Tiga Hijab Hati dan Jalan Menuju Yaqin – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل

Pasal

 

الاسم: صحيح ومعتل
Isim (kata benda/nama) ada dua: shahih (sehat) dan mu‘tal (lemah/cacat).

Dalam nahwu, isim dibagi:

  • صحيح = tidak mengandung huruf ‘illat,
  • معتل = mengandung huruf ‘illat.

 

قال أهل العبارة: الصحيح ما سلم من حروف العلة وهي: الألف والواو والياء
Para ahli ibārah (ahli gramatika) berkata: isim shahih ialah yang selamat dari huruf-huruf ‘illat, yaitu alif, wau, dan ya’.

 

Secara nahwu:
huruf ‘illat =

  • ا (alif)
  • و (wau)
  • ي (ya)

Disebut ‘illat karena sering menjadi sebab perubahan i‘rab dan bentuk kata.

 

 

Lalu masuk makna isyarat:

وقال أهل الإشارة: من سلم اسمه من ألف الإلباس
Para ahli isyarat berkata: siapa yang namanya (hakikat dirinya) selamat dari “Alif al-Ilbās” (alif yang menutup-nutupi / mengaburkan),

الإلباس = pencampuran, pengaburan, penutupan kebenaran.

 

Maksudnya:
hati selamat dari:

  • kebingungan,
  • kepalsuan,
  • riya’,
  • tertipu oleh penampilan lahir,
  • kaburnya pandangan terhadap haq.

Jadi Alif diisyaratkan sebagai:

tipuan / kabut yang menutup hati.

 

وواو الوسواس
dan dari “Wau al-Waswas” (bisikan-bisikan setan),

وسواس = waswas:

  • bisikan syaitan,
  • keraguan,
  • pikiran buruk,
  • godaan hati,
  • kegelisahan yang menjauhkan dari Allah.

Ini penyakit hati yang halus.

 

وياء اليأس
dan dari “Ya’ al-Ya’s” (keputusasaan),

يأس = putus asa dari rahmat Allah:

  • merasa dosa terlalu besar,
  • merasa ibadah tak berarti,
  • merasa Allah tak menerima,
  • kehilangan harap.

Padahal putus asa termasuk hijab besar.

 

فقد صح اسمه
maka sungguh “namanya” telah menjadi shahih (sehat/lurus).

Artinya:
hakikat dirinya menjadi lurus di sisi Allah.

 

وحق له الإعراب وهو البيان
Dan pantas baginya memperoleh i‘rāb, yaitu kejelasan/penampakan makna.


Permainan makna yang sangat indah:

Dalam nahwu:

إعراب = perubahan akhir kata yang menjelaskan makna.

 

Dalam tasawuf:

إعراب = Allah menjelaskan keadaan hatinya, menampakkan hakikat baginya.

Hatinya menjadi jelas, tidak kabur.

 

ثم الكشف والعيان
Kemudian datanglah kasyf (tersingkapnya tabir) dan ‘iyān (penyaksian langsung).

 

Tahapan ruhani:

  • awal: tahu,
  • lalu hijab tersingkap,
  • lalu menyaksikan dengan hati.

 

فعلم علم اليقين، ثم عين اليقين، ثم حق اليقين
Maka ia memperoleh ‘Ilm al-Yaqīn, lalu ‘Ayn al-Yaqīn, kemudian Haqq al-Yaqīn.

 

Ini tiga tingkatan keyakinan:

1) علم اليقين — ilmu yakin

Yakin berdasarkan ilmu.

Contoh:
Anda tahu api panas karena diberi tahu dan memahami dalil.

 

2) عين اليقين — mata yakin

Yakin karena melihat.

Contoh:
Anda melihat api dengan mata kepala sendiri.

 

3) حق اليقين — hakikat yakin

Yakin karena mengalami langsung.

Contoh:
Anda menyentuh api dan merasakan panasnya.

 

Dalam ruhani:

  • tahu Allah ada → علم اليقين
  • hati menyaksikan tanda-tanda-Nya → عين اليقين
  • tenggelam dalam ma‘rifat dan kedekatan → حق اليقين

 

والله أعلم
Dan Allah lebih mengetahui.

 

Kesimpulan:

Penulis mengisyaratkan:

Isim hati menjadi shahih bila selamat dari tiga penyakit:

  1. ألف الإلباس → kabur, tertipu, riya’, kebatilan yang menyamar.
  2. واو الوسواس → waswas, bisikan setan, keraguan.
  3. ياء اليأس → putus asa dari rahmat Allah.

Jika selamat dari tiga ini:
→ hati jernih,
→ hakikat tersingkap,
→ naik dari:
ilmu yakin → عين اليقين → حق اليقين.

 

Ringkasnya:

Hati yang sehat adalah hati yang tidak tertipu, tidak diganggu waswas, dan tidak putus asa; lalu Allah bukakan baginya cahaya keyakinan.

 

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

 

Baca juga:

Penghalang Diterimanya Amal Dan Sampainya Seorang Hamba Kepada Allah – Gramatika Qalbu - نحو القلوب


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Tiga Hijab Hati dan Jalan Menuju Yaqin – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل Pasal   الاسم: صحيح ومعتل Isim (kata benda/nama) ada dua: shahih (sehat) dan mu‘tal (lemah/cacat). Dalam nahwu, isim dibagi: ...