Peta Perjalanan Ruhani Seorang Hamba: Dari التلوين (Naik Turun Iman) Menuju التمكين (Keteguhan Ruhani) - نحو القلوب

باب الإعراب والبناء

Bab: I‘rāb dan Binā’.

Dalam nahwu:

  • الإعراب = perubahan akhir kata karena perubahan posisi dan faktor amil.
  • البناء = tetapnya akhir kata, tidak berubah.

لما كان الإعراب بالحركات الثلاث: الرفع والنصب والجر، والجزم
Karena i‘rāb itu terjadi dengan gerak-gerak: rafa‘, naṣb, jarr, dan jazm.

Secara nahwu:

  • رفع = dhammah
  • نصب = fathah
  • جر = kasrah
  • جزم = sukun

Lalu masuk makna isyarat:

كان مدار أهل الإشارة برفع هممهم إلى الله تعالى
Jalan para ahli isyarat adalah dengan mengangkat cita-cita dan himmah mereka kepada Allah Ta‘ala.

1) رفع الهمة — Mengangkat himmah kepada Allah

Maknanya:

  • cita-cita tertinggi adalah Allah,
  • tujuan hidup bukan dunia,
  • hati selalu mengarah ke yang tinggi.

Bukan sekadar ingin sukses, tapi ingin ridha Allah.

ونصب أبدانهم في طاعة الله تعالى
Dan menegakkan / melelahkan tubuh mereka dalam ketaatan kepada Allah.

2) نصب البدن — Mengorbankan tubuh dalam taat

Maknanya:

  • berdiri shalat malam,
  • puasa,
  • belajar,
  • berdakwah,
  • sabar dalam ibadah.

Tubuh letih, ruh hidup.

وخفض نفوسهم تواضعا لله تعالى
Dan merendahkan jiwa mereka sebagai bentuk tawadhu‘ kepada Allah.

3) خفض النفس — Merendahkan ego

Maknanya:

  • tidak sombong,
  • tidak merasa lebih baik,
  • tidak menuntut penghormatan,
  • hina di hadapan Allah, mulia dengan-Nya.

وجزم قلوبهم عما دون الله تعالى
Dan memutus hati mereka dari segala sesuatu selain Allah.

4) جزم القلب — Memutus ketergantungan selain Allah

Maknanya:

  • hati tidak bergantung pada makhluk,
  • tidak menggantungkan kebahagiaan pada dunia,
  • tidak diperbudak pujian/celaan.

Hati tegas:

Allah cukup bagiku.

وسكونهم إلى الله تعالى
Dan ketenangan/diamnya mereka hanya kepada Allah.

Ini buahnya:

hati tenang bersama Allah.

Bukan gelisah oleh dunia.

Ini maqam ṭuma’nīnah.

Tentang المعرب dan المبني

والمعرب، هو المتغير من أصحاب التلوين
Adapun “mu‘rab” adalah orang-orang yang berubah-ubah keadaannya; mereka adalah أهل التلوين (orang yang mengalami perubahan keadaan ruhani).

أهل التلوين:
kadang:

  • semangat, lalu lemah,
  • dekat, lalu jauh,
  • khusyuk, lalu lalai,
  • menangis, lalu keras hati.

Masih berubah-ubah.

Ini fase perjalanan.

والمبني: ما كان مستقيما في حاله لا يتغير وهم أصحاب التمكين
Sedangkan “mabnī” adalah orang yang lurus dan tetap keadaannya, tidak berubah; mereka adalah
أهل التمكين (orang-orang yang telah kokoh/teguh).

أهل التمكين:
stabil:

  • ikhlas stabil,
  • zikir stabil,
  • tawakal stabil,
  • dekat dengan Allah stabil.

Tidak naik turun tajam.

Maqam matang.

Ringkasan indah

Penulis membuat padanan:

Nahwu

Nahwu Hati

رفع

mengangkat himmah kepada Allah

نصب

melelahkan badan dalam ibadah

خفض/جر

merendahkan ego

جزم

memutus hati dari selain Allah

سكون

tenang bersama Allah

Lalu:

Nahwu

Ruhani

معرب

hati berubah-ubah (talwīn)

مبني

hati kokoh dan stabil (tamkīn)

Kesimpulan

Inti fasal ini:

Angkat cita-cita kepada Allah, letihkan badan dalam taat, rendahkan ego, putuskan hati dari selain-Nya, lalu tenanglah bersama-Nya.

Dari situ seorang salik berpindah:

Dari التلوين (naik turun iman) menuju التمكين (keteguhan ruhani).

 

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

 

Baca juga:

Penghalang Diterimanya Amal Dan Sampainya Seorang Hamba Kepada Allah – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Kapan Wajib Menghindari Harta Syubhat? Penjelasan Lima Keadaan Campuran Halal dan Haram Menurut Ulama

Manusia Yang Dikenal Di Sisi Allah Dan Manusia Yang Hidup Tanpa Bagian Ruhani – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Mukadimah Ṭawq al-Ḥamāmah: Adab, Persahabatan, dan Hakikat Cinta dalam Pandangan Ibnu Hazm al-Andalusi

صدر الرسالة وأبوابها والكلام في ماهية الحب قال أبو محمد عفا الله عنه : أفضل ما ابتدئ به حمد الله عز وجل بما هو أهله ، ثم الصلاة على محم...