Keutamaan Ukhuwah Islamiyah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Persaudaraan karena Allah (02/05/12)

Pendahuluan

Persaudaraan dalam Islam merupakan nikmat besar yang menjadi fondasi kekuatan umat. Ketika hati kaum muslimin dipersatukan oleh iman, lahirlah kasih sayang, saling menolong, dan kehidupan yang penuh keberkahan. Sebaliknya, ketika persaudaraan dirusak oleh fitnah, adu domba, dan permusuhan, maka rusak pula hubungan antarsesama dan hilanglah keberkahan dalam kehidupan.

Dalam bagian ini, Imam Al-Ghazali mengumpulkan sejumlah hadis Rasulullah yang menjelaskan keutamaan orang-orang yang mampu mencintai dan mempersatukan hati kaum muslimin, sekaligus memperingatkan keras bahaya orang yang gemar mengadu domba. Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa mempererat ukhuwah bukan sekadar akhlak yang baik, melainkan ibadah yang mendatangkan derajat tinggi di sisi Allah.

Sumber

Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء علوم الدين) Juz : 2

Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H), bergelar Hujjatul Islam, seorang ulama besar dalam bidang akhlak, tasawuf, fikih, dan pendidikan Islam.

Tema : Keutamaan mempersatukan hati kaum muslimin, pahala mencintai karena Allah, serta bahaya fitnah dan adu domba dalam persaudaraan.

Teks Arab

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : إن أحبكم إلى الله  الذين يألفون ويؤلفون وإن أبغضكم إلى الله المشاءون  بالنميمة المفرقون بين الإخوان .

وقال صلى الله عليه وسلم : إن الله ملكا نصفه من النار ونصفه من الثلج يقول : اللهم كما ألفت بين الثلج والنار كذلك ألف بين قلوب عبادك الصالحين .

وقال أيضا : ما أحدث عبد أخا في الله إلا أحدث له درجة في الجنة .

وقال صلى الله عليه وسلم المتحابون في الله على عمود من ياقوتة حمراء ، في رأس العمود سبعون ألف غرفة يشرفون على أهل الجنة يضيء حسنهم لأهل الجنة كما تضيء الشمس لأهل الدنيا ، فيقول أهل الجنة : انطلقوا بنا ننظر إلى المتحابين في الله فيضيء حسنهم لأهل الجنة كما تضيء الشمس ، عليهم ثياب سندس خضر مكتوب على جباههم المتحابون في الله   .

Terjemahan Lengkap

Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya orang yang paling Allah cintai di antara kalian adalah mereka yang mudah bergaul, mampu menumbuhkan kasih sayang, dan mempersatukan manusia. Adapun orang yang paling Allah benci adalah mereka yang berjalan ke sana kemari membawa fitnah dan adu domba serta memecah belah persaudaraan."

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah memiliki seorang malaikat yang separuh tubuhnya diciptakan dari api dan separuh lainnya dari salju. Malaikat itu berdoa: 'Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mempersatukan api dan salju, maka satukanlah pula hati hamba-hamba-Mu yang saleh.'"

Rasulullah juga bersabda:

"Tidaklah seorang hamba menjadikan seseorang sebagai saudara karena Allah, melainkan Allah menambahkan baginya satu derajat di surga."

Beliau juga bersabda:

"Orang-orang yang saling mencintai karena Allah berada di atas sebuah tiang dari permata yaqut merah. Di puncaknya terdapat tujuh puluh ribu kamar. Mereka memandang penduduk surga dari tempat yang tinggi. Cahaya wajah mereka menerangi penduduk surga sebagaimana matahari menerangi penduduk dunia. Penduduk surga berkata: 'Marilah kita melihat orang-orang yang saling mencintai karena Allah.' Keindahan mereka memancarkan cahaya sebagaimana matahari. Mereka mengenakan pakaian dari sutra hijau, dan pada dahi mereka tertulis: 'Orang-orang yang saling mencintai karena Allah.'"

Penjelasan

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa salah satu akhlak yang paling dicintai Allah adalah kemampuan seseorang membangun hubungan yang harmonis dengan sesama. Ia mudah bergaul, tidak menyimpan dendam, serta menjadi penyebab bersatunya hati banyak orang.

Sebaliknya, orang yang gemar menyebarkan berita untuk mengadu domba termasuk golongan yang sangat dibenci Allah. Sebab, satu ucapan yang memecah belah persaudaraan dapat merusak hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Imam Al-Ghazali menempatkan hadis-hadis ini dalam pembahasan ukhuwah untuk menunjukkan bahwa menjaga persatuan lebih utama daripada memperturutkan ego dan permusuhan.

Artikel Pengembangan

Menjadi Pribadi yang Dicintai Allah

Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang paling dicintai Allah memiliki sifat ya'lafūna wa yu'lafūn, yaitu mudah bergaul dan membuat orang lain merasa nyaman bersamanya.

Mereka dikenal dengan kelembutan, kerendahan hati, mudah memaafkan, serta mampu menyatukan orang-orang yang sedang berselisih. Kehadiran mereka membawa ketenangan, bukan pertengkaran.

Sifat seperti ini merupakan cerminan akhlak Rasulullah yang selalu menjadi perekat umat.

Bahaya Adu Domba

Adu domba (namimah) adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan menimbulkan permusuhan atau memperkeruh hubungan.

Perbuatan ini termasuk dosa besar karena merusak persaudaraan, menimbulkan kebencian, memecah keluarga, bahkan dapat menghancurkan persatuan masyarakat.

Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya agar menjadi sumber kedamaian, bukan penyebab perpecahan.

Doa Malaikat untuk Persatuan Hati

Riwayat tentang malaikat yang tercipta dari api dan salju mengandung pelajaran yang sangat indah. Api dan salju merupakan dua unsur yang secara tabiat bertolak belakang, namun Allah mampu menyatukannya dalam satu makhluk.

Demikian pula hati manusia yang memiliki berbagai karakter. Dengan pertolongan Allah, hati yang berbeda-beda dapat dipersatukan dalam ikatan iman, sebagaimana firman Allah bahwa Dialah yang mempersatukan hati orang-orang beriman.

Persaudaraan Bernilai Surga

Rasulullah menjelaskan bahwa setiap persaudaraan yang dibangun karena Allah akan meninggikan derajat seseorang di surga.

Bahkan, hadis terakhir menggambarkan betapa agung kedudukan orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka ditempatkan di tempat yang tinggi, mengenakan pakaian yang indah, dan memancarkan cahaya yang membuat seluruh penghuni surga mengenali kemuliaan mereka.

Ini menunjukkan bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar hubungan sosial, melainkan amal yang memiliki balasan luar biasa di akhirat.

Penjelasan

Imam Al-Ghazali ingin menanamkan bahwa membangun persaudaraan jauh lebih sulit daripada merusaknya. Karena itu, siapa pun yang menjadi sebab bersatunya hati manusia memperoleh kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Sebaliknya, siapa yang sengaja memecah belah persaudaraan memikul dosa yang besar karena telah merusak nikmat persatuan yang Allah anugerahkan kepada umat Islam.

Contoh

Seorang tokoh masyarakat mengetahui adanya perselisihan antara dua keluarga. Alih-alih memperkeruh keadaan, ia mendatangi kedua belah pihak, mendengarkan masalah mereka dengan adil, lalu membantu mencari jalan damai. Sikapnya menjadi sebab hubungan yang retak kembali harmonis.

Sebaliknya, seseorang yang menyebarkan percakapan pribadi melalui media sosial dengan tujuan mempermalukan orang lain telah membuka pintu fitnah dan permusuhan. Tindakan seperti ini termasuk perilaku yang diperingatkan dalam hadis karena dapat memecah persaudaraan.

Kesimpulan

Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa mempersatukan hati kaum muslimin merupakan salah satu amal yang paling dicintai Allah. Orang yang mudah bergaul, mempererat ukhuwah, dan mencintai saudaranya karena Allah akan memperoleh derajat tinggi di surga. Sebaliknya, penyebar fitnah dan adu domba termasuk golongan yang sangat dibenci karena merusak persatuan umat.

Hikmah

  • Ukhuwah Islamiyah merupakan nikmat besar yang harus dijaga.
  • Allah mencintai orang yang mampu mempersatukan hati sesama muslim.
  • Adu domba adalah dosa yang merusak persaudaraan dan persatuan umat.
  • Setiap persaudaraan yang dibangun karena Allah meninggikan derajat di surga.
  • Menjadi penengah dalam konflik termasuk amal yang mulia.
  • Menjaga lisan merupakan kunci terpeliharanya ukhuwah.
  • Persatuan hati hanya dapat terwujud dengan pertolongan dan hidayah Allah.

Penutup

Persaudaraan merupakan salah satu karunia terbesar yang Allah berikan kepada kaum beriman. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya menjadi pribadi yang membawa kedamaian, mempererat hubungan antarsaudara, dan menjauhi segala bentuk fitnah maupun adu domba. Sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali, orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan memperoleh kemuliaan yang luar biasa di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mampu mempersatukan hati, menjaga ukhuwah, dan meraih cinta-Nya melalui akhlak yang mulia.

Baca Juga :

Memilih Sahabatyang Mendekatkan kepada Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali

Keutamaan MencintaiOrang Saleh Menurut Imam Al-Ghazali: Terjemah Ihya Ulumuddin Lengkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Pendalaman Al-Fatihah Bab 4: Makna, Qirā’āt, I‘rāb, Keutamaan Orang yang Memuji Allah dan 36 Pembahasan Penting. Bagian: 05

الثالثة عشرة - قوله تعالى : {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} وصف نفسه تعالى بعد {رَبِّ الْعَالَمِينَ} بأنه {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} لأنه لما كان...