Kelompok Shufriyyah (Ash-Shufriyyah): Sejarah, Akidah, dan Pandangan Mereka tentang Pelaku Dosa Besar

Mengenal kelompok Shufriyyah dari Khawarij, sejarah kemunculan, pandangan tentang pelaku dosa, serta perbedaannya dengan Azariqah

Pendahuluan

Di antara sekte-sekte Khawarij yang berkembang setelah munculnya Al-Muhakkimah dan Al-Azariqah adalah Ash-Shufriyyah (الصفرية). Kelompok ini dinisbatkan kepada Ziyad bin Al-Ashfar. Walaupun memiliki banyak kesamaan dengan Azariqah, mereka juga memiliki beberapa perbedaan penting, terutama dalam masalah hukum terhadap wanita, anak-anak, dan klasifikasi pelaku dosa besar.

Dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, Thahir Al-Isfarayini menjelaskan pokok-pokok keyakinan kelompok ini sebagai bagian dari pembahasan sejarah berbagai sekte Khawarij.

Sumber

Kitab: At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn

Penulis

Thahir bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Isfarayini (طاهر بن محمد بن أحمد بن محمد الإسفراييني)

Tema

Sejarah dan keyakinan kelompok Shufriyyah, terutama pandangan mereka mengenai pelaku dosa besar serta perbedaannya dengan Azariqah.

Terjemahan Lengkap

Kelompok Keempat

As-Shufriyah

Kelompok Shufriyyah adalah para pengikut Ziyad bin Al-Ashfar.

Pandangan mereka tentang para pelaku dosa dari umat Islam sama seperti pendapat kelompok Azariqah. Akan tetapi, mereka tidak membolehkan membunuh wanita dan anak-anak dari pihak yang berbeda dengan mereka.

Sebagian dari mereka berpendapat bahwa setiap dosa yang telah memiliki hukuman tertentu (ḥadd) dalam syariat, pelakunya tidak boleh disebut musyrik ataupun kafir. Akan tetapi, ia disebut sesuai dengan jenis dosanya, seperti pencuri, pembunuh, atau penuduh zina.

Adapun setiap dosa yang tidak memiliki hukuman hadd tertentu dalam syariat, seperti meninggalkan salat, maka pelakunya dianggap kafir.

Mereka juga tidak menyebut pelaku kedua jenis dosa tersebut sebagai seorang mukmin.

Artikel Pengembangan

Siapa Kelompok Shufriyyah?

Shufriyyah merupakan salah satu cabang utama Khawarij yang muncul setelah perpecahan internal di kalangan mereka. Kelompok ini dipimpin oleh Ziyad bin Al-Ashfar dan berkembang dengan membawa sejumlah pandangan yang berbeda dari Azariqah, meskipun masih berada dalam garis besar pemikiran Khawarij.

Dalam klasifikasi ulama klasik, Shufriyyah termasuk salah satu sekte yang cukup dikenal dalam sejarah perkembangan Khawarij.

Perbedaan dengan Azariqah

Menurut penulis kitab, salah satu perbedaan paling menonjol ialah bahwa Shufriyyah tidak membolehkan pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak dari kelompok yang mereka anggap sebagai lawan. Sikap ini membedakan mereka dari Azariqah yang dikenal lebih ekstrem dalam masalah tersebut.

Meski demikian, keduanya tetap memiliki kesamaan dalam banyak aspek pemikiran mengenai pelaku dosa dan pihak yang dianggap menyimpang.

Pandangan tentang Pelaku Dosa

Shufriyyah membedakan antara dosa yang memiliki hukuman hadd dalam syariat dan dosa yang tidak memiliki hukuman hadd.

Menurut sebagian tokoh mereka, pelaku pencurian, pembunuhan, atau qazaf tidak disebut kafir maupun musyrik, tetapi cukup disebut berdasarkan jenis kejahatan yang dilakukannya.

Sebaliknya, mereka menganggap bahwa dosa-dosa tertentu yang tidak memiliki hukuman hadd, seperti meninggalkan salat, dapat menyebabkan pelakunya menjadi kafir.

Selain itu, mereka tidak menganggap pelaku kedua jenis dosa tersebut sebagai seorang mukmin yang sempurna.

Catatan Historis

Uraian ini merupakan deskripsi historis mengenai pandangan salah satu sekte Khawarij sebagaimana dicatat oleh Thahir Al-Isfarayini. Penjelasan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan keragaman pemikiran dalam sejarah Islam dan tidak serta-merta menjadi representasi ajaran Islam secara keseluruhan.

Hikmah

  • Perbedaan kecil dalam memahami nash dapat berkembang menjadi perbedaan akidah yang besar apabila tidak didasarkan pada metodologi yang benar.
  • Sikap berlebihan dalam menghukumi pelaku dosa merupakan salah satu penyebab lahirnya berbagai sekte dalam sejarah Islam.
  • Para ulama Ahlus Sunnah mengajarkan keseimbangan dalam menetapkan hukum terhadap pelaku maksiat berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan Sunnah.
  • Mempelajari sejarah firqah-firqah Islam dapat menjadi pelajaran agar umat lebih berhati-hati dalam memahami persoalan akidah dan hukum.

Penutup

Kelompok Shufriyyah merupakan salah satu cabang Khawarij yang dinisbatkan kepada Ziyad bin Al-Ashfar. Menurut penjelasan Thahir Al-Isfarayini dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn, mereka memiliki sejumlah persamaan dengan Azariqah, namun berbeda dalam beberapa persoalan seperti hukum terhadap wanita dan anak-anak serta klasifikasi pelaku dosa. Kajian sejarah seperti ini memberikan gambaran mengenai perkembangan berbagai aliran dalam Islam sekaligus menjadi pelajaran tentang pentingnya memahami agama berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan penjelasan para ulama yang terpercaya.

Teks Arab :

الْفرْقَة الرَّابِعَة

الصفرية

وهم أَتبَاع زِيَاد بن الْأَصْفَر وَقَوْلهمْ كَقَوْل الْأزَارِقَة فِي فساق هَذِه الْأمة وَلَكنهُمْ لَا يبيحون قتل نسَاء مخالفيهم وَلَا أطفالهم

وَقَالَ فريق مِنْهُم كل ذَنْب لَهُ حد مَعْلُوم فِي الشَّرِيعَة لَا يُسمى مرتكبه مُشْركًا وَلَا كَافِرًا بل يدعى باسمه الْمُشْتَقّ من جريمته يُقَال سَارِق وَقَاتل وقاذف وكل ذَنْب لَيْسَ فِيهِ حد مَعْلُوم فِي الشَّرِيعَة مثل الاعراض عَن الصَّلَاة فمرتكبه كَافِر وَلَا يسمون مرتكب وَاحِد من هذَيْن النَّوْعَيْنِ جَمِيعًا مُؤمنا

Wallahu A’lam...

Artikel Terkait:

Kelompok Najdat Khawarij: Perpecahan Internal, TobatNajdah, dan Akhir Gerakan Mereka

Sejarah Kelompok Najdat Khawarij: Asal-Usul, Perpecahan,dan Kritik Ulama Ahlus Sunnah

Kelompok Shufriyyah: Abu Bilal Mirdas, Imran bin Hittan,dan Sejarah Perkembangannya Menurut At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Posting Komentar

0 Komentar

Featured post

Syu'aibiyah dalam Khawarij: Perpecahan Ajaridah Akibat Perdebatan tentang Kehendak Allah (Masyi'ah)

Pendahuluan Di antara cabang-cabang kelompok Ajaridah dalam Khawarij terdapat golongan Syu'aibiyah , yang kemunculannya berawal dari...