Tahukah Anda, Siapa Orang Pertama Yang Menulis Tulisan?
اول من كتب الخط
Orang Pertama Yang Menulis Tulisan
وَاخْتُلِفَ فِي أَوَّلِ مَنْ كَتَبَ الْخَطَّ
فَذَكَرَ كَعْبُ الْأَحْبَارِ أَنَّ أَوَّلَ مَنْ كَتَبَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَتَبَ سَائِرَ الْكُتُبِ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلَاثِمِائَةِ سَنَةٍ فِي طِينٍ ثُمَّ طَبَخَهُ
فَلَمَّا غَرِقَتْ الْأَرْضُ فِي أَيَّامِ نُوحٍ - عَلَى نَبِيِّنَا وَعَلَيْهِ السَّلَامُ - بَقِيَتْ الْكِتَابَةُ فَأَصَابَ كُلُّ قَوْمٍ كِتَابَهُمْ .
وَبَقِيَ الْكِتَابُ الْعَرَبِيُّ إلَى أَنْ خَصَّ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ إسْمَاعِيلَ فَأَصَابَهُ وَتَعَلَّمَهَا .
Telah berbeda pendapat tentang siapa yang pertama kali menulis tulisan.
Ka‘b al-Ahbar menyebutkan bahwa orang pertama yang menulis adalah Nabi Adam ‘alaihis-salām; beliau menulis semua kitab sebelum wafatnya, selama tiga ratus tahun, di atas tanah liat, lalu membakarnya (memadatkannya).
Ketika bumi dilanda banjir pada zaman Nuh ‘alaihis-salām, tulisan tetap ada sehingga setiap kaum mendapatkan kitab mereka masing-masing.
Tulisan Arab bertahan sampai Allah Ta’ālā memilih Isma‘il ‘alaihis-salām untuk menerimanya dan mempelajarinya.”
وَحَكَى ابْنُ قُتَيْبَةَ أَنَّ أَوَّلَ مَنْ كَتَبَ إدْرِيسُ - عَلَى نَبِيِّنَا وَعَلَيْهِ السَّلَامُ -
وَكَانَتْ الْعَرَبُ تُعَظِّمُ قَدْرَ الْخَطِّ وَتَعُدُّهُ مِنْ أَجَلِّ نَافِعٍ
حَتَّى قَالَ عِكْرِمَةُ : بَلَغَ فِدَاءُ أَهْلِ بَدْرٍ أَرْبَعَةُ آلَافٍ حَتَّى إنَّ الرَّجُلَ لِيُفَادَى عَلَى أَنَّهُ يُعَلِّمُ الْخَطَّ ، لِمَا هُوَ مُسْتَقِرٌّ فِي نُفُوسِهِمْ مِنْ عِظَمِ خَطَرِهِ وَجَلَالَةِ قَدْرِهِ وَظُهُورِ نَفْعِهِ وَأَثَرِهِ .
Dan Ibnu Qutaibah meriwayatkan bahwa orang pertama yang menulis adalah Idris ‘alaihis-salām.
Orang Arab sangat menghormati tulisan dan menganggapnya sebagai hal yang sangat bermanfaat.
Bahkan Ikrimah berkata: Harga tebusan untuk seorang yang ikut Perang Badar mencapai empat ribu dirham, sampai-sampai seorang pun dapat ditebus (diberi tebusan) hanya karena ia mengajarkan tulisan, karena tulisan itu telah tertanam kuat di hati mereka sebagai sesuatu yang penting, agung, bermanfaat, dan berpengaruh.”
وَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { اقْرَأْ وَرَبُّك الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ } .
فَوَصَفَ نَفْسَهُ بِالْكَرَمِ ، وَأَعَدَّ ذَلِكَ مِنْ نِعَمِهِ الْعِظَامِ ، وَمِنْ آيَاتِهِ الْجِسَامِ ، حَتَّى أَقْسَمَ بِهِ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى : { ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ } .
فَأَقْسَمَ بِالْقَلَمِ وَمَا يُخَطُّ بِالْقَلَمِ .
Allah Ta’ālā berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ: ‘Bacalah! dan Tuhanmu Yang Maha Mulia, yang mengajarkan dengan pena.’
Allah menyifati diri-Nya dengan kemuliaan, dan menjadikan ini sebagai salah satu nikmat-Nya yang agung dan tanda-tanda kebesaran-Nya, sampai-sampai Allah bersumpah dengan pena dalam kitab-Nya, firman-Nya: ‘Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tulis!’ (QS. Al-Qalam:1).
Dengan itu Allah bersumpah dengan pena dan apa yang ditulis dengan pena.”
Semoga Bermanfaat.
Baca juga: Tahukah Anda, Siapa Orang Pertama Yang Menulis Dengan Bahasa Arab
Komentar
Posting Komentar