Khutbah Jum’at Bulan Jumadil Ula : Jangan Menyia-nyiakan Umur, Muhasabah Sebelum Hari Pertanggungjawaban, Segera Bertobat, dan Mempersiapkan Bekal Akhirat



Khutbah Pertama

خُطْبَةُ شَهْرِ جُمَادَى الْأُولَى

اَلْحَمْدُ لِلهِ،
اَلْحَمْدُ لِلهِ مُظْهِرِ الْحَمْدِ وَمُبْدِيْهِ، وَمُنْجِزِ الْوَعْدِ وَمُوَفِّيْهِ، وَمُسْعِدِ الْعَبْدِ وَمُشْقِيْهِ، وَمُرْسِلِ السَّحَابِ وَمُنْشِيْهِ، الَّذِي يُجِيْبُ دَعْوَةَ دَاعِيْهِ وَيَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَاصِي وَإِنْ كَثُرَتْ مَعَاصِيْهِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى حَمْدًا يُوَافِي إِنْعَامَهُ وَيُكَافِئُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنَجِّي قَائِلَهَا مِنْ نَارِ الْجَحِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي هَدَانَا إِلَى طَرِيْقِهِ الْمُسْتَقِيْمِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هٰذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَدَارِكُوا مَا فَرَّطَ مِنَ الْأَيَّامِ وَالْبَطَالَةِ، فَسَيَلْقَى كُلُّ عَامِلٍ مِنْكُمْ أَعْمَالَهُ، يَوْمَ يَسْتَقِيْلُ فَلَا يُجَابُ إِلَى إِقَالَةٍ، يَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى أَنَامِلِهِ عَلَى الضَّلَالَةِ، يَوْمَ تُحْشَرُ فِيْهِ لِلْعَرْضِ عَلَى الدَّيَّانِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، يَوْمَ تَزْدَحِمُ فِيْهِ الْخَلَائِقُ قَوِيًّا وَضَعِيْفًا، وَدُنْيَا وَشَرَفًا، وَيَسِيْرُ عَلَى كُلِّ قَدَمٍ أَلْفُ قَدَمٍ، فَلَا يَسْتَطِيْعُ أَحَدٌ عَنْ نَفْسِهِ دَفْعًا وَلَا تَخْفِيْفًا، وَتُنْشَرُ الدَّوَاوِيْنُ وَتَطَايَرُ الصُّحُفُ وَتُنْصَبُ الْمَوَازِيْنُ، وَالْمَلَائِكَةُ قَدْ حَفُّوْا بِالْخَلَائِقِ أَجْمَعِيْنَ، وَقَدْ خَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ، وَقَدْ تَجَلَّى الْمَلِكُ الدَّيَّانُ.

هُنَالِكَ تَشِيْبُ الْأَطْفَالُ، وَتُوْضَعُ فِي الْأَعْنَاقِ الْأَغْلَالُ، وَيُقَادُ الْمُجْرِمُوْنَ إِلَى جَهَنَّمَ وَأَهْلِ الضَّلَالِ، فَهٰذَا مَأْخُوْذٌ بِنَاصِيَتِهِ، وَهٰذَا مَسْحُوْبٌ عَلَى جَبْهَتِهِ، وَهٰذَا قَدْ سَامَحَهُ رَبُّهُ وَنَجَّاهُ، وَهٰذَا يَدْعُو فَلَا يُجَابُ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَقَدِّمُوا الْأَعْمَالَ الصَّالِحَاتِ، وَلَا تَتَّبِعُوا كَيْدَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيْفًا.

فَقَدْ وَرَدَ فِي الْخَبَرِ، عَنِ النَّبِيِّ الصَّادِقِ الْأَبَرِّ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ الْأَمَانِيَّ».

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Khutbah pertama pada bulan Jumadil Ula ini mengingatkan kita agar tidak menyia-nyiakan hari-hari dan waktu yang telah Allah berikan kepada kita. Umur manusia terus berjalan. Hari yang telah berlalu tidak akan kembali, sedangkan setiap amal yang kita kerjakan akan kita jumpai kembali di hadapan Allah سبحانه وتعالى.

Karena itu, janganlah kita menghabiskan kehidupan dalam keadaan lalai dan tidak melakukan amal yang bermanfaat. Setiap orang akan bertemu dengan hasil perbuatannya. Apa yang kita kerjakan di dunia akan menjadi bekal yang kita bawa menuju kehidupan setelah kematian.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah ini menggambarkan dahsyatnya hari ketika seluruh manusia dikumpulkan untuk menghadap Allah سبحانه وتعالى. Pada hari itu, tidak ada seorang pun yang dapat menghindarkan dirinya dari pertanggungjawaban.

Orang yang dahulu berbuat zalim akan menyesali perbuatannya. Ia akan menggigit jari karena menyadari bahwa dirinya telah memilih jalan kesesatan. Pada saat itu, penyesalan tidak lagi memberikan kesempatan untuk kembali memperbaiki amal.

Allah سبحانه وتعالى akan memperlihatkan seluruh amal manusia. Catatan-catatan amal akan dibuka, lembaran-lembaran amal akan disebarkan, dan timbangan amal akan ditegakkan.

Para malaikat mengelilingi seluruh makhluk, suara-suara menjadi tunduk di hadapan Allah Yang Maha Pengasih, dan manusia menyaksikan kedahsyatan hari pembalasan.

Gambaran tersebut seharusnya membuat kita sadar bahwa kehidupan dunia bukanlah tempat untuk bersantai dan melupakan tujuan akhir. Dunia adalah tempat untuk beramal, sedangkan akhirat adalah tempat untuk menerima balasan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah juga menggambarkan keadaan manusia pada hari kiamat. Ada manusia yang mendapatkan keselamatan karena rahmat Allah, tetapi ada pula orang-orang yang mendapatkan azab akibat kesesatan dan kemaksiatan mereka.

Karena itu, selama kita masih diberikan kesempatan hidup, janganlah menunda-nunda untuk bertobat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

﴿وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى﴾

Artinya:

“Dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap mengikuti petunjuk.”

Ayat ini memberikan harapan besar kepada orang yang ingin kembali kepada Allah. Tobat bukan hanya sekadar mengucapkan istighfar, tetapi juga harus disertai keimanan, amal saleh, dan istiqamah di atas petunjuk Allah.

Maka apabila kita memiliki dosa, segeralah bertobat. Jangan menunggu hari esok. Sebab kita tidak mengetahui kapan ajal akan datang.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah ini juga mengingatkan kita agar tidak mengikuti tipu daya setan.

Allah سبحانه وتعالى telah menegaskan:

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيْفًا

“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

Setan berusaha membuat manusia menunda kebaikan, mengikuti hawa nafsu, mencintai dunia secara berlebihan, dan meremehkan dosa. Karena itu, seorang mukmin harus senantiasa waspada terhadap godaan tersebut.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga mengingatkan:

«اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ الْأَمَانِيَّ»

“Orang yang cerdas adalah orang yang mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kepada Allah.”

Hadis ini mengajarkan kepada kita agar senantiasa melakukan muhasabah, yaitu mengevaluasi diri.

Sudahkah kita melaksanakan shalat dengan baik? Sudahkah kita menunaikan kewajiban kepada keluarga? Sudahkah kita menjaga lisan? Sudahkah kita meninggalkan dosa? Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hendaknya kita ajukan kepada diri sendiri sebelum datang hari ketika seluruh amal diperhitungkan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Orang yang bijaksana bukanlah orang yang hanya memiliki banyak keinginan dan angan-angan, tetapi orang yang menggunakan kesempatan hidupnya untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Mari kita manfaatkan umur yang tersisa untuk memperbanyak amal saleh. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir dan istighfar, bersedekah, membantu sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga hubungan dengan keluarga, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Jangan sampai kita menjadi orang yang baru menyadari kesalahan ketika kesempatan untuk memperbaikinya telah berakhir.

Semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertobat, beriman, beramal saleh, dan istiqamah mengikuti petunjuk-Nya.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kepada kita husnul khatimah.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ، وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ الْأَمِيْنِ الْمَأْمُوْنِ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْنَ، وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

﴿وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى﴾.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَإِيَّايَ عَمَّا نَهَى اللهُ عَنْهُ مِنْ قُبْحِ الْمَعْصِيَةِ، فَاتَّقُوا اللهَ وَلَا تَعْصُوْهُ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ التَّوْبَةَ بَابٌ عَظِيْمٌ مِنْ أَبْوَابِ رَحْمَةِ اللهِ، فَسَارِعُوا إِلَى التَّوْبَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ، وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ مَا تَجِدُوْنَهُ يَوْمَ تَلْقَوْنَ اللهَ.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ التَّوْبَةَ النَّصُوْحَ، وَالْقَلْبَ الْخَاشِعَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ، وَالْعِلْمَ النَّافِعَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَيَاتَنَا زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ.

اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

اَللّٰهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلِ الْآخِرَةَ خَيْرًا لَنَا وَأَبْقَى.

اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ ضَعْفَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا، وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا، وَاقْضِ حَوَائِجَنَا.

اَللّٰهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَعْمَالِنَا.

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ أَهْلِ الْإِيْمَانِ وَالتَّقْوَى، وَأَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ وَنِسَاءَهُمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Artikel Terkait:

Khutbah Jum’atBulan Rabi’ustsani : Umur yang Berlalu Takkan Kembali: Segera Bertobat danMempersiapkan Bekal Akhirat

Khutbah Jum’at Bulan Rabi’ul Awal : Bukti Cinta kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Mengikuti Sunnahnya

Khutbah Jum’at Bulan Jumadistsani : Kematian Pasti Datang, Jangan Terlena oleh Dunia, Persiapkan Bekal Menuju Akhirat

📚
Khutbah Jum’at Bulan Jumadil Ula : Jangan Menyia-nyiakan Umur, Muhasabah Sebelum Hari Pertanggungjawaban, Segera Bertobat, dan Mempersiapkan Bekal Akhirat
Download PDF Kitab Makna Pesantren melalui tombol di bawah.
📥 DOWNLOAD PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Bahaya Berteman dengan Ahli Bid'ah dan Orang Fajir Menurut Imam Al-Ghazali (02/05/53)

Pendahuluan Persahabatan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pemikiran, akhlak, dan agama seseorang. Oleh karena itu, Islam mem...