Pendahuluan
Dalam setiap hubungan yang dilandasi
cinta, kesalahan adalah sesuatu yang hampir tidak dapat dihindari. Tidak ada
manusia yang sempurna, sebagaimana tidak ada hubungan yang selalu berjalan
tanpa ujian. Karena itu, salah satu bentuk hajr (menjauh) yang paling
sering terjadi adalah hajr yang muncul akibat teguran terhadap kesalahan yang
dilakukan oleh orang yang dicintai.
Menariknya, Imam Ibnu Hazm
menjelaskan bahwa meskipun bentuk hajr ini mengandung rasa sakit dan tekanan
batin, ia juga menyimpan salah satu kenikmatan terbesar dalam cinta, yaitu saat
terjadinya perdamaian, penerimaan maaf, dan kembalinya kerelaan setelah
kemarahan.
Dalam bab ini, Ibnu Hazm
menggambarkan secara sangat halus psikologi seorang pecinta yang meminta maaf
dan seorang kekasih yang perlahan melunak hingga akhirnya menerima kembali
orang yang dicintainya.
Sumber Nasihat : Kitab Thauqul Hamamah fi al-Ulfah wa al-Ullaf karya
Imam Ibnu Hazm Al-Andalusi.
Penulis : Ibnu Hazm
adalah seorang ulama besar, ahli fikih, sastrawan, dan pemikir dari Andalusia.
Melalui karya monumentalnya Thauqul Hamamah, beliau mengabadikan
berbagai pengalaman dan pengamatan mendalam mengenai cinta, hubungan manusia,
dan rahasia hati.
Tema : Hajr karena Teguran dan Kebahagiaan yang Lahir dari Sebuah
Permintaan Maaf
Terjemahan Lengkap
Bentuk Ketiga Hajr
Kemudian ada hajr yang disebabkan
oleh teguran atas suatu kesalahan yang dilakukan oleh orang yang mencintai.
Jenis hajr ini mengandung sedikit
kekerasan dan kepedihan.
Namun kegembiraan saat kembali
berdamai dan kebahagiaan ketika kerelaan telah kembali mampu mengimbangi
seluruh kesedihan yang telah berlalu.
Karena sesungguhnya kerelaan orang
yang dicintai setelah kemarahannya menghadirkan kenikmatan dalam hati yang
tidak dapat disamai oleh kenikmatan apa pun.
Dan pengaruhnya terhadap jiwa tidak
dapat ditandingi oleh sebab-sebab kebahagiaan dunia lainnya.
Adakah pemandangan yang lebih indah
daripada sebuah pertemuan ketika seluruh pengawas telah pergi, seluruh orang
yang dibenci telah menjauh, semua pengadu domba telah menghilang, lalu berkumpullah
dua orang yang saling mencintai?
Di antara mereka pernah terjadi
perselisihan akibat kesalahan yang dilakukan oleh salah satu pihak.
Perselisihan itu berlangsung
beberapa waktu dan sebagian bentuk hajr telah terjadi.
Kemudian mereka bertemu tanpa ada
penghalang yang membatasi panjangnya percakapan.
Saat itu sang pecinta mulai meminta
maaf, merendahkan diri, menunjukkan ketulusan, dan mengemukakan
alasan-alasannya.
Kadang ia menjelaskan bahwa dirinya
tidak bersalah.
Kadang ia memohon ampunan dan meminta
maaf.
Kadang ia bahkan mengakui kesalahan
yang sebenarnya tidak pernah dilakukannya demi memperoleh kerelaan kekasihnya.
Sementara orang yang dicintai hanya
menundukkan pandangan ke tanah.
Sesekali ia mencuri pandang secara
diam-diam.
Kadang pandangan itu berlangsung
lebih lama.
Kemudian tampak senyuman yang
berusaha disembunyikannya.
Senyuman itu merupakan tanda bahwa
kerelaan telah kembali.
Lalu berakhirlah pertemuan itu
dengan diterimanya alasan, diterimanya permintaan maaf, terhapusnya kesalahan,
hilangnya bekas kemarahan, dan terdengarlah jawaban:
"Ya, aku menerima alasanmu.
Kesalahanmu telah kuampuni, kalau memang ada kesalahan. Apalagi jika sebenarnya
tidak ada kesalahan."
Kemudian keduanya menutup pertemuan
dengan kembali menjalin hubungan yang baik, menghilangkan segala teguran, dan
saling membahagiakan.
Mereka pun berpisah dalam keadaan
damai.
Ini adalah suatu keadaan yang sangat
indah hingga kata-kata menjadi tidak mampu menggambarkannya secara sempurna.
Aku pernah menginjakkan kaki di
istana para khalifah dan menghadiri majelis para raja.
Namun aku tidak pernah melihat
kewibawaan yang lebih besar daripada kewibawaan seorang kekasih di hadapan
orang yang dicintainya.
Aku juga pernah menyaksikan
kekuasaan para penguasa atas para pemimpin, para menteri yang mengendalikan
urusan negara, serta para pengatur pemerintahan yang bebas bertindak.
Namun aku tidak pernah melihat
kebanggaan dan kebahagiaan yang lebih besar daripada seorang pecinta yang yakin
bahwa hati kekasihnya telah menjadi miliknya, dan bahwa cinta serta kasih
sayangnya benar-benar tertuju kepadanya.
Aku juga pernah menyaksikan
orang-orang yang meminta maaf di hadapan para penguasa.
Aku menyaksikan para pelaku dosa
besar yang berdiri di hadapan para tiran yang keras dan sombong.
Tetapi aku tidak pernah melihat
keadaan yang lebih hina daripada seorang pecinta yang sedang dimabuk cinta
ketika berdiri di hadapan kekasih yang sedang marah, yang hatinya dipenuhi
kemurkaan dan sikap dingin.
Artikel Pengembangan
Saat Permintaan Maaf Menjadi Bahasa Cinta
Ibnu Hazm menggambarkan bahwa dalam
hubungan yang dipenuhi cinta, meminta maaf bukanlah tanda kelemahan.
Sebaliknya, permintaan maaf
merupakan bukti bahwa seseorang lebih menghargai hubungan daripada harga
dirinya.
Karena itu, pecinta sejati tidak
terlalu sibuk mempertahankan gengsi.
Ia lebih memilih mempertahankan
orang yang dicintainya.
Inilah sebabnya banyak orang yang
sebenarnya tidak bersalah tetap memilih meminta maaf demi mengakhiri
perselisihan.
Bukan karena kalah, tetapi karena
cinta lebih berharga daripada kemenangan dalam perdebatan.
Nikmatnya Kerelaan Setelah Kemarahan
Menurut Ibnu Hazm, salah satu
kenikmatan terbesar dalam cinta adalah ketika seseorang berhasil mendapatkan
kembali kerelaan dari orang yang dicintainya.
Rasa lega yang muncul setelah
konflik sering kali lebih besar daripada kebahagiaan yang dirasakan sebelum
konflik terjadi.
Hal ini karena manusia baru
benar-benar menyadari nilai sebuah hubungan ketika hubungan tersebut hampir
kehilangan kehangatannya.
Oleh sebab itu, banyak pasangan
justru semakin dekat setelah berhasil melewati ujian dan kesalahpahaman
bersama.
Bahasa Tubuh yang Mengungkap Isi Hati
Pengamatan Ibnu Hazm sangat halus
ketika menggambarkan sikap sang kekasih.
Ia tidak langsung mengatakan
"aku memaafkanmu."
Ia menunduk.
Ia mencuri pandang.
Ia berusaha menyembunyikan senyum.
Namun semua tanda itu telah cukup
untuk menunjukkan bahwa amarahnya mulai mencair.
Dalam kehidupan nyata, bahasa tubuh
sering kali berbicara lebih jujur daripada kata-kata.
Senyuman kecil, tatapan lembut, dan
perubahan nada suara sering menjadi pertanda bahwa hati telah kembali lunak.
Kewibawaan Seorang Kekasih
Bagian yang paling menarik dalam
nasihat Ibnu Hazm adalah perbandingannya antara para raja dan seorang kekasih.
Beliau pernah melihat para khalifah,
menteri, dan penguasa yang memiliki kekuatan besar.
Namun semua itu menurutnya masih
kalah dibandingkan pengaruh yang dimiliki seseorang atas hati orang yang
mencintainya.
Kekuasaan politik hanya menguasai
tubuh manusia.
Sedangkan cinta menguasai hati.
Karena itulah seorang pecinta dapat
merasa lebih takut kepada kemarahan kekasihnya daripada kepada ancaman banyak
orang.
Kerendahan Hati Menjadi Jalan Perdamaian
Sering kali hubungan rusak bukan
karena kesalahan yang besar.
Hubungan rusak karena tidak ada yang
mau merendahkan diri.
Padahal satu kalimat sederhana
seperti:
"Aku minta maaf."
atau
"Mari kita perbaiki
bersama."
sering kali mampu menyelamatkan
hubungan yang hampir hancur.
Ibnu Hazm mengajarkan bahwa
kerendahan hati bukanlah kehinaan.
Justru kerendahan hati adalah pintu
menuju perdamaian dan kebahagiaan.
Hikmah
- Setiap hubungan pasti menghadapi kesalahan dan ujian.
- Meminta maaf adalah tanda kedewasaan, bukan kelemahan.
- Kerelaan setelah kemarahan menghadirkan kebahagiaan
yang luar biasa.
- Gengsi sering menjadi penghalang terbesar dalam
perdamaian.
- Bahasa tubuh dapat mengungkap isi hati yang
tersembunyi.
- Orang yang benar-benar mencintai rela merendahkan
dirinya demi mempertahankan hubungan.
- Cinta memiliki kekuatan yang sering melebihi kekuasaan
dunia.
- Senyuman kecil dapat menjadi tanda berakhirnya konflik
besar.
- Mengampuni adalah bentuk kemuliaan jiwa.
- Hubungan yang kuat bukan yang tanpa konflik, melainkan
yang mampu pulih setelah konflik.
Penutup
Dalam pembahasan hajr karena teguran
ini, Ibnu Hazm menunjukkan bahwa kesalahan dan perselisihan bukanlah akhir dari
cinta. Justru di balik rasa sakit akibat kemarahan tersimpan kesempatan untuk
memperlihatkan ketulusan, kerendahan hati, dan kemampuan memaafkan.
Tidak ada kebahagiaan yang lebih
indah bagi seorang pecinta selain melihat hati yang semula marah kembali
melunak, menerima alasan, dan membuka pintu kasih sayang. Karena itu, hubungan
yang langgeng bukan dibangun oleh kesempurnaan, melainkan oleh kemampuan untuk
meminta maaf, mengampuni, dan memulai kembali dengan hati yang lebih bersih.
Sebagaimana digambarkan Ibnu Hazm,
saat dua hati yang sempat berjauhan akhirnya kembali bersatu, maka itulah salah
satu kenikmatan paling besar yang dapat dirasakan oleh jiwa manusia.
Referensi:
٣ - ثم هجر
يوجبه العتاب لذنب يقع من المحب، وهذا فيه بعض الشدة، لكن فرحة الرجعة وسرور الرضى
يعدل ما مضى، فإن لرضى المحبوب بعد سخطه لذة في القلب لا تعدلها لذة، وموقعا من
الروح لا يفوقه شيء من أسباب الدنيا.
وهل شاهد مشاهد أو رأت عين أو
قام في فكر ألذ وأشهى من مقام قد قام عنه كل رقيب، وبعد عنه كل بغيض، وغاب عنه كل
واش، واجتمع فيه محبان قد تصارما لذنب وقع من المحب منهما، وطال ذلك قليلًا، وبدأ
بعض الهجر، ولم يكن ثم مانع من الإطالة للحديث، فابتدأ المحب في الاعتذار والخضوع
والتذلل والادلاء بحجته الواضحة من الإدلال والإذلال والتذمم بما سلف، فطورًا يدل
ببراءته، وطورًا يرد بالعفو ويستدعي المغفرة ويقر بالذنب ولا ذنب له، والمحبوب في
كل ذلك ناظر إلى الأرض يسارقه اللحظ الخفي، وربما أدامه فيه، ثم يبسم مخفيًا
لتبسمه، وذلك علامة الرضى، ثم ينجلي مجلسهما عن قبول العذر، وتقبل القول، وامتحت ذنوب
النقل، وذهبت آثار السخط، ووقع الجواب بنعم وذنبك مغفور، لو كان، فكيف ولا ذنب؛
وختما أمرهما بالوصل الممكن وسقوط العتاب والإسعاد، وتفرقا على هذا - هذا مكان
تتقاصر دونه الصفات وتتلكن بتحديده الألسنة.
ولقد وطئت بساط الخلفاء
وشاهدت محاضر الملوك، فما رأيت هيبة تعدل هيبة محب لمحبوبه؛ ورأيت تمكن المتغلبين
على الرؤساء وتحكم الوزراء، وانبساط مدبري الدول، فما رأيت أشد تبجحا ولا اعظم
سرورًا بما هو فيه من محب أيقن أن قلب محبوبه عنده ووثق بميله إليه وصحة مودته له؛
وحضرت مقام المعتذرين بين أيدي السلاطين، ومواقف المهتمين بعظيم الذنوب مع
المتمردين الطاغين، فما رأيت أذل من موقف محب هيمان بين يدي محبوب غضبان قد غمره
السخط وغلب عليه الجفاء.
Baca juga:
Bab Hajr karena Manja dalam Cinta: Saat Menjauh Menjadi Ujian KetulusanKasih
Bab Hajr dalam Cinta: Ketika Menjauh Justru Menjadi Bukti Kasih yangPaling Dalam
Bab Hajr karena Prasangka dan Adu Domba: Bahaya yang Menghancurkan Cintadan Persahabatan

0 Komentar