Keutamaan Laki-laki Atas Perempuan


Keutamaan Laki-laki Atas Perempuan

Dikisahkan bahwa seorang laki-laki pada masa Nabi ﷺ pergi berperang, lalu ia berkata kepada istrinya:

“Janganlah engkau keluar dari rumah ini sampai aku kembali kepadamu.”

Kemudian ayah wanita itu jatuh sakit, maka ia mengirim seorang utusan kepada Rasulullah ﷺ untuk meminta izin.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Taatilah suamimu.”

Hal itu terjadi berulang kali, dan setiap kali ia meminta izin, beliau tetap mengatakan: “Taatilah suamimu.”

Maka wanita itu menaati suaminya dan tidak keluar dari rumah. Hingga akhirnya ayahnya meninggal dunia dan ia tidak sempat menemuinya. Ia pun bersabar atas hal tersebut sampai suaminya kembali kepadanya.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi ﷺ bahwa Allah telah mengampuni wanita itu karena ketaatannya kepada suaminya.

Diriwayatkan dari Salman Al-Farisi bahwa ia berkata:

Fatimah ra. masuk menemui Rasulullah ﷺ. Ketika beliau melihat Nabi, matanya meneteskan air mata dan wajahnya berubah.

Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Ada apa denganmu, wahai putriku?”

Fatimah berkata: “Wahai Rasulullah, tadi malam terjadi senda gurau antara aku dan Ali. Dari pembicaraan itu keluar sebuah kata dari mulutku yang membuat Ali marah kepadaku. Ketika aku melihat bahwa Ali benar-benar marah, aku pun menyesal dan merasa sedih.”

Lalu aku berkata kepadanya: “Wahai kekasihku, ridhailah aku.’ Aku pun berkeliling di sekitarnya sebanyak tujuh puluh dua kali sampai ia ridha kepadaku dan tersenyum kepadaku dengan penuh kerelaan. Namun aku tetap merasa takut kepada Tuhanku.”

Maka Nabi ﷺ berkata kepadanya:

“Wahai putriku, demi Zat yang mengutusku dengan kebenaran sebagai seorang nabi, seandainya engkau meninggal sebelum membuat Ali ridha kepadamu, maka aku tidak akan menyalatkanmu.”

Kemudian beliau bersabda:

“Wahai putriku, tidakkah engkau mengetahui bahwa keridhaan suami adalah keridhaan Allah dan kemarahan suami adalah kemarahan Allah.”

Beliau juga bersabda:

“Wahai putriku, wanita mana pun yang beribadah seperti ibadah Maryam binti Imran, tetapi suaminya tidak ridha kepadanya, maka Allah tidak akan menerima ibadahnya.”

Lalu beliau bersabda lagi:

“Wahai putriku, sebaik-baik amal perempuan adalah menaati suaminya, dan setelah itu tidak ada pekerjaan yang lebih baik baginya selain memintal benang (pekerjaan rumah tangga seperti menenun atau membuat benang).”

 “Wahai putriku, duduk selama satu jam untuk memintal benang lebih baik bagi mereka daripada beribadah selama satu tahun.

Dan dituliskan bagi mereka, pada setiap pakaian yang dibuat dari hasil pintalannya, pahala seperti pahala seorang syahid.

Wahai putriku, sesungguhnya jika seorang wanita memintal benang hingga dapat membuat pakaian untuk suaminya dan anak-anaknya, maka wajib baginya surga.

Dan Allah akan memberinya sebuah kota di surga untuk setiap orang yang memakai pakaian dari hasil buatannya.”


Demikiananlah yang disebutkan dalam kitab “Murshid al-Muta’ahhilīn"

Baca juga: Ketenangan Hati Dengan Menyaksikan Kekuasaan Allah Ta‘ala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Keutamaan Laki-laki Atas Perempuan

Keutamaan Laki-laki Atas Perempuan Dikisahkan bahwa seorang laki-laki pada masa Nabi ﷺ pergi berperang, lalu ia berkata kepada istrinya: “Ja...