.

حزب الله = golongan Allah:
orang-orang yang:

  • menolong agama-Nya,
  • mencintai-Nya,
  • setia kepada-Nya,
  • hidup dalam ketaatan.

Sebagaimana firman Allah:

“Ketahuilah, sesungguhnya حزب الله (golongan Allah) itulah orang-orang yang beruntung.”

Maksud keseluruhan

Padanan penulis:

Nahwu

Ruhani

عطف = menyambungkan

عطف = kasih sayang Allah

yang kedua mengikuti yang pertama

hamba berharap disambungkan dengan orang saleh

تابع

ikut jejak ahlul-qurb

حروف العطف

wasilah tersambung kepada Allah

 

Inti fasal

Pesan utamanya:

Jangan berharap sampai kepada Allah dengan kekuatan diri sendiri; mintalah ‘athf (kasih sayang) dan luṭf (kelembutan) Allah agar Dia menyambungkanmu dengan hamba-hamba pilihan-Nya.

Ringkasnya:

Yang membuat seseorang tersambung kepada orang-orang dekat dengan Allah bukan amalnya semata, tetapi kasih sayang Allah yang meng-‘athaf-kan dirinya kepada mereka.

Atau:

Jika Allah berkenan menyambungkanmu dengan orang-orang saleh, itu adalah salah satu bentuk luṭf-Nya yang terbesar.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب 

Meneguhkan Iman, Mengokohkan Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو القلوب

Kitab Mujarab

FIKIH ISLAM : Definisi Fikih Secara Bahasa

الْفِقْهُ الإِسْلاَمِيُّ تَعْرِيفُ الْفِقْهِ لُغَةً : FIKIH ISLAM Definisi Fikih Secara Bahasa: ١ - الْفِقْهُ لُغَةً: الْفَهْمُ م...