Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

LANDASAN SALAFUS-SHALIH, SAWADUL A’DZAM DAN PENTINGNYA BERMADZHAB

Gambar
Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah إِذَا فَهِمْتَ مَا ذُكِرَ عَلِمْتَ أَنَّ الْحَقَّ مَعَ السَّلَفِيِّيْنَ الَّذِيْنَ كَانُوْا عَلَى خِطَّةِ السَّلَفِ الصَّالِحِ، فَإِنَّهُمْ اَلسَّوَادُ الْأَعْظَمُ، وَهُمْ اَلْمُوَافِقُوْنَ عُلَمَاءَ الْحَرَمَيْنِ الشَّرِيْفَيْنِ وَعُلَمَاءِ الْأَزْهَرِ الشَّرِيْفِ اَلَّذِيْنَ هُمْ قُدْوَةُ رَهْطِ أَهْلِ الْحَقِّ وَفِيْهِمْ عُلَمَاءُ لَا يُمْكِنُ اِسْتِقْصَاءُ جَمِيْعِهِمْ مِنْ اِنْتِشَارِهِمْ فِي الْأَقْطَارِ وَالْآفَاقَ كَمَا لَا يُمْكِنُ إِحْصَاءُ نُجُوْمِ السَّمَاءَ. Jika engkau faham dengan apa yang diterangkan di atas (tentang madzhab Ahlus-sunnah wal Jamaah), maka engkau akan mengerti bahwa kebenaran yang haqiqi itu berpihak pada kalangan generasi terdahulu yang berpijak di atas landasan Salafus Shalih. (Salafus Shalih dan pengikutnya) itulah as-Sawadul A’dzam. Mereka menyepakati konsep-konsep agama yang ditetapkan oleh ulama-ulama Haramain asy-Syarifain (Makkah dan Madinah) dan ulama-ulama al-Azhar yang mulia, yang kesemuanya adalah m...

Pedoman Orang-orang Jawa (Indonesia) Sejak Awal Kemunculan Hingga Meluasnya Bid'ah Di Tanah Jawa Dan Macam-macam Ahli Bid'ah Zaman Ini

Gambar
SEJAK DAHULU KALA MAYORITAS PENDUDUK JAWA (INDONESIA) BERPEGANG TEGUH DENGAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (فَصْلٌ) فِيْ بَيَانِ تَمَسُّكِ أَهْلِ جَاوَى بِمَذْهَبِ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَبَيَانِ ابْتِدَاءِ ظُهُوْرِ الْبِدَعِ وَانْتِشَارِهَا فِيْ أَرْضِ جَاوَى، وَبَيَانِ أَنْوَاعِ الْمُبْتَدِعِيْنَ فِيْ هَذَا الزَّمَانِ Pasal Menjelaskan Tentang Pedoman Penduduk Jawa (Indonesia) Dengan Madzhab Ahlusunnah wal Jama’ah, dan Awal Kemunculan Bid’ah dan Meluasnya di tanah Jawa serta Macam-macam Ahli Bid’ah di zaman ini قَدْ كَانَ مُسْلِمُوا الْأَقْطَارِ الْجَاوِيَةِ فِي الْأَزْمَانِ السَّالِفَةِ الْخَالِيَةِ مُتَّفِقِي الْآرَاءِ وَالْمَذْهَبِ وَمُتَّحِدِي الْمَأْخَذِ وَالْمَشْرَبِ، فَكُلُّهُمْ فِي الْفِقْهِ عَلَى الْمَذْهَبِ النَّفِيْسِ مَذْهَبِ الْإِمَامِ مُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيْسَ، وَفِيْ أُصُوْلِ الدِّيْنِ عَلَى مَذْهَبِ الْإِمَامِ أَبِي الْحَسَنِ الْأَشَعَرِيِّ، وَفِي التَّصَوُّفِ عَلَى مَذْهَبِ الْإِمَامِ الْغَزَالِيِّ وَالْإِمَامِ أَبِي الْحَسَنِ الشَّاذِلِيِّ رَضِيَ ...

Perbedaan Antara Ahlussunnah Dan Lainnya Terletak Pada Masalah Aqidah, Bukan Masalah Fiqih

Gambar
YANG MEMBEDAKAN APAKAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH ATAU BUKAN ADALAH MASALAH AQIDAH BUKAN MASALAH FIQIH رَوَى أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرّقَتِ النَّصَارَى عَلَى اِثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَتَفَرّقَتِ أُمّتِيْ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةٌ، قَالُوْا: وَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: هُمْ اَلَّذِيْ أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ. Imam Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah telah meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anh; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Kaum Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan, Kaum Nasrani terpecah menjadi 72 golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semua golongan tersebut masuk neraka kecuali hanya satu golongan saja." Para sahabat bertanya...

CIKAL BAKAL 72 GOLONGAN UMMAT MUHAMMAD SAW. YANG SESAT

Gambar
CIKAL BAKAL 72 GOLONGAN UMMAT MUHAMMAD SAW. YANG SESAT 1) Al-Haruriyyah Ialah pemahaman kaum Khawarij yang mempunyai pemahaman sesat dalam perkara: Mengkafirkan Sayyidina  Ali bin Abi Thalib karena mau berdamai dengan Muawiyyah bin Abu Sufyan. Mengkafirkan Ustman bin Affan karena dianggap membikin pelanggaran-pelanggaran selama pemerintahannya. Mengkafirkan orang-orang yang ikut dalam perang Jamal (unta), yaitu ummu mu’minin Aisyah, Tholhah, Zubair bin Al-Awwam, Ali bin Abi Tholib, Abdullah bin Zubair dan segenap tentara yang terlibat dalam pertempuran. Mengkafirkan orang-orang yang terlibat dalam upaya perundingan damai antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyyah bin Abi Sufyan. Juga mengkafirkan semua pihak yang terlibat dalam perundingan damai antara Al-Hasan bin Ali bin Abu Tholib dengan Muawiyyah bin Abu Sofyan sepeninggal Ali bin Abi Thalib. Mreka mengkafirkan semua orang pula yang ridha dan membenarkan dua upaya perdamaian di atas atau salah satunya. Memberontak kepa...