Amal Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

فصل

Pasal

النعت: تابع للمنعوت
Na‘at (sifat/kata sifat) itu mengikuti man‘ūt (kata yang disifati).

Dalam nahwu:
النعت selalu mengikuti المنعوت dalam:

  • i‘rab,
  • ma‘rifah-nakirah,
  • mudzakkar-muannats,
  • mufrad-jamak, dll.

Contoh:

جاء الرجلُ الصالحُ
Datang seorang lelaki saleh.
الصالحُ mengikuti الرجلُ.

والوصف تابع للموصوف
Dan sifat itu mengikuti yang disifati.

Yakni:
tak bisa dipisahkan:
yang disifati → sifat ikut melekat.

Lalu masuk makna isyarat:

كذلك أعمال العبد لا تفارقه
Demikian pula amal-amal seorang hamba tidak akan meninggalkannya.

Ini inti fasal.

Amal:

  • shalat,
  • zikir,
  • sedekah,
  • dosa,
  • kezaliman,
  • ucapan,
  • niat,
  • jejak perbuatan—

semua melekat pada manusia.

Bisa tersembunyi dari manusia, tapi tidak hilang di sisi Allah.

Sebagaimana firman Allah:

“Barang siapa berbuat seberat zarrah kebaikan, ia akan melihatnya; dan barang siapa berbuat seberat zarrah keburukan, ia akan melihatnya.”

وما حصل من خير أو شر فهو لاحقه
Apa pun yang dihasilkan berupa kebaikan atau keburukan, semuanya akan menyusul dan menemuinya.

لاحقه = akan mengejarnya / menyertainya / menyusulnya.

Maknanya:
tak ada amal yang lenyap:

  • kebaikan akan datang membawa cahaya,
  • keburukan akan datang membawa beban,
  • semua akan hadir pada hari perjumpaan.

Yang ditanam → itulah yang dipanen.

Maksud keseluruhan

Padanan penulis:

Nahwu

Ruhani

النعت تابع للمنعوت

sifat mengikuti yang disifati

الوصف تابع للموصوف

keadaan melekat pada pemiliknya

amal mengikuti hamba

seluruh perbuatan akan menempel pada pelakunya

 

Inti fasal

Pesan utamanya:

Sebagaimana sifat tidak terpisah dari yang disifati, demikian pula amal tidak pernah terpisah dari pelakunya.

Kebaikan:
→ akan menemani.
Keburukan:
→ juga akan menemani.

Ringkasnya:

Engkau mungkin meninggalkan amalmu, tetapi amalmu tidak akan meninggalkanmu.

Atau:

Yang paling setia mengikuti manusia sampai akhir bukan hartanya, bukan kedudukannya, tetapi amalnya.

Sumber:

الكتاب: نحو القلوب

المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك القشيرى (المتوفى: 465 ه)

Baca juga:

Empat Jenis “Pertukaran” Dalam Perjalanan Ruhani Manusia – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Memohon ‘Athf (Kasih Sayang Allah), Luṭf (Kelembutan-Nya), Dan Disambungkan Dengan Orang-Orang Dekat Kepada-Nya – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Bagaimana Hukum Bermuamalah Dengan Harta Yang Bercampur Halal Dan Haram : Terjemah Ihya' Ulumiddin

مسألة: شخص معين خالط ماله الحرام مثل أن يباع على دكان طعام مغصوب أو مال منهوب ومثل أن يكون القاضي أو الرئيس أو العامل أو الفقيه الذي له إد...