Pendahuluan
Setiap pertemuan pada akhirnya akan
berujung pada perpisahan. Tidak ada kebersamaan yang berlangsung selamanya di
dunia ini. Sebagaimana manusia dilahirkan untuk suatu hari meninggalkan
kehidupan, demikian pula setiap hubungan pasti akan mengalami masa berpisah,
baik sementara maupun selamanya.
Karena itu, para pecinta sejak
dahulu menjadikan perpisahan sebagai salah satu ujian terberat dalam perjalanan
cinta. Tidak sedikit orang yang mampu menghadapi kemiskinan, kesulitan hidup,
atau berbagai musibah dunia, tetapi tidak sanggup menanggung beban perpisahan
dari orang yang dicintainya.
Dalam Bab Al-Bain (Perpisahan), Imam
Ibnu Hazm menjelaskan bahwa perpisahan adalah salah satu bencana terbesar yang
menimpa hati manusia. Bahkan sebagian orang bijak menganggap bahwa kematian
hanyalah saudara dari perpisahan, karena keduanya sama-sama memisahkan manusia
dari orang yang dicintainya.
Sumber : Kitab Thauqul Hamamah fi al-Ulfah wa al-Ullaf
Penulis : Ibnu Hazm Al-Andalusi (384–456 H)
Tema : Hakikat Perpisahan dan Dampaknya terhadap Hati Orang yang
Mencintai
Terjemahan Lengkap
Bab Perpisahan
Kita mengetahui bahwa setiap
pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan.
Setiap orang yang dekat suatu saat
akan berjauhan.
Demikianlah sunnatullah yang berlaku
atas manusia dan negeri-negeri hingga Allah mewarisi bumi dan seluruh isinya,
dan Dia adalah sebaik-baik pewaris.
Tidak ada satu pun musibah dunia
yang dapat menyamai beratnya perpisahan.
Seandainya air mata berubah menjadi
aliran ruh yang keluar dari tubuh, niscaya itu pun masih belum cukup untuk
menggambarkan beratnya perpisahan.
Sebagian orang bijak pernah
mendengar seseorang berkata:
"Perpisahan adalah saudara
kematian."
Maka ia menjawab:
"Bukan, justru kematianlah
saudara perpisahan."
Macam-Macam Perpisahan
Perpisahan terbagi menjadi beberapa
jenis.
1.
Perpisahan yang Diketahui Akan Berakhir
Jenis pertama adalah perpisahan yang
sudah diketahui batas akhirnya.
Seseorang yakin bahwa perpisahan itu
akan segera berakhir dan pertemuan kembali akan terjadi dalam waktu dekat.
Meskipun demikian, ia tetap menjadi
duri yang menusuk hati dan ganjalan yang menyakitkan di tenggorokan.
Luka itu tidak akan sembuh kecuali
dengan kembalinya orang yang dicintai.
Aku mengetahui orang-orang yang
hanya berpisah dengan kekasihnya selama satu hari saja.
Namun mereka mengalami kegelisahan
yang luar biasa.
Pikiran mereka kacau.
Kesedihan datang bertubi-tubi.
Kecemasan menguasai hati mereka
seolah-olah perpisahan itu berlangsung bertahun-tahun.
2.
Perpisahan Karena Terhalang Bertemu
Jenis kedua adalah ketika seseorang
dilarang bertemu dengan orang yang dicintainya.
Atau terdapat pengawasan dan
pembatasan yang membuat keduanya tidak dapat saling melihat.
Meskipun orang yang dicintai tinggal
dalam rumah yang sama atau berada sangat dekat, keadaan itu tetap disebut
perpisahan.
Karena hakikatnya ia terpisah
darimu.
Keadaan seperti ini melahirkan
kesedihan dan penyesalan yang sangat besar.
Aku sendiri pernah mengalaminya.
Dan sungguh rasanya sangat pahit.
Tentang keadaan itu aku berkata:
Syair
Aku melihat rumahnya setiap saat dan
setiap waktu.
Namun orang yang berada di dalam
rumah itu tersembunyi dariku.
Apa manfaat dekatnya rumah dan para
penghuninya,
jika ada pengawas yang selalu
menghalangiku untuk bertemu?
Betapa anehnya keadaan seorang
tetangga dekat.
Aku mendengar suaranya.
Tetapi negeri Cina terasa lebih
dekat dan lebih mudah dijangkau daripada dirinya.
Seperti orang yang kehausan melihat
air dengan matanya sendiri.
Namun tidak ada jalan yang dapat
membawanya menuju air itu.
Demikian pula seseorang yang
tersembunyi darimu di dalam kubur.
Padahal yang memisahkan kalian
hanyalah batu nisan yang menutupinya.
Syair
Lain tentang Perpisahan
Dalam sebuah qasidah panjang aku
juga berkata:
Kapankah jiwa yang telah dilukai
kerinduan akan sembuh?
Sedangkan rumah yang dahulu dekat
kini telah dijauhkan oleh perpisahan.
Aku masih mengingat Hind, tetangga
rumah kami dahulu.
Namun kini negeri India terasa lebih
dekat bagi pencarinya daripada Hind itu sendiri.
Benar, kedekatan tempat tinggal
tetap memiliki sedikit hiburan.
Sebagaimana orang yang kehausan
merasa terhibur ketika melihat sumber air meskipun belum dapat meminumnya.
Artikel Pengembangan
Mengapa Perpisahan Begitu Menyakitkan?
Perpisahan menyakitkan karena
manusia diciptakan dengan kemampuan mencintai.
Ketika cinta telah tumbuh, kehadiran
orang yang dicintai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Saat kehadiran itu hilang, hati
merasakan kekosongan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Karena itu perpisahan bukan hanya
persoalan jarak fisik, tetapi juga kehilangan kebiasaan, kenangan, dan harapan
yang pernah hidup bersama.
Lebih Sulit Saat Orang Itu Dekat Tetapi Tak Bisa Ditemui
Ibnu Hazm menyebut bentuk perpisahan
yang unik.
Yaitu ketika orang yang dicintai
sebenarnya berada sangat dekat.
Mungkin hanya dipisahkan oleh
dinding rumah.
Mungkin tinggal di lingkungan yang
sama.
Namun berbagai keadaan membuat
keduanya tidak dapat bertemu.
Keadaan ini sering kali lebih
menyakitkan daripada perpisahan karena jarak jauh.
Sebab mata masih dapat melihat
tempatnya.
Telinga masih dapat mendengar
kabarnya.
Tetapi tangan tidak mampu
menjangkaunya.
Antara Harapan dan Kesabaran
Perpisahan sementara biasanya masih
menyimpan harapan.
Harapan itulah yang membuat
seseorang bertahan.
Namun harapan juga dapat menjadi
sumber kegelisahan.
Setiap hari terasa panjang.
Setiap penantian terasa lambat.
Karena itu kesabaran menjadi bekal
utama dalam menghadapi perpisahan.
Kedekatan yang Menenangkan
Menariknya, Ibnu Hazm mengakui bahwa
kedekatan tempat tetap memberikan sedikit hiburan.
Meskipun tidak bisa bertemu,
mengetahui bahwa orang yang dicintai masih berada di dekat kita dapat
mengurangi sebagian rasa sakit.
Seperti orang haus yang melihat air
dari kejauhan.
Ia belum dapat meminumnya, tetapi
keberadaan air itu tetap memberi harapan.
Perpisahan sebagai Ujian Kehidupan
Tidak ada manusia yang terlepas dari
perpisahan.
Anak berpisah dengan orang tua.
Sahabat berpisah karena perjalanan.
Pasangan berpisah karena keadaan.
Dan pada akhirnya seluruh manusia
akan berpisah melalui kematian.
Karena itu perpisahan bukan sekadar
bagian dari kisah cinta, melainkan bagian dari perjalanan hidup setiap manusia.
Hikmah
- Setiap pertemuan pada akhirnya akan mengalami
perpisahan.
- Perpisahan termasuk ujian terbesar yang menimpa hati
manusia.
- Jarak yang dekat tidak selalu menghilangkan rasa terpisah.
- Harapan untuk bertemu kembali dapat menjadi penghibur
sekaligus ujian.
- Kesabaran adalah bekal utama menghadapi perpisahan.
- Kedekatan fisik tidak selalu berarti kedekatan hati.
- Kerinduan merupakan konsekuensi alami dari cinta yang
tulus.
- Kehadiran orang yang dicintai adalah nikmat yang sering
baru disadari ketika hilang.
- Perpisahan mengajarkan manusia menghargai setiap momen
kebersamaan.
- Seluruh kehidupan dunia pada hakikatnya adalah
perjalanan menuju perpisahan terakhir.
Penutup
Dalam Bab Al-Bain, Ibnu Hazm
mengingatkan bahwa perpisahan adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari oleh
siapa pun. Sebagaimana setiap awal memiliki akhir, setiap pertemuan pun
memiliki waktunya untuk berpisah.
Namun di balik kesedihan itu
terdapat pelajaran yang besar. Perpisahan mengajarkan manusia tentang nilai
kebersamaan, pentingnya kesetiaan, dan arti kesabaran. Ia membuat hati
menyadari betapa berharganya orang-orang yang selama ini hadir di sekitarnya.
Karena itu, selama kesempatan masih
ada, jagalah hubungan dengan baik, manfaatkan waktu bersama orang-orang yang
dicintai, dan syukuri setiap pertemuan. Sebab suatu hari nanti, setiap kenangan
akan menjadi harta yang paling berharga ketika perpisahan akhirnya datang.
Referensi:
باب البين
وقد علمنا أنه لابد لكل مجتمع
من افتراق، ولكل دان من تناء، وتلك عادة الله في العباد والبلاد حتى يرث الله
الأرض ومن عليها وهو خير الوارثين.
وما شيء من دواهي الدنيا يعدل
الافتراق، ولو سالت الأرواح به فضلًا عن الدموع كان قليلا.
وسمع بعض الحكماء قائلًا
يقول: الفراق أخو الموت، فقال: بل الموت أخو الفراق.
والبين ينقسم أقسامًا:
١ - فأولها مدة يوقن
بانصرامها وبالعودة عن قريب، وإنه لشجى في القلب، وغصة في الحلق لا تبرأ إلا
بالرجعة.
وأنا أعلم من كان يغيب من يحب
عن بصره يومًا واحدًا فيعتريه من الهلع والجزع وشغل البال وترادف الكرب ما يكاد
يأتي عليه.
٢ - ثم بين منع
من اللقاء وتحظير على المحبوب من أن يراه محبه، فهذا - ولو كان من تحبه معك في دار
واحدة - فهو بين، لأنه
بائن عنك، وإن هذا ليولد من
الحزن والأسف غير قليل، ولقد جربناه فكان مرًا، وفي ذلك أقول: [من الطويل] .
أرى دارها في كل حين وساعة
... ولكن من في الدار عني مغيب وهل نافعي قرب الديار وأهلها ... على وصلهم مني
رقيب مرقب فيا لك جار الجنب أسمع حسه ... وأعلم أن الصين أدنى وأقرب كصاد يرى ماء
الطوي بعينه ... وليس إليه من سبيل يسبب كذلك من في اللحد عنك مغيب ... وما دونه
إلا الصفيح المنصب وأقول من قصيدة مطولة: [من الطويل] .
متى تشتفي نفس أضر بها الوجد
... وتصقب دار قد طوى أهلها البعد وعهدي بهند وهي جارة بيتنا ... وأقرب من هند
لطالبها الهند بلى إن في قرب الديار لراحة ... كما يمسك الظمآن أن يدنو الورد
Baca juga:
Pengkhianatan dalam Cinta: Dosa Hati yang Merusak Kepercayaan MenurutIbnu Hazm
Bangga dengan Kesetiaan: Ketika Wafa’ Menjadi Kemuliaan Hidup MenurutIbnu Hazm
Perpisahan Karena Keadaan dan Fitnah: Ujian Cinta yang Memaksa Hati
Menjauh Menurut Ibnu Hazm


0 Komentar