باب
البدل
Bab: Badal (pengganti / pergantian)
Dalam
nahwu:
البدل
adalah kata pengganti yang mengikuti kata sebelumnya
untuk menjelaskan atau menggantinya.
Contoh:
جاء
أخوك زيدٌ
Saudaramu, yaitu Zaid, telah datang.
زيدٌ = badal dari أخوك.
1) بدل الكل من الكل —
Badal keseluruhan dari keseluruhan
البدل
على أربعة أقسام، بدل الكل من الكل، وهو بدل العارفين
Badal terbagi menjadi empat. Pertama: badal keseluruhan dari keseluruhan;
inilah pertukaran para ‘ārifīn (orang-orang yang mengenal Allah).
تركوا
الكل فعوضهم الكل
Mereka meninggalkan segala sesuatu, lalu Allah mengganti mereka dengan “Yang
Maha Segalanya”.
Ini kalimat inti.
Maksudnya:
mereka melepaskan hati dari:
- dunia,
- pujian,
- kedudukan,
- ego,
- selain Allah.
Lalu gantinya:
→ Allah sendiri menjadi tujuan, kedekatan, dan
kenikmatan hati mereka.
(وجوه يومئذ ناضرة، إلى
ربها ناظرة)
“Pada hari itu wajah-wajah berseri-seri, memandang kepada Tuhannya.”
Puncak badal:
meninggalkan segalanya → mendapat Allah.
قلوب
العارفين لها عيون
ترى ما لا يراه الناظرونا
Hati para ‘ārif memiliki mata,
yang melihat apa yang tak terlihat oleh mata manusia biasa.
Yakni bashirah (mata hati).
وأجنحة
تطير بغير ريش
إلى ملكوت رب العالمينا
Dan mereka memiliki sayap yang terbang tanpa bulu, menuju kerajaan Tuhan
semesta alam.
Maksud:
ruh mereka terbang menuju ma‘rifat,
bukan jasad, tapi hati.
2) بدل البعض — Badal sebagian
وبدل
البعض: بدل العابدين
Adapun badal sebagian adalah pertukaran para ahli ibadah.
بدلوا
بالمعاصي الطاعات
Mereka mengganti kemaksiatan dengan ketaatan.
Dulu:
- lalai → zikir
- maksiat → taat
- dosa → taubat
وبدلوا
باللذات المجاهدات
Mereka mengganti kenikmatan hawa nafsu dengan mujahadah (kesungguhan melawan
diri).
Dulu:
mencari nyaman.
Kini:
memilih jalan berat demi Allah.
(فأولئك يبدل الله
سيئاتهم حسنات)
“Maka Allah mengganti keburukan mereka dengan kebaikan.”
Ini kabar gembira:
taubat sejati → dosa berubah jadi pahala.
3) بدل الاشتمال —
Badal yang mencakup makna
وبدل
الاشتمال: لقوم اشتملت أعمالهم على خوف ورجاء
Adapun badal isytimāl adalah bagi kaum yang amal mereka dipenuhi rasa takut
dan harap.
Mereka hidup antara:
- خوف →
takut murka Allah
- رجاء →
berharap rahmat Allah
Keseimbangan ini inti suluk.
فأعطوا
ما يرجون، وأمنوا مما يخافون
Maka mereka diberi apa yang mereka harapkan, dan diamankan dari apa yang
mereka takutkan.
Harap → dikabulkan
Takut → diamankan
(ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون)
“Ketahuilah, wali-wali Allah tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula
mereka bersedih.”
Ini buah maqam:
aman, tenang, damai.
4) بدل الغلط —
Badal yang salah
وبدل
الغلط: بدل المطرودين
Adapun badal yang keliru adalah pertukaran orang-orang yang terusir (dari
rahmat).
Ini kelompok celaka.
باعوا
نصيبهم من القرب بحظوظ عاجلة
Mereka menjual bagian kedekatan mereka kepada Allah dengan kesenangan yang
cepat berlalu.
Menukar:
- akhirat ↔ dunia
- ma‘rifat ↔ syahwat
- ridha Allah ↔ pujian manusia
Ini rugi besar.
(بئس للظالمين بدلا)
“Sangat buruk pertukaran orang-orang zalim itu.”
Pertukaran yang salah:
yang kekal ditukar dengan yang fana.
Maksud
keseluruhan
Penulis membagi manusia dalam “pertukaran” hidup:
|
Jenis
Badal |
Makna
Ruhani |
Hasil |
|
بدل الكل |
meninggalkan segala selain Allah |
mendapat Allah |
|
بدل البعض |
mengganti dosa dengan taat |
diampuni & diangkat |
|
بدل الاشتمال |
hidup antara takut & harap |
aman & dikabulkan |
|
بدل الغلط |
menjual akhirat demi dunia |
rugi & terjauh |
Inti
fasal
Pesan utamanya:
Setiap manusia sedang melakukan pertukaran—yang
cerdas menukar yang fana dengan yang kekal, sedangkan yang rugi menukar yang
kekal dengan yang fana.
Ringkasnya:
Apa yang engkau tinggalkan demi Allah, akan Allah
ganti dengan yang lebih baik.
Tapi apa yang engkau tukar dengan dunia, bisa jadi itulah kerugian terbesarmu.
Sumber:
الكتاب: نحو القلوب
المؤلف: الامام عبد الكريم بن هوزان بن عبد الملك
القشيرى (المتوفى: 465 ه)
Baca
juga:
Amal
Yang Selalu Mengikuti Manusia, Baik Atau Buruk – Gramatika Qalbu - نحو القلوب

Tidak ada komentar:
Posting Komentar