Sikap Wara’ Dalam Harta Yang Bercampur Halal Dan Haram


مسألة .

له أن يشتري في البلد دارا وإن علم أنها تشتمل على دور مغصوبة لأن ذلك الاختلاط ; بغير محصور ، ولكن السؤال احتياط وورع ، وإن كان في سكة عشر دور مثلا إحداها مغصوب أو وقف لم يجز الشراء ما لم يتميز ويجب البحث عنه ومن دخل بلدة وفيها رباطات خصص بوقفها أرباب المذاهب وهو على مذهب واحد من جملة تلك المذاهب ، فليس له أن يسكن أيها شاء ويأكل من وقفها بغير سؤال لأن ذلك من باب اختلاط المحصور  ، فلا بد من التمييز ، ولا يجوز الهجوم مع الإبهام ; لأن الرباطات والمدارس في البلد لا بد أن تكون محصورة .

 

Sumber: Ihya’ Ulumiddin al-Ghazaly

 

Masalah:

Seseorang boleh membeli rumah di suatu kota walaupun ia mengetahui bahwa di kota tersebut terdapat rumah-rumah hasil rampasan (ghashab). Karena percampuran seperti itu termasuk perkara yang tidak terbatas jumlahnya (غير محصور). Namun bertanya dan berhati-hati tetap lebih utama sebagai sikap wara’.

Tetapi jika dalam satu gang misalnya hanya ada sepuluh rumah, dan salah satunya adalah hasil ghashab atau harta wakaf, maka tidak boleh membeli sampai jelas rumah mana yang bermasalah. Wajib menelitinya terlebih dahulu.

Demikian juga seseorang yang masuk ke suatu kota yang memiliki ribath (asrama/zawiyah) yang diwakafkan khusus untuk pengikut mazhab tertentu, sedangkan ia hanya termasuk salah satu mazhab dari mazhab-mazhab tersebut. Maka ia tidak boleh tinggal di asrama mana saja sesuka hati dan memakan harta wakafnya tanpa bertanya. Karena ini termasuk percampuran yang terbatas jumlahnya (اختلاط المحصور), sehingga harus ada kejelasan dan penentuan. Tidak boleh langsung mengambil atau memanfaatkannya dalam keadaan samar. Sebab jumlah ribath dan madrasah di kota biasanya terbatas dan dapat diketahui.

 

Penjelasan

Teks ini membahas kaidah penting dalam fikih:

Perbedaan antara:

  • ikhtilath ghair mahshur (campuran yang sangat luas/tidak terbatas),
    dan
  • ikhtilath mahshur (campuran yang terbatas dan bisa dihitung).

Perbedaan ini memengaruhi:

  • boleh tidaknya mengambil,
  • menggunakan,
  • membeli,
  • atau memanfaatkan sesuatu.

 

Maksud Utama

1. Jika percampuran sangat luas dan sulit dihindari → diberi keringanan

Contoh:

  • satu kota besar,
  • ribuan rumah,
  • sebagian kecil ternyata hasil ghashab.

Maka seseorang tetap boleh membeli rumah di kota itu.

Karena:

  • tidak mungkin meneliti semuanya,
  • kesulitan sangat besar,
  • dan benda haram tidak diketahui secara spesifik.

Ini disebut:

اختلاط غير محصور

(campuran yang tidak terbatas/jumlahnya sangat banyak).

 

2. Jika percampuran terbatas dan bisa diketahui → wajib meneliti

Contoh:

  • hanya ada 10 rumah,
  • diketahui satu rumah bermasalah,
  • tetapi belum jelas yang mana.

Maka tidak boleh asal membeli.

Karena:

  • jumlahnya sedikit,
  • masih mungkin diteliti,
  • dan kemungkinan terkena barang haram cukup besar.

Ini disebut:

اختلاط محصور

(campuran terbatas).

 

Penjelasan Contoh dalam Teks

Contoh 1 — Kota besar

Di sebuah kota ada:

  • ribuan rumah,
  • sebagian mungkin hasil sengketa atau ghashab.

Anda boleh membeli rumah secara umum tanpa harus memeriksa seluruh kota.

Karena:

  • haramnya tidak tertentu,
  • jumlahnya sangat luas,
  • dan syariat memberi kemudahan.

Tetapi tetap dianjurkan berhati-hati jika mampu.

 

Contoh 2 — Gang kecil

Di sebuah gang:

  • hanya ada 10 rumah,
  • satu rumah diketahui rumah wakaf yang dijual secara tidak sah.

Maka tidak boleh membeli sebelum jelas rumah mana yang bermasalah.

Karena kemungkinan terkena barang haram sangat dekat dan bisa diperiksa.

 

Contoh 3 — Asrama wakaf mazhab tertentu

Ada beberapa asrama:

  • asrama Syafi’i,
  • Hanafi,
  • Maliki,
  • Hanbali.

Seseorang bermazhab Syafi’i tidak boleh asal tinggal di semua asrama tanpa memastikan peruntukannya.

Karena wakaf harus digunakan sesuai syarat pewakaf.

 

Kaidah yang Ingin Diajarkan

A. Kesulitan umum membawa keringanan

Jika sesuatu:

  • terlalu luas,
  • sulit dihindari,
  • dan tidak tertentu,

maka syariat memberi toleransi.

 

B. Jika bisa diketahui maka wajib berhati-hati

Kalau:

  • jumlah sedikit,
  • mudah diperiksa,
  • dan kemungkinan haram kuat,

maka tidak boleh sembarangan.

 

Hubungan dengan Wakaf

Dalam wakaf:

  • syarat wakif harus dijaga,
  • penggunaan tidak boleh sembarangan,
  • dan penerima harus sesuai kriteria.

Karena wakaf adalah amanah.

 

Kesimpulan

  1. Campuran yang sangat luas dan tidak terbatas → diberi toleransi.
  2. Campuran yang sedikit dan terbatas → wajib diteliti.
  3. Semakin mudah mengetahui yang halal dan haram, semakin besar kewajiban berhati-hati.
  4. Harta wakaf wajib digunakan sesuai syarat pewakaf.
  5. Islam menjaga keseimbangan:
    • tidak memberatkan manusia,
    • tetapi juga tidak membiarkan manusia meremehkan hak orang lain dan harta haram.

 

Baca juga:

Hukum Bertanya Ketika Halal dan Haram Tidak Jelas

Menjaga Wara’ Tanpa Menyakiti Hati Sesama Muslim

27 Pembahasan Penting Tentang Basmalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ - Bagian 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Sikap Wara’ Dalam Harta Yang Bercampur Halal Dan Haram

مسألة . له أن يشتري في البلد دارا وإن علم أنها تشتمل على دور مغصوبة لأن ذلك الاختلاط ; بغير محصور ، ولكن السؤال احتياط وورع ، وإن كان ف...