Tidak semua perpisahan terjadi
karena hilangnya cinta. Ada kalanya seseorang justru menjauh karena cintanya
masih terlalu besar. Ia pergi bukan karena membenci, tetapi karena tidak
sanggup menyaksikan perubahan sikap orang yang dicintainya.
Inilah salah satu bentuk hajr yang
paling menyakitkan dalam pengalaman manusia. Seorang pecinta melihat kekasihnya
mulai berpaling kepada orang lain, mulai menunjukkan sikap dingin, atau lebih
memilih kebersamaan dengan pihak lain. Dalam keadaan seperti itu, sebagian orang
memilih bertahan dan terus berharap. Namun ada pula yang memilih menjauh demi
menjaga sisa harga dirinya.
Dalam bagian ini, Imam Ibnu Hazm
menggambarkan penderitaan seorang pecinta yang memutuskan hubungan bukan karena
kebencian, melainkan karena tidak sanggup lagi menanggung luka yang terus
diperbarui setiap hari.
Sumber : Kitab Thauqul Hamamah fi al-Ulfah wa al-Ullaf
Penulis : Ibnu Hazm Al-Andalusi
Tema : Hajr yang Dilakukan oleh Pecinta
karena Tidak Sanggup Menanggung Pengabaian dan Pengkhianatan Perasaan
Terjemahan Lengkap
Bentuk Keenam Hajr
Di antara bentuk hajr ada yang
dilakukan oleh pihak yang mencintai.
Hal itu terjadi ketika ia melihat
kekasihnya bersikap dingin kepadanya, berpaling kepada orang lain, atau selalu
bersama seseorang yang tidak disukainya.
Pada saat itu ia memandang kematian,
menelan kepahitan kesedihan, dan menggigit pahitnya buah hanzhal sebagai
sesuatu yang lebih ringan daripada harus terus menyaksikan apa yang tidak
disukainya.
Maka ia pun memutuskan hubungan,
sementara hatinya terpotong-potong oleh penderitaan.
Tentang keadaan ini aku berkata:
Syair
Aku meninggalkan orang yang kucintai
bukan karena kebencian.
Sungguh mengherankan, seorang
pecinta justru menjadi pihak yang menjauh.
Namun mataku tidak sanggup melihat
wajah sang rusa jelita yang
berkhianat.
Kematian terasa lebih manis
daripada cinta yang menjadi milik
setiap orang yang datang dan pergi.
Api masih menyala di dalam hati.
Maka heranlah melihat seorang
pecinta yang gelisah namun tetap bersabar.
Allah telah membolehkan dalam
agama-Nya
seseorang yang tertawan untuk
menyembunyikan keadaan di hadapan penawannya.
Bahkan kekufuran pun diperbolehkan
secara lahiriah ketika nyawa terancam,
hingga seorang mukmin tampak seperti
orang kafir.
Sebuah Kisah yang Mengherankan
Di antara peristiwa yang paling aneh
dalam masalah cinta, aku mengenal seseorang yang jatuh cinta kepada orang yang
menjauhinya dan tidak menginginkannya.
Ia menanggung kerinduan dan
penderitaan dalam waktu yang sangat lama.
Kemudian hari-hari membawanya kepada
kesempatan yang luar biasa.
Ia hampir mencapai apa yang selama
ini menjadi impiannya.
Jarak antara dirinya dan
keberhasilan hanya tinggal sedikit sekali.
Namun ketika harapan itu hampir
menjadi kenyataan, tiba-tiba hubungan tersebut kembali menjauh.
Bahkan jaraknya menjadi lebih jauh
daripada sebelumnya.
Maka aku berkata:
Syair
Aku memiliki suatu harapan sepanjang
hidupku,
yang jauhnya seperti bintang
Musytari di langit.
Takdir membawanya mendekat
perlahan-lahan,
hingga terasa hampir berada di
pelupuk mataku.
Namun kemudian ia dijauhkan kembali
dariku,
hingga seolah-olah tidak pernah
tampak dan tidak pernah ada.
Dan aku juga berkata:
Syair
Harapanku telah begitu dekat
sehingga aku mengulurkan tangan untuk meraihnya.
Namun tiba-tiba ia berbelok menuju
galaksi yang jauh.
Aku yang sebelumnya yakin kini
kehilangan harapan.
Apa yang telah hampir kuraih kembali
menjauh seperti bintang di langit.
Aku yang dahulu menjadi orang yang
diiri kini menjadi orang yang iri kepada orang lain.
Aku yang dahulu menjadi tujuan harapan
kini berubah menjadi orang yang berharap.
Demikianlah keadaan dunia dalam
perubahan dan perputarannya.
Maka janganlah seseorang merasa aman
dari perubahan zaman jika ia berakal.
Artikel Pengembangan
Pergi Bukan Karena Tidak Cinta
Salah satu pesan terindah dalam
bagian ini adalah bahwa tidak semua orang yang pergi telah berhenti mencintai.
Sebagian orang justru pergi karena
cintanya terlalu besar.
Mereka tidak sanggup melihat orang
yang dicintai lebih memilih orang lain.
Mereka tidak kuat menyaksikan perhatian
yang dahulu diberikan kepada mereka berpindah kepada pihak lain.
Dalam kondisi seperti itu, menjauh
sering menjadi bentuk perlindungan diri.
Bukan karena kebencian, melainkan
karena luka yang terus-menerus.
Ketika Harga Diri Bertemu dengan Cinta
Cinta mengajarkan pengorbanan.
Namun cinta juga memiliki batas yang
berkaitan dengan kehormatan diri.
Seseorang boleh bersabar.
Seseorang boleh menunggu.
Seseorang boleh memaafkan.
Tetapi ketika penghinaan,
pengabaian, atau pengkhianatan perasaan berlangsung terus-menerus, maka menjauh
kadang menjadi pilihan yang lebih sehat.
Ibnu Hazm menggambarkan bahwa ada
saat ketika pahitnya perpisahan lebih ringan daripada pahitnya menyaksikan
orang yang dicintai berpaling setiap hari.
Harapan yang Hampir Tercapai
Kisah yang dibawakan Ibnu Hazm
menggambarkan salah satu kenyataan hidup yang paling menyakitkan.
Terkadang seseorang mampu bersabar
bertahun-tahun.
Ia berjuang.
Ia menunggu.
Ia bertahan.
Namun ketika keberhasilan sudah di
depan mata, keadaan justru berubah secara tiba-tiba.
Harapan yang hampir menjadi
kenyataan kembali menjauh.
Peristiwa seperti ini tidak hanya
terjadi dalam cinta.
Ia juga terjadi dalam pekerjaan,
cita-cita, bisnis, dan berbagai impian kehidupan.
Pelajaran tentang Ketidakpastian Dunia
Bagian terakhir nasihat Ibnu Hazm
mengandung hikmah yang sangat luas.
Beliau mengingatkan bahwa dunia
selalu berubah.
Orang yang hari ini berada di puncak
bisa berada di bawah esok hari.
Orang yang hari ini berharap bisa
menjadi orang yang diharapkan.
Orang yang hari ini kuat bisa
menjadi lemah.
Karena itu manusia tidak boleh
terlalu percaya kepada stabilitas dunia.
Segala sesuatu dapat berubah dalam
waktu yang singkat.
Menjaga Hati dari Ketergantungan Berlebihan
Salah satu pelajaran penting dari
bab ini adalah perlunya menjaga hati agar tidak menggantungkan seluruh
kebahagiaan kepada satu makhluk.
Semakin besar ketergantungan
seseorang kepada sesuatu yang dapat berubah, semakin besar pula kemungkinan ia
terluka ketika perubahan itu terjadi.
Karena itu para ulama selalu
mengajarkan keseimbangan antara cinta, harapan, dan tawakal kepada Allah.
Hikmah
- Tidak semua perpisahan lahir dari kebencian.
- Sebagian orang pergi karena tidak sanggup menanggung
luka yang terus berulang.
- Menjaga harga diri bukan berarti berhenti mencintai.
- Pengabaian yang terus-menerus dapat menghancurkan
hubungan.
- Harapan yang hampir tercapai bisa saja berubah dalam
sekejap.
- Dunia selalu berputar dan keadaan manusia terus
berubah.
- Jangan menggantungkan seluruh kebahagiaan kepada
makhluk.
- Kesabaran memiliki batas yang ditentukan oleh
kehormatan diri.
- Luka batin sering lebih berat daripada penderitaan
fisik.
- Tawakal membantu manusia menghadapi perubahan yang
tidak dapat dikendalikan.
Penutup
Dalam pembahasan hajr jenis keenam
ini, Ibnu Hazm menunjukkan bahwa terkadang pihak yang mencintai justru menjadi
orang yang memilih pergi. Bukan karena kebencian, bukan karena hilangnya kasih
sayang, tetapi karena tidak sanggup lagi menyaksikan pengabaian dan perubahan
sikap dari orang yang dicintainya.
Melalui kisah dan syair-syairnya,
beliau mengingatkan bahwa kehidupan selalu dipenuhi perubahan yang tidak dapat
diprediksi. Harapan bisa mendekat lalu menjauh, kebahagiaan bisa datang lalu
pergi, dan manusia dapat berpindah dari posisi yang kuat menjadi lemah dalam waktu
singkat.
Karena itu, orang yang bijaksana
mencintai dengan tulus, menjaga kehormatan dirinya, serta menyerahkan hasil
akhirnya kepada Allah. Sebab hanya Dia yang tidak pernah berubah ketika seluruh
keadaan dunia terus berputar dan berganti.
Referensi:
٦ - ومن
الهجر ضرب يكون متوليه المحب، وذلك عندما يرى من جفاء محبوبه والميل عنه إلى غيره،
أو لثقيل يلازمه؛ فيرى الموت وتجرع غصص الأسى، والعض على نقيف الحنظل أهون من رؤية
ما يكره، فينقطع وكبده تتقطع؛ وفي ذلك أقول: [من السريع]
هجرت من أهواه لا عن قلى ...
يا عجبًا للعاشق الهاجر لكن عيني لم تطق نظرة ... إلى محيا الرشأ الغادر فالموت
أحلى مطعمًا من هوى ... يباح للوارد والصادر وفي الفؤاد النار مذكية ... فاعجب لصب
جزع صابر وقد أباح الله في دينه ... تقية المأسور للآسر وقد احل الكفر خوف الردى
... حتى ترى المؤمن كالكافر خبر: ومن عجيب ما يكون فيها وشنيعه أني أعرف من هام
قلبه بمنتاء عنه نافر منه، فقاسى الوج زمنًا طويلًا، ثم سنحت له الأيام بسانحة
عجيبة من الوصل أشرف منها على بلوغ أمله، فحين لم يكن بينه وبين غاية رجائه إلا ك
«لا» و «لا» عاد الهجر والبعد إلى أكثر مما كان قبل، فقلت في ذلك: [من السريع] .
كانت إلى دهري لي حاجة ...
مقرونة في البعد بالمشتري فساقها باللطف حتى إذا ... كانت من القرب على محجري
أبعدها عني فعادت كان ... لم تبد للعين ولم تظهر وقلت: [من الطويل] دنا أملي حتى
مددت لأخذه ... يدًا فانثنى نحو المجرة راحلا فأصبحت لا أرجو وقد كنت موقنًا ...
وأضحى مع الشعرى وقد كان حاصلا وقد كنت محسودًا فأصبحت حاسدًا ... وقد كنت مأمولًا
فأصبحت آملًا كذا الدهر في كراته وانتقاله ... فلا يأمنن الدهر من كان عاقلا
Baca juga:
Bab Hajr karena Kebosanan: Bahaya Sifat Mudah Jenuh dalam Cinta danPersahabatan Menurut Ibnu Hazm
Bab Hajr karena Kebosanan: Bahaya Sifat Mudah Jenuh dalam Cinta danPersahabatan Menurut Ibnu Hazm
Bab Hajr karena Kebencian: Saat Cinta Berubah Menjadi Penolakan Menurut Ibnu Hazm

0 Komentar