Pendahuluan
Jika kesetiaan adalah mahkota cinta,
maka pengkhianatan adalah racun yang menghancurkannya. Tidak ada luka yang
lebih menyakitkan dalam hubungan selain melihat kepercayaan yang diberikan
dengan tulus berubah menjadi alat untuk menyakiti.
Karena itu, setelah membahas panjang
lebar tentang kesetiaan, Imam Ibnu Hazm melanjutkan pembahasannya dengan tema
yang menjadi lawan dari kesetiaan, yaitu pengkhianatan (al-ghadr).
Beliau menjelaskan bahwa
pengkhianatan bukan sekadar tindakan buruk, tetapi salah satu sifat tercela
yang merusak hubungan, menghancurkan persahabatan, dan menghilangkan kehormatan
seseorang. Bahkan dalam dunia cinta, pengkhianatan sering kali meninggalkan
luka yang lebih dalam daripada perpisahan itu sendiri.
Sumber : Kitab Thauqul Hamamah fi al-Ulfah wa al-Ullaf
Penulis : Ibnu Hazm Al-Andalusi (384–456 H)
Tema : Pengkhianatan dalam Hubungan Cinta dan Persahabatan serta
Dampaknya terhadap Kepercayaan
Terjemahan Lengkap
Bab Pengkhianatan
Sebagaimana kesetiaan merupakan
salah satu sifat yang mulia dan akhlak yang terpuji, demikian pula
pengkhianatan termasuk sifat yang tercela dan dibenci.
Seseorang hanya disebut pengkhianat
apabila ia menjadi pihak yang memulai pengkhianatan tersebut.
Adapun orang yang membalas
pengkhianatan dengan tindakan yang setara—meskipun secara lahiriah perbuatannya
tampak sama—maka ia tidak disebut pengkhianat dan tidak tercela karena hal itu.
Allah Ta'ala berfirman:
"Balasan suatu kejahatan adalah
kejahatan yang setimpal dengannya."
(QS. Asy-Syura: 40)
Padahal kita mengetahui bahwa
balasan kedua itu pada hakikatnya bukanlah kejahatan.
Akan tetapi karena bentuknya
menyerupai perbuatan pertama, maka ia disebut dengan nama yang sama.
Penjelasan lebih rinci tentang hal
ini akan kami bahas dalam bab As-Suluw (melupakan cinta), insya Allah.
Karena pengkhianatan sangat sering
ditemukan pada pihak yang dicintai, maka kesetiaan yang muncul dari mereka
menjadi sesuatu yang langka dan mengagumkan.
Oleh sebab itu, sedikit kesetiaan
yang muncul dari mereka seolah memiliki nilai yang setara dengan banyak
kesetiaan dari orang lain.
Syair
Sedikit kesetiaan dari orang yang
dicintai terasa sangat agung,
sementara kesetiaan yang besar dari
mereka justru sangat jarang ditemukan.
Sebagaimana keberanian yang muncul
dari seorang pengecut terasa lebih mengagumkan,
dibanding keberanian yang biasa
dilakukan oleh seorang pemberani.
Pengkhianatan yang Paling Buruk
Di antara bentuk pengkhianatan yang
paling buruk adalah ketika seorang pecinta memiliki perantara yang dipercaya
untuk menyampaikan pesan kepada orang yang dicintainya.
Ia mempercayakan rahasia-rahasianya
kepada orang tersebut.
Namun ternyata sang perantara
berusaha merebut hati orang yang dicintai itu untuk dirinya sendiri.
Ia mengambil orang yang dipercayakan
kepadanya dan menjadikannya miliknya.
Tentang hal ini aku berkata:
Syair
Aku pernah menunjuk seorang utusan
untuk menyampaikan keinginanku,
aku mempercayainya karena
kebodohanku, tetapi ia justru memisahkan kami.
Ia memutus tali kasih sayangku, lalu
menguatkan hubungan cintanya sendiri.
Ia menjauhkan dariku segala sesuatu
yang dahulu mungkin kuraih.
Aku yang dahulu menjadi pusat
perhatian kini hanya menjadi saksi.
Dan ia yang dahulu menjadi tamu di
antara kami, kini justru menjadi pemilik tempat itu.
Kisah Nyata tentang Pengkhianatan Seorang Perantara
Qadhi Yunus bin Abdullah pernah
menceritakan kepadaku:
Aku masih ingat ketika muda dahulu
ada seorang budak perempuan yang tinggal di salah satu rumah.
Seorang pemuda terpelajar dari
kalangan bangsawan sangat mencintainya.
Perempuan itu juga mencintainya.
Mereka saling berkirim surat.
Perantara yang menyampaikan
surat-surat mereka adalah seorang pemuda sebaya yang sering keluar masuk
menemui perempuan tersebut.
Suatu hari perempuan itu ditawarkan
untuk dijual.
Pemuda yang mencintainya berniat
membelinya agar dapat hidup bersamanya.
Namun ternyata sang perantara
bergerak lebih cepat.
Dialah yang akhirnya membeli
perempuan itu.
Pada suatu hari ia masuk menemui
budak perempuan tersebut.
Ia melihat perempuan itu sedang
membuka sebuah laci untuk mencari sesuatu.
Ia lalu ikut memeriksa isi laci
tersebut.
Tiba-tiba ia menemukan sebuah surat
lama dari pemuda yang dahulu mencintainya.
Surat itu masih tersimpan rapi.
Masih harum oleh minyak wangi.
Masih dijaga dan dihormati dengan
baik.
Ia pun marah lalu berkata:
"Dari mana surat ini, wahai
perempuan durhaka?"
Perempuan itu menjawab:
"Engkaulah yang dahulu
mengantarkannya kepadaku."
Ia berkata:
"Mungkin surat ini ditulis
setelah masa itu."
Perempuan tersebut menjawab:
"Tidak. Surat ini adalah surat
lama yang engkau sendiri tahu kisahnya."
Mendengar jawaban itu, ia terdiam.
Seakan-akan sebuah batu besar
dimasukkan ke dalam mulutnya.
Ia tidak mampu berkata apa-apa lagi.
Artikel Pengembangan
Amanah yang Berubah Menjadi Pengkhianatan
Kisah yang dibawakan Ibnu Hazm
menunjukkan bagaimana sebuah amanah dapat berubah menjadi pengkhianatan.
Seorang sahabat dipercaya menjadi
penghubung.
Ia mengetahui rahasia hubungan dua
orang yang saling mencintai.
Namun alih-alih menjaga kepercayaan
itu, ia memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri.
Inilah bentuk pengkhianatan yang sangat
berat karena dilakukan terhadap orang yang telah memberikan kepercayaan penuh.
Mengapa Pengkhianatan Sangat Menyakitkan?
Musuh yang menyakiti kita memang
menyedihkan.
Tetapi pengkhianatan terasa jauh
lebih menyakitkan karena datang dari orang yang dipercaya.
Semakin besar kepercayaan yang
diberikan, semakin dalam luka yang ditinggalkan.
Karena itu Islam menempatkan amanah
sebagai salah satu fondasi utama akhlak.
Ketika amanah hilang, hubungan
manusia pun mulai runtuh.
Surat yang Tidak Pernah Dibuang
Bagian paling menyentuh dari kisah
ini adalah ditemukannya surat lama yang masih disimpan dengan penuh
penghormatan.
Hal itu menunjukkan bahwa cinta yang
tulus sering kali meninggalkan jejak yang panjang dalam hati.
Meskipun keadaan berubah, kenangan
yang jujur tidak mudah dihapus.
Surat tersebut menjadi saksi bahwa
hubungan yang dibangun dengan ketulusan lebih kuat daripada hubungan yang
dibangun dengan tipu daya.
Kesetiaan dan Pengkhianatan Tidak Pernah Sama
Ibnu Hazm sejak awal menempatkan
kesetiaan dan pengkhianatan sebagai dua kutub yang berlawanan.
Kesetiaan membangun.
Pengkhianatan merusak.
Kesetiaan memperkuat kepercayaan.
Pengkhianatan menghancurkannya.
Karena itu seseorang mungkin
memperoleh keuntungan sesaat melalui pengkhianatan, tetapi ia kehilangan
sesuatu yang jauh lebih berharga: kehormatan dirinya.
Amanah dalam Persahabatan dan Dakwah
Pelajaran ini tidak hanya berlaku
dalam hubungan cinta.
Dalam kehidupan sehari-hari,
seseorang sering dipercaya menyimpan rahasia, informasi, atau urusan orang lain.
Jika amanah itu digunakan untuk
kepentingan pribadi, maka hakikatnya ia telah melakukan pengkhianatan yang
sama, meskipun bentuknya berbeda.
Hikmah
- Pengkhianatan adalah lawan dari kesetiaan.
- Orang yang memulai pengkhianatan memikul dosa moral
yang besar.
- Amanah merupakan fondasi utama setiap hubungan.
- Pengkhianatan paling menyakitkan datang dari orang yang
dipercaya.
- Rahasia orang lain tidak boleh dimanfaatkan untuk
keuntungan pribadi.
- Kesetiaan adalah sifat langka yang sangat berharga.
- Keuntungan yang diperoleh melalui pengkhianatan sering
berakhir dengan penyesalan.
- Hubungan yang dibangun di atas amanah lebih kuat
daripada hubungan yang dibangun dengan tipu daya.
- Kehormatan seseorang lebih berharga daripada kemenangan
sesaat.
- Orang yang menjaga amanah akan memperoleh kepercayaan
manusia dan ridha Allah.
Penutup
Dalam Bab Al-Ghadr, Ibnu Hazm
mengingatkan bahwa pengkhianatan bukan sekadar kesalahan biasa, tetapi penyakit
akhlak yang mampu menghancurkan hubungan, persahabatan, dan kepercayaan yang
dibangun selama bertahun-tahun.
Melalui kisah nyata tentang seorang
perantara yang merebut orang yang dipercayakan kepadanya, beliau menunjukkan
betapa bahayanya ketika amanah digunakan untuk kepentingan pribadi. Keuntungan
yang tampak di permukaan tidak mampu menghapus luka yang ditinggalkan oleh
pengkhianatan.
Sebaliknya, kesetiaan dan amanah
akan selalu menjadi fondasi hubungan yang sehat. Sebab manusia mungkin
melupakan banyak hal, tetapi mereka jarang melupakan orang yang pernah
mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Referensi:
باب الغدر
وكما أن الوفاء من سري النعوت
ونبيل الصفات، فكذلك الغدر من ذميمها ومكروهها، وإنما يسمى غدرًا من البادئ به،
وأما المقارض بالغدر على مثله - وإن استوى معه في حقيقة الفعل - فلييس بغدر ولا هو
معيبًا بذلك، والله عز وجل يقول:) وجزاء سيئة سيئة مثلها «الشورى: ٤٠) وقد علمنا
أن الثانية ليست بسيئة، ولكن لما جانست الأولى في الشبه أوقع عليها مثل اسمها،
وسيأتي هذا مفسرًا في باب السلو إن شاء الله.
ولكثرة وجود الغدر في المحبوب
استغرب الوفاء منه، فصار قليله الواقع منهم يقاوم الكثير الموجود في سواهم.
وفي ذلك أقول: [من الوافر] .
قليل وفاء من يهوى يجل ...
وعظم وفاء من يهوى يقل فنادرة الجبان أجل مما ... يجيء به الشجاع المستقل ومن قبيح
الغدر أن يكون للمحب سفير إلى محبوبه يستريح إليه بأسراره فيسعى حتى يقلبه إلى
نفسه ويستأثر به دونه؛ وفيه أقول: [من الطويل] .
أقمت سفيرًا قاصدًا في مطالبي
... وثقت به جهلًا فضرب بيننا وحل عرى ودي وأثبت وده ... وأبعد عني كل ما كان
ممكنا
فصرت شهيدًا بعدما كنت مشهدا
... وأصبح ضيفًا بعدما كان ضيفنا خبر: ولقد حدثني القاضي يونس بن عبد الله قال:
أذكر في الصبا جارية في بعض السدد يهواها فتى من أهل الأدب من أبناء الملوك وتهواه
ويتراسلان، وكان السفير بينهما والرسول بكتبهما فتى من أترابه كان يصل إليها، فلما
عرضت الجارية للبيع أراد الذي كان يحبها ابتياعها، فبدر الذي كان رسولًا فاشتراها.
فدخل عليها يومًا فوجدها قد
فتحت درجًا لها تطلب فيه بعض حوائجها، فأتى إليها وجعل يفتش الدرج، فخرج إليه كتاب
من ذلك الفتى الذي كان يهواها مضمخًا بالغالية مصونًا مكرمًا، فغضب وقال: من أين
هذا يا فاسقه قالت: أنت سقته إلي، فقال: لعله محدث بعد ذلك الحين، فقالت: ما هو
إلا من قديم تلك التي تعرف؛ قال: فكأنما ألقمته حجرًا، فسقط في يده وسكت.
Baca juga:
Bangga dengan Kesetiaan: Ketika Wafa’ Menjadi Kemuliaan Hidup MenurutIbnu Hazm
Perpisahan dalam Cinta: Luka yang Lebih Berat dari Kematian Menurut Ibnu
Hazm


0 Komentar