Bab:
Pembagian Kalam (Ucapan / Perkataan).
قال أهل
العبارة: أقسام الكلام ثلاثة: اسم وفعل وحرف
Para ahli ibārah (ahli lafaz/gramatika) berkata: pembagian kalam ada tiga:
isim (kata benda), fi‘il (kata kerja), dan harf (kata tugas/partikel).
Ini adalah kaidah dasar ilmu nahwu.
وقال
أهل الإشارة: الأصول ثلاثة أقوال وأفعال وأحوال
Dan para ahli isyarat (ahli makna batin/ruhiyah) berkata: pokok-pokok
perjalanan ruhani ada tiga: ucapan, perbuatan, dan keadaan hati.
Di sini penulis memindahkan pembahasan dari nahwu
lisan ke nahwu hati.
Kalau ahli nahwu membagi bahasa menjadi:
- isim
- fi‘il
- harf
Maka ahli ruhani membagi kehidupan menjadi:
- aqwāl (ucapan/keyakinan)
- af‘āl (amal perbuatan)
- aḥwāl (keadaan hati/spiritual)
فالأقوال:
هي العلوم
Adapun ucapan (aqwāl), maka itu adalah ilmu.
Maksudnya:
- awal perjalanan adalah ilmu,
- mengetahui yang haq,
- memahami tauhid, halal-haram, iman, dan
jalan menuju Allah.
Ucapan di sini bukan sekadar bicara, tapi
pernyataan iman dan ilmu yang diyakini.
وهي
مقدمة على العمل
Dan ilmu didahulukan sebelum amal.
Ini kaidah besar Islam:
العلم
قبل العمل
Ilmu sebelum amal.
Karena amal tanpa ilmu bisa salah arah.
لقوله
صلى الله عليه وسلم: أمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا لا إله إلا الله، فإذا قالوها
عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحقها
Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Aku diperintahkan
memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: ‘La ilaha illallah.’ Jika mereka
telah mengucapkannya, maka terlindunglah dariku darah dan harta mereka, kecuali
dengan hak Islam.”
Penulis memakai hadis ini untuk menunjukkan:
awal agama dimulai dari pengakuan lisan yang lahir dari ilmu dan iman.
ثم تجب
المبادرة إلى صالح الأعمال
Kemudian wajib segera bergegas menuju amal-amal saleh.
Setelah tahu → amal.
Tidak cukup hanya paham.
Urutannya:
ilmu → amal
ثم تأتي
الأحوال مواهب من الله تعالى
Kemudian datanglah aḥwāl (keadaan ruhani) sebagai anugerah dari Allah
Ta‘ala.
الأحوال
= keadaan hati/spiritual, seperti:
- ikhlas,
- khusyuk,
- manisnya iman,
- tawakal,
- muraqabah (merasa diawasi Allah),
- mahabbah (cinta kepada Allah),
- ma‘rifah.
Ini bukan hasil paksaan, tapi karunia Allah,
biasanya datang setelah ilmu dan amal yang sungguh-sungguh.
Kesimpulan
Penulis membuat paralel yang sangat indah:
Nahwu
lahir:
- اسم
- فعل
- حرف
Nahwu
batin:
- أقوال →
ilmu & iman
- أفعال →
amal saleh
- أحوال →
keadaan hati yang diberi Allah
Rumus
singkatnya:
Belajar → Beramal → Diberi rasa iman
atau:
“Ilmu meluruskan pikiran, amal meluruskan tindakan, ahwal meluruskan
hati”
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca juga:
Memahami Bahasa Untuk Memahami Makna, Menghidupkan Hati
Untuk Mendekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب
نحو القلوب ; Gramatika Qalbu: Meluruskan Lisan, Menata Batin, Menuju Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar