20 Kelompok Khawarij Menurut Imam Al-Isfarayini: Pembagian dan Cabang-Cabangnya dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Imam Al-Isfarayini menjelaskan dua puluh kelompok Khawarij beserta cabang-cabang Ajaridah menurut klasifikasi dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Pendahuluan

Setelah menguraikan klasifikasi kelompok Rafidhah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan tentang salah satu kelompok yang paling banyak dibahas dalam literatur ilmu firqah, yaitu Khawarij. Dalam pandangan para ulama klasik, Khawarij merupakan kelompok yang muncul sejak masa Khalifah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan kemudian berkembang menjadi berbagai cabang dengan karakteristik pemikiran yang berbeda-beda.

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyebut pembagian umum kelompok Khawarij serta beberapa cabang yang lahir dari kelompok Ajaridah. Penjelasan rinci mengenai ajaran masing-masing kelompok akan dibahas pada bagian-bagian berikutnya dalam kitab.

Sumber Rujukan

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Penulis

Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini adalah ulama besar mazhab Syafi'i pada abad ke-5 Hijriah. Beliau dikenal sebagai ahli akidah dan sejarah aliran-aliran Islam. Dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, beliau mengklasifikasikan berbagai kelompok yang muncul dalam sejarah Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah serta menjelaskan pokok-pokok keyakinan masing-masing.

Tema

Pembagian Dua Puluh Kelompok Khawarij dan Cabang-Cabang Ajaridah Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Adapun dua puluh kelompok lainnya adalah kelompok Khawarij, yaitu:

  • Al-Muhakkimah al-Ula (Khawarij pertama).
  • Al-Azariqah.
  • An-Najdat.
  • Ash-Shufriyah.
  • Al-Ajaridah.
  • Al-Ibadhiyah.

Adapun kelompok Ajaridah memiliki beberapa cabang, yaitu:

  • Al-Khazimiyah.
  • Asy-Syu'aibiyah.
  • Asy-Syaibaniyah.
  • Al-Ma'budiyah.
  • Ar-Rasyidiyah.
  • Al-Makramiyah.
  • Al-Hamziyah.
  • Al-Ibrahimiyah.
  • Al-Waqifiyah.

Artikel Pengembangan

Dalam klasifikasi yang disusun Imam Al-Isfarayini, Khawarij menempati posisi sebagai salah satu kelompok besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyatakan bahwa kelompok ini terdiri atas dua puluh cabang. Pada bagian awal ini, beliau hanya menyebut kelompok-kelompok utamanya sebelum memberikan penjelasan yang lebih rinci pada bab khusus mengenai Khawarij.

Kelompok pertama yang disebut adalah Al-Muhakkimah al-Ula, yaitu kelompok Khawarij generasi awal yang muncul setelah peristiwa tahkim (arbitrase) antara pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan pada masa fitnah pertama. Dalam literatur sejarah Islam, kelompok ini dikenal sebagai asal mula lahirnya berbagai cabang Khawarij yang berkembang kemudian.

Setelah itu Imam Al-Isfarayini menyebut Azariqah, Najdat, Shufriyah, Ajaridah, dan Ibadhiyah. Masing-masing memiliki sejarah dan karakteristik yang berbeda. Sebagian kelompok berkembang cukup luas pada masa tertentu, sementara sebagian lainnya hanya bertahan dalam lingkup yang terbatas.

Perhatian khusus diberikan kepada Ajaridah, karena menurut Imam Al-Isfarayini kelompok ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa cabang, seperti Khazimiyah, Syu'aibiyah, Syaibaniyah, Ma'budiyah, Rasyidiyah, Makramiyah, Hamziyah, Ibrahimiyah, dan Waqifiyah. Penyebutan cabang-cabang ini menunjukkan bahwa perkembangan pemikiran Khawarij tidak bersifat tunggal, melainkan mengalami perpecahan internal yang menghasilkan berbagai kelompok dengan perbedaan pandangan dalam sejumlah persoalan akidah maupun fikih.

Perlu dipahami bahwa pembagian yang disampaikan Imam Al-Isfarayini merupakan klasifikasi menurut tradisi ilmu firqah klasik. Para ulama lain terkadang menggunakan pembagian yang berbeda, baik dalam jumlah kelompok maupun dalam penamaan cabang-cabangnya. Karena itu, daftar ini lebih tepat dipahami sebagai representasi metodologi penulis daripada sebagai satu-satunya klasifikasi yang berlaku dalam kajian sejarah Islam.

Selain itu, kelompok Ibadhiyah yang disebut dalam daftar ini memiliki perkembangan sejarah yang panjang. Dalam kajian akademik modern, Ibadhiyah umumnya dipelajari sebagai tradisi Islam yang berkembang secara tersendiri dengan karakteristik teologi dan fikih yang berbeda dari cabang-cabang Khawarij ekstrem yang disebutkan dalam literatur klasik. Hal ini menunjukkan pentingnya membedakan antara klasifikasi teologis ulama abad pertengahan dan pendekatan sejarah yang digunakan dalam studi kontemporer.

Hikmah

  • Perkembangan sejarah Islam menunjukkan bahwa satu kelompok dapat terpecah menjadi banyak cabang karena perbedaan pemahaman.
  • Mempelajari sejarah firqah membantu memahami dinamika intelektual umat Islam sepanjang sejarah.
  • Literatur klasik perlu dibaca sesuai konteks zaman dan tujuan penulisannya.
  • Perbedaan klasifikasi di antara para ulama menunjukkan adanya keragaman metodologi dalam ilmu sejarah dan ilmu kalam.
  • Seorang penuntut ilmu hendaknya mengedepankan ketelitian, objektivitas, dan adab ketika mempelajari sejarah berbagai aliran.
  • Memahami sejarah bukan untuk menumbuhkan permusuhan, melainkan untuk memperluas wawasan dan mengambil pelajaran.

Penutup

Melalui bagian ini, Imam Al-Isfarayini mulai menguraikan klasifikasi kelompok Khawarij sebagai salah satu kelompok besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyebut enam kelompok utama beserta sejumlah cabang dari Ajaridah sebagai pengantar sebelum memasuki pembahasan yang lebih mendalam. Dengan memahami susunan klasifikasi ini, pembaca akan lebih mudah mengikuti penjelasan berikutnya mengenai sejarah, tokoh, dan ajaran masing-masing kelompok dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, sekaligus memahami bahwa uraian tersebut disampaikan dari perspektif teologis Ahlus Sunnah wal Jamaah pada masa penulis.

Teks Arab :

وَعِشْرُونَ مِنْهُم الْخَوَارِج وهم المحكمة الأولى والأذارقة والنجدات والصفرية والعجاردة والأباضية فالعجاردة مِنْهُم فرق كالخازمية والشعيبية والشيبانية والمعبدية والرشيدية والمكرمية والحمزية والإبراهيمية والواقفية

Baca juga:

Kelompok Ghulat Rafidhah Menurut Imam Al-Isfarayini:Al-Bayaniyah, Al-Mughiriyah, dan Al-Khaththabiyah

15 Kelompok Imamiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: KlasifikasiRafidhah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Imam Al-Isfarayini menjelaskan dua puluh kelompok Khawarij beserta cabang-cabang Ajaridah menurut klasifikasi dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Pendahuluan

Setelah menguraikan klasifikasi kelompok Rafidhah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan pembahasan tentang salah satu kelompok yang paling banyak dibahas dalam literatur ilmu firqah, yaitu Khawarij. Dalam pandangan para ulama klasik, Khawarij merupakan kelompok yang muncul sejak masa Khalifah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan kemudian berkembang menjadi berbagai cabang dengan karakteristik pemikiran yang berbeda-beda.

Pada bagian ini, Imam Al-Isfarayini menyebut pembagian umum kelompok Khawarij serta beberapa cabang yang lahir dari kelompok Ajaridah. Penjelasan rinci mengenai ajaran masing-masing kelompok akan dibahas pada bagian-bagian berikutnya dalam kitab.

Sumber Rujukan

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Penulis

Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini adalah ulama besar mazhab Syafi'i pada abad ke-5 Hijriah. Beliau dikenal sebagai ahli akidah dan sejarah aliran-aliran Islam. Dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, beliau mengklasifikasikan berbagai kelompok yang muncul dalam sejarah Islam menurut perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah serta menjelaskan pokok-pokok keyakinan masing-masing.

Tema

Pembagian Dua Puluh Kelompok Khawarij dan Cabang-Cabang Ajaridah Menurut Imam Al-Isfarayini

Terjemahan Lengkap

Adapun dua puluh kelompok lainnya adalah kelompok Khawarij, yaitu:

  • Al-Muhakkimah al-Ula (Khawarij pertama).
  • Al-Azariqah.
  • An-Najdat.
  • Ash-Shufriyah.
  • Al-Ajaridah.
  • Al-Ibadhiyah.

Adapun kelompok Ajaridah memiliki beberapa cabang, yaitu:

  • Al-Khazimiyah.
  • Asy-Syu'aibiyah.
  • Asy-Syaibaniyah.
  • Al-Ma'budiyah.
  • Ar-Rasyidiyah.
  • Al-Makramiyah.
  • Al-Hamziyah.
  • Al-Ibrahimiyah.
  • Al-Waqifiyah.

Artikel Pengembangan

Dalam klasifikasi yang disusun Imam Al-Isfarayini, Khawarij menempati posisi sebagai salah satu kelompok besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyatakan bahwa kelompok ini terdiri atas dua puluh cabang. Pada bagian awal ini, beliau hanya menyebut kelompok-kelompok utamanya sebelum memberikan penjelasan yang lebih rinci pada bab khusus mengenai Khawarij.

Kelompok pertama yang disebut adalah Al-Muhakkimah al-Ula, yaitu kelompok Khawarij generasi awal yang muncul setelah peristiwa tahkim (arbitrase) antara pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan pada masa fitnah pertama. Dalam literatur sejarah Islam, kelompok ini dikenal sebagai asal mula lahirnya berbagai cabang Khawarij yang berkembang kemudian.

Setelah itu Imam Al-Isfarayini menyebut Azariqah, Najdat, Shufriyah, Ajaridah, dan Ibadhiyah. Masing-masing memiliki sejarah dan karakteristik yang berbeda. Sebagian kelompok berkembang cukup luas pada masa tertentu, sementara sebagian lainnya hanya bertahan dalam lingkup yang terbatas.

Perhatian khusus diberikan kepada Ajaridah, karena menurut Imam Al-Isfarayini kelompok ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa cabang, seperti Khazimiyah, Syu'aibiyah, Syaibaniyah, Ma'budiyah, Rasyidiyah, Makramiyah, Hamziyah, Ibrahimiyah, dan Waqifiyah. Penyebutan cabang-cabang ini menunjukkan bahwa perkembangan pemikiran Khawarij tidak bersifat tunggal, melainkan mengalami perpecahan internal yang menghasilkan berbagai kelompok dengan perbedaan pandangan dalam sejumlah persoalan akidah maupun fikih.

Perlu dipahami bahwa pembagian yang disampaikan Imam Al-Isfarayini merupakan klasifikasi menurut tradisi ilmu firqah klasik. Para ulama lain terkadang menggunakan pembagian yang berbeda, baik dalam jumlah kelompok maupun dalam penamaan cabang-cabangnya. Karena itu, daftar ini lebih tepat dipahami sebagai representasi metodologi penulis daripada sebagai satu-satunya klasifikasi yang berlaku dalam kajian sejarah Islam.

Selain itu, kelompok Ibadhiyah yang disebut dalam daftar ini memiliki perkembangan sejarah yang panjang. Dalam kajian akademik modern, Ibadhiyah umumnya dipelajari sebagai tradisi Islam yang berkembang secara tersendiri dengan karakteristik teologi dan fikih yang berbeda dari cabang-cabang Khawarij ekstrem yang disebutkan dalam literatur klasik. Hal ini menunjukkan pentingnya membedakan antara klasifikasi teologis ulama abad pertengahan dan pendekatan sejarah yang digunakan dalam studi kontemporer.

Hikmah

  • Perkembangan sejarah Islam menunjukkan bahwa satu kelompok dapat terpecah menjadi banyak cabang karena perbedaan pemahaman.
  • Mempelajari sejarah firqah membantu memahami dinamika intelektual umat Islam sepanjang sejarah.
  • Literatur klasik perlu dibaca sesuai konteks zaman dan tujuan penulisannya.
  • Perbedaan klasifikasi di antara para ulama menunjukkan adanya keragaman metodologi dalam ilmu sejarah dan ilmu kalam.
  • Seorang penuntut ilmu hendaknya mengedepankan ketelitian, objektivitas, dan adab ketika mempelajari sejarah berbagai aliran.
  • Memahami sejarah bukan untuk menumbuhkan permusuhan, melainkan untuk memperluas wawasan dan mengambil pelajaran.

Penutup

Melalui bagian ini, Imam Al-Isfarayini mulai menguraikan klasifikasi kelompok Khawarij sebagai salah satu kelompok besar dalam pembahasan firqah Islam. Beliau menyebut enam kelompok utama beserta sejumlah cabang dari Ajaridah sebagai pengantar sebelum memasuki pembahasan yang lebih mendalam. Dengan memahami susunan klasifikasi ini, pembaca akan lebih mudah mengikuti penjelasan berikutnya mengenai sejarah, tokoh, dan ajaran masing-masing kelompok dalam kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, sekaligus memahami bahwa uraian tersebut disampaikan dari perspektif teologis Ahlus Sunnah wal Jamaah pada masa penulis.

Teks Arab :

وَعِشْرُونَ مِنْهُم الْخَوَارِج وهم المحكمة الأولى والأذارقة والنجدات والصفرية والعجاردة والأباضية فالعجاردة مِنْهُم فرق كالخازمية والشعيبية والشيبانية والمعبدية والرشيدية والمكرمية والحمزية والإبراهيمية والواقفية

Baca juga:

Kelompok Ghulat Rafidhah Menurut Imam Al-Isfarayini:Al-Bayaniyah, Al-Mughiriyah, dan Al-Khaththabiyah

15 Kelompok Imamiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: KlasifikasiRafidhah dalam Kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Cabang Ibadhiyah dan Maimuniyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Klasifikasi Khawarij dalam At-Tabṣīr fī ad-Dīn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Imam dalam Islam: Hukum Mengikuti Ijtihad Madzhab, Imamah, Talfiq, dan Hadits Mursal

الْحُكْمُ الإِجْمَالِيُّ : Hukum Secara Global: ٣ - اجْتِهَادَاتُ أَحَدِ أَئِمَّةِ الْمَذَاهِبِ الْفِقْهِيَّةِ الْمُعْتَبَرَةِ (الَّت...