Keutamaan Mencintai dan Mengunjungi Saudara karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali (02/05/07)

Pendahuluan

Persaudaraan dalam Islam bukan hanya diwujudkan melalui hubungan yang baik di dunia, tetapi juga menjadi sebab seseorang memperoleh kemuliaan di akhirat. Rasulullah menjelaskan bahwa orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan manusia pada hari kiamat, yaitu berada di bawah naungan Allah ketika seluruh manusia diliputi panas dan ketakutan.

Imam Al-Ghazali mengutip beberapa hadis yang menunjukkan betapa besarnya pahala ukhuwah yang dibangun atas dasar keikhlasan. Bahkan, sekadar mengunjungi seorang saudara seiman demi mencari ridha Allah menjadi sebab seseorang memperoleh kabar gembira berupa surga.

Sumber

Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء علوم الدين) Juz : 2

Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H), bergelar Hujjatul Islam, ulama besar yang dikenal melalui karya-karyanya tentang akhlak, tasawuf, fikih, dan penyucian jiwa.

Tema : Keutamaan saling mencintai karena Allah, mengunjungi saudara seiman, dan balasan berupa naungan Allah pada hari kiamat.

Teks Arab

وقال صلى الله عليه وسلم : إن الله تعالى يقول يوم القيامة : أين المتحابون بجلالي اليوم أظلهم في ظلي يوم لا ظل إلا ظلي .

وقال صلى الله عليه وسلم : سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله : إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله ورجل قلبه متعلق بالمسجد إذا خرج منه حتى يعود إليه ورجلان تحابا في الله اجتمعا على ذلك وتفرقا عليه ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه ورجل دعته امرأة ذات حسب وجمال فقال : إني أخاف الله تعالى ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه .

وقال صلى الله عليه وسلم : ما زار رجل رجلا في الله شوقا إليه ورغبة في لقائه  إلا ناداه ملك من خلفه : طبت وطاب ممشاك وطابت لك الجنة .

Terjemahan Lengkap

Rasulullah bersabda bahwa Allah Ta'ala berfirman:

"Pada hari kiamat Allah berfirman: 'Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naungan-Ku, pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Ku.'"

Rasulullah juga bersabda:

"Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dengan naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu:

1.      Pemimpin yang adil.

2.      Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.

3.      Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid; setiap keluar darinya ia rindu untuk kembali.

4.      Dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.

5.      Seseorang yang mengingat Allah ketika sendirian hingga kedua matanya bercucuran air mata.

6.      Seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah.'

7.      Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya."

Beliau juga bersabda:

"Tidaklah seseorang mengunjungi saudaranya karena Allah, karena rindu kepadanya dan ingin bertemu dengannya, melainkan seorang malaikat menyeru dari belakangnya: 'Engkau telah berbuat baik, perjalananmu diberkahi, dan surga telah disediakan untukmu.'"

Penjelasan

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa ukhuwah karena Allah termasuk amal yang sangat dicintai-Nya. Orang yang menjalin persaudaraan atas dasar iman tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga mendapat perlindungan khusus pada hari kiamat.

Naungan Allah pada hari kiamat merupakan simbol keamanan, kemuliaan, dan kasih sayang-Nya ketika seluruh manusia mengalami kesulitan yang luar biasa. Salah satu golongan yang mendapat kemuliaan tersebut adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, tanpa didasari kepentingan dunia.

Artikel Pengembangan

Mengapa Ukhuwah Fillah Mendapat Balasan Begitu Besar?

Persaudaraan yang dibangun karena Allah lahir dari hati yang ikhlas. Tidak ada kepentingan harta, jabatan, keturunan, maupun popularitas. Yang menjadi dasar hubungan hanyalah keinginan untuk saling membantu dalam ketaatan kepada Allah.

Karena itulah Allah memberikan balasan yang sangat istimewa. Pada hari ketika matahari didekatkan kepada manusia dan setiap orang sibuk memikirkan nasibnya sendiri, orang-orang yang menjaga ukhuwah karena Allah justru memperoleh perlindungan dari-Nya.

Makna "Berkumpul dan Berpisah karena Allah"

Rasulullah menyebutkan bahwa mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah. Maksudnya, hubungan mereka dimulai karena iman, dipelihara demi mencari ridha Allah, dan tetap terjaga walaupun jarak, waktu, atau keadaan memisahkan mereka. Mereka tidak memutus persaudaraan hanya karena urusan dunia.

Keutamaan Mengunjungi Saudara Seiman

Mengunjungi saudara seiman merupakan salah satu bentuk nyata dari cinta karena Allah. Kunjungan itu dilakukan bukan untuk memperoleh keuntungan, tetapi untuk mempererat silaturahmi, memberikan semangat, berbagi nasihat, atau sekadar menunjukkan perhatian.

Dalam hadis di atas, malaikat memberikan tiga kabar gembira kepada orang yang melakukan kunjungan seperti itu:

  • Amalmu diterima dan diberkahi.
  • Langkahmu menjadi langkah yang baik.
  • Surga dipersiapkan sebagai balasan bagimu.

Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju rumah seorang saudara seiman pun dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah.

Penjelasan

Imam Al-Ghazali ingin menanamkan bahwa ukhuwah Islamiyah harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mencintai dalam hati saja belum sempurna apabila tidak disertai perhatian, silaturahmi, saling mendoakan, dan kepedulian terhadap keadaan saudara seiman.

Semakin ikhlas niat seseorang dalam menjaga persaudaraan, semakin besar pula kedudukannya di sisi Allah.

Contoh

Seorang muslim mengetahui bahwa sahabatnya sedang menghadapi ujian hidup. Ia menyempatkan diri datang ke rumahnya hanya untuk memberikan dukungan, menghibur, dan mendoakannya. Ia tidak mengharapkan imbalan apa pun selain ridha Allah.

Contoh lainnya, dua sahabat rutin menghadiri majelis ilmu bersama. Ketika salah satunya pindah ke kota lain, mereka tetap saling mendoakan, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan sesekali saling mengunjungi. Hubungan mereka tetap erat karena dibangun di atas keimanan, bukan kepentingan dunia.

Kesimpulan

Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa mencintai dan mengunjungi saudara seiman karena Allah merupakan amal yang memiliki keutamaan sangat besar. Orang-orang yang menjaga ukhuwah dengan ikhlas akan memperoleh cinta Allah, naungan-Nya pada hari kiamat, serta kabar gembira berupa surga.

Persaudaraan seperti inilah yang hendaknya dibangun oleh setiap muslim agar kehidupan di dunia penuh kasih sayang dan kehidupan akhirat dipenuhi kemuliaan.

Hikmah

  • Ukhuwah karena Allah termasuk amal yang mendatangkan cinta Allah.
  • Dua orang yang saling mencintai karena Allah termasuk golongan yang dinaungi Allah pada hari kiamat.
  • Mengunjungi saudara seiman dengan niat ikhlas bernilai ibadah.
  • Persaudaraan sejati tidak bergantung pada kepentingan dunia.
  • Silaturahmi memperkuat iman dan menghapus permusuhan.
  • Setiap langkah menuju kebaikan akan mendapat balasan dari Allah.
  • Keikhlasan menjadi ruh dalam seluruh hubungan antarsesama muslim.

Penutup

Di era modern yang penuh kesibukan, hubungan antarmanusia sering kali dibangun atas dasar manfaat dan kepentingan. Islam menawarkan jalan yang lebih mulia, yaitu membangun persaudaraan atas dasar iman dan kecintaan kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali, persahabatan yang dijaga dengan keikhlasan akan menjadi sebab datangnya cinta Allah, naungan-Nya pada hari kiamat, dan kebahagiaan yang abadi di surga. Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak silaturahmi, saling mengunjungi, dan menjaga ukhuwah agar termasuk hamba-hamba yang memperoleh kemuliaan di sisi-Nya.

Baca Juga :

Keutamaan SalingMengunjungi dan Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali

Keutamaan Saling Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Kemuliaan UkhuwahFillah

Keutamaan Mengunjungi Saudara karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Cinta karena Allah dan Kesempurnaan Iman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Bagaimana Hukum Bermuamalah Dengan Harta Yang Bercampur Halal Dan Haram : Terjemah Ihya' Ulumiddin

مسألة: شخص معين خالط ماله الحرام مثل أن يباع على دكان طعام مغصوب أو مال منهوب ومثل أن يكون القاضي أو الرئيس أو العامل أو الفقيه الذي له إد...