Akhir Riwayat Al-Azariqah: Perpecahan Internal dan Kehancuran Kelompok Khawarij Paling Kuat

Sejarah kehancuran Al-Azariqah akibat perpecahan internal dan kekalahan dari pasukan Al-Muhallab serta Al-Hajjaj menurut At-Tabshir fi ad-Din

Pendahuluan

Sejarah menunjukkan bahwa banyak kelompok besar tidak hanya runtuh karena serangan dari luar, tetapi juga akibat perselisihan di dalam tubuh mereka sendiri. Demikian pula yang dialami Al-Azariqah, cabang Khawarij yang pernah menjadi kekuatan militer terbesar pada masanya.

Dalam bagian ini, penulis menjelaskan bagaimana perpecahan para pemimpin Al-Azariqah melemahkan kekuatan mereka hingga akhirnya berhasil dihancurkan oleh pasukan yang dipimpin Al-Muhallab bin Abi Shufrah atas dukungan Al-Hajjaj bin Yusuf.

Sumber

Kitab: At-Tabshir fi ad-Din wa Tamyiz al-Firqah an-Najiyah 'an al-Firaq al-Halikin

Penulis

Thahir bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Isfarayini

Tema

Perpecahan internal dan berakhirnya kekuasaan kelompok Al-Azariqah.

Terjemahan Lengkap

Ketika Al-Hajjaj bin Yusuf diangkat menjadi penguasa Irak, ia tetap mempertahankan Al-Muhallab untuk memimpin peperangan melawan Al-Azariqah.

Al-Muhallab terus memerangi mereka hingga akhirnya muncul perselisihan di antara mereka sendiri. Abd Rabbih Al-Kabir menentang Qathari dan keluar menuju Jiruft di wilayah Kirman bersama tujuh ribu pengikutnya. Abd Rabbih Ash-Shaghir juga memisahkan diri dan menetap di daerah lain di wilayah Kirman.

Sementara itu, Al-Muhallab terus memerangi Qathari di daerah Sabur hingga berhasil mengalahkannya. Qathari kemudian melarikan diri ke Kirman, sedangkan Al-Muhallab terus mengejarnya dan memeranginya sampai ke wilayah Ray.

Setelah itu Al-Muhallab memusatkan perhatiannya untuk memerangi Abd Rabbih Ash-Shaghir hingga berhasil mengalahkan dan membunuhnya.

Selanjutnya Al-Hajjaj mengirim pasukan besar menuju Ray untuk menghadapi Qathari. Qathari mengalami kekalahan lalu melarikan diri ke Tabaristan. Pasukan pemerintah terus mengejarnya hingga berhasil membunuhnya. Dengan demikian Allah membebaskan kaum Muslimin dari ancamannya.

Adapun Ubaidah bin Al-Hilal Al-Yasykuri melarikan diri bersama sejumlah pengikutnya ke daerah Qumis. Pasukan Al-Hajjaj terus memburunya hingga berhasil membunuhnya.

Dengan demikian, menurut penulis, Allah membersihkan muka bumi dari seluruh kelompok Al-Azariqah sehingga tidak tersisa seorang pun dari mereka.

Artikel Pengembangan

Perpecahan Menjadi Awal Kehancuran

Setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan militer, Al-Azariqah akhirnya mengalami konflik kepemimpinan. Qathari bin Al-Fuja'ah yang sebelumnya menjadi pemimpin utama mulai ditentang oleh tokoh-tokoh penting dalam kelompoknya.

Munculnya kubu Abd Rabbih Al-Kabir dan Abd Rabbih Ash-Shaghir menyebabkan kekuatan mereka terpecah menjadi beberapa bagian. Perpecahan ini memudahkan pasukan pemerintah untuk menghadapi mereka secara bertahap.

Strategi Al-Muhallab

Al-Muhallab tidak menghadapi seluruh kekuatan Al-Azariqah sekaligus. Ia memanfaatkan kondisi lawan yang telah terpecah sehingga dapat mengejar setiap kelompok secara terpisah.

Strategi tersebut terbukti efektif. Satu demi satu pemimpin Al-Azariqah berhasil dikalahkan hingga tidak lagi mampu membangun kekuatan baru.

Peran Al-Hajjaj bin Yusuf

Setelah menjadi gubernur Irak, Al-Hajjaj tidak mengganti panglima perang yang telah berpengalaman. Ia justru mempertahankan Al-Muhallab sebagai komandan utama dan memperkuatnya dengan pasukan tambahan.

Kebijakan ini mempercepat berakhirnya perlawanan Al-Azariqah yang telah berlangsung hampir dua puluh tahun.

Berakhirnya Al-Azariqah

Menurut penulis, terbunuhnya Qathari bin Al-Fuja'ah dan Ubaidah bin Al-Hilal menjadi penutup sejarah Al-Azariqah sebagai kekuatan militer. Setelah para pemimpin mereka gugur dan para pengikutnya tercerai-berai, kelompok ini tidak lagi memiliki pengaruh sebagaimana sebelumnya.

Sebagai karya klasik, bagian ini merekam pandangan penulis mengenai berakhirnya Al-Azariqah berdasarkan tradisi sejarah yang diterimanya pada masa itu.

Hikmah

  • Perpecahan internal sering kali menjadi penyebab utama runtuhnya sebuah gerakan.
  • Kekuatan besar dapat melemah apabila kehilangan persatuan dan kepemimpinan yang solid.
  • Kesabaran, strategi, dan kesinambungan dalam menghadapi konflik sering memberikan hasil yang lebih efektif daripada tindakan yang tergesa-gesa.
  • Mempelajari sejarah membantu memahami bahwa dinamika politik dan keagamaan pada masa lalu sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Penutup

Bagian ini menjadi penutup kisah Al-Azariqah dalam At-Tabshir fi ad-Din. Setelah bertahun-tahun menjadi kelompok Khawarij yang paling kuat, mereka akhirnya melemah akibat perpecahan internal dan kekalahan beruntun di tangan Al-Muhallab bin Abi Shufrah yang didukung oleh pemerintahan Al-Hajjaj bin Yusuf. Menurut penulis, rangkaian peristiwa tersebut mengakhiri eksistensi Al-Azariqah sebagai kekuatan yang pernah mengguncang berbagai wilayah di dunia Islam.

Teks Arab :

وَلما ولي الْحجَّاج بن يُوسُف الْعرَاق أقرّ الْمُهلب على قِتَالهمْ وَكَانَ يقاتلهم إِلَى أَن ظهر بَينهم الْخلاف وَخَالف عبد ربه الْكَبِير قطريا وَخرج إِلَى جيرفت كرمان فِي سَبْعَة آلَاف رجل وَخَالفهُ أَيْضا عبد ربه الصَّغِير وانحاز إِلَى نَاحيَة من نواحي كرمان وَكَانَ الْمُهلب يُقَاتل قطريا بِنَاحِيَة سَابُور إِلَى ان هَزَمه فَخرج إِلَى كرمان وَكَانَ الْمُهلب يسير على أَثَره ويقاتله حَتَّى هَزَمه إِلَى الرّيّ ثمَّ كَانَ يُقَاتل عبد ربه الصَّغِير حَتَّى كفى شغله وَقَتله وَبعث الْحجَّاج عسكرا عَظِيما إِلَى الرّيّ فَقَاتلُوا قطريا فَانْهَزَمَ مِنْهُم إِلَى طبرستان وتبعوه حَتَّى قَتَلُوهُ وَكفى الله تَعَالَى شغله وَكَانَ قد هرب فِي جملَة من قومه إِلَى قومس عُبَيْدَة بن الْهلَال الْيَشْكُرِي فقصده جند الْحجَّاج حَتَّى قَتَلُوهُ وطهر الله وَجه الأَرْض من جملَة الْأزَارِقَة وَلم يبْق مِنْهُم وَاحِد

Wallahu A’lam...

Artikel Terkait:

Sejarah Al-Azariqah: Kelompok Khawarij Paling Kuat,Radikal, dan Berpengaruh dalam Sejarah Islam

Ajaran-Ajaran Ekstrem Golongan Azariqah: MenghalalkanDarah Kaum Muslim dan Menolak Hukum Rajam

Sejarah Kelompok Najdat Khawarij: Asal-Usul, Perpecahan, dan Kritik Ulama Ahlus Sunnah

Posting Komentar

0 Komentar

Featured post

Dalil Pertama dan Metode Ketiga tentang Keabadian Alam: Penjelasan Imam Al-Ghazali

Pendahuluan Dalam pembahasan sebelumnya, Imam Al-Ghazali telah menjelaskan beberapa metode yang digunakan untuk mempertahankan pandangan...