Pendahuluan
Persaudaraan adalah salah satu
nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada orang-orang beriman. Banyak orang
dapat berkumpul dalam satu tempat, namun tidak semua memiliki hati yang saling
mencintai. Islam mengajarkan bahwa persatuan hati bukan hasil kekuatan manusia,
melainkan karunia Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Dalam bab ini, Imam Al-Ghazali
menjelaskan bahwa akhlak yang baik melahirkan keakraban dan persaudaraan.
Beliau kemudian memperkuat penjelasan tersebut dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan
hadis Nabi ﷺ yang menunjukkan betapa besar kedudukan
ukhuwah karena Allah dalam kehidupan seorang muslim.
Sumber :
Kitab : Ihya' 'Ulumuddin (إحياء
علوم الدين) Juz : 2
Pengarang : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450–505 H), yang
dikenal sebagai Hujjatul Islam, seorang ulama besar dalam bidang fikih,
tasawuf, akhlak, dan pendidikan Islam.
Tema : Keutamaan ukhuwah Islamiyah, persaudaraan karena Allah,
akhlak mulia, dan pentingnya menjaga persatuan umat.
Teks Arab
ولا يخفى أن ثمرة الخلق الحسن الألفة وانقطاع الوحشة ومهما طاب المثمر طابت
الثمرة وكيف ، وقد ورد في الثناء على نفس الألفة سيما إذا كانت الرابطة هي التقوى
والدين ، وحب الله من الآيات والأخبار والآثار ما فيه كفاية ومقنع ، قال الله
تعالى مظهرا عظيم منته على الخلق بنعمة الألفة لو أنفقت ما في الأرض جميعا ما ألفت
بين قلوبهم ولكن الله ألف بينهم ، وقال : فأصبحتم بنعمته إخوانا أي : بالألفة ثم
ذم التفرقة وزجر عنها فقال عز من قائل : واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا إلى
: لعلكم تهتدون وقال صلى الله عليه وسلم : إن أقربكم مني مجلسا أحاسنكم أخلاقا ،
الموطئون أكنافا ، الذين يألفون ويؤلفون .
وقال صلى الله عليه وسلم : المؤمن آلف مألوف ، ولا خير فيمن
لا يألف ولا يؤلف .
Terjemahan Lengkap
Dan tidak
diragukan lagi bahwa buah dari akhlak yang baik
adalah tumbuhnya keakraban dan hilangnya rasa asing di antara manusia.
Apabila sesuatu yang menjadi sebab
itu baik, maka hasil yang lahir darinya pun akan menjadi baik.
Bagaimana mungkin tidak demikian,
padahal telah banyak ayat Al-Qur'an, hadis Nabi ﷺ,
dan atsar para salaf yang memuji keakraban dan persaudaraan, terutama apabila ikatan
yang menyatukannya adalah ketakwaan, agama, dan kecintaan kepada Allah. Semua
itu sudah lebih dari cukup sebagai penjelasan dan bukti.
Allah Ta'ala berfirman seraya
menampakkan besarnya nikmat-Nya kepada manusia melalui karunia persatuan hati:
"Sekiranya engkau membelanjakan
seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya engkau tidak akan dapat
mempersatukan hati mereka. Akan tetapi Allah-lah yang telah mempersatukan hati
mereka."
Allah juga berfirman:
"Maka dengan nikmat-Nya kalian
menjadi orang-orang yang bersaudara."
Maksudnya, dengan nikmat persatuan
dan keakraban yang Allah anugerahkan.
Kemudian Allah mencela perpecahan
dan melarangnya dengan firman-Nya:
"Berpegangteguhlah kalian
semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai..."
hingga firman-Nya:
"...agar kalian memperoleh
petunjuk."
Rasulullah ﷺ
bersabda:
"Sesungguhnya orang yang paling
dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling baik
akhlaknya; yaitu orang-orang yang bersikap lembut, mudah bergaul, mencintai
orang lain, dan dicintai oleh orang lain."
Beliau juga bersabda:
"Seorang mukmin adalah pribadi
yang akrab dengan orang lain dan disenangi oleh orang lain. Tidak ada kebaikan
pada orang yang tidak dapat bergaul dan tidak disenangi untuk diajak
bergaul."
Penjelasan
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ukhuwah
merupakan buah alami dari akhlak yang baik. Orang yang lembut tutur
katanya, lapang dadanya, mudah memaafkan, dan rendah hati akan lebih mudah
diterima oleh masyarakat.
Sebaliknya, orang yang keras hati,
kasar ucapannya, mudah marah, dan suka merendahkan orang lain akan sulit
memiliki hubungan yang harmonis.
Karena itu, Islam tidak hanya
memerintahkan umatnya untuk berkumpul, tetapi juga memperbaiki akhlak agar
persatuan benar-benar terwujud.
Artikel Pengembangan
Persatuan
Hati Adalah Nikmat yang Tidak Bisa Dibeli
Ayat yang dikutip Imam Al-Ghazali
mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Allah menegaskan bahwa seandainya
seluruh kekayaan bumi digunakan untuk menyatukan hati manusia, usaha itu tidak
akan berhasil tanpa pertolongan-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa persaudaraan
sejati bukan dibangun dengan materi, jabatan, ataupun kepentingan bersama.
Banyak organisasi, keluarga, bahkan masyarakat yang memiliki kekayaan melimpah,
tetapi tetap dilanda pertengkaran karena tidak memiliki keikhlasan dan
ketakwaan.
Sebaliknya, kaum Muhajirin dan
Anshar pada masa Rasulullah ﷺ mampu hidup sebagai
saudara meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Mereka dipersatukan
oleh iman, bukan oleh kepentingan dunia.
Mengapa
Islam Melarang Perpecahan?
Perpecahan membuka pintu berbagai
kerusakan, di antaranya:
- Hilangnya rasa saling percaya.
- Munculnya iri hati dan permusuhan.
- Lemahnya kekuatan umat.
- Sulit berkembangnya dakwah.
- Mudah dimasuki godaan setan.
Karena itulah Allah memerintahkan
seluruh kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada agama-Nya dan tidak
membiarkan perbedaan berkembang menjadi permusuhan.
Ciri
Seorang Mukmin yang Baik
Dalam hadis yang disebutkan Imam
Al-Ghazali, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa
seorang mukmin memiliki dua sifat utama:
- Ya'laf (يألف), yaitu mudah bergaul dan mampu menjalin hubungan baik
dengan orang lain.
- Yu'laf (يؤلف), yaitu menjadi pribadi yang disenangi, dipercaya, dan
dicintai oleh masyarakat karena akhlaknya.
Artinya, seorang muslim ideal bukan
hanya pandai beribadah secara pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan
ketenangan dan kenyamanan bagi lingkungan sekitarnya.
Penjelasan
Keakraban yang dipuji dalam Islam
bukanlah keakraban yang dibangun atas dasar maksiat atau kepentingan sesaat.
Persaudaraan yang bernilai ibadah adalah persaudaraan yang didasari oleh iman,
ketakwaan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Akhlak yang baik menjadi jembatan
menuju persatuan, sedangkan akhlak yang buruk menjadi penyebab renggangnya
hubungan antarmanusia.
Contoh
Seorang muslim memiliki tetangga
yang berbeda pendapat dengannya dalam urusan dunia. Meskipun demikian, ia tetap
menyapa dengan ramah, membantu ketika tetangganya mengalami musibah, dan tidak
pernah menyimpan dendam. Sikap seperti ini membuat hubungan mereka tetap
harmonis.
Contoh lain adalah seseorang yang
aktif di masjid. Ia tidak memilih-milih teman berdasarkan status sosial, usia,
atau pekerjaan. Ia menyambut semua jamaah dengan senyum, menghormati yang tua,
menyayangi yang muda, dan menjaga lisannya dari ucapan yang menyakitkan. Karena
akhlaknya, ia disukai banyak orang dan menjadi perekat persaudaraan di
lingkungannya.
Kesimpulan
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa
ukhuwah merupakan buah dari akhlak yang mulia. Persatuan hati adalah nikmat
Allah yang tidak dapat dibeli dengan harta, tetapi diraih melalui keimanan,
ketakwaan, dan akhlak yang baik.
Semakin baik akhlak seseorang,
semakin besar kemampuannya membangun persaudaraan yang kokoh, menghadirkan
kedamaian, dan memperoleh kedudukan mulia di sisi Allah.
Hikmah
- Akhlak yang baik melahirkan persaudaraan yang kokoh.
- Persatuan hati merupakan anugerah Allah yang sangat
besar.
- Kekayaan tidak mampu menyatukan hati tanpa pertolongan
Allah.
- Islam melarang segala bentuk perpecahan dan permusuhan.
- Mukmin sejati adalah pribadi yang mudah bergaul dan
disenangi orang lain.
- Akhlak mulia menjadi sebab dekat dengan Rasulullah ﷺ pada hari kiamat.
- Ukhuwah yang dibangun atas dasar iman akan membawa
keberkahan di dunia dan akhirat.
Penutup
Di tengah kehidupan modern yang
sering diwarnai perbedaan pendapat, persaingan, dan konflik, ajaran Imam
Al-Ghazali tetap relevan sepanjang zaman. Persatuan tidak akan lahir hanya
melalui aturan atau kesepakatan, tetapi melalui hati yang dibersihkan dengan
iman dan akhlak yang mulia. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya berusaha
menjadi pribadi yang mudah mencintai, mudah dicintai, dan mampu menyebarkan
kedamaian di mana pun ia berada. Dengan demikian, ukhuwah Islamiyah tidak hanya
menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi cahaya yang menerangi kehidupan
masyarakat.
Baca Juga :
Keutamaan Persaudaraan dan Akhlak Mulia dalam Islam Menurut Imam Al-Ghazali
Keutamaan Ukhuwah dalam Islam: Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin tentang Persaudaraan dan Akhlak Mulia
Keutamaan Sahabat
Saleh Menurut Imam Al-Ghazali: Terjemah Ihya Ulumuddin tentang Persaudaraan
karena Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar