Kupas Tuntas Hukum Tes DNA Dan Qiyafah


KUPAS TUNTAS HUKUM TES DNA DAN QIYAFAH

*I*

*

*TES DNA DAN QIYAFAH*

*MENURUT*

*PANDANGAN FIQIH*

*

*

*

*

*

*TES DNA DAN QIYAFAH*

*BISA DIJADIKAN PEDOMAN UNTUK MENETAPKAN NASAB DAN TIDAK BISA DIJADIKAN PEDOMAN UNTUK MENETAPKAN ANAK ZINA ATAU MENAFIKAN NASAB*

*

*

*

*

*MUQADDIMAH*

*

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد دلله الذى هدانا لدينه الذى أكمله وارتضاه والصلاة والسلام على نبيه سيدنا محمد الذى اجتباه من خلقه واصطفاه (وبعد) فأقول :

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kita pada agama-Nya yang telah disempurnakan dan diridlai-Nya. Shalawat beserta salam semoga dilimpahkan atas Nabi-Nya yaitu baginda kita Nabi Muhammad, Nabi pilihan yang terpilih dari makhluq-Nya.

*PENGERTIAN QIYAFAH (TES DNA)*

الْقِيَافَةُ : لُغَةً مِنْ قَافَ يَقُوفُ قِيَافَةً فَهُوَ قَائِفٌ ، وَهُوَ : الَّذِي يَتَتَبَّعُ الآْثَارَ وَيَعْرِفُهَا ، وَيَعْرِفُ شَبَهَ الرَّجُل بِأَخِيهِ وَأَبِيهِ ، وَالْجَمْعُ : الْقَافَةُ . وَلاَ يَخْرُجُ الْمَعْنَى الاِصْطِلاَحِيُّ عَنِ الْمَعْنَى اللُّغَوِيِّ .

وَالصِّلَةُ بَيْنَ الْقِيَافَةِ وَالْفِرَاسَةِ أَنَّ كِلَيْهِمَا يَقُومُ عَلَى النَّظَرِ إلاَّ أَنَّ بَيْنَهُمَا فَارِقًا .

وَقَدْ سُئِل ابْنُ فَرْحُونَ : هَل الْقِيَافَةُ مِنَ الْفِرَاسَةِ لِكَوْنِهَا مَبْنِيَّةً عَلَى الْحَدْسِ ؟ فَأَجَابَ : بِأَنَّهَا لَيْسَتْ مِنْهَا ، بَل هِيَ مِنْ بَابِ قِيَاسِ الشَّبَهِ ، وَهُوَ أَصْلٌ مَعْمُولٌ بِهِ فِي الشَّرْعِ .

(الموسوعة الفقهية الكويتية)

QIYAFAH menurut bahasa di bentuk dari kata; Qaafa, Yaquufu, Qiyaafatan, fahua, Qaa_ifun, yaitu; Ilmu untuk menelusuri dan mengetahui jejak sesuatu, dan untuk mengetahui keserupaan seseorang dengan saudara dan ayahnya. Jama’nya adalah al-Qaafatu.

Sedangkan pengertian Qiyafah secara istilah tidak menyimpang dari ma’nanya secara bahasa.

Adapun keterkaitan antara Qiyafah dan Firasat yaitu keduanya terletak pada ketajaman pandangan, hanya saja di antara keduanya terdapat perbedaan.

Ibn Farhun pernah di tanya; Apakah Qiyafah termasuk dari Firasat, karena keberadaan keduanya berdasarkan perasaan?

Ibn Farhun menjawab; Bahwa Qiyafah tidak termasuk dari Firasat, akan tetapi Qiyafah termasuk kategori Qiyas Syabah, dan ia merupakan ashl yang diberlakukan dalam syari’at.

(Al-Mausu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah).

والفيافة أحد فروع الطب الشرعي أو هي الأساس الفعلي للطب الشرعي .

Qiyafah (tes DNA) merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran syar’i, atau merupakan landasan nyata kedokteran syar’i.

(Takmilah al-Majmu’).

وَقَدْ تَكُوْنُ نَتَائِجُ التَّحْلِيْلاَتِ مُفِيْدَةٌ إِلاَّ أَنَّ الْقَطْعَ بِدِقَّتِهَا وَصِحَّتِهَا مَوْضُوْعُ نَظَرٍ لِأَنَّ تَشَابُهَ فَصَائِلَ الدَّمِ بَيْنَ شَخْصٍ وَآخَرَ أَمْرٌ وَارِدٌ مَعَ إِمْكَانِيَّةِ خَطَأِ التَّحَالِيْلِ وَتَزْوِيْرِهَا، وَلِذَلِكَ فَإِنَّ اْلإِسْتِعَانَةَ بِهَذِهِ الْقَرِيْنَةِ فِي النَّفْيِ وَلَيْسَتْ فِي اْلإِثْبَاتِ

(طرائق الحكم المتفق عليها والمختلف فيها فى الشريعة الإسلامية)

Terkadang hasil penelitian laborat bisa memberi manfaat, hanya saja keakuratan, kedetailan dan kebenarannya masih menjadi bahan diskusi, karena kemiripan golongan darah antara seseorang dengan orang lain merupakan hal yang bisa saja terjadi, disamping masih terbukanya kemungkinan kesalahan hasil analisa laborat dan terjadinya pemalsuan. Oleh karena itu penggunaan sarana ini hanya untuk menafikan (meniadakan garis keturunan dari salah seorang diantara dua penggugat yang bersekutu dalam satu firasy), bukan untuk digunakan dalam menetapkan (nasab).


*Bersambung...*

Macam-macam MAA (ما)


Macam-macam MAA

( أنواع ما )


1 - ما أستفهاميّة

2 - ما نافية

3 - ما موصولة

4 - ما كافة

5 - ما شرطيّة

6 - ما تعجّبيّة

7 - ما مصدريّة

8 - ما زائدة

9 - ما إبهاميّة




1- ما استفهامية

Yaitu ما (isim) yang berfungsi untuk bertanya (kata tanya)


Contoh :

مَا اسْمُكَ؟ =

Siapa namamu?

مَا هِوَايَتُكَ؟ =

Apa hobimu?


Catatan:

Jika ما استفهامية didahului oleh huruf jar, maka alif (ا) dihilangkan.


Contoh :

عَنْ + مَا = عَمَّ

بِ + مَا = بِمَ

فِي + مَا = فِيْمَ



2- ما نافية

Yaitu huruf ما berfungsi untuk menafikan/mentiadakan


Contoh :

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُول =

Dan tidaklah Muhammad _(shallallahu 'alaihi wasallam)_ melainkan seorang Rasul.


مَا فَهِمْتُ الدَّرْسَ =

Saya tidak mengerti pelajaran itu.



3- ما موصولة

Yaitu ما (isim) yang berfungsi sebagai penghubung/kata penghubung


Catatan :

Setelah mausul harus berupa shilah (kata yang menjelaskan ma'na mausul) dan shilah mausul harus mengandung a'id/dhomir yang kembali pada mausul


Contoh :

قَرَأْتُ مَا كَتَبْتَه =

Saya sudah membaca apa yang kamu tulis



4- ما كافة

Yaitu huruf ما yang ditambahkan pada إن/أن/كأن menjadi إنما/أنما/كأنما sehingga dapat membatalkan pengamalan إن/أن/كأن serta menghilangkan kekhususan إنما/أنما/كأنما masuk pada isim.


Contoh :

إِنَّ زَيْدًا مُجْتَهِدٌ =

Menjadi :

إِنَّمَا زَيْدٌ مُجْتَهِدٌ/إنما يجتهد زيد



5- ما شرطية

Yaitu ما (isim) yang beramal menjazamkan dua fi'il mudhori' ; yang pertama disebut fi'il syarat dan yang kedua disebut fi'il syarat.


Catatan :

Fi'il syarat harus berupa jumlah fi'liyah dan jawab syarat boleh berupa jumlah ismiyah.


Contoh:

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ



6- ما تعجبية

Yaitu isim mabni mahal rofa' karena menjadi mubtada' yang jatuh sebelum fi'il madhi ikut wazan أفعل (fi'il ta'ajjub) menjadi seperti ما أفعل yang berfungsi untuk mengherankan sesuatu ketika tidak diketahui penyebabnya


ما تعجبية

juga disebut ما النكرة التمة, karena mengandung arti شيء dan tidak butuh pada qoyyid lain kecuali khobar


Contoh :

مَا أَجْمَلَ السَّمَاءَ =

Betapa indahnya langit itu



7- ما مصدرية

Yaitu huruf ما yang butuh pada shilah tapi tidak butuh pada a'id, dan ما beserta shilahnya bisa dita'wil masdar.


Contoh :

بما نسوا يوم الحساب

Ta'wil masdarnya :

بنسيانهم يوم الحساب



8- ما زائدة

Yaitu huruf ما tambahan yang berfaidah taukid, dan biasanya terletak diantara huruf jar dan majrurnya.


Contoh :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ



9- ما ابهامية

Yaitu ما (isim) yang menjadi sifat yang menyifati isim nakiroh dengan sifat yang tidak jelas.


Contoh :

جاء زيد لأمر ما =

Zaid datang karena suatu urusan.


إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَسۡتَحۡیِ أَن یَضۡرِبَ مَثَلࣰا مَّا بَعُوضَةࣰ

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat suatu perumpamaan berupa seekor nyamuk,




*TUGAS*

وذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم النساء، فقال: حاملات، والدات، مرضعات، رحيمات بأولادهن لولا ما يأتين إلى أزواجهن دخل مصلياتهن الجنة

(احياء علوم الدين ج 2 ص 59)



ما nya

 .......لولا ما يأتين

ما apa...؟؟؟


Baca juga:

Tanya Jawab Nahwu Sharaf Untuk Pemula Lengkap + Contoh

Tanya Jawab Nahwu Sharaf Untuk Pemula

Kitab Mujarab

Apakah Dalam Al-Qur’an Terdapat Kata-kata Yang Berasal Dari Luar Bahasa Arab?

باب هل ورد في القرآن كلمات خارجة عن لغات العرب أولا Apakah Dalam Al-Qur’an Terdapat Kata-Kata Yang Berasal Dari Luar Bahasa Arab? لا خلاف بي...