Pendahuluan
Setelah menguraikan klasifikasi
kelompok Rafidhah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan
tentang salah satu kelompok yang paling banyak dibahas dalam literatur ilmu
firqah, yaitu Khawarij. Dalam pandangan para ulama klasik, Khawarij
merupakan kelompok yang muncul sejak masa Khalifah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan kemudian berkembang menjadi berbagai
cabang dengan karakteristik pemikiran yang berbeda-beda.
Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini
menyebut pembagian umum kelompok Khawarij serta beberapa cabang yang lahir dari
kelompok Ajaridah. Penjelasan rinci mengenai ajaran masing-masing kelompok akan
dibahas pada bagian-bagian berikutnya dalam kitab.
Sumber Rujukan
Kitab:
At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz
al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn
(التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق
الهالكين)
Penulis:
Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin
Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)
Penulis
Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini
adalah ulama besar mazhab Syafi'i pada abad ke-5 Hijriah. Beliau dikenal
sebagai ahli akidah dan sejarah aliran-aliran Islam. Dalam kitab At-Tabṣīr
fī ad-Dīn, beliau mengklasifikasikan berbagai kelompok yang muncul dalam
sejarah Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah serta menjelaskan
pokok-pokok keyakinan masing-masing.
Tema
Pembagian Dua Puluh Kelompok
Khawarij dan Cabang-Cabang Ajaridah Menurut Imam Al-Isfarayini
Terjemahan Lengkap
Adapun dua puluh kelompok lainnya
adalah kelompok Khawarij, yaitu:
- Al-Muhakkimah al-Ula (Khawarij pertama).
- Al-Azariqah.
- An-Najdat.
- Ash-Shufriyah.
- Al-Ajaridah.
- Al-Ibadhiyah.
Adapun kelompok Ajaridah memiliki
beberapa cabang, yaitu:
- Al-Khazimiyah.
- Asy-Syu'aibiyah.
- Asy-Syaibaniyah.
- Al-Ma'budiyah.
- Ar-Rasyidiyah.
- Al-Makramiyah.
- Al-Hamziyah.
- Al-Ibrahimiyah.
- Al-Waqifiyah.
Artikel Pengembangan
Dalam klasifikasi yang disusun Imam
Al-Isfarayini, Khawarij menempati posisi sebagai salah satu kelompok
besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyatakan bahwa kelompok ini
terdiri atas dua puluh cabang. Pada bagian awal ini, beliau hanya menyebut
kelompok-kelompok utamanya sebelum memberikan penjelasan yang lebih rinci pada
bab khusus mengenai Khawarij.
Kelompok pertama yang disebut adalah
Al-Muhakkimah al-Ula, yaitu kelompok Khawarij generasi awal yang muncul
setelah peristiwa tahkim (arbitrase) antara pasukan Khalifah Ali bin Abi
Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan pada masa fitnah pertama. Dalam literatur
sejarah Islam, kelompok ini dikenal sebagai asal mula lahirnya berbagai cabang
Khawarij yang berkembang kemudian.
Setelah itu Imam Al-Isfarayini
menyebut Azariqah, Najdat, Shufriyah, Ajaridah, dan
Ibadhiyah. Masing-masing memiliki sejarah dan karakteristik yang
berbeda. Sebagian kelompok berkembang cukup luas pada masa tertentu, sementara
sebagian lainnya hanya bertahan dalam lingkup yang terbatas.
Perhatian khusus diberikan kepada Ajaridah,
karena menurut Imam Al-Isfarayini kelompok ini sendiri terbagi lagi menjadi
beberapa cabang, seperti Khazimiyah, Syu'aibiyah, Syaibaniyah,
Ma'budiyah, Rasyidiyah, Makramiyah, Hamziyah, Ibrahimiyah,
dan Waqifiyah. Penyebutan cabang-cabang ini menunjukkan bahwa
perkembangan pemikiran Khawarij tidak bersifat tunggal, melainkan mengalami
perpecahan internal yang menghasilkan berbagai kelompok dengan perbedaan
pandangan dalam sejumlah persoalan akidah maupun fikih.
Perlu dipahami bahwa pembagian yang
disampaikan Imam Al-Isfarayini merupakan klasifikasi menurut tradisi ilmu
firqah klasik. Para ulama lain terkadang menggunakan pembagian yang
berbeda, baik dalam jumlah kelompok maupun dalam penamaan cabang-cabangnya.
Karena itu, daftar ini lebih tepat dipahami sebagai representasi metodologi
penulis daripada sebagai satu-satunya klasifikasi yang berlaku dalam kajian
sejarah Islam.
Selain itu, kelompok Ibadhiyah
yang disebut dalam daftar ini memiliki perkembangan sejarah yang panjang. Dalam
kajian akademik modern, Ibadhiyah umumnya dipelajari sebagai tradisi Islam yang
berkembang secara tersendiri dengan karakteristik teologi dan fikih yang
berbeda dari cabang-cabang Khawarij ekstrem yang disebutkan dalam literatur
klasik. Hal ini menunjukkan pentingnya membedakan antara klasifikasi teologis
ulama abad pertengahan dan pendekatan sejarah yang digunakan dalam studi
kontemporer.
Hikmah
- Perkembangan sejarah Islam menunjukkan bahwa satu
kelompok dapat terpecah menjadi banyak cabang karena perbedaan pemahaman.
- Mempelajari sejarah firqah membantu memahami dinamika
intelektual umat Islam sepanjang sejarah.
- Literatur klasik perlu dibaca sesuai konteks zaman dan
tujuan penulisannya.
- Perbedaan klasifikasi di antara para ulama menunjukkan
adanya keragaman metodologi dalam ilmu sejarah dan ilmu kalam.
- Seorang penuntut ilmu hendaknya mengedepankan
ketelitian, objektivitas, dan adab ketika mempelajari sejarah berbagai
aliran.
- Memahami sejarah bukan untuk menumbuhkan permusuhan,
melainkan untuk memperluas wawasan dan mengambil pelajaran.
Penutup
Melalui bagian ini, Imam
Al-Isfarayini mulai menguraikan klasifikasi kelompok Khawarij sebagai salah
satu kelompok besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyebut enam
kelompok utama beserta sejumlah cabang dari Ajaridah sebagai pengantar sebelum
memasuki pembahasan yang lebih mendalam. Dengan memahami susunan klasifikasi
ini, pembaca akan lebih mudah mengikuti penjelasan berikutnya mengenai sejarah,
tokoh, dan ajaran masing-masing kelompok dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn,
sekaligus memahami bahwa uraian tersebut disampaikan dari perspektif teologis
Ahlus Sunnah wal Jamaah pada masa penulis.
Teks Arab :
وَعِشْرُونَ مِنْهُم الْخَوَارِج وهم المحكمة الأولى
والأذارقة والنجدات والصفرية والعجاردة والأباضية فالعجاردة مِنْهُم فرق كالخازمية
والشعيبية والشيبانية والمعبدية والرشيدية والمكرمية والحمزية والإبراهيمية
والواقفية
Baca juga:
15 Kelompok Imamiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: KlasifikasiRafidhah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn
Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut Imam
Al-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn
Pendahuluan
Setelah menguraikan klasifikasi
kelompok Rafidhah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan
tentang salah satu kelompok yang paling banyak dibahas dalam literatur ilmu
firqah, yaitu Khawarij. Dalam pandangan para ulama klasik, Khawarij
merupakan kelompok yang muncul sejak masa Khalifah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan kemudian berkembang menjadi berbagai
cabang dengan karakteristik pemikiran yang berbeda-beda.
Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini
menyebut pembagian umum kelompok Khawarij serta beberapa cabang yang lahir dari
kelompok Ajaridah. Penjelasan rinci mengenai ajaran masing-masing kelompok akan
dibahas pada bagian-bagian berikutnya dalam kitab.
Sumber Rujukan
Kitab:
At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz
al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn
(التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق
الهالكين)
Penulis:
Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin
Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)
Penulis
Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini
adalah ulama besar mazhab Syafi'i pada abad ke-5 Hijriah. Beliau dikenal
sebagai ahli akidah dan sejarah aliran-aliran Islam. Dalam kitab At-Tabṣīr
fī ad-Dīn, beliau mengklasifikasikan berbagai kelompok yang muncul dalam
sejarah Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah serta menjelaskan
pokok-pokok keyakinan masing-masing.
Tema
Pembagian Dua Puluh Kelompok
Khawarij dan Cabang-Cabang Ajaridah Menurut Imam Al-Isfarayini
Terjemahan Lengkap
Adapun dua puluh kelompok lainnya
adalah kelompok Khawarij, yaitu:
- Al-Muhakkimah al-Ula (Khawarij pertama).
- Al-Azariqah.
- An-Najdat.
- Ash-Shufriyah.
- Al-Ajaridah.
- Al-Ibadhiyah.
Adapun kelompok Ajaridah memiliki
beberapa cabang, yaitu:
- Al-Khazimiyah.
- Asy-Syu'aibiyah.
- Asy-Syaibaniyah.
- Al-Ma'budiyah.
- Ar-Rasyidiyah.
- Al-Makramiyah.
- Al-Hamziyah.
- Al-Ibrahimiyah.
- Al-Waqifiyah.
Artikel Pengembangan
Dalam klasifikasi yang disusun Imam
Al-Isfarayini, Khawarij menempati posisi sebagai salah satu kelompok
besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyatakan bahwa kelompok ini
terdiri atas dua puluh cabang. Pada bagian awal ini, beliau hanya menyebut
kelompok-kelompok utamanya sebelum memberikan penjelasan yang lebih rinci pada
bab khusus mengenai Khawarij.
Kelompok pertama yang disebut adalah
Al-Muhakkimah al-Ula, yaitu kelompok Khawarij generasi awal yang muncul
setelah peristiwa tahkim (arbitrase) antara pasukan Khalifah Ali bin Abi
Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan pada masa fitnah pertama. Dalam literatur
sejarah Islam, kelompok ini dikenal sebagai asal mula lahirnya berbagai cabang
Khawarij yang berkembang kemudian.
Setelah itu Imam Al-Isfarayini
menyebut Azariqah, Najdat, Shufriyah, Ajaridah, dan
Ibadhiyah. Masing-masing memiliki sejarah dan karakteristik yang
berbeda. Sebagian kelompok berkembang cukup luas pada masa tertentu, sementara
sebagian lainnya hanya bertahan dalam lingkup yang terbatas.
Perhatian khusus diberikan kepada Ajaridah,
karena menurut Imam Al-Isfarayini kelompok ini sendiri terbagi lagi menjadi
beberapa cabang, seperti Khazimiyah, Syu'aibiyah, Syaibaniyah,
Ma'budiyah, Rasyidiyah, Makramiyah, Hamziyah, Ibrahimiyah,
dan Waqifiyah. Penyebutan cabang-cabang ini menunjukkan bahwa
perkembangan pemikiran Khawarij tidak bersifat tunggal, melainkan mengalami
perpecahan internal yang menghasilkan berbagai kelompok dengan perbedaan
pandangan dalam sejumlah persoalan akidah maupun fikih.
Perlu dipahami bahwa pembagian yang
disampaikan Imam Al-Isfarayini merupakan klasifikasi menurut tradisi ilmu
firqah klasik. Para ulama lain terkadang menggunakan pembagian yang
berbeda, baik dalam jumlah kelompok maupun dalam penamaan cabang-cabangnya.
Karena itu, daftar ini lebih tepat dipahami sebagai representasi metodologi
penulis daripada sebagai satu-satunya klasifikasi yang berlaku dalam kajian
sejarah Islam.
Selain itu, kelompok Ibadhiyah
yang disebut dalam daftar ini memiliki perkembangan sejarah yang panjang. Dalam
kajian akademik modern, Ibadhiyah umumnya dipelajari sebagai tradisi Islam yang
berkembang secara tersendiri dengan karakteristik teologi dan fikih yang
berbeda dari cabang-cabang Khawarij ekstrem yang disebutkan dalam literatur
klasik. Hal ini menunjukkan pentingnya membedakan antara klasifikasi teologis
ulama abad pertengahan dan pendekatan sejarah yang digunakan dalam studi
kontemporer.
Hikmah
- Perkembangan sejarah Islam menunjukkan bahwa satu
kelompok dapat terpecah menjadi banyak cabang karena perbedaan pemahaman.
- Mempelajari sejarah firqah membantu memahami dinamika
intelektual umat Islam sepanjang sejarah.
- Literatur klasik perlu dibaca sesuai konteks zaman dan
tujuan penulisannya.
- Perbedaan klasifikasi di antara para ulama menunjukkan
adanya keragaman metodologi dalam ilmu sejarah dan ilmu kalam.
- Seorang penuntut ilmu hendaknya mengedepankan
ketelitian, objektivitas, dan adab ketika mempelajari sejarah berbagai
aliran.
- Memahami sejarah bukan untuk menumbuhkan permusuhan,
melainkan untuk memperluas wawasan dan mengambil pelajaran.
Penutup
Melalui bagian ini, Imam
Al-Isfarayini mulai menguraikan klasifikasi kelompok Khawarij sebagai salah
satu kelompok besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyebut enam
kelompok utama beserta sejumlah cabang dari Ajaridah sebagai pengantar sebelum
memasuki pembahasan yang lebih mendalam. Dengan memahami susunan klasifikasi
ini, pembaca akan lebih mudah mengikuti penjelasan berikutnya mengenai sejarah,
tokoh, dan ajaran masing-masing kelompok dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn,
sekaligus memahami bahwa uraian tersebut disampaikan dari perspektif teologis
Ahlus Sunnah wal Jamaah pada masa penulis.
Teks Arab :
وَعِشْرُونَ مِنْهُم الْخَوَارِج وهم المحكمة الأولى
والأذارقة والنجدات والصفرية والعجاردة والأباضية فالعجاردة مِنْهُم فرق كالخازمية
والشعيبية والشيبانية والمعبدية والرشيدية والمكرمية والحمزية والإبراهيمية
والواقفية
Baca juga:
15 Kelompok Imamiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: KlasifikasiRafidhah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn
Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut Imam
Al-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Tidak ada komentar:
Posting Komentar