Ini adalah
penutup yang sangat indah dari نحو القلوب. Penulis menutup kitab dengan mengambil bab حروف الجر (huruf-huruf yang menjarrkan isim), lalu
menjadikannya puncak perjalanan ruhani: rendah hati kepada Allah, lalu
dimuliakan oleh kedekatan kepada-Nya.
فصل
Pasal
حروف
الجر: تخفض الأسماء
Huruf-huruf جر membuat isim
menjadi majrūr (rendah / berharakat kasrah).
Dalam nahwu:
Huruf jar
seperti:
- من
- إلى
- في
- على
- بـ
dll.
membuat isim menjadi majrūr.
Contoh:
في
البيتِ
di dalam rumah
البيتِ menjadi majrūr.
Lalu penulis
membawa ke makna isyarat:
فلما
علم المحققون أن الأشياء بالله، ومن الله، وإلى الله
Ketika para muḥaqqiqīn (orang-orang yang sampai pada hakikat) mengetahui
bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan Allah, berasal dari Allah, dan kembali
kepada Allah...
Tiga
maqam tauhid:
1) بالله — dengan Allah
Artinya:
tak ada daya kecuali dengan pertolongan Allah.
Ilmu → dari Allah
amal → dengan taufik Allah
kebaikan → karena karunia Allah
Seorang hamba tak bersandar pada dirinya.
2) من الله — dari Allah
Semua nikmat:
- iman,
- rezeki,
- ilmu,
- hidayah,
- kesehatan,
- kesempatan taat—
semuanya berasal dari Allah.
Tak ada yang murni milik kita.
3) إلى الله — kepada Allah
Semua kembali:
- amal kembali dihisab oleh Allah,
- ruh kembali kepada Allah,
- perjalanan hidup berakhir di hadapan Allah.
Awal dari-Nya, berjalan dengan-Nya, kembali
kepada-Nya.
Ini puncak ma‘rifat.
خفضوا
أنفسهم تواضعا لله
Maka mereka merendahkan diri mereka sebagai bentuk tawadhu‘ kepada Allah.
Karena sadar semuanya dari Allah,
mereka tak lagi sombong.
Mereka:
- rendah hati,
- lembut,
- merasa kecil di hadapan Allah,
- tak melihat diri punya kelebihan.
Ini خفض النفس (merendahkan
ego).
فتعززوا
بالإضافة إلى جانب الله تعالى
Lalu mereka dimuliakan karena dinisbatkan kepada Allah Ta‘ala.
Indah sekali.
Siapa yang merendah karena Allah → Allah
muliakan.
Kehinaan di hadapan Allah → kemuliaan di sisi
Allah.
Sebagaimana ungkapan:
من
تواضع لله رفعه الله
Siapa merendah karena Allah, Allah akan mengangkatnya.
أولئك
الذين اصطفاهم الله لقربه، وجعلهم من حزبه
Mereka itulah orang-orang yang Allah pilih untuk dekat kepada-Nya, dan Dia
jadikan mereka termasuk golongan-Nya.
Ini puncak perjalanan:
- dipilih Allah,
- didekatkan Allah,
- dijadikan حزب الله
(golongan Allah).
Tak ada kemuliaan lebih tinggi dari ini.
نسأل
الله العظيم أن يجعلنا منهم، وأن يلحقنا بهم
Kami memohon kepada Allah Yang Mahaagung agar menjadikan kami termasuk
golongan mereka, dan menyusulkan kami bersama mereka.
Ini doa penutup yang sangat tawadhu‘:
penulis tak mengklaim telah sampai,
tetapi memohon agar digolongkan bersama orang-orang dekat kepada Allah.
أنه
كريم لطيف حليم وهاب، محسن متفضل جواد رحيم تواب
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Lembut, Maha Penyantun, Maha Pemberi
Karunia, Maha Berbuat Baik, Maha Melimpahkan Keutamaan, Maha Dermawan, Maha
Pengasih, lagi Maha Penerima Tobat.
Rangkaian Asmaul Husna sebagai penegasan:
harapan selalu ada.
وإليه
المرجع والمآب
Dan kepada-Nyalah tempat kembali dan tempat pulang.
Ini penutup yang dalam:
akhir perjalanan hati:
kembali kepada Allah.
تم كتاب
(نحو القلوب) بحمد الله وعونه
Selesailah kitab “Nahwu al-Qulūb” dengan pujian kepada Allah dan
pertolongan-Nya.
وصلى
الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad,
keluarga beliau, dan para sahabat beliau.
Kesimpulan besar kitab:
Jika diringkas dari awal sampai akhir, نحو القلوب mengajarkan:
- memperbaiki nama diri di sisi Allah,
- membersihkan hati dari ilbas, waswas, dan
ya’s,
- mengangkat himmah kepada Allah,
- memutus hati dari selain-Nya,
- menjadi hamba yang dikenal di langit,
- tajarrud dari dunia,
- memperbaiki waktu kini,
- tidak melihat amal diri,
- menyaksikan Allah sebagai Fa‘il sejati,
- menyembunyikan maqam,
- membedakan haq dan batil,
- menukar yang fana dengan yang kekal,
- istiqamah,
- lalu merendah di hadapan Allah.
Akhirnya:
خفضوا
أنفسهم... فتعززوا
Mereka merendahkan diri... lalu Allah memuliakan mereka.
Itulah inti gramatika hati.
Kalimat
penutup yang merangkum kitab ini:
“Siapa yang membersihkan bahasa hatinya, akan fasih berbicara dengan
Allah—bukan dengan lidah, tetapi dengan keadaan ruhnya.”
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca
juga:
Meneguhkan Iman, Mengokohkan
Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو
القلوب
Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب
Ini adalah
penutup yang sangat indah dari نحو القلوب. Penulis menutup kitab dengan mengambil bab حروف الجر (huruf-huruf yang menjarrkan isim), lalu
menjadikannya puncak perjalanan ruhani: rendah hati kepada Allah, lalu
dimuliakan oleh kedekatan kepada-Nya.
فصل
Pasal
حروف
الجر: تخفض الأسماء
Huruf-huruf جر membuat isim
menjadi majrūr (rendah / berharakat kasrah).
Dalam nahwu:
Huruf jar
seperti:
- من
- إلى
- في
- على
- بـ
dll.
membuat isim menjadi majrūr.
Contoh:
في
البيتِ
di dalam rumah
البيتِ menjadi majrūr.
Lalu penulis
membawa ke makna isyarat:
فلما
علم المحققون أن الأشياء بالله، ومن الله، وإلى الله
Ketika para muḥaqqiqīn (orang-orang yang sampai pada hakikat) mengetahui
bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan Allah, berasal dari Allah, dan kembali
kepada Allah...
Tiga
maqam tauhid:
1) بالله — dengan Allah
Artinya:
tak ada daya kecuali dengan pertolongan Allah.
Ilmu → dari Allah
amal → dengan taufik Allah
kebaikan → karena karunia Allah
Seorang hamba tak bersandar pada dirinya.
2) من الله — dari Allah
Semua nikmat:
- iman,
- rezeki,
- ilmu,
- hidayah,
- kesehatan,
- kesempatan taat—
semuanya berasal dari Allah.
Tak ada yang murni milik kita.
3) إلى الله — kepada Allah
Semua kembali:
- amal kembali dihisab oleh Allah,
- ruh kembali kepada Allah,
- perjalanan hidup berakhir di hadapan Allah.
Awal dari-Nya, berjalan dengan-Nya, kembali
kepada-Nya.
Ini puncak ma‘rifat.
خفضوا
أنفسهم تواضعا لله
Maka mereka merendahkan diri mereka sebagai bentuk tawadhu‘ kepada Allah.
Karena sadar semuanya dari Allah,
mereka tak lagi sombong.
Mereka:
- rendah hati,
- lembut,
- merasa kecil di hadapan Allah,
- tak melihat diri punya kelebihan.
Ini خفض النفس (merendahkan
ego).
فتعززوا
بالإضافة إلى جانب الله تعالى
Lalu mereka dimuliakan karena dinisbatkan kepada Allah Ta‘ala.
Indah sekali.
Siapa yang merendah karena Allah → Allah
muliakan.
Kehinaan di hadapan Allah → kemuliaan di sisi
Allah.
Sebagaimana ungkapan:
من
تواضع لله رفعه الله
Siapa merendah karena Allah, Allah akan mengangkatnya.
أولئك
الذين اصطفاهم الله لقربه، وجعلهم من حزبه
Mereka itulah orang-orang yang Allah pilih untuk dekat kepada-Nya, dan Dia
jadikan mereka termasuk golongan-Nya.
Ini puncak perjalanan:
- dipilih Allah,
- didekatkan Allah,
- dijadikan حزب الله
(golongan Allah).
Tak ada kemuliaan lebih tinggi dari ini.
نسأل
الله العظيم أن يجعلنا منهم، وأن يلحقنا بهم
Kami memohon kepada Allah Yang Mahaagung agar menjadikan kami termasuk
golongan mereka, dan menyusulkan kami bersama mereka.
Ini doa penutup yang sangat tawadhu‘:
penulis tak mengklaim telah sampai,
tetapi memohon agar digolongkan bersama orang-orang dekat kepada Allah.
أنه
كريم لطيف حليم وهاب، محسن متفضل جواد رحيم تواب
Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Lembut, Maha Penyantun, Maha Pemberi
Karunia, Maha Berbuat Baik, Maha Melimpahkan Keutamaan, Maha Dermawan, Maha
Pengasih, lagi Maha Penerima Tobat.
Rangkaian Asmaul Husna sebagai penegasan:
harapan selalu ada.
وإليه
المرجع والمآب
Dan kepada-Nyalah tempat kembali dan tempat pulang.
Ini penutup yang dalam:
akhir perjalanan hati:
kembali kepada Allah.
تم كتاب
(نحو القلوب) بحمد الله وعونه
Selesailah kitab “Nahwu al-Qulūb” dengan pujian kepada Allah dan
pertolongan-Nya.
وصلى
الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad,
keluarga beliau, dan para sahabat beliau.
Kesimpulan besar kitab:
Jika diringkas dari awal sampai akhir, نحو القلوب mengajarkan:
- memperbaiki nama diri di sisi Allah,
- membersihkan hati dari ilbas, waswas, dan
ya’s,
- mengangkat himmah kepada Allah,
- memutus hati dari selain-Nya,
- menjadi hamba yang dikenal di langit,
- tajarrud dari dunia,
- memperbaiki waktu kini,
- tidak melihat amal diri,
- menyaksikan Allah sebagai Fa‘il sejati,
- menyembunyikan maqam,
- membedakan haq dan batil,
- menukar yang fana dengan yang kekal,
- istiqamah,
- lalu merendah di hadapan Allah.
Akhirnya:
خفضوا
أنفسهم... فتعززوا
Mereka merendahkan diri... lalu Allah memuliakan mereka.
Itulah inti gramatika hati.
Kalimat
penutup yang merangkum kitab ini:
“Siapa yang membersihkan bahasa hatinya, akan fasih berbicara dengan
Allah—bukan dengan lidah, tetapi dengan keadaan ruhnya.”
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca
juga:
Meneguhkan Iman, Mengokohkan
Janji Kepada Allah, Dan Istiqamah Di Jalan-Nya - نحو
القلوب
Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar