Pendahuluan
Dalam pembahasan sebelumnya, Imam
Al-Ghazali menjelaskan metode untuk membantah berbagai pendapat yang menurutnya
tidak sesuai dengan kebenaran. Namun, pembahasan tentang bantahan saja belum
cukup. Setelah menunjukkan kelemahan suatu pendapat, diperlukan pula penjelasan
mengenai keyakinan yang benar beserta dasar-dasarnya.
Pada bagian ini, Imam Al-Ghazali
menyebutkan bahwa pembuktian mazhab yang benar akan dibahas secara khusus dalam
sebuah kitab yang diberi nama Qawā‘id al-‘Aqā’id (قواعد
العقائد). Sementara itu, pembahasan yang sedang berlangsung
diarahkan untuk membongkar dan membantah pendapat-pendapat yang dianggap
keliru.
Selanjutnya, beliau masuk ke dalam
pembahasan mengenai pandangan tentang keabadian alam, zaman, dan gerak.
Menurut pandangan yang sedang dibantah, sebagaimana alam tidak mempunyai
permulaan, alam juga tidak mempunyai kesudahan. Dengan demikian, alam dianggap
tidak mengalami kerusakan dan kebinasaan.
Sumber
Kitab: Tahāfut al-Falāsifah (تهافت
الفلاسفة)
Penulis
Abū Ḥāmid Muḥammad bin Muḥammad
al-Ghazālī al-Ṭūsī
Wafat: 505 H
Tema
Pembuktian mazhab yang benar serta
bantahan terhadap pandangan tentang keabadian alam, zaman, dan gerak.
Terjemahan Lengkap
Pembuktian
Mazhab yang Benar Dibahas dalam Kitab Qawā‘id al-‘Aqā’id
Adapun mengenai pembuktian mazhab
yang benar, kami akan menyusun sebuah kitab khusus tentang hal tersebut setelah
selesai dari kitab ini, apabila taufik memberikan pertolongan, insya Allah.
Kami akan menamakannya Qawā‘id al-‘Aqā’id (Kaidah-Kaidah Akidah).
Dalam kitab tersebut, kami akan
memberikan perhatian kepada pembuktian, sebagaimana dalam kitab ini kami
memberikan perhatian kepada pembongkaran dan bantahan. Dan Allah lebih
mengetahui.
Pembahasan
tentang Membatalkan Pendapat Mereka Mengenai Keabadian Alam, Zaman, dan Gerak
Masalah ini merupakan cabang dari
pembahasan pertama.
Ketahuilah bahwa masalah ini
merupakan cabang dari pembahasan yang pertama. Sebab, menurut mereka,
sebagaimana alam itu azali—tidak memiliki permulaan bagi keberadaannya—maka
alam juga abadi dan tidak mempunyai kesudahan bagi akhirnya.
Menurut pandangan tersebut, tidak
dapat dibayangkan bahwa alam akan mengalami kerusakan dan kebinasaan. Alam
senantiasa berada dalam keadaan demikian sejak dahulu dan akan tetap berada
dalam keadaan demikian pula pada masa yang akan datang.
Artikel Pengembangan
1.
Metode Al-Ghazali: Membantah dan Membuktikan
Dalam pembahasan ini terlihat adanya
dua tahap penting dalam kajian akidah dan pemikiran.
Pertama, membantah pendapat yang
dianggap keliru. Kedua, menetapkan pendapat yang benar dengan
argumentasi yang kuat.
Imam Al-Ghazali secara jelas
membedakan kedua tugas tersebut. Kitab yang sedang dibahas digunakan untuk
melakukan pembongkaran terhadap berbagai pandangan. Adapun pembuktian mazhab
yang benar akan ditempatkan dalam kitab lain, yaitu Qawā‘id al-‘Aqā’id.
Hal ini menunjukkan bahwa kritik
terhadap suatu pandangan tidak otomatis menjadi pembuktian terhadap pandangan
yang berlawanan. Setelah sebuah pendapat dibantah, masih diperlukan argumentasi
tersendiri untuk menetapkan kebenaran.
2.
Pengertian Azali dan Abadi
Dalam teks ini terdapat dua istilah
penting, yaitu azali dan abadi.
Azali berkaitan dengan tidak adanya permulaan. Sesuatu yang
dikatakan azali berarti tidak didahului oleh ketiadaan pada suatu titik awal.
Sedangkan abadi berkaitan dengan
tidak adanya kesudahan. Sesuatu yang dikatakan abadi berarti tidak berakhir
atau tidak mempunyai batas akhir.
Dengan demikian, pandangan yang
sedang dibantah Al-Ghazali menyatakan bahwa alam memiliki dua sifat sekaligus:
tidak mempunyai permulaan dan tidak mempunyai kesudahan.
3.
Persoalan Keberadaan Alam
Persoalan mengenai apakah alam
mempunyai permulaan atau tidak merupakan salah satu persoalan besar dalam
sejarah filsafat dan ilmu kalam.
Jika alam dikatakan tidak memiliki
permulaan, berarti keberadaan alam tidak didahului oleh suatu keadaan ketika
alam tidak ada. Sebaliknya, apabila alam memiliki permulaan, berarti
keberadaannya didahului oleh ketiadaan dan memerlukan penjelasan mengenai sebab
keberadaannya.
Al-Ghazali menjadikan persoalan ini
sebagai bagian penting dalam kritiknya terhadap filsafat yang berkembang pada
masanya.
4.
Keabadian Alam sebagai Cabang dari Persoalan Sebelumnya
Al-Ghazali menyatakan bahwa
pembahasan tentang keabadian alam merupakan far‘ atau cabang dari
persoalan pertama.
Logika yang dijelaskan dalam teks
cukup jelas: apabila seseorang telah menerima bahwa alam tidak memiliki
permulaan, maka pembahasan berikutnya berkaitan dengan apakah alam juga tidak
memiliki akhir.
Karena itu, pembahasan mengenai
azali dan abadi tidak berdiri sendiri. Keduanya berkaitan dengan konsepsi
mengenai hakikat keberadaan alam.
5.
Zaman dan Gerak
Judul masalah ini juga menyebutkan zaman
(waktu) dan gerak. Ketiga perkara tersebut—alam, zaman, dan
gerak—berhubungan erat dalam pembahasan filsafat.
Gerak berkaitan dengan perubahan
dari satu keadaan menuju keadaan lainnya, sedangkan zaman digunakan untuk
memahami dan mengukur berlangsungnya perubahan tersebut.
Karena itu, ketika diperdebatkan
apakah alam memiliki permulaan atau tidak, persoalan tentang waktu dan gerak
ikut menjadi bagian dari pembahasan. Pertanyaan yang muncul antara lain: apakah
waktu memiliki awal, apakah gerak memiliki permulaan, dan bagaimana hubungan
keduanya dengan keberadaan alam?
6.
Pentingnya Memahami Konteks Perdebatan
Teks ini merupakan bagian dari
perdebatan intelektual yang sangat khusus. Karena itu, istilah seperti azali,
abadi, alam, zaman, dan gerak perlu dipahami sesuai
konteks filsafat dan ilmu kalam, bukan hanya berdasarkan penggunaan bahasa
sehari-hari.
Al-Ghazali sedang menguji
argumentasi tertentu mengenai hakikat alam dan hubungannya dengan waktu. Tujuan
pembahasan bukan sekadar menjelaskan istilah, tetapi menguji apakah argumentasi
yang digunakan untuk menetapkan keabadian alam dapat dipertahankan secara
rasional.
Hikmah
- Membantah suatu pendapat membutuhkan argumentasi yang
tertata. Kritik yang baik tidak
berhenti pada penolakan, tetapi perlu menjelaskan dasar persoalan yang
diperdebatkan.
- Membedakan antara pembongkaran dan pembuktian. Menunjukkan kelemahan suatu pandangan tidak dengan
sendirinya membuktikan pandangan lain. Keduanya membutuhkan argumentasi
masing-masing.
- Memahami istilah sebelum memahami perdebatan. Perbedaan antara azali dan abadi sangat penting karena
yang pertama berkaitan dengan permulaan, sedangkan yang kedua berkaitan
dengan kesudahan.
- Persoalan akidah memiliki hubungan dengan pembahasan
filsafat. Pertanyaan tentang alam,
waktu, dan gerak dapat membawa seseorang kepada pembahasan yang lebih
mendalam mengenai asal-usul dan tujuan keberadaan.
- Ilmu membutuhkan ketelitian dalam memahami konteks. Pernyataan tentang alam dan keabadiannya harus
dipahami berdasarkan kerangka pemikiran yang sedang dibahas, bukan
dilepaskan dari konteksnya.
Penutup
Dalam bagian ini, Imam Al-Ghazali
menjelaskan bahwa pembuktian mengenai mazhab yang benar akan dibahas secara
khusus dalam kitab Qawā‘id al-‘Aqā’id. Sementara kitab yang sedang
dibahas lebih diarahkan kepada pembongkaran dan bantahan terhadap
pendapat-pendapat tertentu.
Setelah itu, beliau memasuki
pembahasan mengenai keabadian alam, zaman, dan gerak. Menurut pandangan yang
sedang beliau bantah, alam tidak hanya tidak memiliki permulaan, tetapi juga
tidak memiliki kesudahan dan tidak mungkin mengalami kebinasaan.
Pembahasan ini menjadi pintu masuk
bagi kajian yang lebih mendalam mengenai hubungan antara alam, waktu, gerak,
permulaan keberadaan, dan kesudahannya.
Teks Arab :
إثبات المذهب الحق يكون في كتاب قواعد العقائد
وأما إثبات المذهب الحق فسنصنف فيه كتابًا بعد الفراغ من
هذا إن ساعد التوفيق إن شاء الله ونسميه قواعد العقائد، ونعتني فيه بالإثبات كما
اعتنينا في هذا الكتاب بالهدم، والله أعلم.
مسألة في إبطال قولهم في أبدية العالم والزمان والحركة
هذه المسألة فرع الأولى ...
ليعلم أن هذه المسألة فرع الأولى، فإن العالم عندهم كما
أنه أزلي لا بداية لوجوده فهو أبدي لا نهاية لآخره، ولا يتصور فساده وفناؤه بل لم
يزل كذلك ولا يزال أيضًا كذلك.
Wallahu A’lam...
Artikel Terkait:
Al-Ghazali: Bantahan terhadap Argumen Filsuf denganMenunjukkan Kerusakan Argumennya
Al-Ghazali: Konsep Hitam dan Putih Ada dalam Akal, Bukansebagai Wujud yang Berdiri Sendiri
Empat Dalil tentang Keabadian Alam dan Bantahan ImamAl-Ghazali


0 Komentar