فصل
Pasal
الحال:
وصف هيئة الفاعل والمفعول
Ḥāl adalah kata yang menjelaskan keadaan (sifat/keadaan) fa‘il dan maf‘ūl.
Dalam
nahwu:
حال adalah keterangan keadaan.
Contoh:
جاء
زيدٌ راكبًا
Zaid datang dalam keadaan berkendara.
راكبًا = حال,
menjelaskan keadaan Zaid.
Lalu makna isyarat:
ومن
شرطه أن يكون نكرة منصوبة
Dan syarat ḥāl ialah berupa nakirah (tidak dikenal/tidak menonjol) dan
manshūb (tegak/terarah).
Dalam nahwu memang demikian:
حال umumnya:
- nakirah,
- manshūb.
Tetapi penulis menakwilkannya secara ruhani.
فالعارف
متوجه إلى الله تعالى في إصلاح حاله
Maka seorang ‘ārif senantiasa menghadap kepada Allah dalam memperbaiki
keadaannya (ḥāl-nya).
Fokus utamanya:
bukan memperbaiki citra,
tetapi memperbaiki حال:
- niat,
- hati,
- khusyuk,
- ikhlas,
- tawakal,
- adab kepada Allah.
Karena maqam diukur dari حال, bukan ucapan.
مجتهد
في تنكير نفسه كي لا يعرف
Ia bersungguh-sungguh menjadikan dirinya “nakirah” (tak dikenal), agar ia
tidak dikenal.
Ini kalimat sangat indah.
تنكير
نفسه = membuat diri “tidak dikenal”:
- tidak mencari popularitas,
- tidak menampakkan maqam,
- tidak menuntut pengakuan,
- tidak suka dipuji,
- tidak ingin jadi pusat perhatian.
Ia memilih tersembunyi.
Bukan karena rendah diri, tapi demi ikhlas.
Ada hikmah:
كن
وليًّا لله، ولا تكن مشهورًا عند الناس
Jadilah wali di sisi Allah, bukan terkenal di mata manusia.
فأحواله
مع الله مستقيمة منتصبة
Maka keadaan-keadaannya bersama Allah lurus dan tegak.
Karena:
ia tak sibuk dengan manusia,
maka حال-nya bersama Allah menjadi:
- lurus,
- stabil,
- kuat,
- tegak dalam ubudiyyah.
Kata منتصبة di
sini juga bermain dengan istilah nahwu:
حال itu manshūb, dan secara ruhani:
ia tegak dalam ibadah.
وهي
بستر التورية
Dan itu diselimuti oleh tirai penyamaran (ditutup rapat).
ستر
التورية = menyembunyikan keadaan
ruhani:
- menutupi ibadah,
- menutupi karamah hati,
- menutupi kedekatan dengan Allah,
- tampil biasa-biasa saja.
Di luar biasa,
di dalam luar biasa.
والنكرة
محتجبة
Dan yang “nakirah” itu tersembunyi/tertutup.
Yakni:
orang yang tak dikenal manusia sering justru dekat kepada Allah.
Tersembunyi dari makhluk,
terkenal di langit.
(يحسبهم الجاهل أغنياء من
التعفف)
“Orang yang tidak tahu mengira mereka kaya karena sikap menjaga diri.”
Ayat ini menggambarkan hamba-hamba Allah yang:
·
menutup
kebutuhan mereka,
·
menjaga
kehormatan,
·
tidak
menampakkan kekurangan,
·
tampak
biasa,
padahal punya kedalaman yang luar biasa.
Maksud
keseluruhan
Padanan penulis:
|
Nahwu |
Ruhani |
|
حال |
keadaan batin |
|
وصف الهيئة |
kualitas ruhani seorang hamba |
|
نكرة |
tidak dikenal, tersembunyi |
|
منصوبة |
tegak dalam ubudiyyah |
|
محتجبة |
tertutup dari pandangan manusia |
Inti
fasal
Pesan utamanya:
Perbaikilah keadaan batinmu di hadapan Allah,
sembunyikan maqammu dari manusia, jadilah hamba yang tidak dikenal di bumi
namun dikenal di langit.
Ringkasnya:
Semakin dekat kepada Allah, semakin sedikit
kebutuhan untuk dikenal manusia.
Atau:
Jadilah “nakirah” di mata manusia, agar menjadi “ma‘rifah” di sisi Allah.
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca juga:
Kejernihan
Pandangan Ruhani, Membedakan Haq Dan Batil, Dan Terpilihnya Hamba Untuk Menjadi
Pembimbing Manusia – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar