Cara Manusia Memandang Waktu Dalam Perjalanan Menuju Allah – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل

Pasal

الأفعال ثلاثة: ماضٍ وحال ومستقبل
Fi‘il (kata kerja) ada tiga: lampau, sekarang, dan akan datang.

Dalam nahwu:

  • ماضٍ = masa lalu
  • حال = masa kini / sedang berlangsung
  • مستقبل = masa depan

وأحوال القوم مختلفة
Dan keadaan orang-orang (para penempuh jalan ruhani) itu berbeda-beda.

Yakni:
cara mereka memandang waktu tidak sama.

فمنهم من فكرته في السابقة
Di antara mereka ada yang pikirannya tertuju kepada “yang terdahulu” (ketetapan awal Allah / keadaan sebelumnya).

Makna السابقة bisa dua lapis:

1) Ketetapan azali Allah

Yakni memikirkan:

  • bagaimana takdir Allah baginya,
  • termasuk أهل السعادة atau أهل الشقاوة,
  • bagaimana Allah menuliskan nasib ruhaninya.

Ini membuat hati:
→ takut,
→ berharap,
→ merasa bergantung total kepada rahmat Allah.

2) Masa lalu

Memikirkan:

  • dosa yang lalu,
  • kelalaian yang lampau,
  • nikmat yang telah diberikan.

Ini melahirkan:
→ taubat,
→ syukur,
→ penyesalan yang sehat.

ومنهم من فكرته في الخاتمة
Dan di antara mereka ada yang pikirannya tertuju kepada penutup (akhir hidup / husnul khatimah).

Mereka sibuk memikirkan:

  • bagaimana akhir hidupnya,
  • apakah wafat dalam iman,
  • apakah diterima amalnya,
  • bagaimana keadaan saat bertemu Allah.

Ini melahirkan:
→ muraqabah,
→ kehati-hatian,
→ istiqamah.

Karena yang paling penting:

الخواتيم (akhir kehidupan).

ومنهم من اشتغل بإصلاح وقته الذي هو فيه
Dan di antara mereka ada yang sibuk memperbaiki waktu yang sedang ia jalani saat ini.

Ini maqam yang sangat tinggi.

Mereka tidak tenggelam dalam:

  • penyesalan masa lalu,
  • kecemasan masa depan.

Tapi fokus:

apa yang harus aku perbaiki sekarang?

Sekarang:

  • zikir,
  • ikhlas,
  • shalat,
  • adab,
  • taubat,
  • amal.

Karena:
waktu nyata yang dimiliki hanyalah saat ini.

عن الفكرة في مستقبله وماضيه
Sehingga ia tidak disibukkan oleh pikiran tentang masa depan maupun masa lalunya.

Bukan melupakan total, tapi tidak tenggelam di dalamnya.

Tidak terikat oleh:

  • trauma masa lalu,
  • nostalgia,
  • khawatir berlebihan,
  • angan-angan.

Ia hadir penuh bersama Allah di saat ini.

Maksud keseluruhan

Penulis membagi para salik menjadi tiga:

1) Ahli السابقة

Fokus pada:
→ ketetapan awal Allah / masa lalu

Buahnya:
→ takut, tawadhu’, taubat.

2) Ahli الخاتمة

Fokus pada:
→ akhir kehidupan

Buahnya:
→ istiqamah, muraqabah.

3) Ahli الوقت

Fokus pada:
→ memperbaiki saat ini

Buahnya:
→ hudhur (hadir bersama Allah), amal nyata, kedekatan.

Ini maqam paling praktis dan matang.

Dalam tasawuf ada ungkapan:

الصوفي ابن وقته
Seorang sufi adalah anak zamannya (hidup sepenuhnya di waktu kini).

Maksudnya:
ia tidak hidup dalam bayangan masa lalu atau khayalan masa depan—ia hidup bersama Allah saat ini.

Kesimpulan

Inti fasal:

Sebagian orang sibuk memikirkan awal, sebagian memikirkan akhir, dan sebagian lagi sibuk membenahi saat ini—dan yang paling dekat kepada perbaikan adalah yang memperbaiki waktunya sekarang.

Ringkasnya:

Masa lalu untuk ibrah, masa depan untuk harap dan takut, tetapi saat ini adalah ladang amal.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Melepaskan Ketergantungan Kepada Selain Allah Dan Keterikatan Hati Kepada Hakikat Ilahi – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Amal Seorang Hamba Di Saat Ini Adalah Apa Yang Mengangkatnya Dan Apa Yang Menjatuhkannya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Cara Manusia Memandang Waktu Dalam Perjalanan Menuju Allah – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل Pasal الأفعال ثلاثة: ماضٍ وحال ومستقبل Fi‘il (kata kerja) ada tiga: lampau, sekarang, dan akan datang. Dalam nahwu: ماضٍ = ...