Kata pengantar
بسم الله الرحمن
الرحيم
الحمد لله الذي جعل النوم سباتا وخلق الناس أشتاتا وبسط الأرض لهم
فراشا وجعل الليل لباسا والنهار معاشا والصلاة والسلام على البشير والسراج المنير
محمد النبي الرسول الذي ألبسه الله تعالى حلة الكرامة وتاج القبول ورضوان الله
تعالى على آله الأبرار وأصحابه الأئمة الأخيار وعن جميع التابعين لهم بإحسان إلى
آخر الزمان
Segala puji bagi Allah yang
menjadikan tidur sebagai waktu istirahat, menciptakan manusia beragam
(berbangsa-bangsa), membentangkan bumi bagi mereka sebagai hamparan, menjadikan
malam sebagai pakaian (penutup), dan siang sebagai waktu untuk mencari
penghidupan.
Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada sang pembawa kabar gembira dan pelita yang menerangi, yaitu Nabi
Muhammad, utusan Allah, yang telah Allah pakaikan kepadanya pakaian kemuliaan
dan mahkota penerimaan. Semoga pula ridha Allah tercurah kepada keluarga beliau
yang mulia, para sahabat beliau yang menjadi pemimpin yang baik, serta kepada
seluruh pengikut mereka dengan kebaikan hingga akhir zaman.
( أما بعد ) فيقول
العبد الفقير والعاجز الحقير عبد الغني بن إسماعيل الشهير بابن النابلسي الحنفي
مذهبا القادري مشربا النقشبندي طريقة أدام الله تعالى هدايته وتوفيقه :
(Amma ba‘du) maka berkata hamba yang
fakir, lemah, dan hina ini, yaitu ‘Abd al-Ghani bin Ismail, yang dikenal dengan
Ibnu an-Nabulsi—bermazhab Hanafi, dalam jalan (spiritual) al-Qadiri, dan dalam
tarekat an-Naqsyabandi—semoga Allah senantiasa melanggengkan hidayah dan
taufik-Nya kepadanya.
لما كان علم التعبير للرؤيا المنامية
من العلوم الرفيعة المقام وكانت الأنبياء صلى الله وسلم عليهم يعدونها من الوحي
إليهم في شرائع الأحكام
وقد ذهبت النبوة وبقيت المبشرات
الرؤيا الصالحة يراها الرجل أو ترى له في المنام على حسب ما ورد في الحديث عن سيد
الأنام عليه أفضل وأتم السلام أردت أن أجمع كتابا في هذا الشأن يكون مرتبا على
حروف المعجم ليسهل التناول منه على كل إنسان
Karena ilmu penafsiran mimpi (ta‘bir
ar-ru’ya) merupakan salah satu ilmu yang tinggi kedudukannya, dan para
nabi—shalawat dan salam atas mereka—menganggapnya sebagai bagian dari wahyu
yang diberikan kepada mereka dalam penetapan hukum-hukum syariat. Dan
sesungguhnya kenabian telah berakhir, namun yang tersisa adalah kabar-kabar
gembira, yaitu mimpi yang baik (ru’ya shalihah) yang dilihat seseorang atau
diperlihatkan kepadanya dalam tidur, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari
penghulu manusia—shalawat dan salam yang paling utama dan sempurna atasnya.
Maka aku ingin menyusun sebuah kitab dalam bidang ini yang tersusun berdasarkan
huruf-huruf alfabet agar mudah dimanfaatkan oleh setiap orang.
وقد رأيت كتابا مجموعا كذلك لابن غنام
رحمه الله تعالى فهو السابق إلى هذا الأسلوب التام ولكنه مختصر لا يفي بغلة
المتعطشين من ذوي الأفهام فاستعنت بالله تعالى على إتمام ما أردت فإنه ولي الإحسان
وله الفضل علينا ومنه كمال الجود والامتنان
Dan aku telah melihat sebuah kitab
yang disusun dengan cara seperti itu oleh Ibnu Ghanam r.a. Ia merupakan orang
yang lebih dahulu menggunakan metode ini secara lengkap, namun kitabnya ringkas
dan tidak cukup memuaskan dahaga para pencari ilmu yang memiliki pemahaman.
Maka aku pun memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala untuk menyempurnakan apa
yang aku kehendaki, karena Dialah Pemilik kebaikan, bagi-Nya segala keutamaan
atas kita, dan dari-Nya kesempurnaan kemurahan serta anugerah.
وسميت كتابي هذا ( تعطير الأنام في
تعبير المنام ) سائلا دعوة صالحة من صالح تكون لنا في يوم زلة الأقدام وقد ابتدأته
بمقدمة مختصرة جامعة إقتداء بالمصنفين في هذا العلم من الأعلام عليهم رحمة الله
العلام
Dan aku menamai kitabku ini ‘تعطير الأنام في تعبير المنام’ (Mengharumkan
Manusia dalam Penafsiran Mimpi), seraya memohon doa yang baik dari orang-orang
saleh, yang semoga bermanfaat bagi kami pada hari tergelincirnya kaki (di
akhirat). Dan aku memulainya dengan sebuah pendahuluan yang singkat namun
mencakup, sebagai teladan dari para penulis besar dalam ilmu ini—semoga rahmat
Allah tercurah kepada mereka.
مقدمة
- قال الله تعالى
: { لهم البشرى في الحياة الدنيا وفي الآخرة } .
قال بعض المفسرين : يعني الرؤيا
الصالحة يراها الإنسان أو ترى له في الدنيا وفي الآخرة رؤية الله تعالى
وقال عليه الصلاة و السلام : "
من لم يؤمن بالرؤيا الصالحة لم يؤمن بالله ولا باليوم الآخر "
Pendahuluan
Allah Ta'ala berfirman: "Bagi
mereka ada kabar gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat."
Sebagian ahli tafsir mengatakan:
"Yang dimaksud adalah mimpi yang baik (ru’ya shalihah) yang dilihat oleh
seseorang atau diperlihatkan kepadanya di dunia, dan di akhirat adalah melihat
Allah Ta'ala."
Dan Nabi ﷺ
bersabda: "Barang siapa tidak beriman kepada mimpi yang baik, maka ia
tidak beriman kepada Allah dan hari akhir."
وقالت عائشة رضي الله عنها : أول ما
بدئ به رسول الله صلى الله عليه و سلم من الوحي الرؤيا الصالحة في النوم فكان لا
يرى رؤيا إلا جاءت مثل فلق الصبح
Dan ‘Aisyah رضي الله عنها berkata: Permulaan wahyu yang diberikan
kepada Rasulullah ﷺ adalah mimpi yang
benar (ru’ya shalihah) dalam tidur. Maka beliau tidaklah melihat suatu mimpi
kecuali datang seperti terangnya fajar."
وروي عنه عليه السلام أنه قال لأبي بكر الصديق رضي الله عنه : "
يا أبا بكر رأيت كأني أنا وأنت نرقى في درجة فسبقتك بمرقاتين " . فقال يا
رسول الله يقبضك الله تعالى إلى رحمته وأعيش بعدك سنتين ونصفا
Dan diriwayatkan dari beliau ﷺ bahwa beliau bersabda kepada Abu Bakar
Ash-Shiddiq رضي الله عنه: “Wahai Abu Bakar,
aku melihat (dalam mimpi) seakan-akan aku dan engkau menaiki sebuah tangga,
lalu aku mendahuluimu dua anak tangga.”
Maka ia (Abu Bakar) berkata: “Wahai
Rasulullah, Allah akan mewafatkan engkau ke dalam rahmat-Nya, dan aku akan
hidup setelahmu selama dua setengah tahun.”
وروي أنه عليه السلام قال له : "
رأيت كأنما تبعني غنم سود وتبعتها غنم بيض " فقال أبو بكر رضي الله عنه تتبعك
العرب وتتبع العرب العجم
وقد من الله تعالى على يوسف عليه السلام بعلم الرؤيا فقال تعالى : {
وكذلك يجتبيك ربك ويعلمك من تأويل الأحاديث } . وقال : { رب قد آتيتني من الملك
وعلمتني من تأويل الأحاديث } .
Dan diriwayatkan bahwa beliau ﷺ bersabda kepada Abu Bakar r.a: “Aku
melihat seakan-akan aku diikuti oleh kambing-kambing hitam, lalu diikuti pula
oleh kambing-kambing putih.”
Maka Abu Bakar رضي الله عنه berkata: Bangsa Arab akan mengikutimu, dan
setelah bangsa Arab, bangsa non-Arab (‘ajam) juga akan mengikutimu.”
Dan sungguh Allah Ta'ala telah
menganugerahkan kepada Nabi Yusuf عليه السلام
ilmu tentang mimpi.
Allah berfirman: “Dan demikianlah
Tuhanmu memilihmu dan mengajarkan kepadamu tafsir mimpi.”
Dan (Yusuf) berkata: “Wahai Tuhanku,
sungguh Engkau telah memberiku sebagian kerajaan dan mengajarkanku sebagian
dari tafsir mimpi.”
يعني به علم الرؤيا وهو العلم الأول
منذ ابتداء العالم لم يزل عليه الأنبياء والرسل صلوات الله عليهم يأخذون به
ويعملون عليه حتى كان نبوأتهم بالرؤيا وحي من الله عز و جل إليهم في المنام وما
كان قبل النبي صلى الله عليه و سلم من علوم الأوائل أشرف من علم الرؤيا
Yang dimaksud dengan itu adalah ilmu
mimpi (tafsir mimpi), yaitu ilmu yang pertama sejak awal penciptaan dunia.
Para nabi dan rasul—shalawat Allah
atas mereka—senantiasa berpegang padanya dan mengamalkannya, hingga kenabian
mereka melalui mimpi merupakan wahyu dari Allah عز وجل
kepada mereka dalam tidur.
Dan tidak ada ilmu dari ilmu-ilmu
terdahulu sebelum Nabi ﷺ yang lebih mulia
daripada ilmu mimpi.
وقد قال بإبطال الرؤيا قوم ملحدين
يقولون إن النائم يرى في منامه ما يغلب عليه من الطبائع الأربعة
فإن غلبت عليه السوداء رأى الأحداث
والسواد والأهوال والأفزاع
وإن غلبت عليه الصفراء رأى النار
والمصابيح والدم والمعصفرات
وإن غلبت عليه البلغم رأى البيض
والمياه والأنهار والأمواج
وإن غلب عليه الدم رأى الشراب
والرياحين والمعازف والمزامير
Dan ada sekelompok orang yang sesat
(mulhid) yang menolak (kebenaran) mimpi.
Mereka berkata: “Bahwa orang yang
tidur hanya melihat dalam mimpinya apa yang didominasi oleh empat unsur
(tabiat) dalam dirinya.
- Jika
yang dominan adalah unsur hitam (empedu hitam/sawda’), maka ia akan
melihat peristiwa-peristiwa gelap, kegelapan, kengerian, dan ketakutan.
- Jika
yang dominan adalah unsur kuning (empedu kuning/shafra’), maka ia akan
melihat api, lampu-lampu, darah, dan warna-warna merah kekuningan.
- Jika
yang dominan adalah lendir (balgham), maka ia akan melihat warna putih,
air, sungai, dan gelombang.
- Jika
yang dominan adalah darah (dam), maka ia akan melihat minuman, tumbuhan
harum, alat musik, dan seruling.”
وهذا الذي قالوه من أنواع الرؤيا
وليست الرؤيا منحصرة فيه فإنا نعلم قطعا أن منها ما يكون من غالب الطبائع كما
ذكروا ومنها ما يكون من الشيطان ومنها ما يكون من حديث النفس وهذه أصح الأنواع
الثلاثة وهي الأضغاث
Apa yang mereka katakan itu termasuk
bagian dari jenis-jenis mimpi, namun mimpi tidak terbatas hanya pada hal
tersebut.
Kita mengetahui dengan pasti bahwa
di antara mimpi ada yang berasal dari dominasi tabiat (unsur tubuh) sebagaimana
yang mereka sebutkan, ada yang berasal dari setan, dan ada yang berasal dari
bisikan diri (pikiran sendiri).
Dan tiga jenis inilah yang paling
tepat, yaitu yang disebut sebagai ‘mimpi campur aduk’ (adhghāts).
وإنما سميت أضغاثا لاختلاطها فشبهت
بأضغاث النبات وهي الحزمة مما يأخذ الإنسان من الأرض فيها الصغير والكبير والأحمر
والأخضر واليابس والرطب ولذلك قال الله تعالى : { وخذ بيدك ضغثا فاضرب به ولا تحنث }
Mimpi-mimpi itu disebut ‘adhghāts’
(campur aduk) karena bercampurnya (unsur-unsurnya). Ia diibaratkan seperti
seikat tumbuhan (adhghāts an-nabāt), yaitu satu ikatan yang diambil seseorang
dari tanah yang di dalamnya terdapat yang kecil dan besar, yang merah dan
hijau, yang kering dan basah.
Oleh karena itu Allah Ta'ala
berfirman: “Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), lalu pukullah
dengannya dan janganlah engkau melanggar sumpah.”
وقال بعضهم : الرؤيا ثلاثة : رؤيا
بشرى من الله تعالى وهي الرؤيا الصالحة التي وردت في الحديث ورؤيا تحذير من
الشيطان ورؤيا مما يحدث به المرء نفسه
فرؤيا تحذير الشيطان هي الباطلة التي لا اعتبار لها
Sebagian ulama mengatakan: mimpi itu
ada tiga macam:
1)
Mimpi
sebagai kabar gembira dari Allah Ta'ala, yaitu mimpi baik (ru’ya shalihah) yang
disebutkan dalam hadis,
2)
Mimpi
sebagai peringatan dari setan,
3)
Mimpi
yang berasal dari apa yang dibicarakan atau dipikirkan oleh diri seseorang.
Adapun mimpi yang merupakan
peringatan dari setan adalah mimpi yang batil (tidak benar) dan tidak perlu
diperhatikan.
وفي الحديث الصحيح أن النبي صلى الله
عليه و سلم أتاه رجل فقال : يا رسول الله رأيت كأن رأسي قطع وأنا أتبعه فقال : لا
تتحدث بتلاعب الشيطان بك في المنام
Dan dalam hadis yang sahih
disebutkan bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ
lalu berkata: “Wahai Rasulullah, aku bermimpi seakan-akan kepalaku terpotong
dan aku mengejarnya.”
Maka beliau bersabda: “Janganlah
engkau menceritakan permainan setan terhadapmu dalam mimpi.”
وأما الرؤيا التي من همة النفس فمثل
أن يرى الإنسان مع من يحب قلبه أو يخاف من شيء فيراه أو يكون جائعا فيرى أنه يأكل
أو ممتلئا فيرى أنه يتقايأ أو ينام في الشمس ويرى أنه في نار يحترق أو في أعضائه
وجع ويرى أنه يعذب
Adapun mimpi yang berasal dari
keinginan atau pikiran diri sendiri, seperti seseorang melihat dalam mimpinya
orang yang dicintai hatinya, atau ia takut terhadap sesuatu lalu melihatnya
dalam mimpi. Atau ia sedang lapar lalu bermimpi sedang makan, atau dalam
keadaan kenyang lalu bermimpi muntah. Atau ia tidur di bawah terik matahari
lalu bermimpi berada dalam api yang membakarnya, atau ada rasa sakit pada
anggota tubuhnya lalu ia bermimpi sedang disiksa.
والرؤيا الباطلة سبعة أقسام :
- الأول حديث النفس والهم والتمني والأضغاث
- والثاني الحلم الذي يوجب الغسل لا تفسير له
- والثالث تحذير من الشيطان وتخويف وتهويل ولا تضره
- والرابع ما يريه سحرة الجن والإنس فيتكلفون منها مثل ما يتكلفه
الشيطان
- والخامس الباطلة التي يريها الشيطان ولا تعد من الرؤيا
- والسادس رؤيا تريها الطبائع إذا اختلفت وتكدرت
- والسابع الوجع وهو أن يرى صاحبها في زمن هو فيه وقد مضت منه عشرون سنة
Adapun mimpi yang batil (tidak
benar) itu ada tujuh macam:
- Pembicaraan
diri (pikiran sendiri), kegelisahan, angan-angan, dan mimpi yang campur
aduk (adhghāts).
- Mimpi
yang menyebabkan wajib mandi (junub), dan tidak memiliki tafsir.
- Peringatan
atau gangguan dari setan berupa menakut-nakuti dan membesar-besarkan
sesuatu, dan itu tidak membahayakan.
- Apa
yang diperlihatkan oleh tukang sihir dari golongan jin dan manusia, yang
mereka buat-buat sebagaimana setan membuat-buatnya.
- Mimpi
batil yang diperlihatkan oleh setan dan tidak termasuk mimpi (yang
bermakna).
- Mimpi
yang ditimbulkan oleh kondisi tubuh (tabiat) ketika tidak seimbang atau
terganggu.
- Mimpi
karena rasa sakit, yaitu seseorang melihat dirinya pada suatu masa padahal
waktu itu telah berlalu darinya, misalnya dua puluh tahun yang lalu.
وأصح الرؤيا البشرى وإذا كان السكون
والدعة واللباس الفاخر والأغذية الشهية الشافية صححت الرؤيا وقلت الأضغاث
والرؤيا الحق خمسة أقسام
Dan mimpi yang paling benar adalah
mimpi sebagai kabar gembira (bushrā).
Dan apabila ada ketenangan,
ketenteraman, pakaian yang baik (mewah), serta makanan yang lezat dan
menyehatkan, maka mimpi menjadi lebih benar dan mimpi-mimpi yang campur aduk
(adhghāts) menjadi berkurang.
Adapun mimpi yang benar itu terbagi
menjadi lima macam.
- الأول الرؤيا
الصادقة الظاهرة وهي جزء من النبوة لقوله تعالى : { لقد صدق الله رسوله الرؤيا
بالحق لتدخلن المسجد الحرام إن شاء الله آمنين }
Pertama: mimpi yang benar dan jelas
(nyata), dan ini merupakan bagian dari warisan kenabian, berdasarkan firman
Allah Ta'ala: “Sungguh Allah telah membenarkan kepada Rasul-Nya mimpi itu
dengan benar, bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insyaAllah, dalam
keadaan aman.”
وذلك أن رسول الله صلى الله عليه و
سلم لما سار إلى الحديبية رأى في المنام أنه دخل هو وأصحابه رضي الله عنهم مكة
آمنين غير خائفين يطوفون بالبيت وينحرون ويحلقون رءوسهم ويقصرون فبشر صلى الله
عليه و سلم في المنام بشارة من الله من غير صنع ملك الرؤيا ولا تفسير لها مثل رؤيا
إبراهيم عليه السلام في المنام في ذبح ولده كما حكى الله تعالى عنه بقوله : { يا
بني إني أرى في المنام أني أذبحك }
Hal itu terjadi ketika Rasulullah ﷺ berangkat menuju Hudaibiyah, lalu beliau
melihat dalam mimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya رضي الله عنهم memasuki Makkah dalam keadaan aman tanpa
rasa takut, melakukan tawaf di Ka'bah, menyembelih hewan kurban, mencukur
rambut kepala, dan memendekkannya.
Maka Nabi ﷺ
diberi kabar gembira dalam mimpi sebagai kabar dari Allah, tanpa perantaraan
malaikat dalam mimpi itu dan tanpa memerlukan penafsiran.
Hal ini seperti mimpi Nabi Ibrahim عليه السلام ketika bermimpi menyembelih anaknya,
sebagaimana Allah Ta'ala menceritakan tentangnya dalam firman-Nya: “Wahai
anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.”
وقال بعضهم : طوبى لمن رأى الرؤيا
صريحا لأن صريح الرؤيا لا يريه إلا الباري تعالى دون واسطة ملك الرؤيا
Sebagian ulama berkata:
Berbahagialah orang yang melihat mimpi yang jelas (terang), karena mimpi yang
jelas itu tidak diperlihatkan oleh Allah Ta'ala kecuali secara langsung, tanpa
perantaraan malaikat mimpi.
- والثاني الرؤيا
الصالحة بشرى من الله تعالى كما أن المكروهة زاجرة يزجرك الله بها قال صلى الله
عليه و سلم : " خير ما يرى أحدكم في المنام أن يرى ربه أو نبيه أو يرى مسلمين
" . قالوا يا رسول الله وهل يرى أحد ربه قال السلطان والسلطان هو الله تعالى
Kedua: mimpi yang baik (ru’ya
shalihah), yaitu kabar gembira dari Allah Ta'ala, sebagaimana mimpi yang tidak
disukai merupakan peringatan yang dengannya Allah menegurmu.
Nabi ﷺ
bersabda: ‘Sebaik-baik yang dilihat salah seorang di antara kalian dalam mimpi
adalah melihat Tuhannya, atau nabinya, atau melihat kaum Muslimin.’
Mereka berkata: “Wahai Rasulullah,
apakah seseorang dapat melihat Tuhannya?”
Beliau menjawab: “As-Sulṭān
(Penguasa), dan Penguasa itu adalah Allah Ta'ala.”
- والثالث ما
يريكه ملك الرؤيا واسمه صديقون على حسب ما علمه الله تعالى من نسخة أم الكتاب
وألهمه من ضرب أمثال الحكمة لكل شيء من الأشياء مثلا معلوما
Ketiga: apa yang diperlihatkan
kepadamu oleh malaikat mimpi, yang bernama Ṣidqūn, sesuai dengan apa yang Allah
Ta'ala ajarkan kepadanya dari salinan 'Umm al-Kitāb' (Kitab Induk), dan Allah
mengilhami kepadanya contoh-contoh hikmah untuk segala sesuatu, misalnya yang
telah diketahui.
- والرابع الرؤيا
المرموزة وهي من الأرواح ومثالها أن إنسانا رأى في منامه ملكا من الملائكة قال له
إن امرأتك تريد أن تسقيك السم على يد صديقك فلان فعرض له من ذلك أن صديقه هذا زنى
بامرأته وإنما دلت رؤياه على أن الزنا مستور كما أن السم مستور
Keempat: mimpi yang bersimbol (mimpi
yang dirahasiakan), dan ini berasal dari ruh (dimensi spiritual).
Contohnya, seseorang bermimpi
melihat seorang malaikat berkata kepadanya: “Istrimu ingin memberimu racun
melalui tangan temanmu si Fulan.”
Namun yang diperlihatkan kepadanya
adalah bahwa temannya itu berzina dengan istrinya.
Maksud dari mimpi ini adalah bahwa
zina itu tersembunyi, sebagaimana racun itu tersembunyi.
- والخامس الرؤيا
التي تصح بالشاهد ويغلب الشاهد عليها فيجعل الشر خيرا والخير شرا كمن يرى أنه يضرب
الطنبور في المسجد فإنه يتوب إلى الله تعالى من [ ص 5 ] الفحشاء والمنكر ويفشو
ذكره
Kelima: mimpi yang benar karena
adanya ‘penunjuk’ (syāhid), namun penunjuk itu mendominasi sehingga membuat
yang buruk menjadi baik dan yang baik menjadi buruk.
Misalnya, seseorang bermimpi bahwa
ia memukul beduk di masjid, maka itu berarti ia bertaubat kepada Allah Ta'ala
dari perbuatan keji dan maksiat, serta menyebarkan namanya (dikenal
kebaikannya).
وكمن رأى أنه يقرأ القرآن في الحمام
أو يرقص فإنه يشتهر في أمر فاحش أو بعور لأن الحمام موضع كشف العورات ولا تدخله
الملائكة كما أن الشيطان لا يدخل المسجد
Dan seperti orang yang bermimpi
bahwa ia membaca Al-Qur’an di dalam kamar mandi atau menari, maka itu berarti
ia akan terkenal karena perbuatan keji atau terbuka aibnya, karena kamar mandi
adalah tempat yang memperlihatkan aurat dan malaikat tidak memasukinya,
sebagaimana setan tidak memasuki masjid.
ورؤيا الحائض والجنب تصح لأن الكفار
والمجوس لا يرون الغسل وقد عبر يوسف عليه السلام [ رؤيا الرجل في السجن ( 1 ) ]
وهو كافر
Dan mimpi wanita haid dan orang
junub tetap sah (benar), karena orang kafir dan Majusi tidak melihat hukum
mandi (junub/haid).
Dan Nabi Yusuf عليه السلام menafsirkan (mimpi orang di penjara)
meskipun dia saat itu dianggap kafir.
_________
( 1 ) [ في الأصل : " وقد عبر يوسف عليه السلام وهو كافر " وهو خطأ
واضح ولعله من قبل النساخ ]
[Dalam teks aslinya tertulis: 'Dan
Yusuf عليه السلام saat itu kafir', dan
itu jelas salah, kemungkinan karena kesalahan para penyalin].
ورؤيا الصبيان تصح لأن يوسف عليه
السلام كان ابن سبع سنين فرأى رؤيا فصحت
Dan mimpi anak-anak juga sah
(benar), karena Nabi Yusuf عليه السلام
saat itu berusia tujuh tahun ketika ia melihat mimpi, dan mimpi itu terbukti
benar.
وقال دانيال عليه السلام اسم الملك
الموكل بالرؤيا صديقون ومن شحمة أذنه إلى عاتقه مسير سبعمائة عام فهو الذي يضرب
الأمثال للآدميين فيريهم بضياء الله تعالى من علم غيبه في اللوح المحفوظ ما هو
كائن من خير أو شر ولا يشتبه عليه شيء من ذلك
Dan Nabi Daniel عليه السلام berkata: Nama malaikat yang ditugaskan
atas mimpi adalah Ṣidqūn, dan dari daun telinganya hingga bahunya berjarak
perjalanan selama tujuh ratus tahun.
Dialah yang memberikan perumpamaan
kepada manusia, memperlihatkan kepada mereka dengan cahaya Allah Ta'ala dari
ilmu gaib-Nya dalam Lauh Mahfuz apa yang akan terjadi, baik kebaikan maupun
keburukan, dan tidak ada yang samar baginya tentang hal itu."
ومثل هذا الملك كمثل الشمس إذا وقع
نورها على شيء أبصرت ذلك الشيء به كذلك يعرفك هذا الملك بضياء الله تعالى معرفة كل
شيء ويهديك ويعلمك ما يصيبك في دنياك وآخرتك من خير أو شر ويبشرك بخير قدمته أو
تقدمه وينذرك بمعصية قد ارتكبتها أو تريد ارتكابها
Dan malaikat seperti ini bagaikan
matahari; ketika cahayanya jatuh pada sesuatu, maka sesuatu itu menjadi
terlihat.
Demikian pula, malaikat ini
memperlihatkan kepadamu dengan cahaya Allah Ta'ala pengetahuan tentang segala
sesuatu, membimbingmu, dan memberitahumu apa yang akan menimpamu di dunia
maupun di akhirat, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Ia memberimu kabar
gembira tentang kebaikan yang telah atau akan engkau lakukan, dan memberi
peringatan tentang dosa yang telah engkau lakukan atau yang hendak engkau
lakukan.
فإذا أراك رؤيا منذرة فإنها تخرج في
وقت تراها لئلا تكون مغموما وإذا أراك رؤيا حسنة فإنها تخرج بعد ذلك بأيام لتكون
في نعمة
وسرور وأصدق الرؤيا ما كان بالأسحار وأصدق الرؤيا بالنهار وقال جعفر
الصادق رضي الله عنه أصدقها القيلولة
Jika ia (malaikat) memperlihatkan
kepadamu mimpi sebagai peringatan, maka mimpi itu akan terwujud pada waktu yang
dekat setelah engkau melihatnya, agar engkau tidak terlalu lama dalam
kesedihan. Dan jika ia memperlihatkan kepadamu mimpi yang baik, maka biasanya
terwujud setelah beberapa hari, agar engkau berada dalam kenikmatan dan
kebahagiaan.
Dan mimpi yang paling benar adalah
yang terjadi pada waktu sahur (menjelang subuh), dan mimpi yang paling benar di
siang hari.
Dan Ja‘far ash-Shadiq رضي الله عنه berkata: “Yang paling benar adalah mimpi
pada waktu tidur siang (qailulah)."
وقال المعبرون من المسلمين الرؤيا
يراها بالروح ويفهمها بالعقل ومستقر الروح نقطات دم في وسط القلب في رسوم الدماغ
والروح معلق بالنفس
Dan para ahli tafsir mimpi dari
kalangan Muslim mengatakan: “Mimpi dilihat dengan ruh (jiwa) dan dipahami
dengan akal.
Tempat (pusat) ruh adalah
titik-titik darah di tengah hati dalam gambaran otak, dan ruh itu terkait
(bergantung) dengan jiwa (nafs)."
فإذا نام الإنسان امتد روحه مثل
السراج أو الشمس فيرى نور الله وضيائه تعالى ما يريه ملك الرؤيا وذهابه رجوعه إلى
النفس مثل الشمس إذا غطاها السحاب الكثيف وانكشف عنها فإذا عادت الحواس باستيقاظها
إلى أفعالها ذكر الروح ما أراه ملك الرؤيا وخيل له
Maka ketika seseorang tidur, ruhnya
memanjang (meluas) seperti cahaya lampu atau matahari, lalu ia melihat dengan
cahaya Allah dan sinar-Nya apa yang diperlihatkan oleh malaikat mimpi. Pergi
dan kembalinya ruh itu kepada jiwa seperti matahari yang tertutup awan tebal
lalu tersingkap darinya.
Apabila pancaindra kembali berfungsi
saat bangun, maka ruh mengingat apa yang telah diperlihatkan oleh malaikat
mimpi dan membayangkannya (dalam kesadaran).
( وقال بعضهم ) إن
الحس الروحاني أشرف من الحس الجسماني لأن الروحاني دال على ما هو كائن والجسماني
دال على ما هو موجود
Sebagian ulama berkata:
“Sesungguhnya indera spiritual (ruh) lebih mulia daripada indera jasmani,
karena yang bersifat spiritual menunjukkan apa yang akan terjadi, sedangkan
yang bersifat jasmani menunjukkan apa yang sedang ada (yang tampak saat ini.”
( واعلم ) أن تربة
كل بلد تخالف غيرها من البلاد لاختلاف الماء والهواء والمكان فلذلك يختلف تأويل كل
طائفة من المعبرين من أهل الكفر والإسلام لاختلاف الطبائع والبلدان كالذي يرى في
بلاد الحر ثلجا أو جليدا أو بردا فإنه يدل على الغلاء والقحط
Ketahuilah bahwa tanah setiap negeri
berbeda dengan negeri lainnya karena perbedaan air, udara, dan tempat.
Oleh karena itu, penafsiran mimpi
pun berbeda-beda di kalangan para penafsir, baik dari kalangan orang kafir
maupun Muslim, karena perbedaan tabiat dan negeri.
Seperti seseorang yang bermimpi
melihat salju, es, atau hawa dingin di negeri yang panas, maka hal itu
menunjukkan mahalnya harga (kelangkaan) dan kekeringan.
ثم إن رأى هذا الرائي في بلد من بلاد
الحر البرد فإن ذلك لهم خصب وسعة والطين والوحل لأهل الهند مال ولغيرهم محنة وبلية
كما أن الضرطة عندهم بشارة وسرور ولغيرهم كلام قبيح والسمك في بعض البلاد عفونة
وفي بعضها من واحد إلى أربعة تزويج ولليهود مصيبة
Kemudian, jika orang yang bermimpi
di negeri panas melihat hawa dingin, maka itu bagi mereka menandakan kesuburan
dan kelapangan.
Dan lumpur serta tanah basah
(lumpur) bagi penduduk India berarti harta, sedangkan bagi selain mereka
berarti cobaan dan musibah.
Sebagaimana kentut (buang angin)
bagi mereka (sebagian masyarakat) merupakan kabar gembira dan kegembiraan,
sedangkan bagi selain mereka merupakan perkataan yang buruk.
Dan ikan di sebagian negeri berarti
kebusukan, sementara di negeri lain—jika jumlahnya antara satu sampai
empat—menandakan pernikahan, dan bagi orang Yahudi merupakan musibah.
( واعلم ) أن
الإنسان قد يرى الشيء لنفسه وقد يراه بنفسه وهو لغيره من أهله وأقاربه أو شقيقه أو
والده أو شبيهه أو سميه أو صاحبه صنعته أو بلدته أو زوجته أو مملوكه كأبي جهل بن
هشام رأى في المنام أنه قد دخل في دين الإسلام وبايع رسول الله صلى الله عليه و
سلم فكان ذلك لابنه وأن أم الفضل أتت النبي صلى الله عليه و سلم قالت يا رسول الله
رأيت أمرا فظيعا فقال عليه السلام " خيرا رأيت "
Ketahuilah bahwa seseorang terkadang
melihat sesuatu dalam mimpi untuk dirinya sendiri, dan terkadang ia melihatnya
pada dirinya tetapi maknanya untuk orang lain, seperti keluarganya, kerabatnya,
saudaranya, ayahnya, orang yang serupa dengannya, yang se-nama dengannya,
temannya, orang yang seprofesi dengannya, penduduk negerinya, istrinya, atau
budaknya.
Seperti Abu Jahl bin Hisham yang
bermimpi bahwa ia telah masuk Islam dan berbaiat kepada Rasulullah ﷺ, namun mimpi itu sebenarnya terjadi pada
anaknya.
Dan Ummul Fadhl datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku
melihat sesuatu yang mengerikan.”
Maka beliau bersabda: “Engkau
melihat kebaikan.”
فقالت يا رسول الله رأيت بضعة من جسدك
قد قطعت ووضعت في حجري فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم متبسما " ستلد
فاطمة غلاما وتأخذيه في حجرك " فأتت فاطمة رضي الله عنها من ابن عمها بالحسن
رضي الله عنهم وأخذته أم الفضل في حجرها
Lalu ia (Ummul Fadhl) berkata:
“Wahai Rasulullah, aku melihat sepotong dari tubuhmu terpotong lalu diletakkan
di pangkuanku.”
Maka Rasulullah ﷺ tersenyum dan bersabda: “Fatimah akan melahirkan seorang anak
laki-laki, dan engkau akan menggendongnya di pangkuanmu.”
Kemudian Fatimah رضي الله عنها melahirkan dari putra pamannya (Ali)
seorang anak, yaitu Hasan رضي الله عنه,
dan Ummul Fadhl pun menggendongnya di pangkuannya.
( ومن أراد ) أن
تصدق رؤياه فليحدث الصدق ويحذر الكذب والغيبة والنميمة فإن كان صاحب الرؤيا كذابا
ويكره الكذب من غيره صدقت رؤياه وإن كذب ولم يكره الكذب من غيره لم تصدق رؤياه
Barang siapa yang ingin agar
mimpinya menjadi benar, maka hendaklah ia berkata jujur dan berhati-hati dari
dusta, ghibah, dan namimah.
Jika orang yang bermimpi adalah
seorang yang suka berdusta tetapi ia membenci kedustaan pada orang lain, maka
mimpinya bisa menjadi benar.
Namun jika ia berdusta dan tidak
membenci kedustaan pada orang lain, maka mimpinya tidak akan benar.
ويستحب للرجل أن ينام على الوضوء
لتكون رؤياه صالحة والرجل إذا كان غير عفيف يرى الرؤيا ولا يذكر شيئا منها لضعف
نيته وكثرة ذنوبه ومعاصيه وغيبته ونميمته
Dan disunnahkan bagi seseorang untuk
tidur dalam keadaan berwudhu agar mimpinya menjadi baik.
Dan seseorang yang tidak menjaga
kesucian (tidak menjaga kehormatan/akhlak) bisa saja melihat mimpi, tetapi
tidak mengingat apa pun darinya, karena lemahnya niat, banyaknya dosa dan
maksiat, serta kebiasaan ghibah dan namimah.
( وينبغي للمعبر )
إذا قصت عليه الرؤيا أن يقول " خيرا رأيت وخيرا نلقاه وشرا نتوقاه خيرا لنا
وشر لأعدائنا الحمد لله رب العالمين اقصص رؤياك " وأن يكتم على الناس عوراتهم
ويسمع السؤال بأجمعه ويميز بين الشريف والوضيع ويتمهل ولا يعجل في رد الجواب ولا
يعبر الرؤيا حتى يعرف لمن هي ويميز كل جنس وما يليق به
Dan bagi seorang penafsir mimpi
seharusnya, jika diceritakan kepadanya suatu mimpi, ia berkata: “Engkau melihat
kebaikan, dan kebaikanlah yang akan kita temui, serta keburukan kita hindari.
Kebaikan bagi kita dan keburukan bagi musuh-musuh kita. Segala puji bagi Allah
Tuhan semesta alam. Ceritakanlah mimpimu.”
Dan hendaknya ia menutupi aib
manusia, mendengarkan pertanyaan secara keseluruhan, membedakan antara orang
yang mulia dan yang biasa, bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa dalam
menjawab, serta tidak menafsirkan mimpi sebelum mengetahui untuk siapa mimpi
itu dan memahami keadaan setiap golongan serta apa yang sesuai bagi mereka.
وليكن العابر عالما فطنا ذكيا تقيا
نقيا من الفواحش عالما بكتاب الله تعالى وحديث النبي صلى الله عليه و سلم ولغة
العرب وأمثالها وما يرجى على ألسنة الناس ولا يعبر الرؤيا في وقت الاضطرار وهي
ثلاثة طلوع الشمس وغروبها وعند الزوال
Dan hendaklah seorang penafsir mimpi
itu seorang yang berilmu, cerdas, pintar, bertakwa, bersih dari perbuatan keji,
serta memahami Kitab Allah (Al-Qur’an), hadis Nabi ﷺ,
bahasa Arab, perumpamaan-perumpamaannya, dan ungkapan yang biasa digunakan oleh
manusia.
Dan hendaknya ia tidak menafsirkan
mimpi pada waktu-waktu yang tidak tepat, yaitu tiga waktu: saat terbit
matahari, saat terbenamnya, dan saat matahari berada di tengah (zawal).
وإذا سأل سائل عن رؤيا عناد ولم يكن
رآها فلا يترك المعبر سؤاله بغير جواب فإنه إن كان خيرا فمصروف إلى المعبر وإن كان
شرا فمصروف إلى المعاند لأنه مخزول والمجيب منصور على أعدائه كما ورد في قصة يوسف
عليه السلام حين سأله الفتيان في السجن عنادا فيقال أحدهما إني أراني أعصر خمرا
وقال الآخر إني أراني أحمل فوق رأسي خبزا تأكل الطير منه
Dan jika ada seseorang bertanya
tentang mimpi secara sengaja (hanya untuk menantang/berdebat), padahal ia tidak
benar-benar melihat mimpi itu, maka penafsir tidak boleh meninggalkan
pertanyaannya tanpa jawaban.
Jika tafsirnya mengandung kebaikan,
maka kebaikan itu kembali kepada penafsir. Dan jika mengandung keburukan, maka
keburukan itu kembali kepada orang yang menentang tersebut, karena ia orang
yang terhina, sedangkan yang menjawab akan ditolong atas musuh-musuhnya.
Sebagaimana disebutkan dalam kisah
Nabi Yusuf عليه السلام ketika dua pemuda di
penjara bertanya kepadanya dengan sikap menantang.
Salah satu dari mereka berkata: “Aku
bermimpi memeras anggur (menjadi khamar).”
Dan yang lainnya berkata: “Aku
bermimpi membawa roti di atas kepalaku yang dimakan burung.”
فقال لهما يوسف عليه السلام : { أما
أحدكما فيسقي ربه خمرا وأما الآخر فيصلب فتأكل الطير من رأسه قضي الأمر الذي فيه
تستفتيان }
Maka Yusuf عليه
السلام berkata kepada keduanya: “Adapun salah seorang dari kalian,
maka ia akan memberi minum tuannya dengan khamar.
Dan yang lainnya akan disalib, lalu
burung-burung memakan dari kepalanya.
Telah diputuskan perkara yang kalian
tanyakan.”
وإن عبر المعبر رؤياه عنادا على سبيل
الاعوجاج فإنه إن كان خيرا فهو للسائل وإن كان شرا فهو للمعبر
Dan jika seorang penafsir
menafsirkan mimpi dengan maksud menentang atau menyimpang (tidak lurus), maka
jika tafsirnya mengandung kebaikan, itu akan kembali kepada si penanya. Dan
jika mengandung keburukan, maka keburukan itu akan kembali kepada penafsir.
ولا يقص الرائي رؤياه إلا على عالم أو
ناصح ولا يقصها على جاهل أو عدو
والرؤيا على رجل طائر ما لم يحدث بها
فإذا حدث وقعت
Dan orang yang bermimpi tidak
seharusnya menceritakan mimpinya kecuali kepada orang yang berilmu atau orang
yang memberi nasihat, dan tidak menceritakannya kepada orang bodoh atau musuh.
Dan mimpi itu berada pada ‘kaki
burung’ selama belum diceritakan; jika sudah diceritakan, maka ia akan terjadi.
ولا يقص أحد رؤياه على معبر وفي مصره
أو إقليمه معبر أحذق منه لأن فرعون يوسف لما قص رؤياه على معبري بلده فقالوا أضغاث
أحلام لم تبطل رؤياه وسأل عنها يوسف عليه السلام فعبرها له فخرجت
Dan seseorang tidak seharusnya
menceritakan mimpinya kepada seorang penafsir jika di kota atau negerinya ada
penafsir yang lebih ahli darinya.
Karena ketika Fir‘aun menceritakan
mimpinya kepada para penafsir di negerinya, mereka berkata: “Itu hanyalah mimpi
yang campur aduk (adhghāts ahlām).” Namun mimpi itu tidak menjadi batal.
Kemudian ia menanyakannya kepada
Nabi Yusuf عليه السلام, lalu beliau
menafsirkannya, dan tafsir itu pun benar-benar terjadi.
وإذا اشتبهت الرؤيا على المعبر ولم
يعرف لها تأويلا فليأمر صاحبها إذا خرج من بيته يوم السبت أول النهار أن يسأل أي
شخص يلقاه عن اسمه فإن كان اسمه حسنا كأسماء الأنبياء والصالحين فالرؤيا حسنة وإن
كان غير ذلك فالرؤيا غير حسنة
Dan jika suatu mimpi menjadi samar
bagi penafsir dan ia tidak mengetahui tafsirnya, maka hendaklah ia menyuruh
orang yang bermimpi itu, ketika keluar dari rumahnya pada hari Sabtu di awal
pagi, untuk menanyakan nama siapa saja yang pertama kali ia temui.
Jika namanya baik, seperti nama para
nabi dan orang-orang saleh, maka mimpi itu baik. Dan jika tidak demikian, maka
mimpi itu tidak baik.
ويحترز من الكذب فيها فقد روي عن رسول
الله صلى الله عليه و سلم أنه قال : " من كذب في الرؤيا كلف يوم القيامة عقد
شعيرتين ومن كذب على عينيه لا يجد رائحة الجنة وإن أعظم الفرية أن يفتري الرجل على
عينيه يقول رأيت ولم ير شيئا "
Dan hendaklah berhati-hati dari
berdusta dalam (menceritakan) mimpi. Karena telah diriwayatkan dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda: “Barang siapa
berdusta dalam mimpi, maka ia akan dibebani pada hari kiamat untuk mengikat dua
butir gandum (atau jelai), dan ia tidak akan mampu melakukannya. Dan barang
siapa berdusta atas kedua matanya, ia tidak akan mencium bau surga. Dan
sesungguhnya dusta yang paling besar adalah seseorang berdusta atas kedua
matanya dengan berkata: aku melihat (dalam mimpi), padahal ia tidak melihat apa
pun.”
وقال بعضهم إن الكاذب في رؤيا مدعي
النبوة كاذبا لأنه ورد في الحديث كما قدمناه أن الرؤيا جزءا من أجزاء النبوة ومدعي
للجزء كمدعي الكل
Dan sebagian ulama berkata:
“Sesungguhnya orang yang berdusta dalam mimpi itu seperti orang yang mengaku
sebagai nabi secara dusta. Karena telah disebutkan dalam hadis—sebagaimana
telah dijelaskan sebelumnya—bahwa mimpi adalah bagian dari bagian-bagian
kenabian. Maka orang yang mengaku memiliki satu bagian darinya (secara dusta),
seperti orang yang mengaku memiliki keseluruhannya."
( وقال بعض
العلماء ) ينبغي أن يعبر الرؤيا المسئول عنها على مقادير الناس ومراتبهم ومذاهبهم
وأديانهم وأوقاتهم وبلدانهم وأزمنتهم وفصول سنتهم
Dan sebagian ulama berkata:
“Hendaknya mimpi yang ditanyakan itu ditafsirkan sesuai dengan keadaan manusia,
kedudukan mereka, mazhab mereka, agama mereka, waktu mereka, negeri mereka,
zaman mereka, dan musim dalam tahun mereka."
والتعبير يكون بالمعنى وباشتقاق الأسماء
والميت في دار حق فما قاله في المنام حق وكذلك الطفل الذي لا يعرف
الكذب وكذلك الدواب وسائر الحيوانات والطيور إذا تكلمت في المنام فقولها حق
Dan penafsiran (mimpi) itu dilakukan
berdasarkan makna serta melalui اشتقاق
(asal-usul/derivasi) nama-nama.
Dan orang yang sudah meninggal
berada di alam kebenaran, maka apa yang ia katakan dalam mimpi adalah benar.
Demikian pula anak kecil yang belum
mengenal dusta.
Begitu juga hewan-hewan, binatang
ternak, dan burung—jika mereka berbicara dalam mimpi, maka perkataan mereka
adalah benar.
وكلام الكذب في اليقظة كالمنجم
والكاهن فكذلك قوله في المنام كذب
وكلام ما لم يتكلم كالجمادات آية وأعجوبة
Dan perkataan orang yang biasa
berdusta saat terjaga—seperti tukang ramal (ahli nujum) dan dukun—maka demikian
pula perkataannya dalam hal mimpi adalah dusta.
Dan perkataan sesuatu yang biasanya
tidak berbicara, seperti benda-benda mati, adalah tanda (isyarat) dan sesuatu
yang menakjubkan.
وقد يقع التعبير بالمثل السائر واللفظ
المبتذل كقولهم في الصائغ إنه رجل كذوب لما جرى على ألسنه الناس من قولهم فلان
يصوغ الأحاديث وكقولهم فيمن يرى أن في يديه طولا أنه يصطنع المعروف لما جرى على
ألسنة الناس من قولهم هو أطول يدا منك وأمد باعا أي أكثر عطاء
Dan terkadang penafsiran (mimpi)
terjadi melalui peribahasa yang umum atau ungkapan yang sudah dikenal.
Seperti ucapan mereka tentang tukang
emas bahwa ia adalah orang yang suka berdusta, karena telah biasa di lisan
orang-orang ungkapan: “Si Fulan membuat-buat (memalsukan) perkataan.”
Dan seperti ucapan mereka tentang
orang yang melihat tangannya panjang dalam mimpi, bahwa ia adalah orang yang
suka berbuat kebaikan, karena telah biasa di lisan orang-orang ungkapan: “Ia
lebih panjang tangan dan lebih luas jangkauannya darimu,” yakni lebih banyak
memberi.
وقد يكون التأويل بالضد والمقلوب
كقولهم في البكاء إنه فرح وفي الضحك إنه حزن وفي الطاعون إنه حرب وفي الحرب أنه
طاعون وفي السيل أنه عدو وفي العدو أنه سيل وفي أكل التين إنه ندامة وفي الندامة
أنها أكل التين وفي الجراد أنه جند وفي الجند أنه جراد
Dan terkadang penafsiran (mimpi)
dilakukan dengan kebalikan atau secara terbalik.
Seperti ucapan mereka: “Menangis
berarti kegembiraan, dan tertawa berarti kesedihan. Wabah (tha‘un) berarti
perang, dan perang berarti wabah. Banjir berarti musuh, dan musuh berarti
banjir. Makan buah tin berarti penyesalan, dan penyesalan berarti makan buah
tin. Belalang berarti pasukan, dan pasukan berarti belalang.”
( وأولى ما يكون
التعبير ) بالقرآن والسنة إن وجد المعبر فيهما شاهد للرؤيا كمن يرى نفسه في
السفينة فالسفينة نجاة من الخوف قال تعالى : { فأنجيناه وأصحاب السفينة } وكمن يرى
في منامه أنه وقع في بئر فإنه يمكر به لقوله عليه السلام " بئر جبار "
Dan yang paling utama dalam
menafsirkan (mimpi) adalah dengan Al-Qur’an dan Sunnah, jika penafsir menemukan
dalam keduanya dalil yang sesuai dengan mimpi tersebut.
Seperti orang yang melihat dirinya
berada di dalam kapal, maka kapal itu berarti keselamatan dari ketakutan,
sebagaimana firman Allah تعالى: “Maka Kami
menyelamatkannya dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal.”
Dan seperti orang yang melihat dalam
mimpinya bahwa ia jatuh ke dalam sumur, maka itu berarti ia akan ditipu atau
dijebak, berdasarkan sabda Nabi عليه السلام:
“Sumur itu mencelakakan (atau membawa bahaya).”
وقد يكون التعبير بالشعر كمن يرى غنما
ترعى فأتى الذئب عليها ففرقها وقتل بعضها فإن ذلك يدل على أن سلطان تلك الناحية
يضع رعيته حتى يتولى أمرهم عدوه لقول بعض الشعراء :
ومن رعى غنما في
أرض مأسدة # ونام عنها تولى رعيها الأسد
Dan terkadang penafsiran (mimpi)
dilakukan melalui syair.
Seperti orang yang melihat
kambing-kambing sedang merumput, lalu datang serigala menyerang mereka,
memecah-belah dan membunuh sebagian dari mereka. Maka hal itu menunjukkan bahwa
penguasa di daerah tersebut akan menelantarkan rakyatnya hingga musuhnya
mengambil alih urusan mereka.
Sebagaimana dikatakan oleh salah
seorang penyair:
Barang siapa menggembalakan kambing di tanah yang penuh singa, lalu
ia tidur (lalai) darinya, maka singalah yang akan mengambil alih
penggembalaannya
- ( واعلم ) أن أصل الرؤيا جنس وصنف
فالجنس كالشجر والسباع والطير وهذه
رجال والصنف أن تعلم من أي صنف تلك الشجرة
Dan ketahuilah bahwa asal (dasar)
mimpi itu terdiri dari jenis (umum) dan macam (khusus).
Adapun jenis, seperti pohon,
binatang buas, dan burung—semua ini melambangkan manusia (laki-laki).
Sedangkan macam (khusus), adalah
mengetahui dari jenis apa pohon itu (secara lebih rinci).
وذلك السبع والطير فإن كانت الشجرة
نخلة كان ذلك الرجل من العرب لأن منابت أكثر النخل بلاد العرب
Demikian pula dengan binatang buas
dan burung. Jika pohon itu adalah pohon kurma, maka hal itu menunjukkan seorang
laki-laki dari bangsa Arab, karena kebanyakan tempat tumbuh pohon kurma adalah
di negeri-negeri Arab.
وإن كان الطائر طاوسا كان رجلا من
العجم
وإن كان ظليما كان بدويا من العرب
والطبع أن تنظر لأطبع تلك الشجرة فتقضي على الرجال بطبعها
Dan jika burung itu adalah burung
merak, maka itu menunjukkan seorang laki-laki dari bangsa ‘Ajam (non-Arab).
Dan jika burung itu adalah burung
unta, maka itu menunjukkan seorang Arab Badui (pedalaman).
Dan kaidahnya adalah engkau melihat
sifat (tabiat) dari pohon atau makhluk tersebut, lalu engkau menetapkan
(menafsirkan) manusia berdasarkan sifatnya itu.
فإن كانت جوزا قضيت على الرجل بالعسر
في المعاجلة والخصومة عند المناظرة وإن كانت نخلة قضيت بأنه رجل نفاع بالخير
وإن كان طائرا علمت أنه رجل ذو أسفار
ثم نظرت في طبعه فإن كان طاوسا كان
ملكا أعجميا ذا جمال ومال
Jika pohon itu adalah pohon kenari
(jauz), maka engkau menetapkan bahwa orang tersebut bersifat keras dalam
pergaulan dan suka berdebat dalam pertengkaran.
Dan jika pohon itu adalah pohon
kurma, maka engkau menetapkan bahwa ia adalah seorang laki-laki yang banyak
memberi manfaat dan kebaikan.
Dan jika yang terlihat adalah
burung, maka engkau mengetahui bahwa itu adalah seorang laki-laki yang banyak
bepergian.
Kemudian engkau melihat sifatnya:
jika burung itu adalah burung merak, maka ia adalah seorang raja dari bangsa
non-Arab yang memiliki keindahan dan kekayaan.
وكذلك إن كان نسرا كان ملكا وإن كان
غرابا كان رجلا فاسقا غادرا كذابا وللمعبرين طرق كثيرة في استخراج التأويل وذلك
غير محصور بل هو قابل للزيادة باعتبار معرفة المعبر وكمال حذقه وديانته والفتح
عليه بهذا العلم والله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم
Demikian pula, jika burung itu
adalah burung elang, maka ia menunjukkan seorang raja. Dan jika burung itu
adalah burung gagak, maka ia menunjukkan seorang laki-laki yang fasik,
pengkhianat, dan pendusta.
Dan para penafsir memiliki banyak
cara dalam mengeluarkan (menentukan) tafsir, dan hal itu tidak terbatas. Bahkan
dapat terus berkembang sesuai dengan pengetahuan penafsir, kesempurnaan
keahliannya, agamanya, serta ilham yang diberikan kepadanya dalam ilmu ini. Dan
Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
Wallahu a’lam bissawab
Sumber:
تعطير الأنام في
تعبير المنام
Baca juga:
Tanya jawab Spiritual Seputar Mimp
Bagaimana Cara Mengembangkan Kemampuan Memahami Mimpi?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar