Kaidah Penting Dalam Proses Istidlāl (Menarik Kesimpulan) Dalam Ilmu Manṭiq - Isagoge (إيساغوجي)

العكس

…هُوَ أَنْ يَصِيرَ المَوْضُوعُ مَحْمُولاً ، والمَحْمُولُ مَوضُوعاً مَعَ بَقَاءِ السَّلْبِ ، وَالإِيجَابِ بِحَالِهِ وَالتَصْدِيقِ وَالتكْذِيبِ بِحَالِهِ ، وَالمُوجَبَةُ الْكُلِّيَّةُ لاَ تَنْعَكِسُ كُلِّيَّةٌ إِذْ يَصْدُقُ قَوْلُنَا : كُلُّ إِنْسَانٍ حَيْوَانٌ ، وَلاَ يَصْدُقُ كُلُّ حَيَوَانٍ إِنْسَانٌ بَلْ تَنْعَكِسُ جُزئْيّةًُ لأَنَّنا إِذَا قُلْنَا : كُلُّ إِنْسَانٍ حَيَوَانٌ ، يَصْدُقُ بَعْضُ الحَيَوَانِ إِنْسَانٌ ، فَإِنَّا نَجِدُ شَيْئاً مَوْصُوفاً بَالإِنْسَانِ وَالحَيَوَانِ فَيَكُونُ بَعْضُ الحَيَوَانِ إِنْسَاناً ، وَالمُوجَبَةُ الجُزئيَّةُ أَيْضاً تَنْعَكِسُ جُزئْيَّةً بِهذِهِ الحُجَّةِ ، وَالسَّالِبَةُ الْكُلِّيةُ تَنْعَكِسُ سَالِبَةً كُلِّيَّةً ، وَذلِك بيِّنٌ بِنَفْسِهِ لأَنَّهُ إِذَا صَدَقَ لاَ شَيْءَ مِنَ الإِنْسَانِ بِحجَرٍ ، صَدَقَ لاَ شَيْءَ مِنَ الحَجَرِ بِإِنْسَانٍ ، وَالسَالِبَةُ الجُزئيةُ لاَ عَكْسَ لَهَا لُزُوماً ، فَإنَّهُ يَصْدُقُ بَعْضُ الحَيَوَانِ لَيْسَ بِإِنْسَانٍ ، وَلاَ يَصْدُقُ عَكسُهُ 

العكس

(Pembalikan / Converse)

‘Aks (pembalikan) adalah menjadikan subjek (mawḍū‘) sebagai predikat (maḥmūl), dan predikat sebagai subjek, dengan tetap mempertahankan positif/negatifnya (ijab-salb) sebagaimana semula, dan tetap mempertahankan nilai benar-salahnya sebagaimana adanya.

Contohnya pembalikan hukum suatu proposisi.

1) Mujabah Kulliyyah (Afirmatif Universal)

tidak dapat dibalik menjadi universal.

Karena benar bila kita berkata:

Setiap manusia adalah hewan
(كل إنسان حيوان) ✅

Tetapi tidak benar bila dibalik menjadi:

Setiap hewan adalah manusia
(كل حيوان إنسان) ❌

Akan tetapi, ia dapat dibalik menjadi juz’iyyah (partikular):

Sebagian hewan adalah manusia
(بعض الحيوان إنسان) ✅

Karena kita menemukan sesuatu yang memiliki sifat manusia sekaligus hewan, maka benar dikatakan: sebagian hewan adalah manusia.

 

2) Mujabah Juz’iyyah (Afirmatif Partikular)

juga dibalik menjadi juz’iyyah, dengan hujjah yang sama.

Contoh:

Sebagian manusia adalah penulis
→ dibalik menjadi:

Sebagian penulis adalah manusia

(bisa benar).

 

3) Salibah Kulliyyah (Negatif Universal)

dibalik menjadi negatif universal juga.

Contoh:

Tidak satu pun manusia adalah batu
(لا شيء من الإنسان بحجر)

dibalik menjadi:

Tidak satu pun batu adalah manusia
(لا شيء من الحجر بإنسان)

Ini jelas kebenarannya.

 

4) Salibah Juz’iyyah (Negatif Partikular)

tidak memiliki pembalikan yang mesti benar.

Contoh:

Sebagian hewan bukan manusia

tetapi kebalikannya:

Sebagian manusia bukan hewan

ini salah, karena semua manusia adalah hewan.

Jadi bentuk ini tidak punya ‘aks lazim (converse yang valid).

 

Penjelasan sederhana

Bagian ini membahas ‘aks, yaitu menukar posisi subjek dan predikat, lalu melihat apakah proposisi hasil pembalikan tetap benar.

Rumus:

S adalah P
dibalik menjadi:
P adalah S

Tetapi tidak semua bisa dibalik dengan nilai benar yang tetap.

 

Kaidah ringkas:

Bentuk

Contoh

Hasil ‘Aks

Afirmatif Universal

Semua manusia hewan

Sebagian hewan manusia ✅

Afirmatif Partikular

Sebagian manusia penulis

Sebagian penulis manusia ✅

Negatif Universal

Tak satu pun manusia batu

Tak satu pun batu manusia ✅

Negatif Partikular

Sebagian hewan bukan manusia

Tidak ada ‘aks lazim ❌

 

Kesimpulan

Imam Atsīr ad-Dīn al-Abharī menjelaskan bahwa ‘aks (pembalikan) adalah menukar subjek dan predikat sambil mempertahankan bentuk positif/negatif serta nilai kebenarannya. Namun, tidak semua proposisi dapat dibalik dengan benar; ada kaidah-kaidah tertentu yang menentukan kapan pembalikan itu sah secara logika. Ini penting dalam proses istidlāl (menarik kesimpulan) dalam ilmu manṭiq.

 

Sumber: إيساغوجي

لأثير الدين المفضل بن عمر الأبهري ( 630 هـ )

 

Baca juga:

Qiyās / Silogisme / Penalaran Logis Adalah Alat Utama Berpikir Dalam Manṭiq - Isagoge (إيساغوجي)

Dasar Terpenting Dalam Penalaran Manṭiq (Logika) - Isagoge (إيساغوجي)

Kupas Tuntas Tafsir Mimpi, Arti, Dalil, dan Penjelasan Lengkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Mukadimah Ṭawq al-Ḥamāmah: Adab, Persahabatan, dan Hakikat Cinta dalam Pandangan Ibnu Hazm al-Andalusi

صدر الرسالة وأبوابها والكلام في ماهية الحب قال أبو محمد عفا الله عنه : أفضل ما ابتدئ به حمد الله عز وجل بما هو أهله ، ثم الصلاة على محم...