Kelompok Sulaimaniyah dalam Zaidiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Pandangan tentang Imamah dan Sikap terhadap Para Sahabat


Imam Al-Isfarayini menjelaskan kelompok Sulaimaniyah dalam Zaidiyah, pandangan mereka tentang imamah, Abu Bakar, Umar, Ali, dan Utsman

Pendahuluan

Pada pembahasan tentang Zaidiyah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan penjelasannya dengan menguraikan kelompok Sulaimaniyah, salah satu dari tiga cabang utama Zaidiyah selain Jarudiyah dan Abtariyah. Berbeda dengan Jarudiyah yang menganggap para sahabat telah kafir karena tidak membaiat Ali, Sulaimaniyah memiliki pandangan yang lebih moderat dalam persoalan tersebut.

Namun demikian, kelompok ini tetap memiliki sejumlah keyakinan yang dipandang menyimpang oleh Imam Al-Isfarayini, khususnya mengenai konsep imamah dan penilaian mereka terhadap Khalifah Utsman bin Affan. Pada bagian ini, beliau menjelaskan pokok-pokok ajaran Sulaimaniyah secara ringkas sebagai pengantar sebelum pembahasan kelompok-kelompok lainnya.

Sumber

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Penulis

Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini merupakan ulama besar mazhab Syafi'i abad ke-5 Hijriah yang dikenal sebagai pakar ilmu kalam dan ilmu firqah. Melalui kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, beliau menjelaskan berbagai kelompok dalam sejarah Islam berdasarkan perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Tema

Sulaimaniyah: Cabang Zaidiyah yang Mengakui Abu Bakar dan Umar, tetapi Mengutamakan Ali dalam Imamah

Terjemahan Lengkap

Sulaimaniyah

Adapun Sulaimaniyah adalah para pengikut Sulaiman bin Jarir az-Zaidi.

Ia berpendapat bahwa imamah ditetapkan melalui musyawarah (syura). Apabila dua orang dari kalangan pemimpin yang saleh sepakat mengangkat seseorang yang layak menjadi imam, maka orang tersebut benar-benar menjadi imam yang sah.

Ia juga mengakui keabsahan kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, serta membolehkan kepemimpinan orang yang lebih rendah keutamaannya (al-mafdhul) meskipun ada orang yang lebih utama (al-afdhal).

Namun, ia berpendapat bahwa para sahabat telah meninggalkan pilihan yang lebih utama karena tidak membaiat Ali, sebab menurutnya Ali lebih berhak atas jabatan tersebut.

Meskipun demikian, menurutnya kesalahan itu tidak menyebabkan kekafiran dan tidak pula kefasikan.

Kelompok ini menganggap Utsman bin Affan telah kafir karena berbagai peristiwa yang mereka anggap sebagai penyimpangan pada masa pemerintahannya.

Karena mereka mengafirkan Utsman, maka Ahlus Sunnah wal Jamaah memandang keyakinan tersebut sebagai penyimpangan.

Kelompok ini terkadang juga disebut dengan nama Jaririyah.

Artikel Pengembangan

Imam Al-Isfarayini menjelaskan bahwa Sulaimaniyah merupakan kelompok yang dinisbatkan kepada Sulaiman bin Jarir az-Zaidi, salah seorang tokoh Zaidiyah. Dibandingkan dengan Jarudiyah, kelompok ini memiliki pandangan yang berbeda mengenai para sahabat dan konsep imamah.

Menurut Sulaimaniyah, kepemimpinan umat Islam tidak harus ditentukan melalui penunjukan langsung (nash), melainkan dapat ditetapkan melalui syura atau musyawarah. Apabila dua orang tokoh yang memiliki integritas dan kelayakan sepakat mengangkat seseorang sebagai imam, maka kepemimpinannya dianggap sah. Pandangan ini menunjukkan bahwa mereka memberikan ruang bagi mekanisme pemilihan dalam penetapan imam.

Mereka juga menerima keabsahan kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Akan tetapi, mereka tetap meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang lebih utama sehingga menurut mereka para sahabat telah meninggalkan pilihan yang paling baik ketika membaiat Abu Bakar. Berbeda dengan Jarudiyah, mereka tidak menganggap kesalahan tersebut sebagai sebab kekafiran atau kefasikan para sahabat.

Perbedaan yang paling menonjol muncul dalam penilaian mereka terhadap Khalifah Utsman bin Affan. Imam Al-Isfarayini menyebut bahwa Sulaimaniyah menganggap Utsman telah kafir karena sejumlah kebijakan dan peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahannya. Dari sudut pandang Ahlus Sunnah, penilaian tersebut ditolak, sehingga penulis memasukkannya sebagai salah satu penyimpangan akidah kelompok ini.

Dalam literatur sejarah Islam, kelompok Sulaimaniyah sering juga dikenal dengan nama Jaririyah, dinisbatkan kepada pendirinya. Mereka termasuk salah satu cabang awal Zaidiyah yang memiliki karakteristik tersendiri dalam persoalan politik dan kepemimpinan. Meskipun terdapat beberapa kesamaan dengan pandangan Ahlus Sunnah mengenai syura dan pengakuan terhadap Abu Bakar serta Umar, mereka tetap berbeda dalam penilaian terhadap Ali dan terutama terhadap Utsman bin Affan.

Perlu dipahami bahwa uraian Imam Al-Isfarayini merupakan penyajian menurut perspektif teologi Ahlus Sunnah abad ke-5 Hijriah. Oleh sebab itu, pembahasan ini penting dibaca sebagai bagian dari sejarah perkembangan pemikiran Islam dan tradisi ilmu firqah klasik.

Hikmah

  • Sejarah Islam menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan menjadi salah satu faktor lahirnya berbagai aliran.
  • Perbedaan penilaian terhadap tokoh-tokoh sejarah dapat melahirkan konsekuensi teologis yang berbeda.
  • Kajian ilmu firqah membantu memahami perkembangan pemikiran Islam secara historis dan sistematis.
  • Membaca karya ulama klasik perlu disertai pemahaman terhadap konteks sejarah dan metodologi penulis.
  • Seorang Muslim hendaknya menjaga adab dalam membahas para sahabat Nabi serta merujuk kepada Al-Qur'an, Sunnah, dan penjelasan ulama yang terpercaya.

Penutup

Dalam bagian ini, Imam Al-Isfarayini memperkenalkan Sulaimaniyah sebagai salah satu cabang utama Zaidiyah yang menerima sistem syura dalam penetapan imam serta mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, tetapi tetap menganggap Ali lebih utama. Di sisi lain, penilaian mereka terhadap Utsman bin Affan menjadi salah satu alasan mengapa kelompok ini dikritik dalam perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pembahasan berikutnya akan melanjutkan uraian mengenai cabang ketiga Zaidiyah beserta keyakinan yang dinisbatkan kepada kelompok tersebut.

Teks Arab :

السليمانية

وَأما السليمانية فهم أَتبَاع سُلَيْمَان بن جرير الزيدي وَكَانَ يَقُول إِن الْإِمَامَة شُورَى وَمَتى مَا عقدهَا اثْنَان من اخيار الْأَئِمَّة لمن يصلح لَهَا فَهُوَ إِمَام فِي الْحَقِيقَة وَكَانَ يقر بامامة أبي بكر وَعمر وَيجوز إِمَامَة الْمَفْضُول وَكَانَ يَقُول إِن الصَّحَابَة تركُوا الْأَصْلَح بتركهم بيعَة عَليّ فَإِنَّهُ كَانَ أولى بهَا وَكَانَ إعراضهم عَنهُ

خطأ لَا يُوجب كفرا وَلَا فسقا وَهَؤُلَاء كَانُوا يكفرون عُثْمَان بِسَبَب مَا أَخذ عَلَيْهِ من الْأَحْدَاث وكفرهم أهل السّنة وَالْجَمَاعَة بتكفيرهم عُثْمَان وَرُبمَا يدعى هَؤُلَاءِ جريرية

Baca juga:

Kelompok Jarudiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Sejarah, Keyakinan, dan Konsep Imam Mahdi dalam Zaidiyah

Siapakah Golongan yang Selamat? Penjelasan ImamAl-Isfarayini tentang Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam Hadis 73 Golongan

Kelompok Abtariyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Cabang Zaidiyah yang Bersikap Tawaqquf terhadap Utsman bin Affan


Imam Al-Isfarayini menjelaskan kelompok Sulaimaniyah dalam Zaidiyah, pandangan mereka tentang imamah, Abu Bakar, Umar, Ali, dan Utsman

Pendahuluan

Pada pembahasan tentang Zaidiyah, Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini melanjutkan penjelasannya dengan menguraikan kelompok Sulaimaniyah, salah satu dari tiga cabang utama Zaidiyah selain Jarudiyah dan Abtariyah. Berbeda dengan Jarudiyah yang menganggap para sahabat telah kafir karena tidak membaiat Ali, Sulaimaniyah memiliki pandangan yang lebih moderat dalam persoalan tersebut.

Namun demikian, kelompok ini tetap memiliki sejumlah keyakinan yang dipandang menyimpang oleh Imam Al-Isfarayini, khususnya mengenai konsep imamah dan penilaian mereka terhadap Khalifah Utsman bin Affan. Pada bagian ini, beliau menjelaskan pokok-pokok ajaran Sulaimaniyah secara ringkas sebagai pengantar sebelum pembahasan kelompok-kelompok lainnya.

Sumber

Kitab:

At-Tabṣīr fī ad-Dīn wa Tamyīz al-Firqah an-Nājiyah 'an al-Firaq al-Hālikīn (التبصير في الدين وتمييز الفرقة الناجية عن الفرق الهالكين)

Penulis:

Imam Abu al-Muzaffar Thahir bin Muhammad al-Isfarayini (wafat 471 H)

Penulis

Imam Abu al-Muzaffar al-Isfarayini merupakan ulama besar mazhab Syafi'i abad ke-5 Hijriah yang dikenal sebagai pakar ilmu kalam dan ilmu firqah. Melalui kitab At-Tabṣīr fī ad-Dīn, beliau menjelaskan berbagai kelompok dalam sejarah Islam berdasarkan perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Tema

Sulaimaniyah: Cabang Zaidiyah yang Mengakui Abu Bakar dan Umar, tetapi Mengutamakan Ali dalam Imamah

Terjemahan Lengkap

Sulaimaniyah

Adapun Sulaimaniyah adalah para pengikut Sulaiman bin Jarir az-Zaidi.

Ia berpendapat bahwa imamah ditetapkan melalui musyawarah (syura). Apabila dua orang dari kalangan pemimpin yang saleh sepakat mengangkat seseorang yang layak menjadi imam, maka orang tersebut benar-benar menjadi imam yang sah.

Ia juga mengakui keabsahan kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, serta membolehkan kepemimpinan orang yang lebih rendah keutamaannya (al-mafdhul) meskipun ada orang yang lebih utama (al-afdhal).

Namun, ia berpendapat bahwa para sahabat telah meninggalkan pilihan yang lebih utama karena tidak membaiat Ali, sebab menurutnya Ali lebih berhak atas jabatan tersebut.

Meskipun demikian, menurutnya kesalahan itu tidak menyebabkan kekafiran dan tidak pula kefasikan.

Kelompok ini menganggap Utsman bin Affan telah kafir karena berbagai peristiwa yang mereka anggap sebagai penyimpangan pada masa pemerintahannya.

Karena mereka mengafirkan Utsman, maka Ahlus Sunnah wal Jamaah memandang keyakinan tersebut sebagai penyimpangan.

Kelompok ini terkadang juga disebut dengan nama Jaririyah.

Artikel Pengembangan

Imam Al-Isfarayini menjelaskan bahwa Sulaimaniyah merupakan kelompok yang dinisbatkan kepada Sulaiman bin Jarir az-Zaidi, salah seorang tokoh Zaidiyah. Dibandingkan dengan Jarudiyah, kelompok ini memiliki pandangan yang berbeda mengenai para sahabat dan konsep imamah.

Menurut Sulaimaniyah, kepemimpinan umat Islam tidak harus ditentukan melalui penunjukan langsung (nash), melainkan dapat ditetapkan melalui syura atau musyawarah. Apabila dua orang tokoh yang memiliki integritas dan kelayakan sepakat mengangkat seseorang sebagai imam, maka kepemimpinannya dianggap sah. Pandangan ini menunjukkan bahwa mereka memberikan ruang bagi mekanisme pemilihan dalam penetapan imam.

Mereka juga menerima keabsahan kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Akan tetapi, mereka tetap meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang lebih utama sehingga menurut mereka para sahabat telah meninggalkan pilihan yang paling baik ketika membaiat Abu Bakar. Berbeda dengan Jarudiyah, mereka tidak menganggap kesalahan tersebut sebagai sebab kekafiran atau kefasikan para sahabat.

Perbedaan yang paling menonjol muncul dalam penilaian mereka terhadap Khalifah Utsman bin Affan. Imam Al-Isfarayini menyebut bahwa Sulaimaniyah menganggap Utsman telah kafir karena sejumlah kebijakan dan peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahannya. Dari sudut pandang Ahlus Sunnah, penilaian tersebut ditolak, sehingga penulis memasukkannya sebagai salah satu penyimpangan akidah kelompok ini.

Dalam literatur sejarah Islam, kelompok Sulaimaniyah sering juga dikenal dengan nama Jaririyah, dinisbatkan kepada pendirinya. Mereka termasuk salah satu cabang awal Zaidiyah yang memiliki karakteristik tersendiri dalam persoalan politik dan kepemimpinan. Meskipun terdapat beberapa kesamaan dengan pandangan Ahlus Sunnah mengenai syura dan pengakuan terhadap Abu Bakar serta Umar, mereka tetap berbeda dalam penilaian terhadap Ali dan terutama terhadap Utsman bin Affan.

Perlu dipahami bahwa uraian Imam Al-Isfarayini merupakan penyajian menurut perspektif teologi Ahlus Sunnah abad ke-5 Hijriah. Oleh sebab itu, pembahasan ini penting dibaca sebagai bagian dari sejarah perkembangan pemikiran Islam dan tradisi ilmu firqah klasik.

Hikmah

  • Sejarah Islam menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan menjadi salah satu faktor lahirnya berbagai aliran.
  • Perbedaan penilaian terhadap tokoh-tokoh sejarah dapat melahirkan konsekuensi teologis yang berbeda.
  • Kajian ilmu firqah membantu memahami perkembangan pemikiran Islam secara historis dan sistematis.
  • Membaca karya ulama klasik perlu disertai pemahaman terhadap konteks sejarah dan metodologi penulis.
  • Seorang Muslim hendaknya menjaga adab dalam membahas para sahabat Nabi serta merujuk kepada Al-Qur'an, Sunnah, dan penjelasan ulama yang terpercaya.

Penutup

Dalam bagian ini, Imam Al-Isfarayini memperkenalkan Sulaimaniyah sebagai salah satu cabang utama Zaidiyah yang menerima sistem syura dalam penetapan imam serta mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, tetapi tetap menganggap Ali lebih utama. Di sisi lain, penilaian mereka terhadap Utsman bin Affan menjadi salah satu alasan mengapa kelompok ini dikritik dalam perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pembahasan berikutnya akan melanjutkan uraian mengenai cabang ketiga Zaidiyah beserta keyakinan yang dinisbatkan kepada kelompok tersebut.

Teks Arab :

السليمانية

وَأما السليمانية فهم أَتبَاع سُلَيْمَان بن جرير الزيدي وَكَانَ يَقُول إِن الْإِمَامَة شُورَى وَمَتى مَا عقدهَا اثْنَان من اخيار الْأَئِمَّة لمن يصلح لَهَا فَهُوَ إِمَام فِي الْحَقِيقَة وَكَانَ يقر بامامة أبي بكر وَعمر وَيجوز إِمَامَة الْمَفْضُول وَكَانَ يَقُول إِن الصَّحَابَة تركُوا الْأَصْلَح بتركهم بيعَة عَليّ فَإِنَّهُ كَانَ أولى بهَا وَكَانَ إعراضهم عَنهُ

خطأ لَا يُوجب كفرا وَلَا فسقا وَهَؤُلَاء كَانُوا يكفرون عُثْمَان بِسَبَب مَا أَخذ عَلَيْهِ من الْأَحْدَاث وكفرهم أهل السّنة وَالْجَمَاعَة بتكفيرهم عُثْمَان وَرُبمَا يدعى هَؤُلَاءِ جريرية

Baca juga:

Kelompok Jarudiyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Sejarah, Keyakinan, dan Konsep Imam Mahdi dalam Zaidiyah

Siapakah Golongan yang Selamat? Penjelasan ImamAl-Isfarayini tentang Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam Hadis 73 Golongan

Kelompok Abtariyah Menurut Imam Al-Isfarayini: Cabang Zaidiyah yang Bersikap Tawaqquf terhadap Utsman bin Affan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

سلم التسهيل في ترجمة الفية ابن مالك [بالمعنى على فسانترين] الجزء الثاني- للشيخ الكياهي عبد الرحمن خضري الإندونيسي

  Download Kitab PDF سلم التسهيل في ترجمة الفية ابن مالك [بالمعنى على فسانترين] الجزء الثاني- للشيخ الكياهي عبد الرحمن خضري الإندون...