Bab: Penghalang-penghalang Ṣarf / Penghalang Diterimanya Amal
Dalam
nahwu:
موانع الصرف = sebab isim
menjadi ممنوع من الصرف, tidak
menerima tanwīn dan tidak majrur dengan kasrah.
موانع الصرف عند أهل العبارة: تسع وهي معروفة
Menurut ahli ibārah
(gramatika), penghalang ṣarf itu ada sembilan, dan itu telah dikenal.
Secara nahwu, sebab-sebabnya memang dibahas
rinci.
وعند أهل الإشارة...
Adapun menurut ahli isyarat
(makna batin), maka penghalang-penghalang itu adalah sebagai berikut:
Masuk ke makna ruhani:
1)
الجمع
أن يجتنب العالم جمع الدنيا واجتماع الناس عليه
Seorang alim harus menjauhi
mengumpulkan dunia dan keinginan agar manusia berkumpul di sekelilingnya.
Maknanya:
- haus harta,
- haus pengikut,
- ingin populer,
- cinta kedudukan.
Ini hijab besar.
2)
الصرف
صرف وجوههم إليه
Mengarahkan wajah manusia agar
tertuju kepadanya.
Maknanya:
ingin perhatian manusia:
- ingin dipuji,
- ingin disanjung,
- ingin jadi pusat perhatian.
Ini riya’ yang halus.
3)
الوصف
أن يكون قصده أن يوصف بالخير ويعرف به
Tujuannya agar disebut baik dan
dikenal karena kebaikannya.
Maknanya:
beramal untuk reputasi.
Bukan mencari Allah, tapi citra.
4)
التأنيث
ضعف العزم، والرضى بالرذائل
Lemah tekad dan ridha dengan
kehinaan akhlak.
Maksud:
- malas mujahadah,
- menyerah pada hawa nafsu,
- nyaman dalam dosa.
5)
المعرفة
أن يعرف نعم الله عليه ثم يقصر عن الشكر
Mengetahui nikmat Allah, namun
lalai mensyukurinya.
Ini kufur nikmat dalam bentuk halus.
Tahu → tapi tidak tunduk.
6)
العجمة
أن يهمل نعمة الله بكتمان علمه
Menyia-nyiakan nikmat Allah
dengan menyembunyikan ilmunya.
Maknanya:
- ilmu tidak diamalkan,
- ilmu tidak diajarkan,
- ilmu dipendam karena ego, takut tersaingi,
atau malas.
7)
العدل
عدوله عن الطريق القويم
Berpaling dari jalan yang
lurus.
Yakni:
menyimpang dari istiqamah.
8)
التركيب
أن يشوب عمله بأفعال الجهل
Mencampur amalnya dengan
perbuatan jahil.
Contoh:
- ibadah bercampur riya’,
- sedekah bercampur menyakiti,
- dakwah bercampur kesombongan.
Amal tercampur racun.
9)
الألف
ألف أنا
Alif “Aku”.
Ini ego:
أنا = aku.
Aku lebih baik.
Aku lebih alim.
Aku lebih suci.
Ini akar iblis.
10)
النون
نون العظمة
Nun keagungan (merasa besar).
Kesombongan batin:
- merasa penting,
- merasa punya maqam,
- merasa istimewa.
11)
وزن الفعل
أن يزن أعماله معتقدا أن عنده حاصلا فيحصل العجب
Menimbang-nimbang amalnya dan
merasa dirinya telah memiliki sesuatu, lalu timbullah ‘ujub (bangga diri).
Ini penyakit halus:
- merasa amal banyak,
- merasa sudah dekat dengan Allah,
- merasa selamat.
Akhirnya kagum pada diri sendiri.
Kalimat
penutup:
فمتى اجتمعت علتان من هذه العلل لم ينصرف إلى
القبول، وانحرف عن باب الوصول
Apabila
berkumpul dua saja dari penyakit-penyakit ini, maka amal tidak akan mengalir
menuju penerimaan (di sisi Allah), dan ia menyimpang dari pintu sampai (kepada
Allah).
Maknanya:
cukup dua penyakit hati berkumpul:
→ amal terhalang diterima,
→ jalan ruhani menyimpang.
Kesimpulan
Dalam nahwu:
ada isim yang terhalang ṣarf.
Dalam hati:
ada amal yang terhalang diterima.
Penghalangnya:
- cinta dunia,
- haus popularitas,
- riya’,
- lemah tekad,
- kufur nikmat,
- menyembunyikan ilmu,
- menyimpang,
- amal bercampur hawa nafsu,
- ego (أنا),
- sombong,
- ‘ujub.
Ringkasnya:
Yang paling sering menghalangi seseorang sampai
kepada Allah bukan kurang amal, tetapi rusaknya niat dan tersembunyinya ego di
dalam amal.
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca juga:
Tiga Hijab Hati dan Jalan
Menuju Yaqin – Gramatika Qalbu - نحو القلوب
Bagian 7 dari 27 Pembahasan Penting Basmalah: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Masalah Ke 23-24
Peta Perjalanan Ruhani
Seorang Hamba: Dari التلوين (Naik Turun Iman) Menuju التمكين (Keteguhan Ruhani) - نحو القلوب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar