Amalan Terbaik Menurut Imam Al-Ghazali: Cinta karena Allah dalam Ihya Ulumuddin (02/05/14)

Pendahuluan

Banyak orang mengira bahwa amal terbaik hanyalah ibadah yang tampak, seperti salat, puasa, sedekah, dan zakat. Semua ibadah tersebut memang memiliki kedudukan yang agung. Namun, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ada amalan hati yang menjadi ruh bagi seluruh ibadah, yaitu mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.

Dalam bagian ini, Imam Al-Ghazali mengutip riwayat tentang dialog Allah dengan Nabi Musa `alaihis salam serta beberapa atsar dari para sahabat dan ulama salaf. Semua riwayat tersebut mengarah pada satu pelajaran penting, yaitu bahwa hubungan seorang mukmin dengan sesama manusia yang didasari keimanan merupakan bagian dari ibadah yang paling utama.

Sumber

Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء علوم الدين) Juz : 2

Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H), yang dikenal dengan gelar Hujjatul Islam, ulama besar dalam bidang akhlak, tasawuf, fikih, dan penyucian jiwa.

Tema : Keutamaan cinta karena Allah, loyalitas kepada orang-orang saleh, serta hubungan antara amal lahir dan amal hati dalam Islam.

Teks Arab

ويروى أن الله تعالى أوحى إلى موسى عليه السلام هل عملت لي عملا قط ؟ فقال : إلهي إني صليت لك ، وصمت وتصدقت وزكيت فقال : إن الصلاة لك برهان ، والصوم جنة ، والصدقة ظل والزكاة نور ، فأي عمل عملت لي قال يا موسى ؟ : إلهي دلني على عمل هو لك ، قال : موسى هل واليت لي وليا قط وهل عاديت في عدوا قط فعلم موسى أن أفضل الأعمال الحب في الله والبغض في الله   .

وقال ابن مسعود رضي الله عنه لو أن رجلا قام بين الركن والمقام يعبد الله سبعين سنة لبعثه الله يوم القيامة مع من يحب .

وقال الحسن رضي الله عنه مصارمة الفاسق قربان إلى الله وقال رجل لمحمد بن واسع : إني لأحبك في الله فقال أحبك ما الذي أحببتني له ، ثم حول وجهه وقال : اللهم أني أعوذ بك أن أحب فيك وأنت لي مبغض .

Terjemahan Lengkap

Diriwayatkan bahwa Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi Musa `alaihis salam:

"Apakah engkau pernah melakukan suatu amal semata-mata untuk-Ku?"

Musa menjawab:

"Wahai Tuhanku, aku telah melaksanakan salat untuk-Mu, berpuasa, bersedekah, dan menunaikan zakat."

Allah berfirman:

"Salat menjadi bukti keimananmu, puasa menjadi perisai bagimu, sedekah menjadi naunganmu, dan zakat menjadi cahaya bagimu. Tetapi, amal apakah yang benar-benar engkau lakukan khusus untuk-Ku?"

Musa berkata:

"Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku amal yang benar-benar untuk-Mu."

Allah berfirman:

"Wahai Musa, apakah engkau pernah mencintai seorang wali-Ku karena Aku? Dan apakah engkau pernah membenci musuh-Ku karena Aku?"

Maka Nabi Musa memahami bahwa amalan yang paling utama adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:

"Seandainya seseorang berdiri beribadah di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim selama tujuh puluh tahun, niscaya pada hari kiamat Allah akan membangkitkannya bersama orang yang ia cintai."

Al-Hasan al-Bashri berkata:

"Memutus hubungan kedekatan dengan orang yang terus-menerus berbuat fasik merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah."

Seseorang berkata kepada Muhammad bin Wasi':

"Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah."

Beliau menjawab:

"Semoga Allah mencintaimu karena alasan engkau mencintaiku."

Kemudian beliau memalingkan wajahnya seraya berdoa:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keadaan ketika seseorang mencintaiku karena-Mu, sementara Engkau justru membenciku."

Penjelasan

Dalam dialog dengan Nabi Musa `alaihis salam, Allah tidak meremehkan salat, puasa, zakat, maupun sedekah. Sebaliknya, Allah menjelaskan manfaat masing-masing ibadah tersebut. Namun, Allah ingin menunjukkan bahwa seluruh ibadah lahir harus disempurnakan dengan amal hati berupa loyalitas kepada orang-orang yang dicintai Allah serta kebencian terhadap kekufuran dan kemaksiatan karena Allah.

Imam Al-Ghazali menempatkan riwayat ini dalam pembahasan ukhuwah karena persaudaraan yang dibangun atas dasar iman merupakan salah satu bentuk nyata dari cinta kepada Allah.

Artikel Pengembangan

Mengapa Cinta karena Allah Disebut Amalan Terbaik?

Salat, puasa, zakat, dan sedekah merupakan ibadah yang manfaatnya kembali kepada pelakunya. Namun, cinta karena Allah melahirkan dampak yang lebih luas.

Ketika seseorang mencintai orang-orang saleh karena Allah, ia akan:

  • terdorong mengikuti akhlak mereka,
  • senang menghadiri majelis ilmu,
  • gemar membantu sesama,
  • menjaga persaudaraan,
  • serta menjauhi segala sesuatu yang dibenci Allah.

Dengan demikian, cinta karena Allah menjadi sumber lahirnya banyak amal saleh lainnya.

Bersama Orang yang Dicintai

Ucapan Abdullah bin Mas'ud mengingatkan bahwa kecintaan seseorang akan menentukan siapa yang menjadi teman seperjalanannya di akhirat.

Namun, sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama, cinta tersebut harus dibuktikan melalui usaha meneladani orang yang dicintai. Mengaku mencintai orang saleh tanpa mengikuti jalan hidup mereka bukanlah cinta yang sempurna.

Makna Menjauhi Orang Fasik

Perkataan Al-Hasan al-Bashri tidak berarti memutus seluruh hubungan sosial atau berlaku kasar kepada pelaku maksiat.

Maksudnya adalah tidak menjadikan mereka sebagai teman akrab yang dapat memengaruhi agama dan akhlak. Seorang muslim tetap wajib berlaku adil, santun, dan mendoakan hidayah bagi siapa pun.

Tawaduk Muhammad bin Wasi'

Doa Muhammad bin Wasi' menunjukkan kerendahan hati seorang ulama.

Beliau tidak merasa bangga ketika dicintai orang lain karena Allah. Justru beliau khawatir apabila dirinya belum layak di sisi Allah. Sikap seperti ini merupakan teladan bahwa seorang mukmin hendaknya selalu memperbaiki diri dan tidak merasa aman dari kekurangan.

Penjelasan

Imam Al-Ghazali ingin menanamkan bahwa amal hati sama pentingnya dengan amal anggota badan. Keikhlasan dalam mencintai orang-orang yang taat kepada Allah akan memperkuat seluruh amal ibadah. Sebaliknya, kesombongan dan kecintaan kepada kebatilan dapat merusak amal yang tampak banyak.

Contoh

Seorang muslim mencintai seorang guru yang saleh. Kecintaan itu tidak berhenti pada rasa kagum, tetapi mendorongnya meneladani akhlak sang guru, memperbaiki salatnya, menjaga lisan, dan memperbanyak membaca Al-Qur'an.

Contoh lain, seseorang tetap berbuat baik kepada teman yang sering melakukan maksiat, tetapi ia tidak ikut dalam pergaulan yang buruk dan terus mengajaknya kepada kebaikan. Ia menjaga keseimbangan antara kasih sayang dan keteguhan terhadap prinsip agama.

Kesimpulan

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa mencintai karena Allah merupakan salah satu amalan hati yang paling utama. Ibadah lahir seperti salat, puasa, zakat, dan sedekah harus disempurnakan dengan kecintaan kepada orang-orang saleh serta keberpihakan kepada kebenaran. Dengan demikian, seluruh amal menjadi lebih bernilai di sisi Allah.

Hikmah

  • Amal hati merupakan pelengkap bagi seluruh ibadah lahir.
  • Mencintai orang-orang saleh karena Allah termasuk amalan yang paling utama.
  • Kecintaan yang benar akan melahirkan keinginan untuk meneladani orang yang dicintai.
  • Pilihlah teman yang menguatkan iman dan akhlak.
  • Tawaduk merupakan sifat para ulama dan orang-orang saleh.
  • Menjauhi pengaruh buruk adalah bentuk menjaga agama.
  • Hubungan sosial yang dibangun atas dasar iman menjadi jalan menuju ridha Allah.

Penutup

Nasihat yang dikumpulkan Imam Al-Ghazali dalam bagian ini mengingatkan bahwa kualitas seorang mukmin tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang tampak, tetapi juga dari keadaan hatinya. Ketika hati dipenuhi cinta kepada Allah, ia akan mencintai orang-orang yang taat, meneladani akhlak mereka, menjaga persaudaraan, dan menjauhi segala yang menghalangi ridha-Nya. Inilah cinta yang melahirkan amal, memperindah akhlak, dan menjadi sebab seseorang dikumpulkan bersama orang-orang saleh di akhirat kelak.

Baca Juga :

Keutamaan Mencintai Orang Saleh Menurut Imam Al-Ghazali: Terjemah Ihya Ulumuddin Lengkap

Keutamaan UkhuwahIslamiyah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Persaudaraan karena Allah

Keutamaan Mengunjungi Saudara Seiman: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Ukhuwah dan Tawaduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Amalan Terbaik Menurut Imam Al-Ghazali: Cinta karena Allah dalam Ihya Ulumuddin (02/05/14)

Pendahuluan Banyak orang mengira bahwa amal terbaik hanyalah ibadah yang tampak, seperti salat, puasa, sedekah, dan zakat. Semua ibadah ...