فصل
Pasal
المبتدأ:
مرفوع لتجرده عن العوامل اللفظية
Mubtada’ itu marfū‘ (dibaca rafa‘) karena ia terbebas dari ‘āmil-‘āmil lafaz
(faktor-faktor yang memengaruhinya secara lahir).
Secara
nahwu:
mubtada’ marfū‘ karena
posisinya tidak didahului amil lafzi yang menashabkan atau menjarrkannya.
Contoh:
اللهُ
غفورٌ
Allah Maha Pengampun
اللهُ = mubtada’, marfū‘.
Lalu penulis memindahkannya ke
makna ruhani:
والفقير
المتجرد مرفوع القدر
Dan seorang faqir (hamba yang merasa butuh kepada Allah) yang melepaskan
diri (dari ketergantungan duniawi) itu diangkat derajatnya.
Makna الفقير
Dalam istilah tasawuf:
bukan miskin harta, tapi:
orang yang merasa sangat membutuhkan Allah.
Sebagaimana firman Allah:
“Kalianlah yang faqir kepada
Allah.”
Makna المتجرد
تجرد = menanggalkan keterikatan:
- riya’,
- cinta pujian,
- ambisi dunia,
- ketergantungan kepada makhluk,
- ego.
Bukan berarti meninggalkan dunia total, tapi hati
tidak diperbudak dunia.
مرفوع القدر
derajatnya diangkat.
Sebagaimana mubtada’ marfū‘, hati yang tajarrud
pun Allah angkat maqamnya:
- mulia,
- tenang,
- dekat,
- bercahaya.
Yang mengangkat bukan manusia, tapi Allah.
وخبره
مرفوع
Dan khabarnya pun marfū‘ (terangkat).
Dalam nahwu:
khabar mubtada’ juga marfū‘.
Dalam isyarat:
hasil dari hati yang tajarrud juga tinggi.
Yakni buah hidupnya:
- amalnya tinggi,
- ilmunya tinggi,
- akhlaknya tinggi,
- maqamnya tinggi.
لانقطاعه
عن العلائق
Karena terputusnya ia dari ‘alā’iq (ikatan-ikatan duniawi).
العلائق
= segala yang menggantungkan hati:
- harta,
- status,
- manusia,
- pujian,
- syahwat,
- kedudukan.
Bukan memiliki, tapi diperbudak olehnya.
Jika putus → hati merdeka.
وتعلقه
بالحقائق
Dan karena keterikatannya kepada hakikat-hakikat.
Setelah lepas dari yang rendah → hati terikat
pada yang tinggi:
- iman,
- ikhlas,
- ma‘rifat,
- cinta Allah,
- ridha,
- tawakal.
الواردة
من الخالق
yang datang dari Sang Pencipta.
Hakikat-hakikat itu waridāt Ilahiyyah:
cahaya, ilham, hikmah, rasa iman, futūḥ (pembukaan ruhani)—semua datang dari
Allah.
Maksud
keseluruhan
Padanan yang dibuat penulis:
|
Nahwu |
Ruhani |
|
Mubtada’ marfū‘ |
hamba yang tajarrud diangkat derajatnya |
|
Khabar marfū‘ |
buah hidupnya juga mulia |
|
Bebas dari amil lafzi |
bebas dari pengaruh dunia |
|
Terikat secara makna |
terikat pada hakikat dari Allah |
Inti
fasal
Pesan utamanya:
Siapa yang melepaskan hati dari ikatan makhluk,
Allah akan mengangkat derajatnya dan mengikat hatinya pada hakikat-hakikat yang
datang dari-Nya.
Atau singkatnya:
Putus dari selain Allah → tersambung kepada
Allah.
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca juga:
Cara Manusia Memandang Waktu
Dalam Perjalanan Menuju Allah – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar