Pendahuluan
Persaudaraan dalam Islam bukan hanya
diwujudkan melalui hubungan yang baik di dunia, tetapi juga menjadi sebab
seseorang memperoleh kemuliaan di akhirat. Rasulullah ﷺ
menjelaskan bahwa orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan
mendapatkan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan manusia pada hari
kiamat, yaitu berada di bawah naungan Allah ketika seluruh manusia diliputi
panas dan ketakutan.
Imam Al-Ghazali mengutip beberapa
hadis yang menunjukkan betapa besarnya pahala ukhuwah yang dibangun atas dasar
keikhlasan. Bahkan, sekadar mengunjungi seorang saudara seiman demi mencari
ridha Allah menjadi sebab seseorang memperoleh kabar gembira berupa surga.
Sumber
Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء
علوم الدين) Juz : 2
Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H),
bergelar Hujjatul Islam, ulama besar yang dikenal melalui karya-karyanya
tentang akhlak, tasawuf, fikih, dan penyucian jiwa.
Tema : Keutamaan saling mencintai karena Allah, mengunjungi saudara
seiman, dan balasan berupa naungan Allah pada hari kiamat.
Teks Arab
وقال صلى الله عليه وسلم : إن الله تعالى يقول يوم القيامة
: أين المتحابون بجلالي اليوم أظلهم في ظلي يوم لا ظل إلا ظلي .
وقال صلى الله عليه وسلم : سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا
ظل إلا ظله : إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله ورجل قلبه متعلق بالمسجد إذا خرج
منه حتى يعود إليه ورجلان تحابا في الله اجتمعا على ذلك وتفرقا عليه ورجل ذكر الله
خاليا ففاضت عيناه ورجل دعته امرأة ذات حسب وجمال فقال : إني أخاف الله تعالى ورجل
تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه .
وقال صلى الله عليه وسلم : ما زار رجل رجلا في الله شوقا
إليه ورغبة في لقائه إلا ناداه ملك من
خلفه : طبت وطاب ممشاك وطابت لك الجنة .
Terjemahan Lengkap
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah Ta'ala berfirman:
"Pada hari
kiamat Allah berfirman: 'Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena
keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi
mereka dengan naungan-Ku, pada hari yang tidak ada naungan selain
naungan-Ku.'"
Rasulullah ﷺ
juga bersabda:
"Ada tujuh golongan yang akan
dinaungi Allah dengan naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain
naungan-Nya, yaitu:
1.
Pemimpin
yang adil.
2.
Seorang
pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.
3.
Seseorang
yang hatinya selalu terpaut dengan masjid; setiap keluar darinya ia rindu untuk
kembali.
4.
Dua
orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul karena Allah dan
berpisah karena Allah.
5.
Seseorang
yang mengingat Allah ketika sendirian hingga kedua matanya bercucuran air mata.
6.
Seorang
laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita yang memiliki
kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada
Allah.'
7.
Seseorang
yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui
apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya."
Beliau ﷺ
juga bersabda:
"Tidaklah seseorang mengunjungi
saudaranya karena Allah, karena rindu kepadanya dan ingin bertemu dengannya,
melainkan seorang malaikat menyeru dari belakangnya: 'Engkau telah berbuat
baik, perjalananmu diberkahi, dan surga telah disediakan untukmu.'"
Penjelasan
Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa
ukhuwah karena Allah termasuk amal yang sangat dicintai-Nya. Orang yang
menjalin persaudaraan atas dasar iman tidak hanya memperoleh pahala, tetapi
juga mendapat perlindungan khusus pada hari kiamat.
Naungan Allah pada hari kiamat
merupakan simbol keamanan, kemuliaan, dan kasih sayang-Nya ketika seluruh
manusia mengalami kesulitan yang luar biasa. Salah satu golongan yang mendapat
kemuliaan tersebut adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, tanpa
didasari kepentingan dunia.
Artikel Pengembangan
Mengapa Ukhuwah Fillah Mendapat Balasan Begitu Besar?
Persaudaraan yang dibangun karena
Allah lahir dari hati yang ikhlas. Tidak ada kepentingan harta, jabatan,
keturunan, maupun popularitas. Yang menjadi dasar hubungan hanyalah keinginan
untuk saling membantu dalam ketaatan kepada Allah.
Karena itulah Allah memberikan
balasan yang sangat istimewa. Pada hari ketika matahari didekatkan kepada
manusia dan setiap orang sibuk memikirkan nasibnya sendiri, orang-orang yang
menjaga ukhuwah karena Allah justru memperoleh perlindungan dari-Nya.
Makna
"Berkumpul dan Berpisah karena Allah"
Rasulullah ﷺ
menyebutkan bahwa mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.
Maksudnya, hubungan mereka dimulai karena iman, dipelihara demi mencari ridha
Allah, dan tetap terjaga walaupun jarak, waktu, atau keadaan memisahkan mereka.
Mereka tidak memutus persaudaraan hanya karena urusan dunia.
Keutamaan
Mengunjungi Saudara Seiman
Mengunjungi saudara seiman merupakan
salah satu bentuk nyata dari cinta karena Allah. Kunjungan itu dilakukan bukan
untuk memperoleh keuntungan, tetapi untuk mempererat silaturahmi, memberikan
semangat, berbagi nasihat, atau sekadar menunjukkan perhatian.
Dalam hadis di atas, malaikat
memberikan tiga kabar gembira kepada orang yang melakukan kunjungan seperti
itu:
- Amalmu diterima dan diberkahi.
- Langkahmu menjadi langkah yang baik.
- Surga dipersiapkan sebagai balasan bagimu.
Ini menunjukkan bahwa perjalanan
menuju rumah seorang saudara seiman pun dapat bernilai ibadah apabila diniatkan
karena Allah.
Penjelasan
Imam Al-Ghazali ingin menanamkan
bahwa ukhuwah Islamiyah harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mencintai
dalam hati saja belum sempurna apabila tidak disertai perhatian, silaturahmi,
saling mendoakan, dan kepedulian terhadap keadaan saudara seiman.
Semakin ikhlas niat seseorang dalam
menjaga persaudaraan, semakin besar pula kedudukannya di sisi Allah.
Contoh
Seorang muslim mengetahui bahwa
sahabatnya sedang menghadapi ujian hidup. Ia menyempatkan diri datang ke
rumahnya hanya untuk memberikan dukungan, menghibur, dan mendoakannya. Ia tidak
mengharapkan imbalan apa pun selain ridha Allah.
Contoh lainnya, dua sahabat rutin
menghadiri majelis ilmu bersama. Ketika salah satunya pindah ke kota lain,
mereka tetap saling mendoakan, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan sesekali
saling mengunjungi. Hubungan mereka tetap erat karena dibangun di atas
keimanan, bukan kepentingan dunia.
Kesimpulan
Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa
mencintai dan mengunjungi saudara seiman karena Allah merupakan amal yang
memiliki keutamaan sangat besar. Orang-orang yang menjaga ukhuwah dengan ikhlas
akan memperoleh cinta Allah, naungan-Nya pada hari kiamat, serta kabar gembira
berupa surga.
Persaudaraan seperti inilah yang
hendaknya dibangun oleh setiap muslim agar kehidupan di dunia penuh kasih
sayang dan kehidupan akhirat dipenuhi kemuliaan.
Hikmah
- Ukhuwah karena Allah termasuk amal yang mendatangkan
cinta Allah.
- Dua orang yang saling mencintai karena Allah termasuk golongan
yang dinaungi Allah pada hari kiamat.
- Mengunjungi saudara seiman dengan niat ikhlas bernilai
ibadah.
- Persaudaraan sejati tidak bergantung pada kepentingan
dunia.
- Silaturahmi memperkuat iman dan menghapus permusuhan.
- Setiap langkah menuju kebaikan akan mendapat balasan
dari Allah.
- Keikhlasan menjadi ruh dalam seluruh hubungan
antarsesama muslim.
Penutup
Di era modern yang penuh kesibukan,
hubungan antarmanusia sering kali dibangun atas dasar manfaat dan kepentingan.
Islam menawarkan jalan yang lebih mulia, yaitu membangun persaudaraan atas
dasar iman dan kecintaan kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali,
persahabatan yang dijaga dengan keikhlasan akan menjadi sebab datangnya cinta
Allah, naungan-Nya pada hari kiamat, dan kebahagiaan yang abadi di surga. Oleh
karena itu, marilah kita memperbanyak silaturahmi, saling mengunjungi, dan
menjaga ukhuwah agar termasuk hamba-hamba yang memperoleh kemuliaan di
sisi-Nya.
Baca Juga :
Keutamaan SalingMengunjungi dan Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali
Keutamaan Saling Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Kemuliaan UkhuwahFillah
Keutamaan
Mengunjungi Saudara karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Cinta karena
Allah dan Kesempurnaan Iman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar