Aliran Ammariyah (Aftahiyah): Keyakinan tentang Imamah Abdullah al-Afthah Setelah Ja'far ash-Shadiq

Mengenal kelompok Ammariyah (Aftahiyah), sekte Syiah Imamiyah yang meyakini imamah Abdullah al-Afthah setelah Ja'far ash-Shadiq

Pendahuluan

Dalam literatur klasik tentang sejarah firqah-firqah Islam, dijelaskan bahwa setelah wafatnya Ja'far ash-Shadiq muncul berbagai kelompok yang berbeda pendapat mengenai siapa yang berhak melanjutkan kepemimpinan (imamah). Perbedaan ini melahirkan sejumlah cabang dalam Syiah Imamiyah.

Salah satu kelompok tersebut adalah Ammariyah, yang juga dikenal dengan nama Aftahiyah, karena mereka mengikuti Abdullah al-Afthah, putra tertua Ja'far ash-Shadiq. Bagian kitab ini menjelaskan secara singkat pokok keyakinan kelompok tersebut sebagaimana dicatat oleh penulis.

Sumber

Kitab: At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis: Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (w. 471 H)

Tema

Keyakinan Kelompok Ammariyah (Aftahiyah) tentang Imamah Abdullah al-Afthah

Terjemahan Lengkap

Ammariyah

Adapun kelompok Ammariyah, mereka berpendapat bahwa kepemimpinan (imamah) berpindah dari Ja'far kepada putra sulungnya, yaitu Abdullah, yang dikenal dengan julukan al-Afthah. Oleh sebab itu, mereka juga disebut Aftahiyah, dinisbatkan kepada Abdullah al-Afthah tersebut.

Artikel Pengembangan

Munculnya Perbedaan Setelah Wafat Ja'far ash-Shadiq

Dalam sejarah Syiah Imamiyah, wafatnya Ja'far ash-Shadiq menjadi salah satu titik penting yang memunculkan perbedaan pandangan mengenai penerus kepemimpinan umat.

Sebagian pengikut meyakini bahwa penerusnya adalah Musa al-Kazhim. Sebagian lainnya berpendapat bahwa Ismail adalah penerusnya. Ada pula kelompok yang menyatakan bahwa Abdullah al-Afthah merupakan imam setelah ayahnya.

Perbedaan inilah yang kemudian melahirkan berbagai cabang dalam Syiah Imamiyah.

Mengapa Disebut Aftahiyah?

Nama Aftahiyah berasal dari julukan Abdullah al-Afthah.

Dalam tradisi penamaan firqah, suatu kelompok biasanya dinamai berdasarkan tokoh yang mereka ikuti. Karena kelompok ini menjadikan Abdullah al-Afthah sebagai imam, mereka pun dikenal sebagai Aftahiyah.

Sebagian literatur juga menyebut mereka sebagai Ammariyah, sebagaimana disebutkan dalam kitab ini.

Inti Keyakinan Mereka

Menurut penulis kitab, pokok ajaran mereka hanyalah satu, yaitu:

  • Ja'far ash-Shadiq adalah imam.
  • Setelah beliau wafat, imamah berpindah kepada putra tertuanya, Abdullah al-Afthah.

Dari keyakinan inilah seluruh identitas kelompok tersebut dibangun.

Perbedaan dengan Kelompok Imamiyah Lain

Kelompok Imamiyah tidak sepakat mengenai penerus Ja'far ash-Shadiq.

Di antara pendapat yang muncul ialah:

  • Muhammad bin Ja'far.
  • Abdullah al-Afthah.
  • Ismail bin Ja'far.
  • Musa al-Kazhim.

Perbedaan mengenai satu tokoh inilah yang kemudian berkembang menjadi banyak cabang dalam sejarah Syiah.

Pelajaran dari Sejarah

Kajian seperti ini membantu memahami bagaimana perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan dapat berkembang menjadi kelompok-kelompok yang memiliki identitas tersendiri.

Bagi penuntut ilmu, mempelajari sejarah firqah merupakan bagian dari memahami perkembangan pemikiran dalam Islam, sehingga dapat mengetahui latar belakang munculnya berbagai mazhab dan aliran sepanjang sejarah.

Hikmah

Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari pembahasan ini antara lain:

  • Perbedaan mengenai kepemimpinan dapat melahirkan perbedaan akidah yang semakin luas.
  • Sejarah umat Islam menunjukkan pentingnya memahami sumber-sumber ilmu secara benar.
  • Mengkaji sejarah firqah hendaknya dilakukan secara ilmiah, objektif, dan berdasarkan rujukan yang terpercaya.
  • Memahami sejarah bukan untuk menumbuhkan permusuhan, tetapi agar mampu mengambil pelajaran dari perjalanan umat terdahulu.
  • Seorang Muslim hendaknya senantiasa menjaga persatuan serta berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para ulama yang terpercaya.

Penutup

Pembahasan mengenai Ammariyah atau Aftahiyah memperlihatkan bahwa setelah wafatnya Ja'far ash-Shadiq muncul beberapa kelompok yang berbeda pendapat tentang siapa yang berhak melanjutkan imamah. Menurut Imam al-Baghdadi, Ammariyah meyakini bahwa Abdullah al-Afthah adalah imam setelah ayahnya, sehingga mereka dikenal pula dengan sebutan Aftahiyah. Kajian ini menjadi bagian dari penelusuran sejarah berbagai firqah dalam Islam yang penting dipahami sebagai wawasan ilmiah sekaligus pelajaran agar umat senantiasa menjaga kemurnian akidah berdasarkan dalil yang sahih.

Teks Arab :

1-    العمارية

العمارية مِنْهُم وَهَؤُلَاء يَقُولُونَ إِن الْإِمَامَة صَارَت من جَعْفَر إِلَى أكبر أَوْلَاده عبد الله الَّذِي كَانَ يدعى أفطح وَهَؤُلَاء يدعونَ الأفطحية بِسَبَبِهِ

Wallahu A’lam...

Artikel Terkait:

Kelompok Syamithiyah: Keyakinan tentang Imamah Muhammad bin Ja'far dalam Kitab Al-Farq Bainal Firaq

Nausiyah: Keyakinan tentang Imam Ja'far Ash-Shadiq Menurut Kitab Al-Farq Bainal Firaq

Aliran Ismailiyah: Sejarah Keyakinan Imamah Ismail bin Ja'far dan Awal Munculnya Batiniah

Posting Komentar

0 Komentar