Khutbah Jum’at Bulan Rabi’ustsani : Umur yang Berlalu Takkan Kembali: Segera Bertobat dan Mempersiapkan Bekal Akhirat

Khutbah Pertama

خُطْبَةُ شَهْرِ رَبِيْعِ الثَّانِي

اَلْحَمْدُ لِلهِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي عَزَّتْ مَعْرِفَتُهُ فَلَا يُدْرَكُ بِالْعُقُولِ خَافِيْهَا، وَجَلَّتْ صِفَتُهُ فَلَا يَتَكَدَّرُ بِالْمَنْقُولِ صَافِيْهَا، وَتَمَّتْ كَلِمَتُهُ فَلَا يُرَدُّ حُكْمُ قَاصِيْهَا، وَدَامَتْ أَزَلِيَّتُهُ فَمَنْ ذَا يُضَاهِيْهَا، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا يُمْكِنُ تَنَافِيْهَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاسْتَدْرِكُوا مَا فَاتَ مِنْ أَعْمَارِكُمْ، فَالدُّنْيَا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ، وَحَصِّلُوا التَّوْبَةَ فَقَدْ قَرُبَ الرَّحِيْلُ، فَمَا أَسْعَدَ مَنْ بَادَرَ بَقِيَّةَ عُمُرِهِ بِالِاغْتِنَامِ، وَمَا أَحْسَنَ مَنْ دَعَاهُ مَوْلَاهُ فَأَجَابَهُ بِالذُّلِّ وَالِاحْتِشَامِ، وَمَا أَبْرَكَ مَنْ خُلِعَ عَلَيْهِ خُلَعُ الْقَبُولِ وَالْإِنْعَامِ، وَمَا أَشْقَى مَنْ ذَهَبَ فِي الْبَطَالَةِ شُهُوْرُهُ وَالْأَيَّامُ، وَكُتِبَ عَلَيْهِ الْمَلَكَانِ الْقَبَائِحَ وَالْآثَامَ.

وَمَا أَقْسَى مَنْ عَصَى الْمَلِكَ الْعَلَّامَ، يَسْمَعُ الْمَوَاعِظَ فَكَأَنَّهَا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ، وَتَمْضِي عَلَيْهِ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامُ وَهُوَ مُصِرٌّ عَلَى الْآثَامِ، وَيَطْمَعُ فِي دُخُوْلِ الْجَنَّةِ وَقَدْ ضُرِبَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا بِسُوْرٍ لَهُ بَابٌ، وَيَتَصَنَّعُ بِعِمَارَةِ ظَاهِرِهِ وَبَاطِنُهُ خَرَابٌ، وَيَتَعَفَّفُ عَنِ الْقَلِيْلِ وَهُوَ لِلْكَثِيْرِ نَهَّابٌ.

فَمَا عُذْرُ هَذَا إِذَا اجْتَمَعَتِ الْخَلَائِقُ، وَتَحَقَّقَتِ الْحَقَائِقُ، وَوُزِنَتِ الْأَعْمَالُ بِالدَّقَائِقِ، وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا شَهِيْدٌ وَسَائِقٌ، وَوُضِعَ الْكِتَابُ، وَنُوْقِشَ الْحِسَابُ وَلَمْ يَدْرِ مَا الْجَوَابُ، يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ عَمَلَهَا، وَتُسْأَلُ عَنْ قَوْلِهَا وَفِعْلِهَا، هُنَالِكَ تَنْظُرُ الْأَسْرَارُ وَتَنْكَشِفُ الْأَسْتَارُ، وَيَتَجَلَّى الْمَلِكُ الْجَبَّارُ.

فَكَيْفَ تَعْصُوْنَ اللهَ وَقَدْ أَقْرَرْتُمْ بِرُبُوْبِيَّتِهِ؟ فَيَا عِبَادَ اللهِ أَطِيْعُوا اللهَ وَرَسُوْلَهُ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَاجْتَنِبُوا الْفَوَاحِشَ فَالْوَعِيْدُ غَيْرُ مُكَذَّبٍ.

فَقَدْ وَرَدَ فِي الْخَبَرِ، عَنِ النَّبِيِّ الصَّادِقِ الْأَبَرِّ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ».

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal yang paling berharga dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan akhirat.

Khutbah yang kita dengarkan mengingatkan kita bahwa umur yang telah berlalu tidak mungkin dapat kembali. Hari-hari yang telah kita lewati telah menjadi bagian dari masa lalu. Apa yang telah kita lakukan akan menjadi catatan bagi diri kita, sedangkan kesempatan yang telah berlalu tidak dapat kita ulangi.

Dunia ini digambarkan sebagai أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ, yaitu seperti mimpi-mimpi yang bercampur dan tidak berlangsung lama. Karena itu, jangan sampai kehidupan dunia membuat kita terlena sehingga lupa bahwa perjalanan hidup kita sedang menuju kepada kematian.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah ini juga mengingatkan kita agar segera melakukan tobat. Selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, pintu tobat masih terbuka. Jangan menunggu sampai usia semakin tua, jangan menunggu datangnya penyakit, dan jangan menunggu ketika ajal telah berada di hadapan kita.

Betapa beruntungnya orang yang menggunakan sisa umurnya untuk berbuat kebaikan. Ia menyadari bahwa waktu yang masih diberikan Allah merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, memohon ampun atas dosa, dan kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.

Sebaliknya, betapa meruginya orang yang membiarkan bulan-bulan dan hari-harinya berlalu dalam kelalaian. Waktu terus berjalan, sementara dosa terus bertambah. Malaikat mencatat amal perbuatan manusia, baik yang berupa kebaikan maupun keburukan.

Karena itu, janganlah kita menjadi orang yang ketika mendengar nasihat agama, nasihat tersebut hanya berlalu seperti mimpi. Nasihat didengar, tetapi tidak diamalkan. Peringatan disampaikan, tetapi seseorang tetap bersikeras melakukan kemaksiatan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah ini juga menggambarkan keadaan orang yang berharap masuk surga, tetapi dirinya masih terus melakukan perbuatan dosa. Ia menghiasi lahirnya, tetapi batinnya kosong dari ketakwaan. Ia berhati-hati terhadap perkara yang kecil, tetapi justru berani mengambil dan melakukan perkara yang besar.

Maka marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapi hari ketika seluruh manusia dikumpulkan?

Pada hari itu, seluruh perkara akan menjadi nyata. Amal manusia akan ditimbang dengan penuh ketelitian. Setiap manusia akan datang dengan catatan amalnya. Tidak ada perbuatan yang sia-sia dan tidak ada amal yang terlupakan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

﴿وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا ۝ اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا﴾

Artinya:

“Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan pada hari kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dijumpainya dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung terhadapmu.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia akan berhadapan dengan catatan amalnya sendiri. Apa yang dahulu dikerjakan akan diperlihatkan kepadanya.

Oleh sebab itu, sebelum datang hari tersebut, marilah kita memperbaiki catatan amal kita. Jika pernah berbuat dosa, segera bertobat. Jika pernah meninggalkan kewajiban, segera memperbaikinya. Jika pernah menyakiti orang lain, berusahalah meminta maaf dan mengembalikan haknya.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam khutbah tersebut juga disebutkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

«عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ»

“Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah siapa yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan diberi balasan atas perbuatanmu.”

Pesan ini mengingatkan kita tentang tiga perkara: kematian, perpisahan, dan pertanggungjawaban amal.

Kita boleh menikmati kehidupan dunia, tetapi jangan sampai melupakan kematian. Kita boleh mencintai keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita cintai, tetapi hendaknya kita menyadari bahwa suatu saat akan ada perpisahan. Dan kita boleh melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan ini, tetapi kita harus ingat bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan.

Maka marilah kita menggunakan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa manfaat. Perbanyaklah istighfar, perbanyaklah amal saleh, tunaikan kewajiban, tinggalkan kemaksiatan, dan perbaiki hubungan kita dengan Allah serta dengan sesama manusia.

Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kepada kita kesempatan untuk bertobat sebelum datangnya ajal, memberikan kekuatan untuk taat kepada-Nya, dan menjadikan akhir kehidupan kita dalam keadaan husnul khatimah.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ، وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ الْأَمِيْنِ الْمَأْمُوْنِ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْنَ:

﴿وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ﴾.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

﴿وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا ۝ اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا﴾.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْقِيَامَةَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْحِسَابَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ.

فَاسْتَعِدُّوْا لِيَوْمٍ تُعْرَضُوْنَ فِيْهِ عَلَى اللهِ، وَتُعْرَضُ أَعْمَالُكُمْ عَلَيْكُمْ، فَأَكْثِرُوا مِنَ التَّوْبَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ، وَأَصْلِحُوا أَعْمَالَكُمْ، وَاتْرُكُوا الْمَعَاصِيَ وَالْفَوَاحِشَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَسَتِّرْ عُيُوْبَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى.

اَللّٰهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى الْإِيْمَانِ وَالطَّاعَةِ، وَأَمِتْنَا عَلَى الْإِسْلَامِ وَالسُّنَّةِ، وَاحْشُرْنَا مَعَ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Baca juga:

Khutbah Jum’atBulan Shafar : Umur Terus Berkurang, Saatnya Muhasabah, Bertaubat danMendekatkan Diri kepada Allah

Khutbah Jum’at Bulan Rabi’ul Awal : Bukti Cinta kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Mengikuti Sunnahnya

Khutbah Jum’at Bulan Jumadil Ula : Jangan Menyia-nyiakan Umur, Muhasabah Sebelum Hari Pertanggungjawaban, Segera Bertobat, dan Mempersiapkan Bekal Akhirat



Khutbah Pertama

خُطْبَةُ شَهْرِ رَبِيْعِ الثَّانِي

اَلْحَمْدُ لِلهِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي عَزَّتْ مَعْرِفَتُهُ فَلَا يُدْرَكُ بِالْعُقُولِ خَافِيْهَا، وَجَلَّتْ صِفَتُهُ فَلَا يَتَكَدَّرُ بِالْمَنْقُولِ صَافِيْهَا، وَتَمَّتْ كَلِمَتُهُ فَلَا يُرَدُّ حُكْمُ قَاصِيْهَا، وَدَامَتْ أَزَلِيَّتُهُ فَمَنْ ذَا يُضَاهِيْهَا، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا يُمْكِنُ تَنَافِيْهَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاسْتَدْرِكُوا مَا فَاتَ مِنْ أَعْمَارِكُمْ، فَالدُّنْيَا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ، وَحَصِّلُوا التَّوْبَةَ فَقَدْ قَرُبَ الرَّحِيْلُ، فَمَا أَسْعَدَ مَنْ بَادَرَ بَقِيَّةَ عُمُرِهِ بِالِاغْتِنَامِ، وَمَا أَحْسَنَ مَنْ دَعَاهُ مَوْلَاهُ فَأَجَابَهُ بِالذُّلِّ وَالِاحْتِشَامِ، وَمَا أَبْرَكَ مَنْ خُلِعَ عَلَيْهِ خُلَعُ الْقَبُولِ وَالْإِنْعَامِ، وَمَا أَشْقَى مَنْ ذَهَبَ فِي الْبَطَالَةِ شُهُوْرُهُ وَالْأَيَّامُ، وَكُتِبَ عَلَيْهِ الْمَلَكَانِ الْقَبَائِحَ وَالْآثَامَ.

وَمَا أَقْسَى مَنْ عَصَى الْمَلِكَ الْعَلَّامَ، يَسْمَعُ الْمَوَاعِظَ فَكَأَنَّهَا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ، وَتَمْضِي عَلَيْهِ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامُ وَهُوَ مُصِرٌّ عَلَى الْآثَامِ، وَيَطْمَعُ فِي دُخُوْلِ الْجَنَّةِ وَقَدْ ضُرِبَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا بِسُوْرٍ لَهُ بَابٌ، وَيَتَصَنَّعُ بِعِمَارَةِ ظَاهِرِهِ وَبَاطِنُهُ خَرَابٌ، وَيَتَعَفَّفُ عَنِ الْقَلِيْلِ وَهُوَ لِلْكَثِيْرِ نَهَّابٌ.

فَمَا عُذْرُ هَذَا إِذَا اجْتَمَعَتِ الْخَلَائِقُ، وَتَحَقَّقَتِ الْحَقَائِقُ، وَوُزِنَتِ الْأَعْمَالُ بِالدَّقَائِقِ، وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا شَهِيْدٌ وَسَائِقٌ، وَوُضِعَ الْكِتَابُ، وَنُوْقِشَ الْحِسَابُ وَلَمْ يَدْرِ مَا الْجَوَابُ، يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ عَمَلَهَا، وَتُسْأَلُ عَنْ قَوْلِهَا وَفِعْلِهَا، هُنَالِكَ تَنْظُرُ الْأَسْرَارُ وَتَنْكَشِفُ الْأَسْتَارُ، وَيَتَجَلَّى الْمَلِكُ الْجَبَّارُ.

فَكَيْفَ تَعْصُوْنَ اللهَ وَقَدْ أَقْرَرْتُمْ بِرُبُوْبِيَّتِهِ؟ فَيَا عِبَادَ اللهِ أَطِيْعُوا اللهَ وَرَسُوْلَهُ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَاجْتَنِبُوا الْفَوَاحِشَ فَالْوَعِيْدُ غَيْرُ مُكَذَّبٍ.

فَقَدْ وَرَدَ فِي الْخَبَرِ، عَنِ النَّبِيِّ الصَّادِقِ الْأَبَرِّ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ».

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal yang paling berharga dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan akhirat.

Khutbah yang kita dengarkan mengingatkan kita bahwa umur yang telah berlalu tidak mungkin dapat kembali. Hari-hari yang telah kita lewati telah menjadi bagian dari masa lalu. Apa yang telah kita lakukan akan menjadi catatan bagi diri kita, sedangkan kesempatan yang telah berlalu tidak dapat kita ulangi.

Dunia ini digambarkan sebagai أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ, yaitu seperti mimpi-mimpi yang bercampur dan tidak berlangsung lama. Karena itu, jangan sampai kehidupan dunia membuat kita terlena sehingga lupa bahwa perjalanan hidup kita sedang menuju kepada kematian.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah ini juga mengingatkan kita agar segera melakukan tobat. Selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, pintu tobat masih terbuka. Jangan menunggu sampai usia semakin tua, jangan menunggu datangnya penyakit, dan jangan menunggu ketika ajal telah berada di hadapan kita.

Betapa beruntungnya orang yang menggunakan sisa umurnya untuk berbuat kebaikan. Ia menyadari bahwa waktu yang masih diberikan Allah merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, memohon ampun atas dosa, dan kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.

Sebaliknya, betapa meruginya orang yang membiarkan bulan-bulan dan hari-harinya berlalu dalam kelalaian. Waktu terus berjalan, sementara dosa terus bertambah. Malaikat mencatat amal perbuatan manusia, baik yang berupa kebaikan maupun keburukan.

Karena itu, janganlah kita menjadi orang yang ketika mendengar nasihat agama, nasihat tersebut hanya berlalu seperti mimpi. Nasihat didengar, tetapi tidak diamalkan. Peringatan disampaikan, tetapi seseorang tetap bersikeras melakukan kemaksiatan.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Khutbah ini juga menggambarkan keadaan orang yang berharap masuk surga, tetapi dirinya masih terus melakukan perbuatan dosa. Ia menghiasi lahirnya, tetapi batinnya kosong dari ketakwaan. Ia berhati-hati terhadap perkara yang kecil, tetapi justru berani mengambil dan melakukan perkara yang besar.

Maka marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapi hari ketika seluruh manusia dikumpulkan?

Pada hari itu, seluruh perkara akan menjadi nyata. Amal manusia akan ditimbang dengan penuh ketelitian. Setiap manusia akan datang dengan catatan amalnya. Tidak ada perbuatan yang sia-sia dan tidak ada amal yang terlupakan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

﴿وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا ۝ اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا﴾

Artinya:

“Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan pada hari kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dijumpainya dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung terhadapmu.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia akan berhadapan dengan catatan amalnya sendiri. Apa yang dahulu dikerjakan akan diperlihatkan kepadanya.

Oleh sebab itu, sebelum datang hari tersebut, marilah kita memperbaiki catatan amal kita. Jika pernah berbuat dosa, segera bertobat. Jika pernah meninggalkan kewajiban, segera memperbaikinya. Jika pernah menyakiti orang lain, berusahalah meminta maaf dan mengembalikan haknya.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam khutbah tersebut juga disebutkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

«عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ»

“Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah siapa yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan diberi balasan atas perbuatanmu.”

Pesan ini mengingatkan kita tentang tiga perkara: kematian, perpisahan, dan pertanggungjawaban amal.

Kita boleh menikmati kehidupan dunia, tetapi jangan sampai melupakan kematian. Kita boleh mencintai keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita cintai, tetapi hendaknya kita menyadari bahwa suatu saat akan ada perpisahan. Dan kita boleh melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan ini, tetapi kita harus ingat bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan.

Maka marilah kita menggunakan sisa umur dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa manfaat. Perbanyaklah istighfar, perbanyaklah amal saleh, tunaikan kewajiban, tinggalkan kemaksiatan, dan perbaiki hubungan kita dengan Allah serta dengan sesama manusia.

Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kepada kita kesempatan untuk bertobat sebelum datangnya ajal, memberikan kekuatan untuk taat kepada-Nya, dan menjadikan akhir kehidupan kita dalam keadaan husnul khatimah.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ، وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ الْأَمِيْنِ الْمَأْمُوْنِ، وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْنَ:

﴿وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ﴾.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

﴿وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا ۝ اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا﴾.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْقِيَامَةَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْحِسَابَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ.

فَاسْتَعِدُّوْا لِيَوْمٍ تُعْرَضُوْنَ فِيْهِ عَلَى اللهِ، وَتُعْرَضُ أَعْمَالُكُمْ عَلَيْكُمْ، فَأَكْثِرُوا مِنَ التَّوْبَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ، وَأَصْلِحُوا أَعْمَالَكُمْ، وَاتْرُكُوا الْمَعَاصِيَ وَالْفَوَاحِشَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَسَتِّرْ عُيُوْبَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى.

اَللّٰهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى الْإِيْمَانِ وَالطَّاعَةِ، وَأَمِتْنَا عَلَى الْإِسْلَامِ وَالسُّنَّةِ، وَاحْشُرْنَا مَعَ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Baca juga:

Khutbah Jum’atBulan Shafar : Umur Terus Berkurang, Saatnya Muhasabah, Bertaubat danMendekatkan Diri kepada Allah

Khutbah Jum’at Bulan Rabi’ul Awal : Bukti Cinta kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Mengikuti Sunnahnya

Khutbah Jum’at Bulan Jumadil Ula : Jangan Menyia-nyiakan Umur, Muhasabah Sebelum Hari Pertanggungjawaban, Segera Bertobat, dan Mempersiapkan Bekal Akhirat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Jangan Membantu Setan atas Saudaramu: Penjelasan Hadis tentang Pelaku Maksiat Menurut Imam Al-Ghazali (02/05/47)

Pendahuluan Dalam membahas adab menghadapi pelaku maksiat, Imam Al-Ghazali menghadirkan sebuah hadis yang sangat menyentuh. Hadis ini me...