وَالشِّعْرُ
وَهُوَ قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقدَّمَاتٍ مَقْبُولَةٍ
مُتَخَيَّلَةٍ تَنْبَسِطُ مِنهَا النَّفْسُ أَوْ تنْقَبِضُ .
والشعر
(Syi‘r / Puisi / Imajinasi Puitik)
Syi‘r adalah qiyās
(argumen/susunan makna) yang tersusun dari premis-premis yang diterima
(maqbūlah) dan bersifat imajinatif (mutakhayyalah), yang darinya jiwa
menjadi lapang/tertarik (tanbasithu) atau menyempit/menjauh (tanqabidhu).”
Penjelasan
sederhana
Dalam manṭiq, syi‘r bukan
sekadar puisi berirama, tetapi cara menyusun ungkapan yang membangkitkan
khayal dan perasaan, sehingga jiwa:
- tergerak untuk menyukai sesuatu, atau
- tergerak untuk membenci / menjauhi sesuatu.
Jadi yang dominan di sini bukan:
- kepastian ilmiah (burhān),
- perdebatan (jadal),
- retorika argumentatif (khaṭābah),
melainkan daya imajinasi dan
pengaruh emosional.
Makna
kalimat:
مقبولة (maqbūlah)
= makna yang dapat diterima jiwa.
متخيلة (mutakhayyalah)
= dibungkus dalam gambaran khayal,
perumpamaan, citra, atau bahasa puitik.
تنبسط منها النفس
= jiwa menjadi senang, lapang,
tertarik, terdorong.
تنقبض
= jiwa menjadi enggan, takut, jijik,
menjauh.
Contoh
Misalnya dikatakan:
Ilmu adalah cahaya yang menerangi
jalan hidup.
Secara logika formal, ilmu bukan
benar-benar “cahaya”, tetapi ungkapan ini membangkitkan gambaran indah
dalam jiwa, sehingga orang tertarik kepada ilmu.
Ini syi‘r.
Contoh lain:
Dosa adalah api yang membakar hati
sebelum membakar tubuh.
Ungkapan ini menghadirkan gambaran
kuat, membuat jiwa takut kepada dosa.
Ini juga syi‘r.
Perbedaan
dengan Khaṭābah
- Khaṭābah
→ meyakinkan melalui persuasi dan otoritas.
- Syi‘r
→ mempengaruhi melalui imajinasi dan rasa.
Lima
jenis qiyās menurut Al-Abharī
- Burhān
→ untuk menghasilkan keyakinan pasti
- Jadal
→ untuk debat / membantah
- Khaṭābah
→ untuk persuasi
- Syi‘r
→ untuk menggugah rasa & khayal
- (setelah ini biasanya dibahas) Sophistik / مغالطة →
argumen semu yang menipu
Kesimpulan
Imam Atsīr ad-Dīn al-Abharī
menjelaskan bahwa syi‘r adalah bentuk qiyās yang menggunakan ungkapan
yang diterima jiwa dan membangkitkan imajinasi, sehingga hati bisa tertarik
kepada sesuatu atau menjauh darinya. Singkatnya:
Burhān = meyakinkan akal
Jadal = mengalahkan lawan
Khaṭābah = mempengaruhi pikiran
Syi‘r = menggerakkan rasa dan khayal
Sumber:
إيساغوجي
لأثير الدين المفضل بن عمر الأبهري ( 630 هـ )
Baca juga:
Tujuan Manṭiq
Adalah Menjaga Akal Dari Kesalahan Berpikir, Agar Sampai Kepada Kebenaran
Melalui Burhān Pegangan Utama Bukan Yang Lain - Isagoge (إيساغوجي)
Syi‘ir Adalah Bentuk Qiyās Yang
Menggunakan Ungkapan Yang Diterima Jiwa Dan Membangkitkan Imajinasi - Isagoge (إيساغوجي)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar