27 Pembahasan Penting Tentang Basmalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ - Bagian 1
Karena Pembahasan Penting Masalah Basmalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Ini Sangat Panjang, Maka Kami Membaginya Menjadi Enam Bagian.
Bagian 1
القول في البسملة
Pembahasan Masalah Basmalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وفيها سبع وعشرون مسألة
Dan Di Dalamnya Terdapat Dua Puluh Tujuh masalah (pembahasan)
الأولي : ـ قال العلماء : {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} قسم من ربنا أنزله عند رأس كل سورة ، يقسم لعباده إن هذا الذي وضعت لكم يا عبادي في هذه السورة حق ، وإني أفي لكم بجميع ما ضمنت في هذه السورة من وعدي ولطفي وبري.
Masalah pertama:
Para ulama berkata:
“بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ adalah suatu sumpah dari Tuhan kita yang Dia turunkan di awal setiap surah. (Seakan-akan) Dia bersumpah kepada hamba-hamba-Nya bahwa apa yang Aku letakkan untuk kalian, wahai hamba-hamba-Ku, dalam surah ini adalah benar. Dan sungguh Aku akan menepati bagi kalian semua yang Aku janjikan dalam surah ini berupa janji-Ku, kelembutan-Ku, dan kebaikan-Ku.’”
و{بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} مما أنزله الله تعالى في كتابنا وعلى هذه الأمة خصوصا بعد سليمان عليه السلام.
Dan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ termasuk apa yang Allah Ta‘ala turunkan dalam kitab kita (Al-Qur’an), dan (dikhususkan) untuk umat ini secara khusus setelah Nabi Sulaiman as.
وقال بعض العلماء : إن {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} تضمنت جميع الشرع ، لأنها تدل على الذات وعلى الصفات ، وهذا صحيح.
Dan sebagian ulama berkata: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ mencakup seluruh syariat, karena ia menunjukkan kepada Dzat (Allah) dan sifat-sifat-Nya. Dan ini adalah yang benar.
الثانية : - قال بن أبي سكينة : بلغني أن علي بن أبي طالب رضي الله عنه نظر إلي رجل يكتب {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} فقال له : جودها فإن رجلا جودها فغفر له.
Masalah kedua:
Berkata Ibn Abi Sakina:
Telah sampai kepadaku bahwa Ali ibn Abi Talib ra. melihat seorang laki-laki sedang menulis بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, lalu beliau berkata kepadanya:
“Perbaguslah (tulisan) itu, karena sesungguhnya ada seorang laki-laki yang memperbagusnya, lalu ia diampuni karenanya.”
قال سعيد : وبلغني أن رجلا نظر إلى قرطاس فيه {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} فقبله ووضعه على عينيه فغفر له.
Berkata Sa'id ibn al-Musayyib:
“Telah sampai kepadaku bahwa seorang laki-laki melihat selembar kertas yang di dalamnya tertulis بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, lalu ia menciumnya dan meletakkannya di kedua matanya, maka ia pun diampuni (oleh Allah).”
ومن هذا المعنى قصة بشر الحافي ، فإنه لما رفع الرقعة التي فيها اسم الله وطيبها طيب اسمه ، ذكره القشيري.
Dan termasuk dalam makna ini adalah kisah Bishr al-Hafi, yaitu ketika ia mengangkat (memungut) selembar kertas yang di dalamnya terdapat nama Allah, lalu ia memberinya wewangian, maka Allah pun mengharumkan (memuliakan) namanya. Kisah ini disebutkan oleh Al-Qushayri.
وروى النسائي عن أبي المليح عن ردف رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : "إذا عثرت بك الدابة فلا تقل تعس الشيطان فإنه يتعاظم حتى يصير مثل البيت ويقول بقوته صنعته ولكن قل بسم الله الرحمن الرحيم فإنه يتصاغر حتى يصير مثل الذباب" .
Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i dari Abu al-Malih, dari seorang yang di bonceng Nabi ﷺ, ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila hewan tungganganmu tersandung, maka janganlah engkau berkata: ‘Celakalah setan”, karena ia akan membesar (kuat) hingga seperti rumah dan berkata: ‘Dengan kekuatanku aku telah melakukannya.’
Tetapi katakanlah: بسم الله الرحمن الرحيم, maka ia akan mengecil hingga seperti lalat.”
وقال علي بن الحسين في تفسير قوله تعالى : {وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُوراً} [الإسراء : 46] قال معناه : إذا قلت {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} .
Dan Ali Zayn al-Abidin berkata dalam menafsirkan firman Allah:
)وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا(
“Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang dengan penuh kebencian.” (QS. Al-Isra: 46)
“Maknanya adalah: apabila engkau mengucapkan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.”
Diriwayatkan oleh Waki ibn al-Jarrah dari Al-A'mash, dari Abu Wa'il, dari Abdullah ibn Mas'ud, ia berkata:
“Barang siapa yang ingin Allah menyelamatkannya dari sembilan belas (malaikat penjaga neraka), maka hendaklah ia membaca بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, agar Allah menjadikan baginya pada setiap huruf darinya perlindungan dari masing-masing mereka.”
فالبسملة تسعة عشر حرفا على عدد ملائكة أهل النار الذين قال الله فيهم : {عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ} [المدثر : 30] وهم يقولون في كل أفعالهم : " الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ " فمن هنالك هي قوتهم ، وببسم الله استضلعوا.
Basmalah itu terdiri dari sembilan belas huruf, sesuai dengan jumlah malaikat penjaga neraka yang Allah sebutkan dalam firman-Nya:
{عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ}
“Di atasnya (neraka itu) ada sembilan belas (malaikat penjaga).”
(QS. Al-Muddatsir: 30)
Dan mereka (para malaikat itu) dalam setiap perbuatan mereka berkata: ‘Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm’. Dari situlah kekuatan mereka, dan dengan Bismillāh mereka menjadi kuat.
قال ابن عطية : ونظير هذا قولهم في ليلة القدر : إنها سبع وعشرين ، مراعاة للفظة "هي" من كلمات سورة {إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ} [القدر : 1].
Berkata Ibn Atiyya:
“Dan yang semisal dengan ini adalah perkataan mereka tentang malam Lailatul Qadar, bahwa ia adalah malam ke-27, dengan memperhatikan lafazh ‘hiya’ dari kata-kata dalam surah {إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ} (QS. Al-Qadr: 1).”
ونظيره أيضا قولهم في عدد الملائكة الذين ابتدروا قول القائل : ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه ، فإنها بضعة وثلاثون حرفا ، فلذلك قال النبي الله صلى الله عليه وسلم : "لقد رأيت بضعا وثلاثين ملكا يبتدرونها أيهم يكتبها أول" .
Dan yang semisal dengan itu juga adalah perkataan mereka tentang jumlah malaikat yang berlomba-lomba (mencatat) ucapan seseorang:
ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه
‘Rabbanaa wa lakal-ḥamd, ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh’,
bahwa kalimat itu terdiri dari tiga puluh sekian huruf. Oleh karena itu Nabi ﷺ bersabda:
“Sungguh aku melihat tiga puluh sekian malaikat berlomba-lomba, siapa di antara mereka yang paling dahulu menuliskannya.”
قال ابن عطية : وهذا من ملح التفسير وليس من متين العلم.
Berkata Ibn Atiyya:
“Ini termasuk keindahan-keindahan (hal-hal menarik) dalam tafsir, bukan termasuk ilmu yang kokoh (yang kuat dan pasti).”
الثالثة : - روى الشعبي والأعمش أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يكتب "باسمك اللهم" حتى أمر أن يكتب {بِسْمِ اللَّهِ} فكتبها ، فلما نزلت : {قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ} [الإسراء : 110] كتب {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} فلما نزلت : {إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [النمل : 30] كتبها.
Masalah ketiga:
Diriwayatkan dari Al-Syi'bi dan Al-A'mash bahwa Rasulullah ﷺ dahulu menulis:
‘Bismika Allāhumma (Dengan nama-Mu ya Allah)’
hingga kemudian diperintahkan untuk menulis:
{بِسْمِ اللَّهِ}, maka beliau menuliskannya.
Lalu ketika turun ayat:
{قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ} (QS. Al-Isra: 110),
beliau menulis:
{بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}
Kemudian ketika turun ayat:
{إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} (QS. An-Naml: 30),
beliau pun menetapkannya (menuliskannya seperti itu).”
Dan dalam Musannaf karya Abu Dawud disebutkan bahwa Al-Sha'bi, Abu Malik, Qatadah ibn Di'amah, dan Thabit ibn 'Imarah berkata:
“Sesungguhnya Nabi ﷺ tidak menuliskan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ hingga diturunkan surah An-Naml.”
الرابعة : - روي عن جعفر الصادق رضي الله عنه أنه قال : البسملة تيجان السور.
Masalah keempat:
Diriwayatkan dari Ja'far al-Sadiq ra, beliau berkata:
“Basmalah adalah mahkota-mahkota surah.”
قلت : وهذا يدل على أنها ليست بآية من الفاتحة ولا غيرها. وقد اختلف العلماء في هذا المعنى على ثلاثة أقوال :
"الأول" ليست بآية من الفاتحة ولا غيرها ، وهو قول مالك.
"الثاني" أنها آية من كل سورة ، وهو قول عبد الله بن المبارك.
"الثالث" قال الشافعي : هي آية في الفاتحة ، وتردد قوله في سائر السور ، فمرة قال : هي آية من كل سورة ، ومرة قال : ليست بآية إلا في الفاتحة وحدها. ولا خلاف بينهم في أنها آية من القرآن في سورة النمل.
Penulis berkata: Ini menunjukkan bahwa basmalah bukanlah ayat dari Al-Fatihah dan juga bukan dari selainnya. Dan para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah ini menjadi tiga pendapat:
Pendapat pertama:
Basmalah bukan ayat dari Al-Fatihah dan tidak pula dari surah lainnya, dan ini adalah pendapat Malik ibn Anas.
Pendapat kedua:
Bahwa basmalah adalah ayat dari setiap surah, dan ini adalah pendapat Abdullah ibn al-Mubarak.
Pendapat ketiga:
Al-Syafi'i berkata: “Basmalah adalah ayat dalam Al-Fatihah.”
Dan terdapat dua pendapat dari beliau mengenai surah-surah lainnya:
• Kadang beliau mengatakan: basmalah adalah ayat dari setiap surah
• Dan kadang beliau mengatakan: bukan ayat kecuali hanya pada Al-Fatihah saja
Dan tidak ada perselisihan di antara mereka bahwa basmalah adalah ayat dari Al-Qur’an dalam surah An-Naml.
واحتج الشافعي بما رواه الدارقطني من حديث أبي بكر الحنفي عن عبد الحميد بن جعفر عن نوح بن أبي بلال عن سعيد بن أبي سعيد المقبري عن أبي هريرة عن النبي الله صلى الله عليه وسلم قال : "إذا قرأتم الحمد لله رب العالمين فاقرؤوا بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إنها أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ أحد آياتها" . رفع هذا الحديث عبد الحميد بن جعفر ، وعبدالحميد هذا وثقه أحمد بن حنبل ويحيى بن سعيد ويحيى بن معين ، وأبو حاتم يقول فيه : محله الصدق ، وكان سفيان الثوري يضعفه ويحمل عليه. ونوح بن أبي بلال ثقة مشهور.
Dan Al-Syafi'i berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Daraqutni, dari Abu Bakr al-Hanafi, dari ‘Abdul Ḥamīd bin Ja‘far, dari Nūḥ bin Abī Bilāl, dari Sa‘īd bin Abī Sa‘īd al-Maqburī, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
“Apabila kalian membaca Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn, maka bacalah Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm, karena ia adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, dan As-Sab‘ul Matsānī, dan Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm adalah salah satu ayat darinya.”
Hadits ini diriwayatkan secara marfū‘ oleh ‘Abdul Ḥamīd bin Ja‘far.
Dan ‘Abdul Ḥamīd ini dinilai terpercaya oleh Ahmad ibn Hanbal, Yahya ibn Sa'id al-Qattan, dan Yahya ibn Ma'in.
Sedangkan Abu Hatim al-Razi berkata: “Tempatnya adalah kejujuran (ṣaduq).”
Namun Sufyan al-Thawri melemahkannya dan mengkritiknya.
Adapun Nūḥ bin Abī Bilāl adalah seorang yang tsiqah (terpercaya) dan terkenal.
وحجة ابن المبارك وأحد قولي الشافعي ما رواه مسلم عن أبي أنس قال : بينا رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم بين أظهرنا إذ أغفى إغفاءة ثم رفع رأسه مبتسما ، فقلنا : ما أضحكك يا رسول الله ؟ قال : "نزلت علي آنفا سورة" فقرأ : {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} : {إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ} [الكوثر : الآية]. وذكر الحديث ، وسيأتي في سورة الكوثر إن شاء الله تعالى.
Dan hujjah Abdullah ibn al-Mubarak serta salah satu pendapat Al-Shafi'i adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj dari Abi Anas, ia berkata:
“Suatu hari Rasulullah ﷺ berada di tengah-tengah kami, lalu beliau tertidur sejenak, kemudian mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Maka kami berkata: ‘Apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?’
Beliau bersabda:
‘Baru saja diturunkan kepadaku sebuah surah.’
Lalu beliau membaca:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ
(QS. Al-Kawtsar)
Dan disebutkan lanjutan haditsnya, yang akan dijelaskan pada surah Al-Kawtsar, insya Allah.”
Sumber:
الكتاب : الجامع لأحكام القرآن
المؤلف : أبو عبد الله محمد بن أحمد بن أبي بكر بن فرح الأنصاري الخزرجي شمس الدين القرطبي (المتوفى : 671 هـ)
27 Pembahasan Penting Basmalah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) - Bagian 2
Apakah Dalam al-Quran Terdapat Kata-kata Dari Luar Bahasa Arab?
Langganan:
Postingan (Atom)
Kitab Mujarab
27 Pembahasan Penting Tentang Basmalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ - Bagian 1
27 Pembahasan Penting Tentang Basmalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ - Bagian 1 Karena Pembahasan Penting Masalah Basmalah بِسْمِ ال...
-
KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 5 فصل فى الجد والمواظبة والهمة FASAL V Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur ...
-
KUNCI SUKSES MENUNTUT ILMU FASAL 4 فصل فى تعظيم العلم وأهله FASAL IV Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu اعلم أن طالب العلم...
-
الا لا تنال العلم الا بستة TERJEMAH ALAA LAA TANULUL ILMA ILLA BISITTATIN (Bahasa Jawa dan Indonesia) SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU ...
-
KEUTAMAAN BULAN RAJAB YANG DI AGUNGKAN KITAB DURRATUN NASHIHIN MAJIS 11 Surat Ali ‘Imran 133 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّ...
-
KEUTAMAAN ILMU DURRATUN NASHIHIN MAJLIS 03; Surat Al Baqarah 31-32 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَعَلَّمَ آَدَمَ ا...
