Keutamaan Saling Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Kemuliaan Ukhuwah Fillah (02/05/05)

Pendahuluan

Di antara amal hati yang paling agung dalam Islam adalah mencintai sesama muslim karena Allah (al-maḥabbah fillāh). Cinta seperti ini tidak didasari oleh kepentingan dunia, hubungan keluarga, harta, atau kedudukan, melainkan lahir dari keimanan dan ketakwaan. Karena itulah, Rasulullah menjanjikan kedudukan yang sangat mulia bagi orang-orang yang saling mencintai karena Allah.

Dalam bagian ini, Imam Al-Ghazali menghadirkan beberapa hadis yang menggambarkan kemuliaan ukhuwah fillah pada hari kiamat. Orang-orang yang menjalin persaudaraan semata-mata karena Allah akan memperoleh keamanan, kemuliaan, dan kedudukan yang membuat para nabi serta syuhada merasa kagum terhadap keistimewaan mereka.

Sumber

Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء علوم الدين) Juz : 2

Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H), yang dikenal sebagai Hujjatul Islam, seorang ulama besar dalam bidang akhlak, tasawuf, fikih, dan pendidikan Islam.

Tema : Keutamaan saling mencintai karena Allah, pahala ukhuwah Islamiyah, cinta yang tulus, dan balasan bagi orang-orang yang menjaga persaudaraan karena iman.

Teks Arab

وقال أبو إدريس الخولاني لمعاذ إني أحبك في الله ، فقال له : أبشر ، ثم أبشر ، فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ينصب لطائفة من الناس كراسي حول العرش يوم القيامة وجوههم كالقمر ليلة البدر يفزع الناس وهم لا ، يفزعون ، ويخاف الناس وهم لا يخافون وهم ، أولياء الله الذين لا خوف عليهم ولا هم يحزنون ، فقيل : من هؤلاء يا رسول الله فقال ؟ : هم المتحابون في الله تعالى .

ورواه أبو هريرة رضي الله عنه وقال فيه : إن حول العرش منابر من نور عليها قوم لباسهم نور ، ووجوههم نورا ليسوا بأنبياء ولا شهداء يغبطهم النبيون والشهداء فقالوا : يا رسول الله صفهم لنا فقال : هم المتحابون في الله والمتجالسون في الله والمتزاورون في الله   .

" وقال صلى الله عليه وسلم : " ما تحاب اثنان في الله إلا كان أحبهما إلى الله أشدهما حبا لصاحبه .

" ويقال : إن الأخوين في الله إذا كان أحدهما أعلى مقاما من الآخر  رفع الآخر معه إلى مقامه وإنه يلتحق به ، كما تلتحق الذرية بالأبوين ، والأهل بعضهم ببعض ; لأن الأخوة إذا اكتسبت في الله لم تكن دون أخوة الولادة .

Terjemahan Lengkap

Diriwayatkan bahwa Abu Idris al-Khaulani berkata kepada Mu'adz:

"Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah."

Mu'adz menjawab:

"Bergembiralah, bergembiralah! Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

'Pada hari kiamat akan didirikan kursi-kursi di sekitar Arasy bagi sekelompok manusia. Wajah mereka bersinar seperti bulan purnama. Ketika manusia diliputi ketakutan, mereka tidak merasa takut. Ketika manusia dilanda kecemasan, mereka tetap merasa aman. Mereka adalah para wali Allah yang tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.'

Para sahabat bertanya:

'Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?'

Beliau menjawab:

'Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.'"

Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan:

"Di sekitar Arasy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya duduk sekelompok manusia yang pakaian mereka bercahaya dan wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para nabi dan bukan pula para syuhada, namun para nabi dan syuhada merasa iri terhadap kedudukan mereka."

Para sahabat bertanya:

"Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka."

Beliau bersabda:

"Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, duduk bersama karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah."

Rasulullah juga bersabda:

"Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah, kecuali yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar cintanya kepada saudaranya."

Dikatakan pula:

Apabila dua orang bersaudara karena Allah, lalu salah seorang memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada yang lain di akhirat, maka Allah akan mengangkat saudaranya itu agar menyertainya. Sebab persaudaraan yang dibangun karena Allah tidaklah lebih rendah daripada persaudaraan karena hubungan darah. Sebagaimana anak mengikuti kedudukan kedua orang tuanya, demikian pula saudara seiman akan dipertemukan karena ikatan cinta yang tulus kepada Allah.

Penjelasan

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ukhuwah fillah bukan sekadar hubungan sosial, melainkan amal hati yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah.

Hadis-hadis di atas menggambarkan bahwa orang-orang yang saling mencintai karena Allah memperoleh kedudukan istimewa pada hari kiamat. Mereka berada di dekat Arasy, mendapatkan rasa aman ketika manusia lain diliputi ketakutan, serta menikmati kemuliaan yang membuat para nabi dan syuhada mengagumi derajat mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa ketulusan cinta karena Allah memiliki nilai ibadah yang sangat besar.

Artikel Pengembangan

Apa yang Dimaksud Mencintai karena Allah?

Mencintai karena Allah berarti menyayangi seseorang bukan karena harta, jabatan, suku, keluarga, atau manfaat dunia yang dapat diperoleh darinya. Dasar kecintaan tersebut adalah keimanan, ketakwaan, dan keinginan agar saudaranya tetap berada di jalan yang diridhai Allah.

Orang yang mencintai karena Allah akan bergembira ketika melihat saudaranya taat kepada Allah dan akan merasa sedih jika saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan. Ia menasihati dengan lembut, mendoakan dalam diam, dan menjaga kehormatan saudaranya meskipun tidak berada di hadapannya.

Tanda-Tanda Ukhuwah Fillah

Persaudaraan yang dibangun karena Allah memiliki beberapa ciri, di antaranya:

  • Ikhlas tanpa mengharapkan balasan dunia.
  • Senang bertemu untuk mengingat Allah dan menambah ilmu.
  • Saling berkunjung bukan demi kepentingan pribadi, tetapi untuk mempererat ukhuwah.
  • Mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya.
  • Tetap mencintai meskipun tidak memperoleh keuntungan materi.

Mengapa Orang yang Paling Mencintai Saudaranya Lebih Dicintai Allah?

Hadis Rasulullah menunjukkan bahwa Allah lebih mencintai orang yang lebih besar kasih sayangnya kepada saudaranya. Hal ini karena ia lebih banyak berkorban, lebih tulus memaafkan, lebih sabar menghadapi kekurangan saudaranya, dan lebih sungguh-sungguh menginginkan kebaikan baginya.

Semakin besar keikhlasan seseorang dalam menjaga persaudaraan karena Allah, semakin besar pula kecintaan Allah kepadanya.

Penjelasan

Persaudaraan karena Allah adalah investasi akhirat. Hubungan yang dibangun atas dasar iman tidak akan terputus oleh kematian. Bahkan, sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali, Allah dapat mempertemukan kembali dua saudara seiman di surga dengan mengangkat derajat salah satunya agar dapat bersama saudaranya. Ini menunjukkan betapa besar nilai ukhuwah yang dilandasi keikhlasan.

Contoh

Seorang muslim berteman dengan saudaranya karena sama-sama aktif menghadiri majelis ilmu. Mereka saling mengingatkan waktu salat, berbagi ilmu yang bermanfaat, dan mendoakan satu sama lain tanpa mengharapkan imbalan. Ketika salah satu mengalami kesulitan, yang lain segera membantu dengan ikhlas. Hubungan mereka tidak berubah meskipun salah satunya menjadi lebih kaya atau lebih terkenal.

Contoh lain, seseorang rutin mengunjungi sahabatnya yang sedang sakit atau mengalami musibah semata-mata untuk menghibur dan menguatkan imannya. Kunjungan tersebut bukan karena ingin memperoleh keuntungan, melainkan sebagai wujud cinta karena Allah.

Kesimpulan

Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa saling mencintai karena Allah merupakan salah satu amal yang paling agung. Orang-orang yang menjaga ukhuwah fillah akan memperoleh kedudukan mulia di sisi Allah, berada dalam keamanan pada hari kiamat, dan mendapatkan kemuliaan yang membuat para nabi serta syuhada mengagumi derajat mereka.

Persaudaraan seperti ini hendaknya menjadi tujuan setiap muslim, karena manfaatnya tidak berhenti di dunia, tetapi terus berlanjut hingga kehidupan akhirat.

Hikmah

  • Mencintai sesama muslim karena Allah termasuk ibadah yang sangat mulia.
  • Ukhuwah fillah mendatangkan keamanan dan kemuliaan pada hari kiamat.
  • Persahabatan yang dibangun atas dasar iman lebih kuat daripada hubungan yang didasari kepentingan dunia.
  • Allah lebih mencintai orang yang paling besar kasih sayangnya kepada saudaranya.
  • Berkumpul dan saling berkunjung karena Allah merupakan amal yang berpahala besar.
  • Persaudaraan karena Allah dapat menjadi sebab berkumpul kembali di surga.
  • Ketulusan dalam mencintai saudara seiman menjadi jalan menuju derajat para wali Allah.

Penutup

Di tengah kehidupan yang sering dipenuhi hubungan berdasarkan kepentingan, Islam mengajarkan bentuk persaudaraan yang jauh lebih luhur, yaitu ukhuwah karena Allah. Persaudaraan semacam ini tidak bergantung pada manfaat dunia, tetapi bertumpu pada iman, keikhlasan, dan harapan akan ridha Allah. Sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali, cinta karena Allah akan melahirkan persahabatan yang kokoh di dunia dan menjadi sebab memperoleh kemuliaan di akhirat. Oleh karena itu, marilah kita membangun hubungan yang dilandasi ketakwaan, saling menasihati dalam kebaikan, dan terus menjaga kasih sayang agar termasuk orang-orang yang dinaungi rahmat Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya.

Baca Juga :

Keutamaan SahabatSaleh Menurut Imam Al-Ghazali: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Persaudaraankarena Allah

Keutamaan Saling Mengunjungi dan Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Mujarab

Keutamaan Saling Mencintai karena Allah: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Kemuliaan Ukhuwah Fillah (02/05/05)

Pendahuluan Di antara amal hati yang paling agung dalam Islam adalah mencintai sesama muslim karena Allah (al-maḥabbah fillāh) . Cinta s...