الْبُرْهَانُ
هُوَ قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ يَقِينيَّةٍ
لإِنْتَاجِ الْيَقِينِيَّاتِ ، وَالْيَقِينِيَّاتُ أَقْسَامٌ .
أَحَدُهَا أَوَّلِيَّاتٌ ، كَقَوْلِنَا : الوَاحِدُ
نِصْفُ الاثْنَيْن وَالكُلُّ أعظَمُ مِنَ الجُزْءِ ، وِمُشَاهَدَاتٌ كَقَوْلنَا : الشَّمْسُ
مُشْرِقَةٌ وَالنَّارُ مُحرِقَةٌ ، وَمُجَرَّبَاتٌ كَقَوْلِنَا : السَّقَمُونِيا مُسَهِّلَةٌ
لِلصَّفْرَاءِ ، وَحَدْسِيَّاتٌ كَقَولِنَا : نُورُ الْقَمَرِ مُسْتَفَادٌ مِنْ نُورِ
الشَّمْسِ ، وَمُتَوَاتِرَاتٌ كَقَوْلِنَا : مُحَمَّدٌ صَلَى اللَهُ عَلِيهِ وسsلَّم ادَّعى النُّبوَّةَ
، وَظَهَرَتِ المُعجِزَةُ عَلَى يَدِهِ وّقَضَايَا قِيَاسَاتُها مَعَهَا ، كَقَوْلِنَا
: الأَرْبَعَةُ زَوْجٌ بِسَبَبِ وَسَطٍ حَاضِرٍ فِي الذِّهْنِ وَهُوَ الانْقِسَامُ
بِمُتَسَاوِيَيْنِ .
البرهان
(Burhān / Demonstrasi / Pembuktian Pasti)
Burhān adalah qiyās (silogisme) yang tersusun dari premis-premis
yang meyakinkan (yaqīniyyah) untuk menghasilkan kesimpulan yang
meyakinkan pula.
Dan hal-hal yang bersifat yaqīnī
(pasti/menyakinkan) itu ada beberapa macam:
1)
Awwaliyyāt (pengetahuan primer / aksioma)
seperti ucapan kita:
- Satu adalah setengah dari dua
- Keseluruhan lebih besar daripada bagian
Ini adalah pengetahuan yang langsung
diterima akal tanpa memerlukan pembuktian panjang.
2)
Musyāhadāt (hal-hal yang disaksikan)
seperti:
- Matahari itu bercahaya / bersinar
- Api itu membakar
Ini diketahui melalui pengamatan
langsung indera.
3)
Mujarrabāt (hal-hal yang terbukti melalui pengalaman berulang)
seperti:
- As-Saqamūniyā (obat scammony) melancarkan empedu kuning.
Yakni sesuatu yang diketahui benar
karena berulang kali dicoba dan terbukti.
4)
Ḥadsiyyāt (intuisi intelektual yang cepat)
seperti:
- Cahaya bulan diperoleh dari cahaya matahari
Ini diketahui melalui ketajaman
akal yang segera menangkap sebab-musabab, meski tidak melalui eksperimen
panjang.
5)
Mutawātirāt (berita mutawatir)
seperti:
- Nabi Muhammad ﷺ
mengaku sebagai nabi
- Mukjizat tampak di tangan beliau
Ini diketahui melalui berita yang
diriwayatkan oleh banyak orang, sehingga menurut kebiasaan mustahil mereka
bersepakat untuk berdusta.
6)
Qaḍāyā qiyāsātuhā ma‘ahā
(yaitu proposisi yang silogismenya
hadir bersamaan di dalam pikiran)
Contohnya:
- Empat adalah bilangan genap
Mengapa? Karena ada wasaṭ (term
tengah/alasan penghubung) yang langsung hadir dalam pikiran, yaitu:
empat dapat dibagi menjadi dua
bagian yang sama
Maka akal segera menyimpulkan:
empat = genap
tanpa perlu menyusun silogisme
secara formal.
Penjelasan sederhana
Bagian ini menjelaskan sumber
kepastian ilmu (اليقين) dalam manṭiq.
Burhān = argumen yang menghasilkan
ilmu yakin, bukan sekadar dugaan.
Tidak semua qiyās menghasilkan
keyakinan.
Yang menghasilkan keyakinan hanyalah qiyās yang premisnya juga yakin/pasti.
Contoh:
Semua manusia fana
Zaid manusia
Maka Zaid fana
Kalau dua premis pertama pasti
benar, maka kesimpulannya juga pasti.
Inilah burhān.
6
sumber pengetahuan yakin menurut teks:
- Awwaliyyāt
→ aksioma akal
- Musyāhadāt
→ pengamatan langsung
- Mujarrabāt
→ pengalaman berulang
- Ḥadsiyyāt
→ intuisi rasional
- Mutawātirāt
→ berita massal yang mustahil dusta
- Qiyās yang perantaranya langsung hadir di akal → inferensi spontan
Kesimpulan
Imam Atsīr ad-Dīn al-Abharī
menjelaskan bahwa burhān adalah tingkatan tertinggi penalaran logis,
yaitu qiyās yang dibangun di atas premis-premis yang pasti, sehingga menghasilkan
kesimpulan yang pasti pula. Ini adalah dasar ilmu yang meyakinkan (العلم اليقيني) dalam manṭiq, filsafat, dan
pembahasan kalam.
Sumber: إيساغوجي
لأثير الدين المفضل بن عمر الأبهري ( 630 هـ )
Baca juga:
Qiyās / Silogisme / Penalaran
Logis Adalah Alat Utama Berpikir Dalam Manṭiq - Isagoge (إيساغوجي)
Metode
Berargumentasi Menggunakan Premis-Premis Yang Populer - Isagoge (إيساغوجي)
%20Yang%20Dibangun%20Di%20Atas%20Premis-premis%20Yang%20Pasti.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar