Argumen Persuasif Yang Dibangun Dari Premis Yang Diterima Karena Otoritas Atau Dugaan Kuat Yang Masuk Akal - Isagoge (إيساغوجي)

وَالخَطَابَةُ

وَهِيَ قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ مَقْبُولَةٍ مِنْ شَخْصٍ مُعْتقَدٍ فِيهِ أَوْ مَظنْونَةٍ

والخطابة

(Khaṭābah / Retorika / Pidato Persuasif)

Khaṭābah adalah qiyās (argumen/silogisme) yang tersusun dari premis-premis yang diterima (maqbūlah) karena berasal dari seseorang yang dipercaya, dihormati, atau diyakini otoritasnya, atau tersusun dari premis-premis yang bersifat dugaan kuat (maẓnūnah).

Penjelasan sederhana

Jika sebelumnya:

  • Burhān → berdasar kepastian mutlak
  • Jadal → berdasar hal yang populer/disepakati

maka Khaṭābah → berdasar sesuatu yang diterima karena pengaruh pembicara, atau karena secara umum diperkirakan benar, walau belum sampai derajat yakin.

Jadi yang bekerja di sini bukan hanya logika murni, tetapi juga:

  • kepercayaan kepada pembicara,
  • wibawa/otoritas,
  • cara penyampaian,
  • pengaruh emosional,
  • dugaan kuat yang masuk akal.

Contoh maqbūlah (diterima karena otoritas)

Misalnya:

“Dokter mengatakan olahraga rutin menyehatkan tubuh.”

Karena dokter dianggap ahli, orang menerima premis itu.

Lalu:

Olahraga rutin menyehatkan tubuh
Saya perlu tubuh sehat
Maka saya harus olahraga

Ini bentuk khaṭābah.

Contoh maẓnūnah (dugaan kuat)

Misalnya:

“Orang yang rajin belajar biasanya berhasil.”

Ini bukan hukum pasti, tetapi dugaan kuat yang lazim diterima.

Dari sini dibuat argumen:

Rajin belajar biasanya membawa keberhasilan
Saya ingin berhasil
Maka saya harus rajin belajar

Ini juga khaṭābah.

Perbedaan tiga jenis ini

Jenis

Dasar premis

Hasil

Burhān

pasti / yakin

ilmu yakin

Jadal

populer / disepakati

menguatkan hujjah

Khaṭābah

diterima / dugaan kuat

mempersuasi / menggerakkan

 

Maksud Al-Abharī

Imam Atsīr ad-Dīn al-Abharī menjelaskan bahwa sebagian argumen bertujuan mempengaruhi jiwa dan meyakinkan orang, bukan dengan kepastian filsafati, tetapi dengan retorika yang diterima akal dan hati. Karena itu khaṭābah banyak dipakai dalam:

  • khutbah,
  • nasihat,
  • dakwah,
  • pidato,
  • pendidikan moral,
  • komunikasi publik.

Kesimpulan

Khaṭābah adalah argumen persuasif yang dibangun dari premis yang diterima karena otoritas atau dugaan kuat yang masuk akal, dengan tujuan meyakinkan dan menggerakkan orang, bukan semata-mata menghasilkan kepastian ilmiah. Singkatnya:

Burhān = membuktikan
Jadal = mendebat
Khaṭābah = meyakinkan / mempengaruhi

 

Sumber:

إيساغوجي

لأثير الدين المفضل بن عمر الأبهري ( 630 هـ)

Baca juga:

Syi‘ir Adalah Bentuk Qiyās Yang Menggunakan Ungkapan Yang Diterima Jiwa Dan Membangkitkan Imajinasi - Isagoge (إيساغوجي)

Argumen Persuasif Yang Dibangun Dari Premis Yang Diterima Karena Otoritas Atau Dugaan Kuat Yang Masuk Akal - Isagoge (إيساغوجي)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

BuraQ12: Surat Cinta dalam Tradisi Klasik: Ketika Pena Menj...

BuraQ12: Surat Cinta dalam Tradisi Klasik: Ketika Pena Menj... : Title:  Surat Cinta dalam Tradisi Klasik: Ketika Pena Menjadi Jembatan Ke...