Imam
Al-Isfarayini menjelaskan kelompok Bakariyah, Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah,
dan Karramiyah dalam klasifikasi 72 golongan.
Pendahuluan
Dalam klasifikasi firqah yang
disusunnya, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan penyebutan
kelompok-kelompok yang termasuk dalam tujuh puluh dua golongan. Setelah
membahas Rafidhah, Khawarij, Mu'tazilah, dan Murji'ah, beliau menyebut beberapa
kelompok lain yang memiliki pengaruh dalam sejarah ilmu kalam, yaitu Bakariyah,
Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah, dan Karramiyah.
Bagian ini masih berupa klasifikasi
global. Penjelasan mengenai sejarah, tokoh, dan pokok-pokok ajaran
masing-masing kelompok akan dibahas secara lebih terperinci pada bab-bab
berikutnya dalam kitab.
Sumber
Kitab:
At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz
al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn
(التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق
الهالكين)
Penulis:
Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin
Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)
Penulis
Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini
merupakan ulama besar mazhab Syafi'i abad ke-5 Hijriah yang dikenal luas dalam
bidang akidah dan ilmu firqah. Karyanya At-Tabṣīr fī ad-Dīn menjadi
salah satu rujukan penting dalam menjelaskan berbagai kelompok dalam sejarah
Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Tema
Penyempurnaan Klasifikasi 72
Golongan dengan Kelompok Bakariyah, Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah, dan
Karramiyah
Terjemahan Lengkap
Ada satu kelompok yang disebut Bakariyah.
Ada satu kelompok yang disebut Najjariyah,
yang menetap di kota Ray dan daerah-daerah sekitarnya. Mereka terdiri atas
lebih dari sepuluh cabang, seperti:
- Barghutsiyah.
- Za'faraniyah.
- Mustadrikah.
- Dan cabang-cabang lainnya.
Namun seluruh cabang tersebut tetap
dihitung sebagai satu kelompok.
Ada pula satu kelompok yang disebut Dhirariyah.
Ada satu kelompok yang disebut Jahmiyah.
Dan ada satu kelompok Karramiyah
di wilayah Khurasan. Mereka terbagi menjadi tiga cabang, yaitu:
- Haqa'iqiyah.
- Thara'iqiyah.
- Ishaqiyah.
Meskipun demikian, semuanya tetap
dihitung sebagai satu kelompok, karena sebagian cabang mereka tidak
menganggap cabang lainnya kafir.
Dengan demikian, kelompok-kelompok
yang telah kami sebutkan berjumlah tujuh puluh dua golongan.
Artikel Pengembangan
Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini
menyelesaikan daftar kelompok yang menurut klasifikasinya termasuk dalam tujuh
puluh dua golongan. Setelah sebelumnya merinci kelompok-kelompok besar
beserta cabang-cabangnya, beliau menambahkan lima kelompok lagi sehingga jumlah
keseluruhannya menjadi lengkap.
Kelompok pertama adalah Bakariyah,
yang disebut secara singkat tanpa penjelasan rinci pada bagian ini. Penjelasan
mengenai keyakinan mereka akan dibahas pada bab tersendiri.
Selanjutnya adalah Najjariyah,
yang dinisbatkan kepada Husain bin Muhammad an-Najjar. Imam
Al-Isfarayini menjelaskan bahwa kelompok ini banyak berkembang di wilayah Ray
(sebuah kota penting di Persia kuno) dan daerah sekitarnya. Walaupun memiliki
lebih dari sepuluh cabang, seperti Barghutsiyah, Za'faraniyah,
dan Mustadrikah, seluruhnya tetap dipandang sebagai satu kelompok karena
masih memiliki landasan pemikiran yang sama.
Kemudian beliau menyebut Dhirariyah,
yang dinisbatkan kepada Dirar bin 'Amr, serta Jahmiyah, yang
berasal dari pemikiran Jahm bin Shafwan. Kedua kelompok ini memiliki
pembahasan tersendiri dalam literatur ilmu kalam karena perbedaan pandangan
mereka mengenai sifat-sifat Allah, kehendak manusia, dan persoalan akidah
lainnya.
Kelompok terakhir yang disebut
adalah Karramiyah, yang berkembang di wilayah Khurasan. Menurut Imam
Al-Isfarayini, mereka terbagi menjadi tiga cabang, yaitu Haqa'iqiyah, Thara'iqiyah,
dan Ishaqiyah. Meskipun memiliki beberapa cabang, seluruhnya dihitung
sebagai satu kelompok karena di antara mereka tidak saling mengafirkan. Hal ini
menunjukkan bahwa dalam metode klasifikasi Imam Al-Isfarayini, tingkat
perbedaan internal turut menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah suatu
cabang dihitung sebagai kelompok tersendiri atau tetap menjadi bagian dari
kelompok induknya.
Dengan selesainya penyebutan kelompok-kelompok
tersebut, Imam Al-Isfarayini menyatakan bahwa jumlah keseluruhan firqah yang
termasuk dalam kategori tujuh puluh dua golongan telah lengkap. Setelah
itu, pembahasan kitab akan beralih kepada uraian lebih rinci mengenai sejarah,
tokoh, dan keyakinan masing-masing kelompok satu per satu.
Perlu dipahami bahwa klasifikasi ini
merupakan pandangan teologis Imam Al-Isfarayini dalam tradisi ilmu firqah
Ahlus Sunnah. Sejumlah ulama lain menyusun klasifikasi yang berbeda, baik
dalam jumlah cabang maupun cara pengelompokannya. Oleh karena itu, daftar ini
lebih tepat dipahami sebagai salah satu model klasifikasi klasik yang
berpengaruh dalam sejarah pemikiran Islam.
Hikmah
- Sejarah pemikiran Islam memperlihatkan bahwa munculnya
berbagai aliran sering kali diikuti oleh munculnya cabang-cabang baru.
- Para ulama klasik menyusun klasifikasi sebagai sarana
untuk memudahkan pemahaman terhadap perkembangan berbagai kelompok.
- Perbedaan internal tidak selalu menyebabkan suatu
kelompok dipisahkan menjadi golongan yang berbeda apabila masih memiliki
pokok ajaran yang sama.
- Membaca kitab-kitab ilmu firqah perlu disertai
pemahaman terhadap konteks sejarah dan tujuan penulisnya.
- Pengetahuan sejarah akidah dapat memperkaya wawasan
sekaligus menumbuhkan sikap ilmiah dalam memahami perbedaan.
- Seorang Muslim hendaknya menjadikan Al-Qur'an, Sunnah,
dan penjelasan ulama yang terpercaya sebagai pedoman utama dalam menjaga
akidah.
Penutup
Melalui bagian ini, Imam
Al-Isfarayini menyempurnakan klasifikasi tujuh puluh dua golongan dengan
menyebut kelompok Bakariyah, Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah, dan Karramiyah.
Daftar tersebut menjadi fondasi bagi pembahasan-pembahasan berikutnya yang akan
mengulas secara lebih mendalam sejarah, tokoh, dan ajaran masing-masing
kelompok. Dengan demikian, pembaca memperoleh gambaran utuh mengenai struktur
klasifikasi firqah yang disusun dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn menurut
perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Teks Arab :
وَفرْقَة هم البكرية وَفرْقَة هم النجارية المقيمون
بِالريِّ ونواحيها وهم أَكثر من عشر فرق فِيمَا بَينهم كالبرغوثية والزعفرانية
والمستدركة وَغَيرهم ويعدون فرقة وَاحِدَة وَفرْقَة هم الضرارية وَفرْقَة هم
الْجَهْمِية وَفرْقَة هم كرامية خُرَاسَان وهم ثَلَاث فرق الحقائقية والطرائقية
والإسحاقية ويعدون فرقة وَاحِدَة لِأَن بعض فرقهم لَا يكفر بَعْضًا فَهَؤُلَاءِ
الَّذين ذَكَرْنَاهُمْ اثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ فرقة
Baca juga:
7 Kelompok Murji'ah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi
Murji'ah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn
Siapakah Golongan yang Selamat? Penjelasan Imam
Al-Isfarayini tentang Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam Hadis 73 Golongan
Imam
Al-Isfarayini menjelaskan kelompok Bakariyah, Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah,
dan Karramiyah dalam klasifikasi 72 golongan.
Pendahuluan
Dalam klasifikasi firqah yang
disusunnya, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan penyebutan
kelompok-kelompok yang termasuk dalam tujuh puluh dua golongan. Setelah
membahas Rafidhah, Khawarij, Mu'tazilah, dan Murji'ah, beliau menyebut beberapa
kelompok lain yang memiliki pengaruh dalam sejarah ilmu kalam, yaitu Bakariyah,
Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah, dan Karramiyah.
Bagian ini masih berupa klasifikasi
global. Penjelasan mengenai sejarah, tokoh, dan pokok-pokok ajaran
masing-masing kelompok akan dibahas secara lebih terperinci pada bab-bab
berikutnya dalam kitab.
Sumber
Kitab:
At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz
al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn
(التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق
الهالكين)
Penulis:
Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin
Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)
Penulis
Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini
merupakan ulama besar mazhab Syafi'i abad ke-5 Hijriah yang dikenal luas dalam
bidang akidah dan ilmu firqah. Karyanya At-Tabṣīr fī ad-Dīn menjadi
salah satu rujukan penting dalam menjelaskan berbagai kelompok dalam sejarah
Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Tema
Penyempurnaan Klasifikasi 72
Golongan dengan Kelompok Bakariyah, Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah, dan
Karramiyah
Terjemahan Lengkap
Ada satu kelompok yang disebut Bakariyah.
Ada satu kelompok yang disebut Najjariyah,
yang menetap di kota Ray dan daerah-daerah sekitarnya. Mereka terdiri atas
lebih dari sepuluh cabang, seperti:
- Barghutsiyah.
- Za'faraniyah.
- Mustadrikah.
- Dan cabang-cabang lainnya.
Namun seluruh cabang tersebut tetap
dihitung sebagai satu kelompok.
Ada pula satu kelompok yang disebut Dhirariyah.
Ada satu kelompok yang disebut Jahmiyah.
Dan ada satu kelompok Karramiyah
di wilayah Khurasan. Mereka terbagi menjadi tiga cabang, yaitu:
- Haqa'iqiyah.
- Thara'iqiyah.
- Ishaqiyah.
Meskipun demikian, semuanya tetap
dihitung sebagai satu kelompok, karena sebagian cabang mereka tidak
menganggap cabang lainnya kafir.
Dengan demikian, kelompok-kelompok
yang telah kami sebutkan berjumlah tujuh puluh dua golongan.
Artikel Pengembangan
Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini
menyelesaikan daftar kelompok yang menurut klasifikasinya termasuk dalam tujuh
puluh dua golongan. Setelah sebelumnya merinci kelompok-kelompok besar
beserta cabang-cabangnya, beliau menambahkan lima kelompok lagi sehingga jumlah
keseluruhannya menjadi lengkap.
Kelompok pertama adalah Bakariyah,
yang disebut secara singkat tanpa penjelasan rinci pada bagian ini. Penjelasan
mengenai keyakinan mereka akan dibahas pada bab tersendiri.
Selanjutnya adalah Najjariyah,
yang dinisbatkan kepada Husain bin Muhammad an-Najjar. Imam
Al-Isfarayini menjelaskan bahwa kelompok ini banyak berkembang di wilayah Ray
(sebuah kota penting di Persia kuno) dan daerah sekitarnya. Walaupun memiliki
lebih dari sepuluh cabang, seperti Barghutsiyah, Za'faraniyah,
dan Mustadrikah, seluruhnya tetap dipandang sebagai satu kelompok karena
masih memiliki landasan pemikiran yang sama.
Kemudian beliau menyebut Dhirariyah,
yang dinisbatkan kepada Dirar bin 'Amr, serta Jahmiyah, yang
berasal dari pemikiran Jahm bin Shafwan. Kedua kelompok ini memiliki
pembahasan tersendiri dalam literatur ilmu kalam karena perbedaan pandangan
mereka mengenai sifat-sifat Allah, kehendak manusia, dan persoalan akidah
lainnya.
Kelompok terakhir yang disebut
adalah Karramiyah, yang berkembang di wilayah Khurasan. Menurut Imam
Al-Isfarayini, mereka terbagi menjadi tiga cabang, yaitu Haqa'iqiyah, Thara'iqiyah,
dan Ishaqiyah. Meskipun memiliki beberapa cabang, seluruhnya dihitung
sebagai satu kelompok karena di antara mereka tidak saling mengafirkan. Hal ini
menunjukkan bahwa dalam metode klasifikasi Imam Al-Isfarayini, tingkat
perbedaan internal turut menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah suatu
cabang dihitung sebagai kelompok tersendiri atau tetap menjadi bagian dari
kelompok induknya.
Dengan selesainya penyebutan kelompok-kelompok
tersebut, Imam Al-Isfarayini menyatakan bahwa jumlah keseluruhan firqah yang
termasuk dalam kategori tujuh puluh dua golongan telah lengkap. Setelah
itu, pembahasan kitab akan beralih kepada uraian lebih rinci mengenai sejarah,
tokoh, dan keyakinan masing-masing kelompok satu per satu.
Perlu dipahami bahwa klasifikasi ini
merupakan pandangan teologis Imam Al-Isfarayini dalam tradisi ilmu firqah
Ahlus Sunnah. Sejumlah ulama lain menyusun klasifikasi yang berbeda, baik
dalam jumlah cabang maupun cara pengelompokannya. Oleh karena itu, daftar ini
lebih tepat dipahami sebagai salah satu model klasifikasi klasik yang
berpengaruh dalam sejarah pemikiran Islam.
Hikmah
- Sejarah pemikiran Islam memperlihatkan bahwa munculnya
berbagai aliran sering kali diikuti oleh munculnya cabang-cabang baru.
- Para ulama klasik menyusun klasifikasi sebagai sarana
untuk memudahkan pemahaman terhadap perkembangan berbagai kelompok.
- Perbedaan internal tidak selalu menyebabkan suatu
kelompok dipisahkan menjadi golongan yang berbeda apabila masih memiliki
pokok ajaran yang sama.
- Membaca kitab-kitab ilmu firqah perlu disertai
pemahaman terhadap konteks sejarah dan tujuan penulisnya.
- Pengetahuan sejarah akidah dapat memperkaya wawasan
sekaligus menumbuhkan sikap ilmiah dalam memahami perbedaan.
- Seorang Muslim hendaknya menjadikan Al-Qur'an, Sunnah,
dan penjelasan ulama yang terpercaya sebagai pedoman utama dalam menjaga
akidah.
Penutup
Melalui bagian ini, Imam
Al-Isfarayini menyempurnakan klasifikasi tujuh puluh dua golongan dengan
menyebut kelompok Bakariyah, Najjariyah, Dhirariyah, Jahmiyah, dan Karramiyah.
Daftar tersebut menjadi fondasi bagi pembahasan-pembahasan berikutnya yang akan
mengulas secara lebih mendalam sejarah, tokoh, dan ajaran masing-masing
kelompok. Dengan demikian, pembaca memperoleh gambaran utuh mengenai struktur
klasifikasi firqah yang disusun dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn menurut
perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Teks Arab :
وَفرْقَة هم البكرية وَفرْقَة هم النجارية المقيمون
بِالريِّ ونواحيها وهم أَكثر من عشر فرق فِيمَا بَينهم كالبرغوثية والزعفرانية
والمستدركة وَغَيرهم ويعدون فرقة وَاحِدَة وَفرْقَة هم الضرارية وَفرْقَة هم
الْجَهْمِية وَفرْقَة هم كرامية خُرَاسَان وهم ثَلَاث فرق الحقائقية والطرائقية
والإسحاقية ويعدون فرقة وَاحِدَة لِأَن بعض فرقهم لَا يكفر بَعْضًا فَهَؤُلَاءِ
الَّذين ذَكَرْنَاهُمْ اثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ فرقة
Baca juga:
7 Kelompok Murji'ah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi
Murji'ah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn
Siapakah Golongan yang Selamat? Penjelasan Imam
Al-Isfarayini tentang Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam Hadis 73 Golongan



