Sejarah Al-Azariqah: Kelompok Khawarij Paling Kuat, Radikal, dan Berpengaruh dalam Sejarah Islam

Mengenal Al-Azariqah, sekte Khawarij paling kuat menurut At-Tabshir fi ad-Din, beserta sejarah, peperangan, dan akhir kekuasaannya

Pendahuluan

Di antara berbagai cabang Khawarij yang muncul setelah peristiwa Nahrawan, kelompok Al-Azariqah merupakan yang paling besar, paling kuat, dan paling lama bertahan. Mereka berhasil menguasai wilayah-wilayah penting di Persia serta beberapa kali mengalahkan pasukan resmi pemerintahan Islam.

Dalam bagian ini, penulis At-Tabshir fi ad-Din menceritakan perjalanan sejarah Al-Azariqah, mulai dari keberhasilan mereka menguasai Ahwaz hingga akhirnya dikalahkan secara bertahap oleh panglima terkenal, Al-Muhallab bin Abi Shufrah.

Sumber Rujukan

Kitab: At-Tabshir fi ad-Din wa Tamyiz al-Firqah an-Najiyah 'an al-Firaq al-Halikin
Penulis: Thahir bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Isfarayini

Penulis

Thahir bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Isfarayini adalah ulama Ahlus Sunnah abad ke-5 Hijriah yang dikenal melalui karya-karyanya dalam bidang akidah dan kajian sejarah aliran-aliran dalam Islam. Kitab At-Tabshir fi ad-Din merupakan salah satu karya penting yang membahas berbagai kelompok teologis dari sudut pandang Ahlus Sunnah.

Tema

Sejarah kebangkitan dan kehancuran kelompok Al-Azariqah, cabang Khawarij yang paling kuat dalam sejarah Islam.

Terjemahan Lengkap

Kelompok Al-Azariqah berhasil menguasai negeri Ahwaz, wilayah Persia, dan Kirman pada masa pemerintahan Abdullah bin Az-Zubair. Ketika itu Abdullah bin Az-Zubair mengangkat seorang gubernur di Bashrah yang kemudian mengirim satu pasukan berkekuatan seribu orang untuk memerangi mereka. Namun seluruh pasukan tersebut berhasil dibinasakan oleh Khawarij.

Setelah itu dikirim lagi pasukan sebanyak tiga ribu orang, tetapi Al-Azariqah kembali memperoleh kemenangan atas mereka.

Menyaksikan keadaan tersebut, Abdullah bin Az-Zubair mengirim surat dari Makkah dan menyerahkan tugas memerangi Al-Azariqah kepada Al-Muhallab bin Abi Shufrah. Al-Muhallab kemudian menghimpun pasukan yang sangat besar hingga berhasil mengalahkan Nafi' bin Al-Azraq beserta Ja'dah. Nafi' terbunuh dalam kekalahan tersebut.

Sesudah kematian Nafi', Al-Azariqah membaiat pemimpin lain dari kalangan mereka. Namun Al-Muhallab kembali mengalahkan dan membunuh pemimpin itu dalam peperangan.

Selanjutnya mereka membaiat Qathari bin Al-Fuja'ah At-Tamimi dan menjulukinya "Amirul Maut" (Pemimpin Kematian).

Al-Muhallab terus memerangi mereka hingga kekuatan mereka semakin melemah. Mereka akhirnya mundur ke kota Sabur di wilayah Persia dan menjadikannya sebagai negeri hijrah mereka.

Al-Muhallab bersama putra-putranya terus memerangi Al-Azariqah selama sembilan belas tahun; sebagian peperangan terjadi pada masa Abdullah bin Az-Zubair, dan sisanya berlangsung pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan.

Artikel Pengembangan

Al-Azariqah Menjadi Ancaman Besar Pemerintahan Islam

Di antara seluruh cabang Khawarij, Al-Azariqah merupakan kelompok yang paling berhasil membangun kekuatan militer. Mereka tidak sekadar menyebarkan pemikiran, tetapi juga mendirikan basis kekuasaan, menguasai wilayah, serta melakukan perlawanan bersenjata terhadap pemerintahan yang sah.

Keberhasilan mereka mengalahkan dua ekspedisi militer menunjukkan bahwa mereka memiliki organisasi yang rapi, disiplin yang tinggi, dan pengalaman tempur yang cukup besar.

Peran Al-Muhallab bin Abi Shufrah

Penulis menempatkan Al-Muhallab sebagai tokoh utama yang berhasil mematahkan kekuatan Al-Azariqah. Berbeda dengan pasukan sebelumnya yang mengalami kekalahan, Al-Muhallab menggunakan strategi perang yang lebih matang dan sabar.

Ia tidak mengandalkan kemenangan cepat, tetapi terus mengejar dan melemahkan lawan sedikit demi sedikit hingga mereka kehilangan wilayah, pemimpin, dan kekuatan tempur.

Bahkan setelah Nafi' bin Al-Azraq terbunuh, Al-Muhallab tetap melanjutkan peperangan terhadap para penerusnya sehingga Al-Azariqah tidak lagi mampu bangkit seperti sebelumnya.

Qathari bin Al-Fuja'ah

Setelah beberapa pemimpin gugur, Al-Azariqah mengangkat Qathari bin Al-Fuja'ah sebagai pemimpin baru. Ia dikenal sebagai tokoh pemberani yang memimpin perjuangan bersenjata dalam waktu cukup lama sehingga dijuluki Amirul Maut.

Namun, sekalipun memiliki pemimpin baru, kekuatan Al-Azariqah terus mengalami kemunduran akibat tekanan militer yang berlangsung bertahun-tahun.

Perang yang Berlangsung Hampir Dua Dekade

Keterangan bahwa peperangan berlangsung selama sembilan belas tahun menunjukkan bahwa pemberontakan Al-Azariqah bukanlah peristiwa singkat. Mereka mampu bertahan melewati pergantian pemerintahan dari Abdullah bin Az-Zubair kepada Abdul Malik bin Marwan.

Hal ini juga menggambarkan bahwa konflik politik dan keamanan pada masa awal Islam berlangsung cukup panjang sebelum akhirnya dapat dikendalikan.

Nilai Sejarah Naskah

Bagian ini merupakan catatan sejarah dari perspektif penulis Ahlus Sunnah mengenai perjalanan kelompok Al-Azariqah. Karena itu, pembaca modern perlu memahaminya sebagai salah satu sumber klasik yang mencerminkan pandangan teologis sekaligus historis pada zamannya. Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, kajian terhadap sumber-sumber sejarah lainnya juga bermanfaat.

Hikmah

  • Penyimpangan akidah yang disertai kekuatan militer dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.
  • Kepemimpinan yang sabar dan strategi yang tepat sering kali lebih menentukan daripada sekadar jumlah pasukan.
  • Sejarah menunjukkan bahwa gerakan ekstrem dapat bertahan lama, tetapi tidak selalu mampu mempertahankan kekuatannya secara permanen.
  • Mempelajari sejarah berbagai kelompok dalam Islam membantu memahami dinamika pemikiran dan politik pada masa-masa awal perkembangan umat.

Penutup

Kisah Al-Azariqah menunjukkan bahwa mereka pernah menjadi kelompok Khawarij yang paling kuat dan paling berpengaruh. Mereka berhasil menguasai sejumlah wilayah serta beberapa kali mengalahkan pasukan pemerintah. Namun melalui perjuangan panjang yang dipimpin Al-Muhallab bin Abi Shufrah selama hampir dua puluh tahun, kekuatan mereka akhirnya dapat dipatahkan sedikit demi sedikit hingga tidak lagi menjadi ancaman besar bagi pemerintahan Islam pada masa itu.

Teks Arab :

وَهَذِه الْأزَارِقَة غلبوا على بِلَاد الأهواز وَأَرْض فَارس وكرمان فِي أَيَّام عبد الله بن الزبير حِين بعث عَاملا لَهُ على الْبَصْرَة فَأخْرج سَرِيَّة إِلَى قِتَالهمْ وهم ألف مقَاتل فَقَتلهُمْ الْخَوَارِج ثمَّ بعث إِلَيْهِم بِثَلَاثَة آلَاف من الْمُقَاتلَة فظفر الْخَوَارِج أَيْضا بهم فَبعث عبد الله بن الزبير من مَكَّة كتابا وَجعل قِتَالهمْ إِلَى الْمُهلب بن أبي صفرَة حَتَّى جمع عسكرا عَظِيما وَهزمَ نَافِع بن الْأَزْرَق وجعدة وَقتل نَافِع فِي تِلْكَ الْهَزِيمَة وبايعت الْأزَارِقَة بعده رجلا آخر مِنْهُم فَهَزَمَهُ الْمُهلب أَيْضا وقتلوه فِي الْهَزِيمَة فَبَايعُوا قطري بن الْفُجَاءَة التَّمِيمِي وسموه أَمِير الْمَوْت وَكَانَ الْمُهلب يقاتلهم حَتَّى هدمهم وانحازوا إِلَى سَابُور من بِلَاد فَارس وَجعلُوا ذَلِك دَار هجرتهم وَكَانَ الْمُهلب وَأَوْلَاده يقاتلونهم تسع عشرَة سنة بَعْضهَا فِي زمَان عبد الله بن الزبير وَبَعضهَا فِي زمَان عبد الْملك بن مَرْوَان

Wallahu A’lam...

Artikel Terkait:

Ajaran-Ajaran Ekstrem Golongan Azariqah: MenghalalkanDarah Kaum Muslim dan Menolak Hukum Rajam

Sejarah Golongan Azariqah Khawarij: Ajaran Abu Rasyid Nafi' bin Al-Azraq dan Penyimpangannya

Akhir Riwayat Al-Azariqah: Perpecahan Internal danKehancuran Kelompok Khawarij Paling Kuat

Posting Komentar

0 Komentar

Featured post

Dalil Pertama dan Metode Ketiga tentang Keabadian Alam: Penjelasan Imam Al-Ghazali

Pendahuluan Dalam pembahasan sebelumnya, Imam Al-Ghazali telah menjelaskan beberapa metode yang digunakan untuk mempertahankan pandangan...