TANYA JAWAB NAHWU SHARAF UNTUK PEMULA LENGKAP + CONTOH

TANYA JAWAB NAHWU & SHOROF

مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَلْيَغْتَسِلْ

1.            مَنْ  Kalimat apa? Isim.

2.            Isim apa? Isim syarat.

3.            Apa pengamalannya? Menjazemkan dua fi’il mudhori’.

4.            Fi’il yang pertama disebut? Fi’il syarat.

5.            Fi’il yang kedua disebut? jawab syarat.

6.            مَنْ  Mabni apa mu’rob? Mabni.

7.            Mabni apa? Mabni sukun.

8.            Mahal i’robnya apa? Rofa’.

9.            Kenapa? Karena menjadi mubtada’.

10.         Mubtada’ له الخبر apa mubtada’ له مرفوع سد مسد الخبر? Mubtada’ له الخبر

11.         Mana khobarnya? Lafadz غَسَّلَ

12.         Kenapa مَنْ dimabnikan? Karena syibh atau serupa dengan huruf.

13.         Ada berapa serupanya isim dengan huruf yang menyebabkan isim itu menjadi mabni? Ada 4.

14.         Apa saja?

1)     Syibh wadh’iy.

2)     Syibh ma’nawi.

3)     Syibh niyabi / isti’mali.

4)     Syibh iftiqori.

15.         Syibh wadh’iy ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam bentuknya.

16.         Maksud serupa dalam bentuknya ialah? Bentuknya kurang dari tiga buah huruf.

17.         Syibh ma’nawi ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam ma’nanya.

18.         Maksud serupa dalam ma’nanya ialah? Sama-sama berma’na istifhan dan sama-sama berma’na syarat.

19.         Seperti apa contohnya? Seperti isim istifham مَتَى sama dengan hamzah istifham, dan seperti isim syarat مَتَى sama dengan إِنْ syartiyah.

20.         Syibh niyabi / isti’mali ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam penggunaannya.

21.         Maksud serupa dalam penggunaannya ialah? Sama-sama bisa beramal pada ma’mul tapi lafadz lain tidak bisa beramal padanya.

22.         Syibh ifiqori ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam membutuhkan kalimat lain.

23.         Maksud serupa dalam membutuhkan kalimat lain ialah? Isim tersebut belum bisa di artikan sebelum tersusun dengan kalimat lain.

24.         مَنْ Syartiyah termasuk sibh apa? Syibh ma’nawi.

25.         Isim mabni ada berapa? Ada 6.

26.         Apa saja? Isim dhomir, isim syarat, isim istifham, isim isyaroh, isim fi’il dan isim maushul.

27.         Isim dhomir ialah? Kata ganti yang menunjukkan ma’na gho’ib atau gho’ibah, mukhotoh atau mukhotobah dan menunjukkan ma’na mutkallim.

28.         Isim dhomir ada berapa? Ada 2.

29.         Apa saja? Dhomir muttasil dan dhomir munfasil.

30.         Dhomir muttasil ialah? Dhomir yang nempel, tidak bisa diletakkan di permulaan kalam dan tidak bisa jatuh setelah إِلَّا .

31.         Dhomir muttasil ada berapa? Ada 2.

32.         Apa saja?

(1)   Mustatir, yaitu dhomir yang tersimpan dan tidak ada dalam bentuk lafadznya.

(2)   Bariz, yaitu dhomir tampak dan ada dalam bentuk lafadznya.

33.         Dhomir mustatir ada berapa? Ada 2.

34.         Apa saja? Mustatir wujub dan mustatir jawaz.

35.         Mustatir wujub maksudnya? Dhomir yang kedudukannya tidak bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir munfasil.

36.         Dhomir mustatir wujub ada pada berapa tempat? 8 tempat.

37.         Diantaranya berada pada? Fi’il mudhori’ waqi’ mutakallim wahdah, mutakallim ma’alghoir atau mu’adzdzim nafsah, dan mukhotob.

38.         Mustatir jawaz maksudnya? Dhomir yang kedudukannya bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir muttasil.

39.         Dhomir mustatir jawaz ada pada berapa tempat? 28 tempat.

40.         Diantaranya berada pada? Fi’il madhi waqi’ mufrod gho’ib atau gho’ibah.

41.         Isim syarat ialah? Isim mabni yang mengikat antara dua kalimat. Kalimat pertama disebut fi’il syarat dan kalimat kedua disebut jawab syarat.

42.         Isim syarat ada berapa? Ada 10.

43.         Apasaja? مَنْ، مَا، مَتَى، أَيَّانَ، أَيْنَ، أَيْنَمَا، أَنَّى، حَيْثُمَا، كَيْفَمَا، أَيٌّ\

44.         Isim istifham ialah? Kata tanya.

45.         Isim istifham ada berapa? Ada 9.

46.         Apa saja? مَنْ، مَا، مَتَى، كَيْفَ، كَمْ، أَيٌّ، أَيَّانَ، أَيْنَ، أَنَّى

47.         Isim isyaroh ialah? Kata tunjuk.

48.         Kata yang ditunjuk disebut apa? Disebut musyar ilaih.

49.         Isim fi’il ialah? Isim yang menggantikan kalimat fi’il dari segi ma’na dan pengamalannya.

50.         Isim fi’il ada berapa bagian? Ada 3.

51.         Apasaja? Isim fi’il madhi, isim fi’il mudhori’ dan isim fi’il amar.

52.         Isim fi’il madhi ialah? Isim yang menunjukkan arti pekerjaan tapi tidak bisa menerima ta’ fa’il atau ta’ta’nits sakinah.

53.         Isim fi’il mudhori’ ialah? Isim yang menunjukkan arti pekerjaan tapi tidak bisa menerima لَمْ

54.         Isim fi’il amar ialah? Isim yang menunjukkan arti perintah tapi tidak bisa menerima nun taukid.

55.         Isim maushul ialah? Kata penghubung yang membutuhkan shilah dan a’id untuk menjelaskan ma’nanya.

56.         Shilah maushul selain ال harus berupa apa? Harus berupa jumlah.

57.         Jumlah apa? Jumlah ismiyah, fi’liyah atau syibh jumlah.

58.         Syibh jumlah maksudnya? Dzorof dan jar majrur.

59.         Shilah maushul ال harus berupa apa? Harus berupa sifat shorihah.

60.         Sifat shorihah maksudnya? Isim fa’il, isim maf’ul dan shighot mubalaghoh.

61.         Shighot mubalaghoh ialah? Bentuk lafadz yang berma’na isim fa’il yang menunjukkan atas bertambahnya suatu sifat pada mausuf.

62.         Apa perbedaan antara مَنْ syartiyah dan مَنْ maushul? مَنْ syartiyah berma’na barangsiapa dan berada di awal jumlah serta selalu membutuhkan fi’il syarat dan jawab syarat, sedangkan مَنْ maushul tidak berma’na barangsiapa dan berada diantara susunan kata serta setelah maushul harus berupa shilah yang mengandung a’id atau dhomir yang kembali pada maushul.

63.         Pada contoh diatas fi’il syaratnya berupa lafadz apa? Lafadz غَسَّل

64.         غَسَّلَ Kalimat apa? Fi’il.

65.         Fi’il apa? Fi’il madhi.

66.         Mu’rob apa mabni? Mabni.

67.         Mabni apa? Mabni fathah.

68.         Kenapa mabni fathah? Karena tidak bertemu dengan dhomir rofa’ mutaharrik dan wawu jama’.

69.         Mahal apa? Rofa’.

70.         Kenapa mahal rofa’? Karena menjadi khobar mubtada’.

71.         غَسَّلَ Termasuk fi’il tsulatsi, apa ruba’i? Tsulatsi.

72.         Mujarrod apa mazid? Mazid.

73.         Ikut wazan apa? فَعَّلَ يُفَعِّلُ

74.         Muthobaqohnya apa? فَرَّحَ يُفَرِّحُ

75.         Mabni ma’lum apa mabni majhul? Ma’lum.

76.         Mana fa’ilnya? Berupa dhomir mustatir.

77.         Mustatir jawaz apa wujub? Jawaz.

78.         Kenapa jawaz? Karena berupa fi’il madhi waqi’ mufrod gho’ib

79.         Kira-kira dhomirnya berupa apa? هُوَ

80.         غَسَّلَ Lazim apa muta’addi? Muta’addi.

81.         Kenapa muta’addi? Karena ma’nanya dapat dipasifkan dan membutuhkan maf’ul bih.

82.         Mana maf’ul bihnya? Lafadz مَيِّتًا

83.         مَيِّتًا Kalimat apa? Isim.

84.         Apa ciri-cirinya? Adanya tanwin.

85.         Tanwin apa? Tanwin tamkin.

86.         Tanwin tamkin ialah? Tanwin yang berada pada isim mu’rob munshorif selain jama’ muannats salim.

87.         مَيِّتًا Mabni apa mu’rob? Mu’rob.

88.         Beri’rob apa? Nashob.

89.         Kenapa nashob? Karena menjadi maf’ul bih.

90.         Apa tanda nashobnya? Fathah.

91.         Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

92.         Kenapa ditandai dengan fathah dzohiroh? Karena berupa isim mufrod shohih akhir dan tidak bertemu dengan dhomir rofa’ mutaharrik dan wawu jama’.

93.         مَيِّتًا Ma’rifat apa nakiroh? Nakiroh.

94.         Kenapa nakiroh? Karena berupa isim jamid.

95.         Isim jamid ialah? Iaim yang tidak dicetak dari lafadz lain.

96.         مَيِّتًا Mudzakkar apa muannats? Mudzakkar.

97.         Kenapa mudzakkar? Karena tidak terdapat tanda-tanda muannats baik hakiki maupun majazi.

98.         مَيِّتًا Mufrod, tatsniyah apa jama’? Mufrod.

99.         Kenapa mufrod? Karena tidak menunjukkan arti tatsniyah, jama’ dan bukan asma’ul khomsah.

100.     Karena مَنْ غَسَّلَ menjadi syarat, maka ia butuh pada? Jawab syarat.

101.     Mana jawab syaratnya? Lafadz فَلْيَغْتَسِلْ

102.     Fa’nya lafadz فَلْيَغْتَسِلْ disebut fa’ apa? Fa’ jawab.

103.     Apa fungsi fa’jawab? Berfungsi sebagai robith, yaitu sebagai penghubung syarat terhadap jawab syarat.

104.     Kenapa jawab syarat tersebut harus bersamaan dengan fa’ jawab? Karena jawab syarat tidak pantas untuk dijadikan syarat.

105.     Ada berapa jawab syarat yang tidak pantas untuk dijadikan syarat dan harus bersamaan dengan fa’ jawab? Ada 7.

106.     Apa saja?

1) Apabila jawab syarat berupa :            Jumlah ismiyah.

2) ........................................ :         Jumlah tholabiyah.

3) ........................................ :         Fi’il jamid.

4) ........................................ :         Jumlah yang dinafikan dengan مَا

5) ........................................ :         Jumlah yang di awali dengan huruf قَدْ

6) ........................................ :         Jumlah yang di awali dengan huruf لَنْ

7) ........................................ :         Jumlah yang di awali dengan huruf tanfis.

107.     فَلْيَغْتَسِلْ Termasuk jumlah yang mana? Jumlah tholabiyah.

108.     Kenapa? Karena berupa amar ghoib.

109.     Amar ghoib ialah? Fi’il mudhori’ yang menunjukkan arti perintah karena kemasukan Lam amar dan ditujukan kepada orang yang ghoib.

110.     فَلْيَغْتَسِلْ Mabni apa mu’rob? Mu’rob.

111.     Kenapa mu’rob? Karena tidak bertemu dengan nun taukid dan nun niswah.

112.     فَلْيَغْتَسِلْ Dibaca apa? Jazem.

113.     Kenapa? Karena di jazemkan oleh Lam amar.

114.     Tanda jazemnya apa? Sukun.

115.     Kenapa ditandai dengan sukun? Karena berupa fi’il mudhori’ shohih akhir dan tidak bertemu dengan sesuatu.

116.     فَلْيَغْتَسِلْ Mabni fa’il apa mabni maf’ul? Mabni fa’il.

117.     Fa’ilnya berupa apa? Berupa dhomir هُوَ yang tersimpan.

118.     Hukum menyimpannya wajib apa jawaz? Jawaz.

119.     Kenapa? Karena berupa amar ghoib.

120.     Jumlah فَلْيَغْتَسِلْ punya mahal i’rob apa tidak? Punya.

121.     Mahal i’robnya apa? Jazem.

122.     Kenapa? Karena menjadi jawab syarat yang menjazemkan dan bersamaan dengan fa’.


Baca juga:

Tanya Jawab Nahwu Sharaf Untuk Pemula

Macam-macam Maa (ما) 

TANYA JAWAB NAHWU & SHOROF

مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَلْيَغْتَسِلْ

1.            مَنْ  Kalimat apa? Isim.

2.            Isim apa? Isim syarat.

3.            Apa pengamalannya? Menjazemkan dua fi’il mudhori’.

4.            Fi’il yang pertama disebut? Fi’il syarat.

5.            Fi’il yang kedua disebut? jawab syarat.

6.            مَنْ  Mabni apa mu’rob? Mabni.

7.            Mabni apa? Mabni sukun.

8.            Mahal i’robnya apa? Rofa’.

9.            Kenapa? Karena menjadi mubtada’.

10.         Mubtada’ له الخبر apa mubtada’ له مرفوع سد مسد الخبر? Mubtada’ له الخبر

11.         Mana khobarnya? Lafadz غَسَّلَ

12.         Kenapa مَنْ dimabnikan? Karena syibh atau serupa dengan huruf.

13.         Ada berapa serupanya isim dengan huruf yang menyebabkan isim itu menjadi mabni? Ada 4.

14.         Apa saja?

1)     Syibh wadh’iy.

2)     Syibh ma’nawi.

3)     Syibh niyabi / isti’mali.

4)     Syibh iftiqori.

15.         Syibh wadh’iy ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam bentuknya.

16.         Maksud serupa dalam bentuknya ialah? Bentuknya kurang dari tiga buah huruf.

17.         Syibh ma’nawi ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam ma’nanya.

18.         Maksud serupa dalam ma’nanya ialah? Sama-sama berma’na istifhan dan sama-sama berma’na syarat.

19.         Seperti apa contohnya? Seperti isim istifham مَتَى sama dengan hamzah istifham, dan seperti isim syarat مَتَى sama dengan إِنْ syartiyah.

20.         Syibh niyabi / isti’mali ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam penggunaannya.

21.         Maksud serupa dalam penggunaannya ialah? Sama-sama bisa beramal pada ma’mul tapi lafadz lain tidak bisa beramal padanya.

22.         Syibh ifiqori ialah? Serupanya isim dengan huruf dalam membutuhkan kalimat lain.

23.         Maksud serupa dalam membutuhkan kalimat lain ialah? Isim tersebut belum bisa di artikan sebelum tersusun dengan kalimat lain.

24.         مَنْ Syartiyah termasuk sibh apa? Syibh ma’nawi.

25.         Isim mabni ada berapa? Ada 6.

26.         Apa saja? Isim dhomir, isim syarat, isim istifham, isim isyaroh, isim fi’il dan isim maushul.

27.         Isim dhomir ialah? Kata ganti yang menunjukkan ma’na gho’ib atau gho’ibah, mukhotoh atau mukhotobah dan menunjukkan ma’na mutkallim.

28.         Isim dhomir ada berapa? Ada 2.

29.         Apa saja? Dhomir muttasil dan dhomir munfasil.

30.         Dhomir muttasil ialah? Dhomir yang nempel, tidak bisa diletakkan di permulaan kalam dan tidak bisa jatuh setelah إِلَّا .

31.         Dhomir muttasil ada berapa? Ada 2.

32.         Apa saja?

(1)   Mustatir, yaitu dhomir yang tersimpan dan tidak ada dalam bentuk lafadznya.

(2)   Bariz, yaitu dhomir tampak dan ada dalam bentuk lafadznya.

33.         Dhomir mustatir ada berapa? Ada 2.

34.         Apa saja? Mustatir wujub dan mustatir jawaz.

35.         Mustatir wujub maksudnya? Dhomir yang kedudukannya tidak bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir munfasil.

36.         Dhomir mustatir wujub ada pada berapa tempat? 8 tempat.

37.         Diantaranya berada pada? Fi’il mudhori’ waqi’ mutakallim wahdah, mutakallim ma’alghoir atau mu’adzdzim nafsah, dan mukhotob.

38.         Mustatir jawaz maksudnya? Dhomir yang kedudukannya bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir muttasil.

39.         Dhomir mustatir jawaz ada pada berapa tempat? 28 tempat.

40.         Diantaranya berada pada? Fi’il madhi waqi’ mufrod gho’ib atau gho’ibah.

41.         Isim syarat ialah? Isim mabni yang mengikat antara dua kalimat. Kalimat pertama disebut fi’il syarat dan kalimat kedua disebut jawab syarat.

42.         Isim syarat ada berapa? Ada 10.

43.         Apasaja? مَنْ، مَا، مَتَى، أَيَّانَ، أَيْنَ، أَيْنَمَا، أَنَّى، حَيْثُمَا، كَيْفَمَا، أَيٌّ\

44.         Isim istifham ialah? Kata tanya.

45.         Isim istifham ada berapa? Ada 9.

46.         Apa saja? مَنْ، مَا، مَتَى، كَيْفَ، كَمْ، أَيٌّ، أَيَّانَ، أَيْنَ، أَنَّى

47.         Isim isyaroh ialah? Kata tunjuk.

48.         Kata yang ditunjuk disebut apa? Disebut musyar ilaih.

49.         Isim fi’il ialah? Isim yang menggantikan kalimat fi’il dari segi ma’na dan pengamalannya.

50.         Isim fi’il ada berapa bagian? Ada 3.

51.         Apasaja? Isim fi’il madhi, isim fi’il mudhori’ dan isim fi’il amar.

52.         Isim fi’il madhi ialah? Isim yang menunjukkan arti pekerjaan tapi tidak bisa menerima ta’ fa’il atau ta’ta’nits sakinah.

53.         Isim fi’il mudhori’ ialah? Isim yang menunjukkan arti pekerjaan tapi tidak bisa menerima لَمْ

54.         Isim fi’il amar ialah? Isim yang menunjukkan arti perintah tapi tidak bisa menerima nun taukid.

55.         Isim maushul ialah? Kata penghubung yang membutuhkan shilah dan a’id untuk menjelaskan ma’nanya.

56.         Shilah maushul selain ال harus berupa apa? Harus berupa jumlah.

57.         Jumlah apa? Jumlah ismiyah, fi’liyah atau syibh jumlah.

58.         Syibh jumlah maksudnya? Dzorof dan jar majrur.

59.         Shilah maushul ال harus berupa apa? Harus berupa sifat shorihah.

60.         Sifat shorihah maksudnya? Isim fa’il, isim maf’ul dan shighot mubalaghoh.

61.         Shighot mubalaghoh ialah? Bentuk lafadz yang berma’na isim fa’il yang menunjukkan atas bertambahnya suatu sifat pada mausuf.

62.         Apa perbedaan antara مَنْ syartiyah dan مَنْ maushul? مَنْ syartiyah berma’na barangsiapa dan berada di awal jumlah serta selalu membutuhkan fi’il syarat dan jawab syarat, sedangkan مَنْ maushul tidak berma’na barangsiapa dan berada diantara susunan kata serta setelah maushul harus berupa shilah yang mengandung a’id atau dhomir yang kembali pada maushul.

63.         Pada contoh diatas fi’il syaratnya berupa lafadz apa? Lafadz غَسَّل

64.         غَسَّلَ Kalimat apa? Fi’il.

65.         Fi’il apa? Fi’il madhi.

66.         Mu’rob apa mabni? Mabni.

67.         Mabni apa? Mabni fathah.

68.         Kenapa mabni fathah? Karena tidak bertemu dengan dhomir rofa’ mutaharrik dan wawu jama’.

69.         Mahal apa? Rofa’.

70.         Kenapa mahal rofa’? Karena menjadi khobar mubtada’.

71.         غَسَّلَ Termasuk fi’il tsulatsi, apa ruba’i? Tsulatsi.

72.         Mujarrod apa mazid? Mazid.

73.         Ikut wazan apa? فَعَّلَ يُفَعِّلُ

74.         Muthobaqohnya apa? فَرَّحَ يُفَرِّحُ

75.         Mabni ma’lum apa mabni majhul? Ma’lum.

76.         Mana fa’ilnya? Berupa dhomir mustatir.

77.         Mustatir jawaz apa wujub? Jawaz.

78.         Kenapa jawaz? Karena berupa fi’il madhi waqi’ mufrod gho’ib

79.         Kira-kira dhomirnya berupa apa? هُوَ

80.         غَسَّلَ Lazim apa muta’addi? Muta’addi.

81.         Kenapa muta’addi? Karena ma’nanya dapat dipasifkan dan membutuhkan maf’ul bih.

82.         Mana maf’ul bihnya? Lafadz مَيِّتًا

83.         مَيِّتًا Kalimat apa? Isim.

84.         Apa ciri-cirinya? Adanya tanwin.

85.         Tanwin apa? Tanwin tamkin.

86.         Tanwin tamkin ialah? Tanwin yang berada pada isim mu’rob munshorif selain jama’ muannats salim.

87.         مَيِّتًا Mabni apa mu’rob? Mu’rob.

88.         Beri’rob apa? Nashob.

89.         Kenapa nashob? Karena menjadi maf’ul bih.

90.         Apa tanda nashobnya? Fathah.

91.         Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

92.         Kenapa ditandai dengan fathah dzohiroh? Karena berupa isim mufrod shohih akhir dan tidak bertemu dengan dhomir rofa’ mutaharrik dan wawu jama’.

93.         مَيِّتًا Ma’rifat apa nakiroh? Nakiroh.

94.         Kenapa nakiroh? Karena berupa isim jamid.

95.         Isim jamid ialah? Iaim yang tidak dicetak dari lafadz lain.

96.         مَيِّتًا Mudzakkar apa muannats? Mudzakkar.

97.         Kenapa mudzakkar? Karena tidak terdapat tanda-tanda muannats baik hakiki maupun majazi.

98.         مَيِّتًا Mufrod, tatsniyah apa jama’? Mufrod.

99.         Kenapa mufrod? Karena tidak menunjukkan arti tatsniyah, jama’ dan bukan asma’ul khomsah.

100.     Karena مَنْ غَسَّلَ menjadi syarat, maka ia butuh pada? Jawab syarat.

101.     Mana jawab syaratnya? Lafadz فَلْيَغْتَسِلْ

102.     Fa’nya lafadz فَلْيَغْتَسِلْ disebut fa’ apa? Fa’ jawab.

103.     Apa fungsi fa’jawab? Berfungsi sebagai robith, yaitu sebagai penghubung syarat terhadap jawab syarat.

104.     Kenapa jawab syarat tersebut harus bersamaan dengan fa’ jawab? Karena jawab syarat tidak pantas untuk dijadikan syarat.

105.     Ada berapa jawab syarat yang tidak pantas untuk dijadikan syarat dan harus bersamaan dengan fa’ jawab? Ada 7.

106.     Apa saja?

1) Apabila jawab syarat berupa :            Jumlah ismiyah.

2) ........................................ :         Jumlah tholabiyah.

3) ........................................ :         Fi’il jamid.

4) ........................................ :         Jumlah yang dinafikan dengan مَا

5) ........................................ :         Jumlah yang di awali dengan huruf قَدْ

6) ........................................ :         Jumlah yang di awali dengan huruf لَنْ

7) ........................................ :         Jumlah yang di awali dengan huruf tanfis.

107.     فَلْيَغْتَسِلْ Termasuk jumlah yang mana? Jumlah tholabiyah.

108.     Kenapa? Karena berupa amar ghoib.

109.     Amar ghoib ialah? Fi’il mudhori’ yang menunjukkan arti perintah karena kemasukan Lam amar dan ditujukan kepada orang yang ghoib.

110.     فَلْيَغْتَسِلْ Mabni apa mu’rob? Mu’rob.

111.     Kenapa mu’rob? Karena tidak bertemu dengan nun taukid dan nun niswah.

112.     فَلْيَغْتَسِلْ Dibaca apa? Jazem.

113.     Kenapa? Karena di jazemkan oleh Lam amar.

114.     Tanda jazemnya apa? Sukun.

115.     Kenapa ditandai dengan sukun? Karena berupa fi’il mudhori’ shohih akhir dan tidak bertemu dengan sesuatu.

116.     فَلْيَغْتَسِلْ Mabni fa’il apa mabni maf’ul? Mabni fa’il.

117.     Fa’ilnya berupa apa? Berupa dhomir هُوَ yang tersimpan.

118.     Hukum menyimpannya wajib apa jawaz? Jawaz.

119.     Kenapa? Karena berupa amar ghoib.

120.     Jumlah فَلْيَغْتَسِلْ punya mahal i’rob apa tidak? Punya.

121.     Mahal i’robnya apa? Jazem.

122.     Kenapa? Karena menjadi jawab syarat yang menjazemkan dan bersamaan dengan fa’.


Baca juga:

Tanya Jawab Nahwu Sharaf Untuk Pemula

Macam-macam Maa (ما) 

TANYA JAWAB NAHWU SHARAF UNTUK PEMULA


 TANYA JAWAB NAHWU SHOROF

يَقْرَأُ أَحْمَدُ الْقُرْآنَ

1. يَقْرَأُ Kalimat apa? Kalimat Fi’il.

2. Fi’il apa? Fi’il Mudhori’.

3. Wazannya apa? فَعَلَ يَفْعَلُ .

4. Bina’ apa? Mahmuz lam.

5. Muthobaqohnya apa? نَشَأَ يَنْشَأُ .

6. Bab berapa? Bab 3.

7. Kenapa يَقْرَأُ disebut fi’il mudhori’? Karena ada huruf mudhoro’ahnya.

8. Apa huruf mudhoro’ahnya? Ya’.

9. Huruf mudhoro’ah ada berapa? Ada 4.

10. Apa saja? Hamzah, nun, ya’ dan ta’.

11. Hamzah berfungsi apa? Untuk menunjukkan Mutakallim wahdah.

12. Nun berfungsi apa? Untuk menunjukkan Mutakallim ma’al ghoir atau Mu’adzdzim nafsah.

13. Ya’ berfungsi apa? Untuk menunjukkan Gho’ib.

14. Ta’ berfungsi apa? Untuk menunjukkan Gho’ibah atau Mukhotob.

15. يَقْرَأُ Mabni apa mu’rob? Mu’rob.

16. Kenapa mu’rob? Karena tidak bertemu dengan nun taukid dan nun niswah.

17. Nun taukid ialah? Nun yang berfungsi menguatkan fi’il yang dimasukinya.

18. Nun taukid ada berapa? Ada 2.

19. Apa saja? Nun taukid Khofifah dan nun taukid Tsaqilah.

20. Apa perbedaan nun taukid Khofifah dan nun taukid Tsaqilah? Nun taukid Khofifah disukun dan nun taukid Tsaqilah ditasydid.

21. Nun niswah ialah? Nun yang berfungsi menunjukkkan perempuan jama’.

22. يَقْرَأُ Dibaca apa? Rofa’.

23. Kenapa dibaca rofa’? karena tidak kemasukan amil nasob dan amil jazem.

24. Tanda rofa’nya apa? Dhommah.

25. Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

26. Kenapa dzohir? Karena tidak berakhiran huruf ‘illat.

27. Kenapa ditandai dengan dhommah? Karena berupa fi’il mudhori’ الذى لم يتصل بآخره شيء .

28. Termasuk fi’il mabni ma’lum apa mabni majhul? Ma’lum.

29. Kenapa ma’lum? Karena tidak mengikuti qo’idah majhul.

30. Qo’idah majhul ada berapa? Ada 3.

31. Apa saja? Madhi mujarrod, madhi mazid dan fi’il mudhori’.

32. Bagaimana qo’idah mabni majhulnya madhi mujarrod? ضم أوله وكسر ما قبل آخره .

33. Bagaimana qo’idah mabni majhulnya madhi mazid? ضم كل متحرك وكسر ما قبل آخره .

34. Bagaimana qo’idah mabni majhulnya mudhori’? ضم أوله وفتح ما قبل آخره .

35. يَقْرَأُ Termasuk fi’il lazim apa muta’addi? Muta’addi.

36. Kenapa muta’addi? Karena ma’nanya dapat dipasifkan dan membutuhkan maf’ul bih.

37. Mana maf’ul bihnya? Lafadz الْقُرْآنَ .

38. Karena يَقْرَأُ termasuk fi’il mabni ma’lum, maka ia butuh pada? Fa’il.

39. Mana fa’ilnya? Lafadz أَحْمَدُ .

40. أَحْمَدُ Kalimat apa? Kalimat isim.

41. Kenapa isim? Karena ada ciri-cirinya.

42. Apa ciri-cirinya? Adanya musnad.

43. Setiap ada musnad pasti ada? Musnad ilaih.

44. Musnad ialah? Pekerjaan yang disandarkan atau Predikat.

45. Musnad ilaih ialah? Kata yang yang disandari pekerjaan atau subyek.

46. Mana musnadnya? Lafadz يَقْرَأُ .

47. Apa saja ciri-ciri isim? Adanya AL, Tanwin, kemasukan huruf jer, ber i’rob jer, huruf nida’ dan musnad.

48. Ada berapa tanwin yang menjadi ciri-cirinya isim? Ada 4.

49. Apa saja? Tanwin Tamkin, tanwin Tankir, tanwin Muqobalah dan tanwin ‘Iwadh.

50. Tanwin Tamkin ialah? Tanwin yang berada pada isim mu’rob munshorif selain jama’ mu’annats salim.

51. Tanwin Tankir ialah? Tanwin yang berada pada isim mabni untuk membedakan antara yang nakiroh dan yang ma’rifat, yaitu bila ditanwin termasuk isim nakiroh dan bila tidak ditanwin termasuk isim ma’rifat.

52. Tanwin Muqobalah ialah? Tanwin yang berada pada jama’ mu’annats salim untuk membandingi nun yang ada pada jama’ mudzakkar salim.

53. Tanwin ‘Iwadh ialah? Tanwin sebagai pengganti dari huruf, isim, jumlah, atau beberapa jumlah.

54. أَحْمَدُ Dibaca apa? Rofa’

55. Kenapa dibaca rofa’? karena menjadi fa’il.

56. Fa’il ialah? Isim shorih atau mu’awwal yang dibaca rofa’ yang jatuh setelah fi’il mabni ma’lum atau kata kerja aktif.

57. Fa’il hukumnya? Rofa’.

58. Apa tanda rofa’nya? Dhommah.

59. Kenapa ditandai dengan dhommah? Karena berupa isim mufrod.

60. Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

61. Kenapa dzohir? Karena berupa isim mufrod shohih akhir.

62. Isim mufrod ialah? Isim yang tidak menunjukkan arti tatsniyah, jama’ dan bukan asma’ul khomsah.

63. Kenapa tanpa tanwin? Karena berupa isim ghoiru munshorif.

64. Isim ghoiru munshorif ialah? Isim yang tidak bisa menerima tanwin karena mempunyai dua illat atau satu illat yang menempati tempatnya dua illat.

65. Ada berapa illatnya isim? Ada 9.

66. Apa saja? Shighot muntahal jumu’, Wazan fi’il, ‘Udul, Ta’nits, ‘Alamiyah, Tarkib mazji, ziyadah alif nun, ‘Ajamiyah dan washfiyah.

67. أَحْمَدُ illatnya berupa apa? ‘Alamiyah dan Wazan fi’il.

68. Isim ghoiru munshorif bila jer ditandai dengan? Fathah.

69. Selama? Tidak dimudofkan dan tidak bersamaan dengan AL.

70. أَحْمَدُ Ma’rifat apa nakiroh? Ma’rifat.

71. Kenapa ma’rifat? Karena berupa isim alam.

72. Isim alam ialah? Nama-nama secara mutlaq.

73. Ada berapa isim ma’rifat? Ada 6.

74. Apa saja? Isim dhomir, isim alam, isim isyaroh, isim yang dima’rifatkan dengan AL, isim maushul dan isim yang di mudhofkan pada salah satu isim ma’rifat tersebut.

75. Isim dhomir ialah? Kata ganti yang menunjukkan ma’na gho’ib atau gho’ibah, mukhotoh atau mukhotobah dan menunjukkan ma’na mutkallim.

76. Isim dhomir ada berapa? Ada 2.

77. Apa saja? Dhomir muttasil dan dhomir munfasil.

78. Dhomir muttasil ialah? Dhomir yang nempel, tidak bisa diletakkan di permulaan kalam dan tidak bisa jatuh setelah إِلَّا .

79. Dhomir muttasil ada berapa? Ada 2.

80. Apa saja?

(1) Mustatir, yaitu dhomir yang tersimpan dan tidak ada dalam bentuk lafadznya.

(2) Bariz, yaitu dhomir tampak dan ada dalam bentuk lafadznya.

81. Dhomir mustatir ada berapa? Ada 2.

82. Apa saja? Mustatir wujub dan mustatir jawaz.

83. Mustatir wujub maksudnya? Dhomir yang kedudukannya tidak bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir munfashil.

84. Mustatir jawaz maksudnya? Dhomir yang kedudukannya bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir munfashil.

85. Dhomir munfasil ada berapa? Ada 2.

86. Apa saja? Dhomir munfasil mahal rofa’ dan mahal nasob.

87. Ada berapa dhomir munfasil mahal rofa’? Ada 12.

88. Apa saja? هُوَ، هُمَا، هُمْ ....الخ

89. Dhomir munfasil mahal nasob ada berapa? Ada 12.

90. Apa saja? إِيَّاهُ، إِيَّاهُمَا، إِيَّاهُمْ ....الخ

91. Dhomir hukumnya? Mabni.

92. Kenapa mabni? Karena syibh dengan huruf.

93. Syibh apa? Syibh Wadh’iy.

94. Syibh Wadh’iy maksudnya? Serupa dalam bentuknya, yaitu jumlah hurufnya kurang dari tiga buah.

95. Apa saja isim yang dibaca rofa’? Fa’il, na’ibul fa’il, mubtada’, khobar mubtada’, isimnya كَانَ dan saudara-saudaranya, khobarnya إِنَّ dan saudara-saudaranya dan tawabi’.

96. Fa’il ada berapa? Ada 3.

97. Apa saja? Fa’il isim dzohir, isim dhomir dan masdar mu’awwal.

98. Seperti apa contoh fa’il yang berupa masdar mu’awwal? يُعْجِبُنِى أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ .

99. Bagaimana ta’wilnya lafadz tersebut? يُعْجِبُنِى قِرَاءَتُكَ الْقُرْآنَ .

100. Na’ibul fa’il ialah? Isim yang dibaca rofa’ yang jatuh setelah fi’il mabni majhul atau kata kerja pasif.

101. Fi’il madhi tsulatsi mujarrod yang mu’tal ‘ain bila dimabnikan majhul fa’ fi’ilnya boleh dibaca berapa macam? Tiga macam.

102. Sebutkan?

(1) Boleh dibaca kasroh dan mengganti huruf ‘illat dengan ya’.

(2) Boleh dibaca dhommah dan mengganti huruf ‘illat dengan wawu.

(3) Boleh dibaca isymam yaitu menggabungkan harokat dhommah dengan kasroh.

103. Mubtada’ ialah? Isim ma’rifat yang dibaca rofa’ yang jatuh di awal jumlah.

104. Mubtada’ hukumnya? Rofa’.

105. Yang merofa’kan adalah? Amil ma’nawi ibtida’.

106. Mubtada’ ada berapa? Ada 2.

107. Apa saja? مبتداء له مرفوع سد مسد dan مبتداء له الخبر

108. مبتداء له الخبر Ialah? Mubtada’ yang membutuhkan khobar.

109. مبتداء له مرفوع سد مسد الخبر Ialah? Mubtada’ yang tidak membutuhkan khobar akan tetapi ia membutuhkan fa’il yang menempati posisi khobar.

110. Khobar ialah? Juz yang menyempurnkan fa’idah mubtada’.

111. Khobar mubtada’ hukumnya? Rofa’.

112. Yang merofa’kan adalah? Mubtada’.

113. Khobar ada berapa? Ada 2.

114. Apa saja? Khobar mufrod dan ghoiru mufrod atau khobar jumlah.

115. Khobar mufrod ialah? Khobar yang tidak terdiri dari jumlah atau syibh jumlah.

116. Khobar ghoiru mufrod atau khobar jumlah ialah? Khobar yang terdiri dari jumlah atau syibh jumlah.

117. Khobar yang terdiri dari jumlah yaitu? Khobar yang terdiri dari fi’il beserta fa’ilnya dan berkumpunya mubtada’ beserta khobarnya.

118. Khobar yang terdiri dari syibh jumlah yaitu? Khobar yang terdiri dari jar majrur dan dzorof.

119. Dzorof dan jar majrur bisa dijadikan khobar dengan syarat? Menyimpan muta’allaq yang wajib dibuang.

120. Muta’allaqnya berupa lafadz apa? Muta’allaqnya boleh berupa lafadz كَائِنٌ atau اِسْتَقَرّ .

121. Isim كَانَ ialah? Isim yang asalnya menjadi mubtada’.

122. Ada berapa saudara-saudaranya كَانَ ? Ada 13.

123. Apa saja?

124. Apa pengamalan كَانَ dan saudara-saudaranya? ترفع الإسم وتنصب الخبر .

125. Maksudnya ialah? Merofa’kan isimnya yang asalnya menjadi mubtada’ dan menasobkan khobarnya yang asalnya menjadi khobar mubtada’.

126. Khobar إِنَّ ialah? Khobar yang asalnya menjadi khobar mubtada’.

127. Ada berapa saudara-saudaranya إِنَّ ? Ada 6.

128. Apa saja?

129. Apa pengamalan إِنَّ dan saudara-saudaranya? تنصب الإسم وترفع الخبر .

130. Maksudnya ialah? Menasobkan isimnya yang asalnya menjadi mubtada’ dan merofa’kan khobarnya yang asalnya menjadi khobar mubtada’.

131. Tawabi’ ialah? Lafadz yang mengikuti matbu’nya.

132. Tawabi’ ada berapa? Ada 4.

133. Apa saja? Na’at, ‘Athof, Taukid dan Badal.

134. Na’at ialah? Lafadz yang menjelaskan shifat man’utnya atau yang berhubungan dengan man’utnya.

135. Na’at ada berapa? Ada 2.

136. Apa saja? Mufrod dan jumlah.

137. Na’at mufrod ialah? Na’at yang terdiri dari isim shifat.

138. Na’at mufrod ada berapa? Ada 2.

139. Apa saja? Haqiqi dan Sababi.

140. Ma’at Haqiqi ialah? Na’at yang menyebutkan sebagian dari shifat-shifat man’utnya.

141. Apa ciri-cirinya? Ciri-cirinya yaitu merofa’kan dhomir mustatir yang kembali pada man’utnya.

142. Na’at Haqiqi harus mengikuti man’utnya dalam berapa hal? Dalam 4 hal dari sepuluh hal.

143. Apa saja?

(1) Mengikuti salah satu dari i’robnya.

(2) Mengikuti salah satu dari mufrod tatsniyah dan jama’nya.

(3) Mengikuti salah satu dari mudzakkar dan mu’annatsnya.

(4) Mengikuti salah satu dari ma’rifat dan nakirohnya.

144. Na’at Sababi ialah? Na’at yang menyebutkan lafadz yang ada hubungannya dengan man’ut.

145. Apa ciri-cirinya? Ciri-cirinya yaitu merofa’kan isim dzohir atau dhomir bariz yang kembali pada man’utnya, dan hakikatnya ia tidak menshifati man’utnya, akan tetapi ia berfungsi untuk menshifati isim dzohir yang dirofa’kan olehnya.

146. Na’at jumlah ialah? Jumlah khobariyah yang jatuh setelah isim nakiroh yang murni.

147. Jumlah khobariyah ialah? Jumlah yang berupa berita yang isinya mungkin nyata mungkin juga tidak nyata, dan sebelum jumlah itu di ucapkan peristiwanya sudah terjadi.

148. Isim nakiroh yang murni ialah? Isim nakiroh yang tidak di sifati dan tidak di mudhofkan pada isim nakiroh yang lain.

149. ‘Athof ialah? Lafadz yang mengikuti ma’tuf ‘alaihnya.

150. ‘Athof ada berapa? Ada 2.

151. Apa saja? ‘Athof Bayan dan Athof Nasaq.

152. ‘Athof Bayan ialah? Isim jamid yang menyerupai shifat yang mengikuti lafadz sebelumnya.

153. Isim jamid ialah? Selain isim musytaq.

154. Isim musytaq ialah? Isim yang dicetak dari lafadz lain.

155. ‘Athof Nasaq ialah? Lafadz yang mengikuti lafadz sebelumnya, dan antara lafadz yang mengikuti dan lafadz yang di ikuti dipisah dengan huruf ‘athof.

156. Huruf athof ada berapa? Ada 10.

157. Apa saja?

158. Wawu ‘athof berfa’idah apa? Limutlaqil jam’i.

159. Apa yang dimaksud Limutlaqil jam’i? Kesamaan ma’thuf dan ma’thuf ‘alaih dalam suatu hukum.

160. Taukid ialah? Lafadz yang menegaskan mu’akkadnya.

161. Taukid ada berapa? Ada 2.

162. Apa saja? Taukid lafdzi dan taukid ma’nawi.

163. Taukid lafdzi ialah? Taukid yang menggunakan cara mengulang lafadz mu’akkadnya.

164. Taukid ma’nawi ialah? Taukid dengan menggunakan lafadz: نفس، عين، كل، أجمع dan lafadz-lafadz yang mengikuti lafadz أجمع .

165. Badal ialah? Lafadz yang mengikuti mubdal minhu dalam i’robnya tanpa perantara huruf ‘athof.

166. Badal ada berapa? Ada 5.

167. Apa saja?

(1) بدل كل من كل

(2) بدل بعض من كل

(3) بدل إشتمال

(4) بدل غلط

(5) بدل إضراب

168. بدل كل من كل Ialah? Badal dan mubdal minhu terdiri dari satu arti dan satu maksud.

169. بدل بعض من كل Ialah? Badal yang merupakan juz dari mubdal minhu.

170. بدل إشتمال Ialah? Badal itu miliknya mubdal minhu.

171. بدل غلط Ialah? Badal yang disebutkan karena untuk meralat mubdal minhu yang salah di ucapkan.

172. بدل إضراب Ialah? Badal yang disebutkan bukan untuk meralat mubdal minhu, tapi untuk berpindah dari mubdal minhu pada badal.

173. الْقُرْآنَ Kalimat apa? Kalimat isim.

174. Kenapa isim? Karena ada ciri-cirinya.

175. Apa ciri-cirinya? Adanya AL.

176. الْقُرْآنَ Dibaca apa? Nasob.

177. Kenapa dibaca nasob? Karena termasuk manshubatil asma’.

178. Ada berapa manshubatil asma’? ada 13.

179. Apa saja?

180. الْقُرْآنَ Termasuk mansubatil asma’ yang mana? Maf’ul bih.

181. Maf’ul bih ialah? Isim yang dibaca nashob yang jatuh setelah fi’il muta’addi.

182. Mana fi’il muta’addinya? Lafadz يَقْرَأُ .

183. Apa tanda nashobnya? Fathah.

184. Kenapa ditandai dengan fathah? Karena berupa isim mufrod.

185. Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

186. Kenapa dzohir? Karena berupa isim mufrod shohih akhir.

187. Maf’ul bih ada berapa? Ada 2.

188. Apa saja? Maf’ul bih isim dzohir dan maf’ul bih isim dhomir.

189. Maf’ul mutlaq ialah? Mashdar yang dibaca nashob yang hanya menunjukkan ma’na fi’ilnya yang berupa hadats saja tanpa disertai ma’na fi’ilnya yang berupa zaman.

190. Maf’ul mutlaq ada berapa? Ada 2.

191. Apa saja? Mashdar lafdzi dan mashdar ma’nawi.

192. Mashdar lafdzi ialah? Mashdar yang sama dengan lafadz fi’ilnya dari segi huruf dan ma’nanya.

193. Mashdar ma’nawi ialah? Mashdar yang ma’nanya sama dengan fi’ilnya tapi lafadznya tidak sama.

194. Maf’ul fih ialah? Isim yang dibaca nashob yang menunjukkan arti zaman atau makan dan menyimpan ma’nanya فِى .

195. Maf’ul fih ada berapa? Ada 2.

196. Apa saja? Dzorof zaman dan dzorof makan.

197. Dzorof zaman ialah? Lafadz yang menunjukkan arti waktu.

198. Dzorof makan ialah? Lafadz yang menunjukkan arti tempat.

199. Dzorof zaman ada berpa? Ada dua.

200. Apa saja? Mukhtash dan mubham.

201. Dzorof zaman mukhtash maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti waktu yang tertentu dan terbatas.

202. Dzorof zaman mubham maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti waktu yang tidak tertentu dan tidak terbatas.

203. Dzorof makan ada berpa? Ada 2.

204. Apa saja? Mukhtash dan mubham.

205. Dzorof makan mukhtash maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti tempat yang tertentu dan terbatas.

206. Dzorof makan mubham maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti tempat yang tidak tertentu dan tidak terbatas.

207. Dzorof yang bisa di tarkib menjadi maf’ul fih ialah? Semua dzorof zaman, baik yang mukhtash atau yang mubham, dan dzorof makan hanya yang mubham saja.


Baca juga:

Tanya Jawab Nahwu Sharaf Lengkap + Contoh

Macam-macam Maa (ما)


 TANYA JAWAB NAHWU SHOROF

يَقْرَأُ أَحْمَدُ الْقُرْآنَ

1. يَقْرَأُ Kalimat apa? Kalimat Fi’il.

2. Fi’il apa? Fi’il Mudhori’.

3. Wazannya apa? فَعَلَ يَفْعَلُ .

4. Bina’ apa? Mahmuz lam.

5. Muthobaqohnya apa? نَشَأَ يَنْشَأُ .

6. Bab berapa? Bab 3.

7. Kenapa يَقْرَأُ disebut fi’il mudhori’? Karena ada huruf mudhoro’ahnya.

8. Apa huruf mudhoro’ahnya? Ya’.

9. Huruf mudhoro’ah ada berapa? Ada 4.

10. Apa saja? Hamzah, nun, ya’ dan ta’.

11. Hamzah berfungsi apa? Untuk menunjukkan Mutakallim wahdah.

12. Nun berfungsi apa? Untuk menunjukkan Mutakallim ma’al ghoir atau Mu’adzdzim nafsah.

13. Ya’ berfungsi apa? Untuk menunjukkan Gho’ib.

14. Ta’ berfungsi apa? Untuk menunjukkan Gho’ibah atau Mukhotob.

15. يَقْرَأُ Mabni apa mu’rob? Mu’rob.

16. Kenapa mu’rob? Karena tidak bertemu dengan nun taukid dan nun niswah.

17. Nun taukid ialah? Nun yang berfungsi menguatkan fi’il yang dimasukinya.

18. Nun taukid ada berapa? Ada 2.

19. Apa saja? Nun taukid Khofifah dan nun taukid Tsaqilah.

20. Apa perbedaan nun taukid Khofifah dan nun taukid Tsaqilah? Nun taukid Khofifah disukun dan nun taukid Tsaqilah ditasydid.

21. Nun niswah ialah? Nun yang berfungsi menunjukkkan perempuan jama’.

22. يَقْرَأُ Dibaca apa? Rofa’.

23. Kenapa dibaca rofa’? karena tidak kemasukan amil nasob dan amil jazem.

24. Tanda rofa’nya apa? Dhommah.

25. Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

26. Kenapa dzohir? Karena tidak berakhiran huruf ‘illat.

27. Kenapa ditandai dengan dhommah? Karena berupa fi’il mudhori’ الذى لم يتصل بآخره شيء .

28. Termasuk fi’il mabni ma’lum apa mabni majhul? Ma’lum.

29. Kenapa ma’lum? Karena tidak mengikuti qo’idah majhul.

30. Qo’idah majhul ada berapa? Ada 3.

31. Apa saja? Madhi mujarrod, madhi mazid dan fi’il mudhori’.

32. Bagaimana qo’idah mabni majhulnya madhi mujarrod? ضم أوله وكسر ما قبل آخره .

33. Bagaimana qo’idah mabni majhulnya madhi mazid? ضم كل متحرك وكسر ما قبل آخره .

34. Bagaimana qo’idah mabni majhulnya mudhori’? ضم أوله وفتح ما قبل آخره .

35. يَقْرَأُ Termasuk fi’il lazim apa muta’addi? Muta’addi.

36. Kenapa muta’addi? Karena ma’nanya dapat dipasifkan dan membutuhkan maf’ul bih.

37. Mana maf’ul bihnya? Lafadz الْقُرْآنَ .

38. Karena يَقْرَأُ termasuk fi’il mabni ma’lum, maka ia butuh pada? Fa’il.

39. Mana fa’ilnya? Lafadz أَحْمَدُ .

40. أَحْمَدُ Kalimat apa? Kalimat isim.

41. Kenapa isim? Karena ada ciri-cirinya.

42. Apa ciri-cirinya? Adanya musnad.

43. Setiap ada musnad pasti ada? Musnad ilaih.

44. Musnad ialah? Pekerjaan yang disandarkan atau Predikat.

45. Musnad ilaih ialah? Kata yang yang disandari pekerjaan atau subyek.

46. Mana musnadnya? Lafadz يَقْرَأُ .

47. Apa saja ciri-ciri isim? Adanya AL, Tanwin, kemasukan huruf jer, ber i’rob jer, huruf nida’ dan musnad.

48. Ada berapa tanwin yang menjadi ciri-cirinya isim? Ada 4.

49. Apa saja? Tanwin Tamkin, tanwin Tankir, tanwin Muqobalah dan tanwin ‘Iwadh.

50. Tanwin Tamkin ialah? Tanwin yang berada pada isim mu’rob munshorif selain jama’ mu’annats salim.

51. Tanwin Tankir ialah? Tanwin yang berada pada isim mabni untuk membedakan antara yang nakiroh dan yang ma’rifat, yaitu bila ditanwin termasuk isim nakiroh dan bila tidak ditanwin termasuk isim ma’rifat.

52. Tanwin Muqobalah ialah? Tanwin yang berada pada jama’ mu’annats salim untuk membandingi nun yang ada pada jama’ mudzakkar salim.

53. Tanwin ‘Iwadh ialah? Tanwin sebagai pengganti dari huruf, isim, jumlah, atau beberapa jumlah.

54. أَحْمَدُ Dibaca apa? Rofa’

55. Kenapa dibaca rofa’? karena menjadi fa’il.

56. Fa’il ialah? Isim shorih atau mu’awwal yang dibaca rofa’ yang jatuh setelah fi’il mabni ma’lum atau kata kerja aktif.

57. Fa’il hukumnya? Rofa’.

58. Apa tanda rofa’nya? Dhommah.

59. Kenapa ditandai dengan dhommah? Karena berupa isim mufrod.

60. Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

61. Kenapa dzohir? Karena berupa isim mufrod shohih akhir.

62. Isim mufrod ialah? Isim yang tidak menunjukkan arti tatsniyah, jama’ dan bukan asma’ul khomsah.

63. Kenapa tanpa tanwin? Karena berupa isim ghoiru munshorif.

64. Isim ghoiru munshorif ialah? Isim yang tidak bisa menerima tanwin karena mempunyai dua illat atau satu illat yang menempati tempatnya dua illat.

65. Ada berapa illatnya isim? Ada 9.

66. Apa saja? Shighot muntahal jumu’, Wazan fi’il, ‘Udul, Ta’nits, ‘Alamiyah, Tarkib mazji, ziyadah alif nun, ‘Ajamiyah dan washfiyah.

67. أَحْمَدُ illatnya berupa apa? ‘Alamiyah dan Wazan fi’il.

68. Isim ghoiru munshorif bila jer ditandai dengan? Fathah.

69. Selama? Tidak dimudofkan dan tidak bersamaan dengan AL.

70. أَحْمَدُ Ma’rifat apa nakiroh? Ma’rifat.

71. Kenapa ma’rifat? Karena berupa isim alam.

72. Isim alam ialah? Nama-nama secara mutlaq.

73. Ada berapa isim ma’rifat? Ada 6.

74. Apa saja? Isim dhomir, isim alam, isim isyaroh, isim yang dima’rifatkan dengan AL, isim maushul dan isim yang di mudhofkan pada salah satu isim ma’rifat tersebut.

75. Isim dhomir ialah? Kata ganti yang menunjukkan ma’na gho’ib atau gho’ibah, mukhotoh atau mukhotobah dan menunjukkan ma’na mutkallim.

76. Isim dhomir ada berapa? Ada 2.

77. Apa saja? Dhomir muttasil dan dhomir munfasil.

78. Dhomir muttasil ialah? Dhomir yang nempel, tidak bisa diletakkan di permulaan kalam dan tidak bisa jatuh setelah إِلَّا .

79. Dhomir muttasil ada berapa? Ada 2.

80. Apa saja?

(1) Mustatir, yaitu dhomir yang tersimpan dan tidak ada dalam bentuk lafadznya.

(2) Bariz, yaitu dhomir tampak dan ada dalam bentuk lafadznya.

81. Dhomir mustatir ada berapa? Ada 2.

82. Apa saja? Mustatir wujub dan mustatir jawaz.

83. Mustatir wujub maksudnya? Dhomir yang kedudukannya tidak bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir munfashil.

84. Mustatir jawaz maksudnya? Dhomir yang kedudukannya bisa diganti dengan isim dzohir atau dhomir munfashil.

85. Dhomir munfasil ada berapa? Ada 2.

86. Apa saja? Dhomir munfasil mahal rofa’ dan mahal nasob.

87. Ada berapa dhomir munfasil mahal rofa’? Ada 12.

88. Apa saja? هُوَ، هُمَا، هُمْ ....الخ

89. Dhomir munfasil mahal nasob ada berapa? Ada 12.

90. Apa saja? إِيَّاهُ، إِيَّاهُمَا، إِيَّاهُمْ ....الخ

91. Dhomir hukumnya? Mabni.

92. Kenapa mabni? Karena syibh dengan huruf.

93. Syibh apa? Syibh Wadh’iy.

94. Syibh Wadh’iy maksudnya? Serupa dalam bentuknya, yaitu jumlah hurufnya kurang dari tiga buah.

95. Apa saja isim yang dibaca rofa’? Fa’il, na’ibul fa’il, mubtada’, khobar mubtada’, isimnya كَانَ dan saudara-saudaranya, khobarnya إِنَّ dan saudara-saudaranya dan tawabi’.

96. Fa’il ada berapa? Ada 3.

97. Apa saja? Fa’il isim dzohir, isim dhomir dan masdar mu’awwal.

98. Seperti apa contoh fa’il yang berupa masdar mu’awwal? يُعْجِبُنِى أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ .

99. Bagaimana ta’wilnya lafadz tersebut? يُعْجِبُنِى قِرَاءَتُكَ الْقُرْآنَ .

100. Na’ibul fa’il ialah? Isim yang dibaca rofa’ yang jatuh setelah fi’il mabni majhul atau kata kerja pasif.

101. Fi’il madhi tsulatsi mujarrod yang mu’tal ‘ain bila dimabnikan majhul fa’ fi’ilnya boleh dibaca berapa macam? Tiga macam.

102. Sebutkan?

(1) Boleh dibaca kasroh dan mengganti huruf ‘illat dengan ya’.

(2) Boleh dibaca dhommah dan mengganti huruf ‘illat dengan wawu.

(3) Boleh dibaca isymam yaitu menggabungkan harokat dhommah dengan kasroh.

103. Mubtada’ ialah? Isim ma’rifat yang dibaca rofa’ yang jatuh di awal jumlah.

104. Mubtada’ hukumnya? Rofa’.

105. Yang merofa’kan adalah? Amil ma’nawi ibtida’.

106. Mubtada’ ada berapa? Ada 2.

107. Apa saja? مبتداء له مرفوع سد مسد dan مبتداء له الخبر

108. مبتداء له الخبر Ialah? Mubtada’ yang membutuhkan khobar.

109. مبتداء له مرفوع سد مسد الخبر Ialah? Mubtada’ yang tidak membutuhkan khobar akan tetapi ia membutuhkan fa’il yang menempati posisi khobar.

110. Khobar ialah? Juz yang menyempurnkan fa’idah mubtada’.

111. Khobar mubtada’ hukumnya? Rofa’.

112. Yang merofa’kan adalah? Mubtada’.

113. Khobar ada berapa? Ada 2.

114. Apa saja? Khobar mufrod dan ghoiru mufrod atau khobar jumlah.

115. Khobar mufrod ialah? Khobar yang tidak terdiri dari jumlah atau syibh jumlah.

116. Khobar ghoiru mufrod atau khobar jumlah ialah? Khobar yang terdiri dari jumlah atau syibh jumlah.

117. Khobar yang terdiri dari jumlah yaitu? Khobar yang terdiri dari fi’il beserta fa’ilnya dan berkumpunya mubtada’ beserta khobarnya.

118. Khobar yang terdiri dari syibh jumlah yaitu? Khobar yang terdiri dari jar majrur dan dzorof.

119. Dzorof dan jar majrur bisa dijadikan khobar dengan syarat? Menyimpan muta’allaq yang wajib dibuang.

120. Muta’allaqnya berupa lafadz apa? Muta’allaqnya boleh berupa lafadz كَائِنٌ atau اِسْتَقَرّ .

121. Isim كَانَ ialah? Isim yang asalnya menjadi mubtada’.

122. Ada berapa saudara-saudaranya كَانَ ? Ada 13.

123. Apa saja?

124. Apa pengamalan كَانَ dan saudara-saudaranya? ترفع الإسم وتنصب الخبر .

125. Maksudnya ialah? Merofa’kan isimnya yang asalnya menjadi mubtada’ dan menasobkan khobarnya yang asalnya menjadi khobar mubtada’.

126. Khobar إِنَّ ialah? Khobar yang asalnya menjadi khobar mubtada’.

127. Ada berapa saudara-saudaranya إِنَّ ? Ada 6.

128. Apa saja?

129. Apa pengamalan إِنَّ dan saudara-saudaranya? تنصب الإسم وترفع الخبر .

130. Maksudnya ialah? Menasobkan isimnya yang asalnya menjadi mubtada’ dan merofa’kan khobarnya yang asalnya menjadi khobar mubtada’.

131. Tawabi’ ialah? Lafadz yang mengikuti matbu’nya.

132. Tawabi’ ada berapa? Ada 4.

133. Apa saja? Na’at, ‘Athof, Taukid dan Badal.

134. Na’at ialah? Lafadz yang menjelaskan shifat man’utnya atau yang berhubungan dengan man’utnya.

135. Na’at ada berapa? Ada 2.

136. Apa saja? Mufrod dan jumlah.

137. Na’at mufrod ialah? Na’at yang terdiri dari isim shifat.

138. Na’at mufrod ada berapa? Ada 2.

139. Apa saja? Haqiqi dan Sababi.

140. Ma’at Haqiqi ialah? Na’at yang menyebutkan sebagian dari shifat-shifat man’utnya.

141. Apa ciri-cirinya? Ciri-cirinya yaitu merofa’kan dhomir mustatir yang kembali pada man’utnya.

142. Na’at Haqiqi harus mengikuti man’utnya dalam berapa hal? Dalam 4 hal dari sepuluh hal.

143. Apa saja?

(1) Mengikuti salah satu dari i’robnya.

(2) Mengikuti salah satu dari mufrod tatsniyah dan jama’nya.

(3) Mengikuti salah satu dari mudzakkar dan mu’annatsnya.

(4) Mengikuti salah satu dari ma’rifat dan nakirohnya.

144. Na’at Sababi ialah? Na’at yang menyebutkan lafadz yang ada hubungannya dengan man’ut.

145. Apa ciri-cirinya? Ciri-cirinya yaitu merofa’kan isim dzohir atau dhomir bariz yang kembali pada man’utnya, dan hakikatnya ia tidak menshifati man’utnya, akan tetapi ia berfungsi untuk menshifati isim dzohir yang dirofa’kan olehnya.

146. Na’at jumlah ialah? Jumlah khobariyah yang jatuh setelah isim nakiroh yang murni.

147. Jumlah khobariyah ialah? Jumlah yang berupa berita yang isinya mungkin nyata mungkin juga tidak nyata, dan sebelum jumlah itu di ucapkan peristiwanya sudah terjadi.

148. Isim nakiroh yang murni ialah? Isim nakiroh yang tidak di sifati dan tidak di mudhofkan pada isim nakiroh yang lain.

149. ‘Athof ialah? Lafadz yang mengikuti ma’tuf ‘alaihnya.

150. ‘Athof ada berapa? Ada 2.

151. Apa saja? ‘Athof Bayan dan Athof Nasaq.

152. ‘Athof Bayan ialah? Isim jamid yang menyerupai shifat yang mengikuti lafadz sebelumnya.

153. Isim jamid ialah? Selain isim musytaq.

154. Isim musytaq ialah? Isim yang dicetak dari lafadz lain.

155. ‘Athof Nasaq ialah? Lafadz yang mengikuti lafadz sebelumnya, dan antara lafadz yang mengikuti dan lafadz yang di ikuti dipisah dengan huruf ‘athof.

156. Huruf athof ada berapa? Ada 10.

157. Apa saja?

158. Wawu ‘athof berfa’idah apa? Limutlaqil jam’i.

159. Apa yang dimaksud Limutlaqil jam’i? Kesamaan ma’thuf dan ma’thuf ‘alaih dalam suatu hukum.

160. Taukid ialah? Lafadz yang menegaskan mu’akkadnya.

161. Taukid ada berapa? Ada 2.

162. Apa saja? Taukid lafdzi dan taukid ma’nawi.

163. Taukid lafdzi ialah? Taukid yang menggunakan cara mengulang lafadz mu’akkadnya.

164. Taukid ma’nawi ialah? Taukid dengan menggunakan lafadz: نفس، عين، كل، أجمع dan lafadz-lafadz yang mengikuti lafadz أجمع .

165. Badal ialah? Lafadz yang mengikuti mubdal minhu dalam i’robnya tanpa perantara huruf ‘athof.

166. Badal ada berapa? Ada 5.

167. Apa saja?

(1) بدل كل من كل

(2) بدل بعض من كل

(3) بدل إشتمال

(4) بدل غلط

(5) بدل إضراب

168. بدل كل من كل Ialah? Badal dan mubdal minhu terdiri dari satu arti dan satu maksud.

169. بدل بعض من كل Ialah? Badal yang merupakan juz dari mubdal minhu.

170. بدل إشتمال Ialah? Badal itu miliknya mubdal minhu.

171. بدل غلط Ialah? Badal yang disebutkan karena untuk meralat mubdal minhu yang salah di ucapkan.

172. بدل إضراب Ialah? Badal yang disebutkan bukan untuk meralat mubdal minhu, tapi untuk berpindah dari mubdal minhu pada badal.

173. الْقُرْآنَ Kalimat apa? Kalimat isim.

174. Kenapa isim? Karena ada ciri-cirinya.

175. Apa ciri-cirinya? Adanya AL.

176. الْقُرْآنَ Dibaca apa? Nasob.

177. Kenapa dibaca nasob? Karena termasuk manshubatil asma’.

178. Ada berapa manshubatil asma’? ada 13.

179. Apa saja?

180. الْقُرْآنَ Termasuk mansubatil asma’ yang mana? Maf’ul bih.

181. Maf’ul bih ialah? Isim yang dibaca nashob yang jatuh setelah fi’il muta’addi.

182. Mana fi’il muta’addinya? Lafadz يَقْرَأُ .

183. Apa tanda nashobnya? Fathah.

184. Kenapa ditandai dengan fathah? Karena berupa isim mufrod.

185. Dzohir apa muqoddar? Dzohir.

186. Kenapa dzohir? Karena berupa isim mufrod shohih akhir.

187. Maf’ul bih ada berapa? Ada 2.

188. Apa saja? Maf’ul bih isim dzohir dan maf’ul bih isim dhomir.

189. Maf’ul mutlaq ialah? Mashdar yang dibaca nashob yang hanya menunjukkan ma’na fi’ilnya yang berupa hadats saja tanpa disertai ma’na fi’ilnya yang berupa zaman.

190. Maf’ul mutlaq ada berapa? Ada 2.

191. Apa saja? Mashdar lafdzi dan mashdar ma’nawi.

192. Mashdar lafdzi ialah? Mashdar yang sama dengan lafadz fi’ilnya dari segi huruf dan ma’nanya.

193. Mashdar ma’nawi ialah? Mashdar yang ma’nanya sama dengan fi’ilnya tapi lafadznya tidak sama.

194. Maf’ul fih ialah? Isim yang dibaca nashob yang menunjukkan arti zaman atau makan dan menyimpan ma’nanya فِى .

195. Maf’ul fih ada berapa? Ada 2.

196. Apa saja? Dzorof zaman dan dzorof makan.

197. Dzorof zaman ialah? Lafadz yang menunjukkan arti waktu.

198. Dzorof makan ialah? Lafadz yang menunjukkan arti tempat.

199. Dzorof zaman ada berpa? Ada dua.

200. Apa saja? Mukhtash dan mubham.

201. Dzorof zaman mukhtash maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti waktu yang tertentu dan terbatas.

202. Dzorof zaman mubham maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti waktu yang tidak tertentu dan tidak terbatas.

203. Dzorof makan ada berpa? Ada 2.

204. Apa saja? Mukhtash dan mubham.

205. Dzorof makan mukhtash maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti tempat yang tertentu dan terbatas.

206. Dzorof makan mubham maksudnya? Dzorof yang menunjukkan arti tempat yang tidak tertentu dan tidak terbatas.

207. Dzorof yang bisa di tarkib menjadi maf’ul fih ialah? Semua dzorof zaman, baik yang mukhtash atau yang mubham, dan dzorof makan hanya yang mubham saja.


Baca juga:

Tanya Jawab Nahwu Sharaf Lengkap + Contoh

Macam-macam Maa (ما)

الا لا تنال العلم الا بستة Bahasa Jawa dan Indonesia

الا لا تنال العلم الا بستة


TERJEMAH ALAA LAA TANULUL ILMA ILLA BISITTATIN

(Bahasa Jawa dan Indonesia)


SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU

 اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

ELINGO DAK HASIL ILMU ANGING NEM PERKORO # BAKAL TAK CERITAKKE KUMPULE KANTI PERTELO

 ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ 

RUPANE LIMPAT LUBO SOBAR ONO SANGUNE # LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE

Ingatlah..... kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya.



MENCARI TEMAN

 عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ

JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE # KRONO SAKTEMENE KONCO MANUT KANG NGANCANI

فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـــــهُ سُــرْعَةً ۞ فَاِنْ كَانَ ذَاخَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَــــــــــــدِيْ

YEN ONO KONCO OLO LAKUNE NDANG DOHONO # YEN ONO KONCO BAGUS ENGGAL NDANG KANCANONO

Janganlah engkau bertanya tentang kepribadian orang lain, lihat saja temannya (pergaulannya), karena seseorang akan mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya, bila temannya (pergaulannya) tidak baik maka jauhilah dia secepatnya, dan bila temannya (pergaulannya) baik maka temanilah dia, dengan kamu akan mendapatkan petunjuk.



KEUTAMAAN ILMU

 تَعَــــــلَّمْ فَاِنَّ اْلعِلْمَ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ ۞ وَفَضْلٌ وَعِنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ 

NGAJIHO KRONO ILMU MAHESI ING AHLINE # LAN NGUNGGULKE LAN DADI TONDO TINGKAH PINUJI

Belajarlah, ilmu adalah perhisan indah bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji



METODE CARI ILMU

 وَكُنْ مُسْتَفِيْدًا كُلَّ يَوْمٍ زِيـَـــــادَةً ۞ مِنَ الْعِلْمِ وَاسْبحْ فِىْ بُحُوْرِ الْفَوَائِدِ 

ONOHO NGALAB FAIDAH SABEN DINO ING TAMBAH # SONGKO ILMU LAN NGLANGI SEGARANE FAEDAH

Mengajilah setiap hari untuk menambah ilmu yang kau miliki, lalu berenanglah dilauatan fa'edah-fa'edahnya



FIQIH DAN KEUTAMAANNYA

 تَفَقَّـهْ فَاِنَّ اْلفِقْــــهَ اَفْضَلٌ قَائِـدِ ۞ اِلَى الْبِّرِوَالتَّقْوَى وَاَعْدَلُ قَاصِدِ

NGAJIO FIQIH KRONO NGUNGGULKEE LAN NUDUHKE # MARING BAGUS LAN WEDI ALLAH LUWIH JEJEKE

 هُوَاْلعِلْمُ اْلهَادِىْ اِلَى سُنَنِ الْهُـــــدَى ۞ هُوَالْحِصْنُ يُنْجِىْ مِنْ جَمِيْعِ الشَّدَائِدِ

ILMU FIQIH KANG NUDUHAKE DALAN PITUDUH # YO BENTENG KANG NYELAMETKE SEKABEHE PEKEWUH

Pelajarilah ilmu fiqih karena ilmu fiqih adalah sebaik-baik penuntun menuju kebaikan dan ketakwaan, dan paling lurusnya sesuatu yang lurus. Ilmu fiqih adalah lambang yang menunjukkan jalan hidayah, dan benteng yang menjaga dari setiap sesuatu yang memberatkan.



KEUTAMAAN AHLI FIQIH DARI AHLI IBADAH

 فَـــاِنَّ فَقِيْهًــا وَاحِـــدًامُتَوَرِّعًـــــــــا ۞ اَشَدُّعَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدِ

WONG ALIM FIQIH SIJI TUR KANG NGEDOHI HAROM # LUWIH ABOT TIMBANG 'ABID SEWU MUNGGUH SYAITON

Satu ahli fiqih yang wira'i [ menjauhkan diri dari larangan Allah ta’ala dan menjalankan perintahnya ] lebih ditakuti oleh syetan daripada seribu ahli ibadah [yang tidak ahli fiqih atau ahli fiqih tapi tidak wira'i]



BAHAYANYA ORANG BODOH YANG TEKUN BERIBADAH

 فَسَــادٌ كَبِيْرٌ عَــــالِمٌ مُـتَهَتِّــــكٌ ۞ وَ اَكْبَرُ مِنْهُ جَاهِلٌ مُتَنَسِّكُ

GEDENE KERUSAKAN WONG ALIM DAK NGELAKONI # LUWIH GEDE TIMBANG IKU WONG BODO NGELAKONI

 هُمَا فِتْنَةٌ فِي الْعَالَمِيْنَ عَظِيْمَةٌ ۞ لِمَنْ بِهِمَا فِيْ دِيْنِــــــهِ يَتَمَسَّكُ

KARONE IKU AGUNG AGUNGE FITNAH DUNYO # TUMRAPE WONGKANG TETANGGEN PERKORO AGOMO

Suatu kerusakan besar adalah orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, namun kerusakan yang lebih besar adalah orang bodoh yang beribadah. Keduanya merupakan fitnah yang besar didalam alam semesta ini, yaitu bagi orang yang berpegang teguh pada agamanya.



BELAJAR HARUS MAU PAYAH

تَمَنَّيْتَ اَنْ تُمْسِىَ فَقِيْهًا مُنَاظِرًا ۞ بِغَيْرِ عِنَــــاءٍ وَالْجُنُـــوْنُ فُـنُوْنُ

SIRO KEPINGIN DADI ALIM FIQIH KANG WICO-#-RO TANPO KANGELAN EDAN IKU WERNO-WERNO

 وَلَيْسَ اكْتِسَابُ الْمَالِ دُوْنَ مَشَقَّةٍ ۞ تَحَمَّلُـهَــــــــا فَالْعِـــــــلْمُ كَيْفَ يَكُوْنُ

ONOTO GOLEK ARTO ORA KANTI KANGELAN # DENE ILMU KOYO OPO KASIL DAK KANGELAN

Kamu berharap ingin jadi ahli fiqih yang bisa menerapkan hujjah atas setiap permasalahannya, dengan tanpa usaha keras itu namanya gila dan gila itu bermacam-macam. Sementara mencari harta tanpa usaha keras bukanlah tidaklah mungkin, lalu apalagi ilmu ?



JANGANLAH BANYAK BICARA

 اِذَا تَــــــمَّ عَقْلُ الْمَرْءِ قَلَّ كَلاَمُهُ ۞ وَاَيْقِنْ بِحُمْقِ الْمَرْءِ اِنْ كَانَ مُكْثِرًا

NALIKO SEMPURNO AKALE KIDIK GUNEME # LAN NYATAKNO KUMPRUNGE WONG YEN AKEH GUNEME

Bila sempurna akal seseorang [cerdas] maka sedikitlah bicaranya, dan yakinlah akan bodohnya orang yang banyak bicara.



BAHAYANYA LISAN

 يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِّسَـــــانِهِ ۞ وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ

MATINE WONG ENOM SEBAB KEPLESET LISANE # ORA KOK MATINE SEBAB KEPLESET SIKILE

 فَعَثْرَتُهُ مِنْ فِيْــــهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِـهِ ۞ وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِ

DINE MLESETE LISAN NEKAKKE BALANG ENDAS # DINE MLESETE SIKIL SUWE - SUWE SO WARAS

Pemuda bisa mati sebab tergelincir lisannya (salah bicara), tapi tidak mati karena tergelincir kakinya (jatuh), sebab tergelincirnya mulut bisa melenyapkan kepalanya sementara tergelincirnya kaki sembuh sebentar kemudian



UTAMANYA ORANG YANG BERILMU

 أَخُو الْعِلْمِ حَيُّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ ۞ وَأَوْصَــــالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيْـــــمُ

WONG DUWE ILMU URIP LANGGENG SAKWUSE MATI # DINE ADON-ADONE BOSOK NING NGISORE BUMI

 وَذُوالْجَهْلِ مَيْتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى ۞ يُــظَنُّ مِنَ اْلاَحْيَـــاءِ وَهُوَ عَدِيْــمُ

WONG BODO MATI HALE MLAKU NING DUWUR BUMI # DEN NYONO WONG KANG URIP NANGING PODO WONG MATI

Orang yang berilmu akan tetap hidup setelah matinya walaupun tulang-tulangnya telah hancur di bawah bumi, sementara orang yang bodoh telah mati walaupun masih berjalan di atas bumi, dia menganggap bahwa dirinya hidup padahal sebenarnya dia telah tiada.



 KITA HARUS BERJUANG DAN TABAH

 لِكُلٍّ اِلَى شَأْوِ الْعُلَى حَرَكَاتُ ۞ وَلَكِنْ عَزِيْزٌ فِى الرِّجَالِ ثُبَاتُ

KABEH WONG MARING DERAJAT LUHUR OBAHE ATI # TAPINE KIDIK PORO ROJUL IKU NETEPI

Bagi setiap orang untuk [ mendapatkan ] derajat yang luhur [harus dengan] perjuangan-perjuangan, tapi sedikit dari mereka yang tabah [dalam perjuangannya]



ADAB BERMASYARAKAT

 اِذَا كُنْتَ فِىْ قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَـارَهُمْ ۞ وَلاَ تُصْحَبِ اْلاَرْدَى فَتُرْدَى مَعَ الرَّدِىْ

NALIKO ONO SIRO IKU WUR-WURAN QOUM. # MONGKO NGANCANONO SIRO ING BAGUSE QOUM

Bila kamu bersama orang banyak (bermasyarakat), maka bergaullah dengan orang yang terbaik dari mereka, jangan kamu bergaul orang yang terburuk diantara mereka, karena kamu akan buruk bersama mereka.



MENGAGUNGKAN USTADZ

 أُقَـدِّمُ أُسْتَــاذِىْ عَلَى نَفْسِ وَالِدِىْ ۞ وَاِنْ نَالَنِىْ مِنَ وَالِدِى الْفَضْلَ وَالشَّرَفَ

DISIKKE INGSUN ING GURU NGIREKKE ING BOPO # SENAJAN OLEH INGSUN KAMULYAN SONGKO BOPO

Saya lebih utamakan ustadzku dari pada orang tua kandungku, meskipun aku mendapatkan keutamaan dan kemulyaan dari orang tuaku

 فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَــــوْهَرُ ۞ وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَفْ

DINE GURU IKU KANG NGITIK- NGITIK ING NYOWO # DENE NYOWO IKU DEN SERUPAKKE KOYO SUCO

DENE WONG TUWO IKU KANG NGITEK- NGITEK ING ROGO # DENE ROGO IKU DEN SRUPAKKE WADAH SUCO

Ustadzku adalah pembimbing jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pembimbing badanku dan badan bagaikan kerangnya [tempat bagi jiwaku]

 رَأَيْتُ اَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ ۞ وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِم
 لَقَدْ حَقَّ اَنْ يُّهْدَى اِلَيهِ كَرَامَـةً ۞ لِتَعْلِيْمِ حَرْفِ وَاحِدٍ اَلْفُ دِرْهَمٍ

AKU WIS NEKODKE ING LUWIH HAK-HAKE BENER # YOIKU HAKE WONG KANG NUDUHKE BARANG BENER

LAN LUWIH TAK TEKODKE LUWIH WAJIB DEN REKSO # MUNGGUHE KABEH WONG ISLAM KANG KEPINGIN BISO

GURU WIS MESTI DI HADIAHI SEWU DIRHAM # MULYAKKE KERONO MULANG HURUF SIJI TUR PAHAM

Saya melihat lebih haknya sesuatu yang hak adalah hak dari guru dan bahwa hak seorang guru adalah wajib di laksanakan atas setiap orang islam, sesungguhnya benar sekali memberikan hadiah kepada guru untuk setiap satu huruf yang di ajarkannya seribu dirham



NAFSU HARUS DI HINAKAN

 اَرَى لَكَ اَنْ تَشْتَهِىَ اَنْ تُعِزَّهَا ۞ فَلَسْتَ تَنَــالُ الْعِزَّ حَتَّى تُذِلَّهــــاَ

NINGALI INGSUN MARING SIRO KEPINGIN MULYO # MONGKO DAK HASIL MULYO SIRO YEN DURUNG INO

Saya melihat kamu mempunyai nafsu yang ingin engkau muliakan, padahal kamu tidak akan mendapat kemuliaan kecuali dengan menghinakan nafsumu.



JANGAN BERBURUK SANGKA

 ﺇذَا سَاءَ فِعْلُ الْمَرْءِ سَاءَ ظُنُوْنُهُ ۞ وَصَـــــدَّقَ مَا يَعْتَــــادُهُ مِنْ تَوَهُّمِ

NALIKO OLO LAKUNE WONG OLO NYANANE # LAN BENER NYANANE WONG BENER PENGADATANE

Bila perbuatan seseorang buruk, maka akan buruk pula prasangka-prasangkanya, dan akan dibenarkannya kebiasaan - kebiasaan dari kecurigaannya

فَمَا النَّاسُ اِلاَّ وَاحـِدٌ مِنْ ثَلاَثَةٍ ۞ شَرِيْفٌ وَمَشْرُوْفٌ وَمِثْلٌ مُقَاوِمُ

ORA ONO MANUNGSO IKU WUJUD PERKORO # KEJOBO SIFAT SIJI SAKING TELUNG PERKORO

SEWIJI SIFAT MULYO KAPINDO DI MUYAKNE # KAPENG TELU IYO MADANE KANCA- KANCANE

 فَاَمَّا الَّذِىْ فَوْقِىْ فَأَعْرِفُ قَــدْرَهُ ۞ وَاَتْبَــعُ فِيْهِ الْحَــقَّ وَالْحَــقُّ لاَزِمُ

DENE WONG SAK DUWURKU AKU WERUH DERAJATE # LAN AKU MANUT HAKE MERGO HAK BARANG MESTI

 فَاَمَّا الَّذِىْ مِثْلِى فَاِنْ زَلَّ اَوْهَفَـــا ۞ تَفَضَّـلْتُ اِنَّ الْفَضْـلَ بِالْفَخْرِحَــــاكِمُ

DENE WONG SAK PODOKU LAMUN WONG IKU KELIRU # PODO UGO IKU WONG KLUPUTAN MARANG AKU

MONGKO AKU AWEH KENUGRAHAN MARANGKANG SALAH # KRONO KENUGRAHAN IKU NGUNGKULI SIFAT BUNGAH

فَاَمَّا الَّذِىْ دُوْنِىْ فَاَحْلَمُ دَائِبًـــــــا ۞ أَصُوْنُ بِهِ عِرْضِى وَاِنْ لاَمَ لاَئِمُ

DENE WONG SAK NGISORKU AKU SABAR BIYOSO # NGEREKSO KEWIRANGAN NAJAN AKU DEN WODO

Manusia [yang disekitar kita] hanya salah satu dari tiga [golongn], yaitu orang yang mulia, rendah dan sepadan [dengan kita]. orang yang mulia saya tahu derajatnya dan saya harus mengikuti sesutau yang haq darinya, dan orang yang sepadan dengan kita bila terpeleset atau jatuh maka saya lebih utama darinya, sedangkan orang yang rendah maka saya selalu memberikan kata maaf kepada mereka untuk menjaga kehormatanku walaupun banyak orang yang mencela.



JANGANLAH MENDENDAM

 دَعِ الْمَرْءَ لاَتُجْزِ عَلَى سُوْءِ فِعْلِهِ ۞ سَيَكْفِيْهِ مَا فِيْــــهِ وَمَا هُوَ فَاعِلُهُ

NINGGALO SIRO ING WONG SIJI OLO LAKONE # TEGESE OJO MALES OLO KANG DEN LAKONI

KRONO BAKALE DEN CUKUPI KELAKUANE # LAN SEKABEHE BARANG-BARANG KANG DILAKONI

Jangan hiraukan orang lain [yang berbuat jahat kepadamu] jangan engkau balas perbuatan jahatnya karena dia akan di balas oleh perbuatannya.



WAKTU SANGAT BERNILAI

 أَلَيْسَتْ مِنَ الْخُسْرَانِ اَنَّ لَيَالِيَا ۞ تَمُرُّ بِلاَ نَفْعٍ وَتُحْسَبُ مِنْ عُمْرِىْ

ONOTO KABEH DUDU GOLONGANE WONG TUNO # LIWATE KANTHI NGANGGUR DI ITUNG UMUR KITO

Bukankah termasuk kerugian bila malam-malam berlalu tanpa kita manfaatkan sedangkan umurmu terus berkurang?



تَعَـــلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يوْلَدُ عَالِمًــــا ۞ وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ

NGAJIO ILMU SIRO KRONO DAK NO WONG SIJI # IKU DEN ANA-AKE KANTHI UWIS MANGERTI

DENE WONG DUWE IILMU MULYANE LAN AGUNGE # DAK PODO WONG KANG BODO INANE LAN ASORE

Belajarlah....! manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan orang berilmu tidak seperti orang yang tidak berilmu



MENCARI KEUTAMAAN

 تَغَرَّبْ عَنِ اْلاَوْطَانِ فِى طَلَبِ الْعُلىَ ۞ وَسَـافِرْ فَفِى اْلاَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِـدِ
 تَفَــرُّجُ هَــمٍّ وَاكْتِسَـابِ مَعِيْشَــةٍ ۞ وَعِلـــمٌ وَآدَابٌ وَ صُحْبَــةُ مَــاجِدِ
 وَاِنْ قِيْـلَ فِى اْلاَسْفَـارِ ذُلٌّ وَغُرْبَــهٌ ۞ وَ قَطْـعُ فَيَـافٍ وَ ارْتِكَابُ شَـــدَائِدَ

LUNGOHO SONGKO DESO PERLU NGUDI KAMULYAN # KRONO LIMANG PERKORO DEN TEMU ING PELUNGAN

SIJI ILANGE SUSAH LORO RIZKINE TAMBAH # KAPING TELU MERKOLEH ILMU NYEBABKE BUNGAH

KAPING PATE BISO BAGUSI ING TOTO KROMO # KAPING LIMO MERKOLEH KONCO KANG MULYO MULYO

NAJAN ONO LELUNGAN NGROSO INO NGUMBORO # LAN JUNGKUNG ORO-ORO LAN NGLAKONI SENGSORO

Pergilah dari rumahmu untuk mencari keutamaan (mondok), karenadalam kepergianmu ada 5 [lima] faedah, yaitu menghilangkan kesusahan ,mencari bekal hidup, ilmu, tatakrama dan teman sejati. meskipun dalam bepergianpun terdapat hina dan terlunta-lunta, menembus belantara dan menerjang kepayahan-kepayahan.



MATI LEBIH BAIK DARIPADA JADI ORANG HINA

 فَمَوْتُ الْفَتَى خَيْرٌ لَهُ مِنْ حَيَاتِهِ ۞ بِدَارِ هَوَانٍ بَيْنَ وَاشٍ وَحَـــاسِدٍ

URIPE WONG ENOM LUWIH API-E MATINE # ING DESO KUMPUL WONG ADU - ADU LAN DRENGKI

Matinya pemuda lebih baik dari pada hidupnya di daerah kehinaan di antara orang-orang ahli mengadu domba dan iri hati

Baca juga:

الا لا تنال العلم الا بستة


TERJEMAH ALAA LAA TANULUL ILMA ILLA BISITTATIN

(Bahasa Jawa dan Indonesia)


SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU

 اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

ELINGO DAK HASIL ILMU ANGING NEM PERKORO # BAKAL TAK CERITAKKE KUMPULE KANTI PERTELO

 ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ 

RUPANE LIMPAT LUBO SOBAR ONO SANGUNE # LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE

Ingatlah..... kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya.



MENCARI TEMAN

 عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ

JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE # KRONO SAKTEMENE KONCO MANUT KANG NGANCANI

فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـــــهُ سُــرْعَةً ۞ فَاِنْ كَانَ ذَاخَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَــــــــــــدِيْ

YEN ONO KONCO OLO LAKUNE NDANG DOHONO # YEN ONO KONCO BAGUS ENGGAL NDANG KANCANONO

Janganlah engkau bertanya tentang kepribadian orang lain, lihat saja temannya (pergaulannya), karena seseorang akan mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya, bila temannya (pergaulannya) tidak baik maka jauhilah dia secepatnya, dan bila temannya (pergaulannya) baik maka temanilah dia, dengan kamu akan mendapatkan petunjuk.



KEUTAMAAN ILMU

 تَعَــــــلَّمْ فَاِنَّ اْلعِلْمَ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ ۞ وَفَضْلٌ وَعِنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِدِ 

NGAJIHO KRONO ILMU MAHESI ING AHLINE # LAN NGUNGGULKE LAN DADI TONDO TINGKAH PINUJI

Belajarlah, ilmu adalah perhisan indah bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji



METODE CARI ILMU

 وَكُنْ مُسْتَفِيْدًا كُلَّ يَوْمٍ زِيـَـــــادَةً ۞ مِنَ الْعِلْمِ وَاسْبحْ فِىْ بُحُوْرِ الْفَوَائِدِ 

ONOHO NGALAB FAIDAH SABEN DINO ING TAMBAH # SONGKO ILMU LAN NGLANGI SEGARANE FAEDAH

Mengajilah setiap hari untuk menambah ilmu yang kau miliki, lalu berenanglah dilauatan fa'edah-fa'edahnya



FIQIH DAN KEUTAMAANNYA

 تَفَقَّـهْ فَاِنَّ اْلفِقْــــهَ اَفْضَلٌ قَائِـدِ ۞ اِلَى الْبِّرِوَالتَّقْوَى وَاَعْدَلُ قَاصِدِ

NGAJIO FIQIH KRONO NGUNGGULKEE LAN NUDUHKE # MARING BAGUS LAN WEDI ALLAH LUWIH JEJEKE

 هُوَاْلعِلْمُ اْلهَادِىْ اِلَى سُنَنِ الْهُـــــدَى ۞ هُوَالْحِصْنُ يُنْجِىْ مِنْ جَمِيْعِ الشَّدَائِدِ

ILMU FIQIH KANG NUDUHAKE DALAN PITUDUH # YO BENTENG KANG NYELAMETKE SEKABEHE PEKEWUH

Pelajarilah ilmu fiqih karena ilmu fiqih adalah sebaik-baik penuntun menuju kebaikan dan ketakwaan, dan paling lurusnya sesuatu yang lurus. Ilmu fiqih adalah lambang yang menunjukkan jalan hidayah, dan benteng yang menjaga dari setiap sesuatu yang memberatkan.



KEUTAMAAN AHLI FIQIH DARI AHLI IBADAH

 فَـــاِنَّ فَقِيْهًــا وَاحِـــدًامُتَوَرِّعًـــــــــا ۞ اَشَدُّعَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدِ

WONG ALIM FIQIH SIJI TUR KANG NGEDOHI HAROM # LUWIH ABOT TIMBANG 'ABID SEWU MUNGGUH SYAITON

Satu ahli fiqih yang wira'i [ menjauhkan diri dari larangan Allah ta’ala dan menjalankan perintahnya ] lebih ditakuti oleh syetan daripada seribu ahli ibadah [yang tidak ahli fiqih atau ahli fiqih tapi tidak wira'i]



BAHAYANYA ORANG BODOH YANG TEKUN BERIBADAH

 فَسَــادٌ كَبِيْرٌ عَــــالِمٌ مُـتَهَتِّــــكٌ ۞ وَ اَكْبَرُ مِنْهُ جَاهِلٌ مُتَنَسِّكُ

GEDENE KERUSAKAN WONG ALIM DAK NGELAKONI # LUWIH GEDE TIMBANG IKU WONG BODO NGELAKONI

 هُمَا فِتْنَةٌ فِي الْعَالَمِيْنَ عَظِيْمَةٌ ۞ لِمَنْ بِهِمَا فِيْ دِيْنِــــــهِ يَتَمَسَّكُ

KARONE IKU AGUNG AGUNGE FITNAH DUNYO # TUMRAPE WONGKANG TETANGGEN PERKORO AGOMO

Suatu kerusakan besar adalah orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, namun kerusakan yang lebih besar adalah orang bodoh yang beribadah. Keduanya merupakan fitnah yang besar didalam alam semesta ini, yaitu bagi orang yang berpegang teguh pada agamanya.



BELAJAR HARUS MAU PAYAH

تَمَنَّيْتَ اَنْ تُمْسِىَ فَقِيْهًا مُنَاظِرًا ۞ بِغَيْرِ عِنَــــاءٍ وَالْجُنُـــوْنُ فُـنُوْنُ

SIRO KEPINGIN DADI ALIM FIQIH KANG WICO-#-RO TANPO KANGELAN EDAN IKU WERNO-WERNO

 وَلَيْسَ اكْتِسَابُ الْمَالِ دُوْنَ مَشَقَّةٍ ۞ تَحَمَّلُـهَــــــــا فَالْعِـــــــلْمُ كَيْفَ يَكُوْنُ

ONOTO GOLEK ARTO ORA KANTI KANGELAN # DENE ILMU KOYO OPO KASIL DAK KANGELAN

Kamu berharap ingin jadi ahli fiqih yang bisa menerapkan hujjah atas setiap permasalahannya, dengan tanpa usaha keras itu namanya gila dan gila itu bermacam-macam. Sementara mencari harta tanpa usaha keras bukanlah tidaklah mungkin, lalu apalagi ilmu ?



JANGANLAH BANYAK BICARA

 اِذَا تَــــــمَّ عَقْلُ الْمَرْءِ قَلَّ كَلاَمُهُ ۞ وَاَيْقِنْ بِحُمْقِ الْمَرْءِ اِنْ كَانَ مُكْثِرًا

NALIKO SEMPURNO AKALE KIDIK GUNEME # LAN NYATAKNO KUMPRUNGE WONG YEN AKEH GUNEME

Bila sempurna akal seseorang [cerdas] maka sedikitlah bicaranya, dan yakinlah akan bodohnya orang yang banyak bicara.



BAHAYANYA LISAN

 يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِّسَـــــانِهِ ۞ وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ

MATINE WONG ENOM SEBAB KEPLESET LISANE # ORA KOK MATINE SEBAB KEPLESET SIKILE

 فَعَثْرَتُهُ مِنْ فِيْــــهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِـهِ ۞ وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِ

DINE MLESETE LISAN NEKAKKE BALANG ENDAS # DINE MLESETE SIKIL SUWE - SUWE SO WARAS

Pemuda bisa mati sebab tergelincir lisannya (salah bicara), tapi tidak mati karena tergelincir kakinya (jatuh), sebab tergelincirnya mulut bisa melenyapkan kepalanya sementara tergelincirnya kaki sembuh sebentar kemudian



UTAMANYA ORANG YANG BERILMU

 أَخُو الْعِلْمِ حَيُّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ ۞ وَأَوْصَــــالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيْـــــمُ

WONG DUWE ILMU URIP LANGGENG SAKWUSE MATI # DINE ADON-ADONE BOSOK NING NGISORE BUMI

 وَذُوالْجَهْلِ مَيْتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى ۞ يُــظَنُّ مِنَ اْلاَحْيَـــاءِ وَهُوَ عَدِيْــمُ

WONG BODO MATI HALE MLAKU NING DUWUR BUMI # DEN NYONO WONG KANG URIP NANGING PODO WONG MATI

Orang yang berilmu akan tetap hidup setelah matinya walaupun tulang-tulangnya telah hancur di bawah bumi, sementara orang yang bodoh telah mati walaupun masih berjalan di atas bumi, dia menganggap bahwa dirinya hidup padahal sebenarnya dia telah tiada.



 KITA HARUS BERJUANG DAN TABAH

 لِكُلٍّ اِلَى شَأْوِ الْعُلَى حَرَكَاتُ ۞ وَلَكِنْ عَزِيْزٌ فِى الرِّجَالِ ثُبَاتُ

KABEH WONG MARING DERAJAT LUHUR OBAHE ATI # TAPINE KIDIK PORO ROJUL IKU NETEPI

Bagi setiap orang untuk [ mendapatkan ] derajat yang luhur [harus dengan] perjuangan-perjuangan, tapi sedikit dari mereka yang tabah [dalam perjuangannya]



ADAB BERMASYARAKAT

 اِذَا كُنْتَ فِىْ قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَـارَهُمْ ۞ وَلاَ تُصْحَبِ اْلاَرْدَى فَتُرْدَى مَعَ الرَّدِىْ

NALIKO ONO SIRO IKU WUR-WURAN QOUM. # MONGKO NGANCANONO SIRO ING BAGUSE QOUM

Bila kamu bersama orang banyak (bermasyarakat), maka bergaullah dengan orang yang terbaik dari mereka, jangan kamu bergaul orang yang terburuk diantara mereka, karena kamu akan buruk bersama mereka.



MENGAGUNGKAN USTADZ

 أُقَـدِّمُ أُسْتَــاذِىْ عَلَى نَفْسِ وَالِدِىْ ۞ وَاِنْ نَالَنِىْ مِنَ وَالِدِى الْفَضْلَ وَالشَّرَفَ

DISIKKE INGSUN ING GURU NGIREKKE ING BOPO # SENAJAN OLEH INGSUN KAMULYAN SONGKO BOPO

Saya lebih utamakan ustadzku dari pada orang tua kandungku, meskipun aku mendapatkan keutamaan dan kemulyaan dari orang tuaku

 فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَــــوْهَرُ ۞ وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَفْ

DINE GURU IKU KANG NGITIK- NGITIK ING NYOWO # DENE NYOWO IKU DEN SERUPAKKE KOYO SUCO

DENE WONG TUWO IKU KANG NGITEK- NGITEK ING ROGO # DENE ROGO IKU DEN SRUPAKKE WADAH SUCO

Ustadzku adalah pembimbing jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pembimbing badanku dan badan bagaikan kerangnya [tempat bagi jiwaku]

 رَأَيْتُ اَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ ۞ وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِم
 لَقَدْ حَقَّ اَنْ يُّهْدَى اِلَيهِ كَرَامَـةً ۞ لِتَعْلِيْمِ حَرْفِ وَاحِدٍ اَلْفُ دِرْهَمٍ

AKU WIS NEKODKE ING LUWIH HAK-HAKE BENER # YOIKU HAKE WONG KANG NUDUHKE BARANG BENER

LAN LUWIH TAK TEKODKE LUWIH WAJIB DEN REKSO # MUNGGUHE KABEH WONG ISLAM KANG KEPINGIN BISO

GURU WIS MESTI DI HADIAHI SEWU DIRHAM # MULYAKKE KERONO MULANG HURUF SIJI TUR PAHAM

Saya melihat lebih haknya sesuatu yang hak adalah hak dari guru dan bahwa hak seorang guru adalah wajib di laksanakan atas setiap orang islam, sesungguhnya benar sekali memberikan hadiah kepada guru untuk setiap satu huruf yang di ajarkannya seribu dirham



NAFSU HARUS DI HINAKAN

 اَرَى لَكَ اَنْ تَشْتَهِىَ اَنْ تُعِزَّهَا ۞ فَلَسْتَ تَنَــالُ الْعِزَّ حَتَّى تُذِلَّهــــاَ

NINGALI INGSUN MARING SIRO KEPINGIN MULYO # MONGKO DAK HASIL MULYO SIRO YEN DURUNG INO

Saya melihat kamu mempunyai nafsu yang ingin engkau muliakan, padahal kamu tidak akan mendapat kemuliaan kecuali dengan menghinakan nafsumu.



JANGAN BERBURUK SANGKA

 ﺇذَا سَاءَ فِعْلُ الْمَرْءِ سَاءَ ظُنُوْنُهُ ۞ وَصَـــــدَّقَ مَا يَعْتَــــادُهُ مِنْ تَوَهُّمِ

NALIKO OLO LAKUNE WONG OLO NYANANE # LAN BENER NYANANE WONG BENER PENGADATANE

Bila perbuatan seseorang buruk, maka akan buruk pula prasangka-prasangkanya, dan akan dibenarkannya kebiasaan - kebiasaan dari kecurigaannya

فَمَا النَّاسُ اِلاَّ وَاحـِدٌ مِنْ ثَلاَثَةٍ ۞ شَرِيْفٌ وَمَشْرُوْفٌ وَمِثْلٌ مُقَاوِمُ

ORA ONO MANUNGSO IKU WUJUD PERKORO # KEJOBO SIFAT SIJI SAKING TELUNG PERKORO

SEWIJI SIFAT MULYO KAPINDO DI MUYAKNE # KAPENG TELU IYO MADANE KANCA- KANCANE

 فَاَمَّا الَّذِىْ فَوْقِىْ فَأَعْرِفُ قَــدْرَهُ ۞ وَاَتْبَــعُ فِيْهِ الْحَــقَّ وَالْحَــقُّ لاَزِمُ

DENE WONG SAK DUWURKU AKU WERUH DERAJATE # LAN AKU MANUT HAKE MERGO HAK BARANG MESTI

 فَاَمَّا الَّذِىْ مِثْلِى فَاِنْ زَلَّ اَوْهَفَـــا ۞ تَفَضَّـلْتُ اِنَّ الْفَضْـلَ بِالْفَخْرِحَــــاكِمُ

DENE WONG SAK PODOKU LAMUN WONG IKU KELIRU # PODO UGO IKU WONG KLUPUTAN MARANG AKU

MONGKO AKU AWEH KENUGRAHAN MARANGKANG SALAH # KRONO KENUGRAHAN IKU NGUNGKULI SIFAT BUNGAH

فَاَمَّا الَّذِىْ دُوْنِىْ فَاَحْلَمُ دَائِبًـــــــا ۞ أَصُوْنُ بِهِ عِرْضِى وَاِنْ لاَمَ لاَئِمُ

DENE WONG SAK NGISORKU AKU SABAR BIYOSO # NGEREKSO KEWIRANGAN NAJAN AKU DEN WODO

Manusia [yang disekitar kita] hanya salah satu dari tiga [golongn], yaitu orang yang mulia, rendah dan sepadan [dengan kita]. orang yang mulia saya tahu derajatnya dan saya harus mengikuti sesutau yang haq darinya, dan orang yang sepadan dengan kita bila terpeleset atau jatuh maka saya lebih utama darinya, sedangkan orang yang rendah maka saya selalu memberikan kata maaf kepada mereka untuk menjaga kehormatanku walaupun banyak orang yang mencela.



JANGANLAH MENDENDAM

 دَعِ الْمَرْءَ لاَتُجْزِ عَلَى سُوْءِ فِعْلِهِ ۞ سَيَكْفِيْهِ مَا فِيْــــهِ وَمَا هُوَ فَاعِلُهُ

NINGGALO SIRO ING WONG SIJI OLO LAKONE # TEGESE OJO MALES OLO KANG DEN LAKONI

KRONO BAKALE DEN CUKUPI KELAKUANE # LAN SEKABEHE BARANG-BARANG KANG DILAKONI

Jangan hiraukan orang lain [yang berbuat jahat kepadamu] jangan engkau balas perbuatan jahatnya karena dia akan di balas oleh perbuatannya.



WAKTU SANGAT BERNILAI

 أَلَيْسَتْ مِنَ الْخُسْرَانِ اَنَّ لَيَالِيَا ۞ تَمُرُّ بِلاَ نَفْعٍ وَتُحْسَبُ مِنْ عُمْرِىْ

ONOTO KABEH DUDU GOLONGANE WONG TUNO # LIWATE KANTHI NGANGGUR DI ITUNG UMUR KITO

Bukankah termasuk kerugian bila malam-malam berlalu tanpa kita manfaatkan sedangkan umurmu terus berkurang?



تَعَـــلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يوْلَدُ عَالِمًــــا ۞ وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ

NGAJIO ILMU SIRO KRONO DAK NO WONG SIJI # IKU DEN ANA-AKE KANTHI UWIS MANGERTI

DENE WONG DUWE IILMU MULYANE LAN AGUNGE # DAK PODO WONG KANG BODO INANE LAN ASORE

Belajarlah....! manusia tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan orang berilmu tidak seperti orang yang tidak berilmu



MENCARI KEUTAMAAN

 تَغَرَّبْ عَنِ اْلاَوْطَانِ فِى طَلَبِ الْعُلىَ ۞ وَسَـافِرْ فَفِى اْلاَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِـدِ
 تَفَــرُّجُ هَــمٍّ وَاكْتِسَـابِ مَعِيْشَــةٍ ۞ وَعِلـــمٌ وَآدَابٌ وَ صُحْبَــةُ مَــاجِدِ
 وَاِنْ قِيْـلَ فِى اْلاَسْفَـارِ ذُلٌّ وَغُرْبَــهٌ ۞ وَ قَطْـعُ فَيَـافٍ وَ ارْتِكَابُ شَـــدَائِدَ

LUNGOHO SONGKO DESO PERLU NGUDI KAMULYAN # KRONO LIMANG PERKORO DEN TEMU ING PELUNGAN

SIJI ILANGE SUSAH LORO RIZKINE TAMBAH # KAPING TELU MERKOLEH ILMU NYEBABKE BUNGAH

KAPING PATE BISO BAGUSI ING TOTO KROMO # KAPING LIMO MERKOLEH KONCO KANG MULYO MULYO

NAJAN ONO LELUNGAN NGROSO INO NGUMBORO # LAN JUNGKUNG ORO-ORO LAN NGLAKONI SENGSORO

Pergilah dari rumahmu untuk mencari keutamaan (mondok), karenadalam kepergianmu ada 5 [lima] faedah, yaitu menghilangkan kesusahan ,mencari bekal hidup, ilmu, tatakrama dan teman sejati. meskipun dalam bepergianpun terdapat hina dan terlunta-lunta, menembus belantara dan menerjang kepayahan-kepayahan.



MATI LEBIH BAIK DARIPADA JADI ORANG HINA

 فَمَوْتُ الْفَتَى خَيْرٌ لَهُ مِنْ حَيَاتِهِ ۞ بِدَارِ هَوَانٍ بَيْنَ وَاشٍ وَحَـــاسِدٍ

URIPE WONG ENOM LUWIH API-E MATINE # ING DESO KUMPUL WONG ADU - ADU LAN DRENGKI

Matinya pemuda lebih baik dari pada hidupnya di daerah kehinaan di antara orang-orang ahli mengadu domba dan iri hati

Baca juga:

Kitab Mujarab

Ihya 'Ulumiddin jilid 4 makna petuk

Download Kitab PDF : Ihya 'Ulumiddin jilid 4 makna petuk | Google Drive Download Kitab PDF : Ihya 'Ulum...