Pendahuluan
Persaudaraan dalam Islam merupakan
nikmat besar yang menjadi fondasi kekuatan umat. Ketika hati kaum muslimin
dipersatukan oleh iman, lahirlah kasih sayang, saling menolong, dan kehidupan
yang penuh keberkahan. Sebaliknya, ketika persaudaraan dirusak oleh fitnah, adu
domba, dan permusuhan, maka rusak pula hubungan antarsesama dan hilanglah
keberkahan dalam kehidupan.
Dalam bagian ini, Imam Al-Ghazali
mengumpulkan sejumlah hadis Rasulullah ﷺ
yang menjelaskan keutamaan orang-orang yang mampu mencintai dan mempersatukan
hati kaum muslimin, sekaligus memperingatkan keras bahaya orang yang gemar
mengadu domba. Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa mempererat ukhuwah bukan
sekadar akhlak yang baik, melainkan ibadah yang mendatangkan derajat tinggi di
sisi Allah.
Sumber
Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء
علوم الدين) Juz : 2
Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H),
bergelar Hujjatul Islam, seorang ulama besar dalam bidang akhlak,
tasawuf, fikih, dan pendidikan Islam.
Tema : Keutamaan mempersatukan hati kaum muslimin, pahala mencintai
karena Allah, serta bahaya fitnah dan adu domba dalam persaudaraan.
Teks Arab
وقال النبي صلى الله عليه وسلم : إن أحبكم إلى الله الذين يألفون ويؤلفون وإن أبغضكم إلى الله
المشاءون بالنميمة المفرقون بين الإخوان .
وقال صلى الله عليه وسلم : إن الله ملكا نصفه من النار
ونصفه من الثلج يقول : اللهم كما ألفت بين الثلج والنار كذلك ألف بين قلوب عبادك
الصالحين .
وقال أيضا : ما أحدث عبد أخا في الله إلا أحدث له درجة في
الجنة .
وقال صلى الله عليه وسلم المتحابون في الله على عمود من
ياقوتة حمراء ، في رأس العمود سبعون ألف غرفة يشرفون على أهل الجنة يضيء حسنهم
لأهل الجنة كما تضيء الشمس لأهل الدنيا ، فيقول أهل الجنة : انطلقوا بنا ننظر إلى
المتحابين في الله فيضيء حسنهم لأهل الجنة كما تضيء الشمس ، عليهم ثياب سندس خضر
مكتوب على جباههم المتحابون في الله
.
Terjemahan Lengkap
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya
orang yang paling Allah cintai di antara kalian adalah mereka yang mudah
bergaul, mampu menumbuhkan kasih sayang, dan mempersatukan manusia. Adapun orang yang paling Allah benci adalah mereka yang
berjalan ke sana kemari membawa fitnah dan adu domba serta memecah belah
persaudaraan."
Beliau ﷺ
juga bersabda:
"Sesungguhnya Allah memiliki
seorang malaikat yang separuh tubuhnya diciptakan dari api dan separuh lainnya
dari salju. Malaikat itu berdoa: 'Ya Allah, sebagaimana Engkau telah
mempersatukan api dan salju, maka satukanlah pula hati hamba-hamba-Mu yang
saleh.'"
Rasulullah ﷺ
juga bersabda:
"Tidaklah seorang hamba menjadikan
seseorang sebagai saudara karena Allah, melainkan Allah menambahkan baginya
satu derajat di surga."
Beliau ﷺ
juga bersabda:
"Orang-orang yang saling
mencintai karena Allah berada di atas sebuah tiang dari permata yaqut merah. Di
puncaknya terdapat tujuh puluh ribu kamar. Mereka memandang penduduk surga dari
tempat yang tinggi. Cahaya wajah mereka menerangi penduduk surga sebagaimana
matahari menerangi penduduk dunia. Penduduk surga berkata: 'Marilah kita
melihat orang-orang yang saling mencintai karena Allah.' Keindahan mereka
memancarkan cahaya sebagaimana matahari. Mereka mengenakan pakaian dari sutra
hijau, dan pada dahi mereka tertulis: 'Orang-orang yang saling mencintai karena
Allah.'"
Penjelasan
Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa
salah satu akhlak yang paling dicintai Allah adalah kemampuan seseorang
membangun hubungan yang harmonis dengan sesama. Ia mudah bergaul, tidak
menyimpan dendam, serta menjadi penyebab bersatunya hati banyak orang.
Sebaliknya, orang yang gemar
menyebarkan berita untuk mengadu domba termasuk golongan yang sangat dibenci
Allah. Sebab, satu ucapan yang memecah belah persaudaraan dapat merusak
hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Imam Al-Ghazali menempatkan
hadis-hadis ini dalam pembahasan ukhuwah untuk menunjukkan bahwa menjaga
persatuan lebih utama daripada memperturutkan ego dan permusuhan.
Artikel Pengembangan
Menjadi Pribadi yang Dicintai Allah
Rasulullah ﷺ
menjelaskan bahwa orang yang paling dicintai Allah memiliki sifat ya'lafūna
wa yu'lafūn, yaitu mudah bergaul dan membuat orang lain merasa nyaman
bersamanya.
Mereka dikenal dengan kelembutan,
kerendahan hati, mudah memaafkan, serta mampu menyatukan orang-orang yang
sedang berselisih. Kehadiran mereka membawa ketenangan, bukan pertengkaran.
Sifat seperti ini merupakan cerminan
akhlak Rasulullah ﷺ yang selalu menjadi
perekat umat.
Bahaya
Adu Domba
Adu domba (namimah) adalah
menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan menimbulkan
permusuhan atau memperkeruh hubungan.
Perbuatan ini termasuk dosa besar
karena merusak persaudaraan, menimbulkan kebencian, memecah keluarga, bahkan
dapat menghancurkan persatuan masyarakat.
Seorang muslim hendaknya menjaga
lisannya agar menjadi sumber kedamaian, bukan penyebab perpecahan.
Doa
Malaikat untuk Persatuan Hati
Riwayat tentang malaikat yang tercipta
dari api dan salju mengandung pelajaran yang sangat indah. Api dan salju
merupakan dua unsur yang secara tabiat bertolak belakang, namun Allah mampu
menyatukannya dalam satu makhluk.
Demikian pula hati manusia yang
memiliki berbagai karakter. Dengan pertolongan Allah, hati yang berbeda-beda
dapat dipersatukan dalam ikatan iman, sebagaimana firman Allah bahwa Dialah
yang mempersatukan hati orang-orang beriman.
Persaudaraan
Bernilai Surga
Rasulullah ﷺ
menjelaskan bahwa setiap persaudaraan yang dibangun karena Allah akan
meninggikan derajat seseorang di surga.
Bahkan, hadis terakhir menggambarkan
betapa agung kedudukan orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka
ditempatkan di tempat yang tinggi, mengenakan pakaian yang indah, dan
memancarkan cahaya yang membuat seluruh penghuni surga mengenali kemuliaan
mereka.
Ini menunjukkan bahwa ukhuwah
Islamiyah bukan sekadar hubungan sosial, melainkan amal yang memiliki balasan
luar biasa di akhirat.
Penjelasan
Imam Al-Ghazali ingin menanamkan
bahwa membangun persaudaraan jauh lebih sulit daripada merusaknya. Karena itu,
siapa pun yang menjadi sebab bersatunya hati manusia memperoleh kedudukan yang
sangat mulia di sisi Allah. Sebaliknya, siapa yang sengaja memecah belah
persaudaraan memikul dosa yang besar karena telah merusak nikmat persatuan yang
Allah anugerahkan kepada umat Islam.
Contoh
Seorang tokoh masyarakat mengetahui
adanya perselisihan antara dua keluarga. Alih-alih memperkeruh keadaan, ia
mendatangi kedua belah pihak, mendengarkan masalah mereka dengan adil, lalu
membantu mencari jalan damai. Sikapnya menjadi sebab hubungan yang retak
kembali harmonis.
Sebaliknya, seseorang yang
menyebarkan percakapan pribadi melalui media sosial dengan tujuan mempermalukan
orang lain telah membuka pintu fitnah dan permusuhan. Tindakan seperti ini
termasuk perilaku yang diperingatkan dalam hadis karena dapat memecah
persaudaraan.
Kesimpulan
Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa
mempersatukan hati kaum muslimin merupakan salah satu amal yang paling dicintai
Allah. Orang yang mudah bergaul, mempererat ukhuwah, dan mencintai saudaranya
karena Allah akan memperoleh derajat tinggi di surga. Sebaliknya, penyebar
fitnah dan adu domba termasuk golongan yang sangat dibenci karena merusak
persatuan umat.
Hikmah
- Ukhuwah Islamiyah merupakan nikmat besar yang harus
dijaga.
- Allah mencintai orang yang mampu mempersatukan hati
sesama muslim.
- Adu domba adalah dosa yang merusak persaudaraan dan
persatuan umat.
- Setiap persaudaraan yang dibangun karena Allah
meninggikan derajat di surga.
- Menjadi penengah dalam konflik termasuk amal yang
mulia.
- Menjaga lisan merupakan kunci terpeliharanya ukhuwah.
- Persatuan hati hanya dapat terwujud dengan pertolongan
dan hidayah Allah.
Penutup
Persaudaraan merupakan salah satu
karunia terbesar yang Allah berikan kepada kaum beriman. Oleh sebab itu, setiap
muslim hendaknya menjadi pribadi yang membawa kedamaian, mempererat hubungan
antarsaudara, dan menjauhi segala bentuk fitnah maupun adu domba. Sebagaimana
dijelaskan Imam Al-Ghazali, orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan
memperoleh kemuliaan yang luar biasa di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita
termasuk hamba-hamba yang mampu mempersatukan hati, menjaga ukhuwah, dan meraih
cinta-Nya melalui akhlak yang mulia.
Baca Juga :
Memilih Sahabatyang Mendekatkan kepada Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali
Keutamaan MencintaiOrang Saleh Menurut Imam Al-Ghazali: Terjemah Ihya Ulumuddin Lengkap

Tidak ada komentar:
Posting Komentar