Metode Berargumentasi Menggunakan Premis-Premis Yang Populer - Isagoge (إيساغوجي)


وَالجَدَلُ

وَهُوَ قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ مَشْهُورَةٍ لاَ مُسَلَّمَةٍ عِنْدَ النَّاسِ أَوْ عِنْدَ الخَصْمَيْن ، كَقَوْلِنَا : الْعَدْلُ حَسَنٌ وَالظُّلْمُ قَبِيحٌ .

 

JADAL

(Jadal / Dialektika / Perdebatan Argumentatif)

Jadal adalah qiyās (silogisme) yang tersusun dari premis-premis yang masyhūr (terkenal/diakui umum) atau musallam (diterima/disepakati) di kalangan manusia, atau di antara dua pihak yang berdebat.

Contohnya:

Keadilan itu baik
Kezaliman itu buruk

 

Penjelasan sederhana

Setelah membahas Burhān (argumen pasti), Al-Abharī menjelaskan Jadal, yaitu argumen yang tidak dibangun dari kepastian mutlak, tetapi dari hal-hal yang diterima umum atau disepakati bersama.

Artinya, dasar argumennya bukan:

  • aksioma akal murni,
  • pengamatan pasti,
  • pengalaman ilmiah,

melainkan:

  • nilai umum,
  • pendapat yang populer,
  • hal yang diakui lawan bicara.

Contoh:

Misalnya dalam debat:

Premis:

  • Keadilan adalah sesuatu yang baik (disepakati umum)
  • *Setiap yang baik patut ditegakkan
    Kesimpulan:
  • Maka keadilan patut ditegakkan

Ini disebut jadal, karena berpijak pada sesuatu yang masyhur dan diterima, bukan pada dalil demonstratif yang pasti seperti burhān.

 

Perbedaan Burhān dan Jadal

Burhān

Jadal

Premis yaqīnī (pasti)

Premis masyhūr / disepakati

Menghasilkan kepastian ilmu

Menghasilkan penguatan hujjah

Dipakai dalam pembuktian ilmiah & filosofis

Dipakai dalam dialog, debat, dakwah, bantahan

Sangat kuat secara logika

Kuat secara persuasi dan argumentasi

 

Maksud Al-Abharī

Imam Atsīr ad-Dīn al-Abharī ingin menjelaskan bahwa tidak semua argumen bertujuan menghasilkan keyakinan ilmiah mutlak. Ada juga argumen yang bertujuan membungkam lawan, menguatkan pendapat, atau membangun kesepahaman, dengan memakai hal-hal yang telah diterima bersama.

 

Kesimpulan

Jadal adalah metode berargumentasi menggunakan premis-premis yang populer atau disepakati, sehingga cocok untuk diskusi, debat, dan dialog, meskipun tingkat kepastiannya di bawah burhān. Singkatnya:

Burhān = membuktikan
Jadal = mendebat / menguatkan hujjah

 

Sumber: إيساغوجي

لأثير الدين المفضل بن عمر الأبهري ( 630 هـ )

 

Baca juga:

Burhān Adalah Tingkatan Tertinggi Penalaran Logis; Dan Burhān Adalah Qiyās (Silogisme) Yang Dibangun Di Atas Premis-premis Yang Pasti - Isagoge (إيساغوجي)

Argumen Persuasif Yang Dibangun Dari Premis Yang Diterima Karena Otoritas Atau Dugaan Kuat Yang Masuk Akal - Isagoge (إيساغوجي)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Metode Berargumentasi Menggunakan Premis-Premis Yang Populer - Isagoge (إيساغوجي)

وَالجَدَلُ وَهُوَ قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ مَشْهُورَةٍ لاَ مُسَلَّمَةٍ عِنْدَ النَّاسِ أَوْ عِنْدَ الخَصْمَيْن ، كَقَوْلِنَا ...